Gairah Duda Perjaka

Gairah Duda Perjaka
Mengetahui Semuanya


__ADS_3

Bagaikan di sambar ribuan petir yang sangat dahsyat membuat Qisya tidak percaya dengan apa yang dilihatnya pada saat itu. Qisya langsung mengambil foto tersebut untuk membaca tulisan spidol yang berwarna merah di belakang bingkai foto keluarganya itu. Tulisan berspidol merah itu sebagai berikut :


..."Aku akan membalaskan dendam Kakakku yang telah kau hancurkan hingga saat terakhirnya."...


..."Tunggu saja permainanku ini Brian Adijaya, aku akan menggunakan anak angkatmu sebagai jembatan atau alat untuk semua rencanaku ini."...


..."Agar aku bisa menghancurkan keluargamu satu persatu, dan membuatmu mati bersama selingkuhan yang saat ini telah menjadi istri sahmu hahahaaa..."...


Qisya yang membacanya membuat air matanya langsung mengalir deras tanpa henti dengan tangan yang bergetar hebat. Bahkan fotonya pun terlepas dari genggamannya, bersamaan dengan runtuhnya tubuh Qisya ke lantai dengan keadaan terduduk.


“Ba-balas de-dendam?” ucap Qisya dengan air mata yang masih menetes serta mata yang memandang lurus ke depan dengan pandangan kosong.


Terlihat jelas betapa ia sangat syok untuk mengetahui semua ini, dan apakah ini jawaban dari kenapa ia tidak boleh sampai mendekati kamar Bisma? Semua karena ada rahasia besar tentang keluarganya yang Bisma tidak mau sampai diketahui oleh Qisya.


“A-apa ke-kejadian beberapa bulan lalu itu, karena ulah Om Bisma?” tanya Qisya dengan keadaan yang sangat kacau.


“Hiks... Ayah, Bunda. Maafkan Qisya karena terlalu percaya dengan orang yang baru Qisya kenal, sedangkan kalian yang sudah bertahun-tahun bersama Qisya malah Qisya sampai berpikir sejelek itu hiks... Maafkan Qisya yang belum bisa jadi peri kecil Bunda dan Ayah yang baik hiks... Qisya terlalu bod*doh untuk percaya dengan orang sejahat Om Bisma hiks...”


“Ternyata di balik sifat baiknya selama ini, ada maksud terselubung untuk mengadu domba Qisya dengan kalian semua hiks... Maafkan Qisya, Ayah dan Bunda... Qisya belum bisa jadi anak yang berbakti kepada kalian. Qisya anak durhaka, Qisya anak yang tidak tahu di untung karena sudah di asuh oleh orang sebaik kalian hiks... Tapi, dengan lantangnya Qisya malah berpikir sejelek itu tentang kalian"


“Bunda, Ayah, Lukas, Lily, Oma, Opa, Mbah Kung, Mbah Uti dan Om Arya maafkan Qisya hiks... Qisya kangen kalian, Qisya ingin pulang. Qisya ingin peluk kalian semua. Tolong Qisya Bun, yah. Qisya ada di tempat orang yang salah, orang yang sangat jahat hiks...”


Qisya menangis dengan sangat sendu serta nafasnya yang begitu sesak. Terlihat jelas kekecewaan dan penyesalan di wajah Qisya saat ia sudah mengetahui niat jahat Bisma yang sudah di anggapnya sebagai Ayahnya sendiri yang menggantikan Brian.


Namun, semua itu membuat Qisya sangat merasa bersalah karena dengan gampangnya ia menggantikan sosok Brian yang sangat menyayanginya dengan tulus tidak seperti Bisma yang hanya berpura-pura untuk menutupi wajah aslinya. Qisya yang sudah terlanjut kecewa dengan apa yang ia ketahui saat ini, membuat ia benar-benar marah atas rencana jahat yang sudah Bisma rencanakan kepada keluarganya. Bahkan Qisya sendiri pun di buat untuk membenci seluruh keluarganya.


Hampir setengah jam Qisya meratapi nasibnya yang sangat bod*doh ini, membuat ia langsung berpikir untuk meninggalkan rumah ini dan mencari pertolongan kepada siapa pun yang bisa membawanya pergi untuk pulang ke Indonesia agar bisa segera menemui keluarganya serta meminta maaf atas kesalahan Qisya yang sudah berpikir jika keluarganya tidak lagi menyayanginya.


Bahkan tak hanya foto, Qisya juga menemukan sejumlah koran serta surat kabar lainnya yang terdapat biodata lengkap atas nama dirinya sendiri. Dari sini Qisya tahu jika apa yang ia bayangkan kalau keluarganya sudah tidak peduli kepadanya dan membuangnya itu salah besar. Pada dasarnya mereka semua sangat-sangat merasa kehilangan serta selalu mencari Qisya dengan berbagai cara agar segera bisa bertemu.


Namun, entah kenapa saat Qisya mencoba untuk mengirim pesan serta menelepon nomor tersebut semuanya tidak ada yang bisa. Apa ini adalah rencana Bisma yang menonaktifkan nomor-nomor tertentu di ponsel Qisya? Akhirnya Qisya berpikir kalau ia lebih baik segera pergi dari tempat ini dari pada ia harus hidup bersama seorang penjahat seperti Bisma.


Qisya langsung membereskan apa yang perlu ia bawa di tas kecilnya, tanpa membawa baju-baju yang telah Bisma berikan padanya. Ia hanya memakai baju serta kerudungnya yang pada saat ia gunakan saat menghilang. Saat sudah terlihat rapi, Qisya langsung keluar rumah dengan cara mengendap-endap. Dan untungnya para body guard Bisma sedang asyik mengobrol.


Dari situ Qisya perlahan melangkahkan kakinya bagaikan seorang maling yang ingin kabur dari penjagaan. Dan ya, dia berhasil lolos dengan mudahnya. Kemudian, ia berlari sekuat tenaga ke sana ke sini untuk mencari seseorang yang bisa ia mintai pertolongan. Tapi sayangnya, dari sekian banyak orang yang telah Qisya temui tidak ada satu pun yang mengerti bahasa Qisya yang sedikit belepotan dengan bahasa inggrisnya.

__ADS_1


Qisya kembali lagi berlari untuk menelusuri setiap jalanan. Hingga akhirnya ia berhenti di sebuah jembatan panjang dengan keadaan air sungai yang sangat tenang. Qisya tidak ada niatan sedikit pun untuk bunuh diri. melainkan ia hanya ingin menghilangkan rasa kecemasan, ketakutan, kekhawatiran, kekecewaan serta penyesalannya yang sudah bercampur aduk di dalam pikirannya saat ini.


Ia kembali menumpahkan semuanya dengan berteriak, menangis hingga meratapi hidupnya yang begitu menyakitkan untuknya.


...*...


...*...


Bisma yang baru saja pulang dari rumah sakit karena lukanya sudah cukup kering pun, langsung meminta sang dokter untuk menyiapkan semuanya agar ia bisa segera pulang untuk bertemu dengan Qisya. Dengan wajah yang sedikit tersenyum membuat Bisma merasakan perasaan yang aneh terhadap Qisya.


Bisma merasa sangat kangen dan juga begitu khawatir dengan keadaan Qisya saat ini yang sudah ia tinggalkan hampir seminggu. Bisma dan Pinjai yang sudah selesai membereskan semuanya langsung pergi dari rumah sakit menuju penginapan. Sepanjang jalan Pinjai tanpa sengaja menatap spion depan yang mengarah ke arah wajah Bisma yang sedang menatap samping jendela dengan keadaan tersenyum.


Terlihat jelas betapa bahagianya Bisma karena ingin menemui Qisya yang membuat Pinjai pun ikut senang dan tersenyum. Pinjai merasa Tuannya ini sedang mengalami masa-masa layaknya seorang laki-laki yang baru menemukan kenyamanannya dengan lawan jenisnya. Namun, Pinjai tidak mau berburuk sangka kepada Tuannya ini.


Pinjai hanya bisa berdoa untuk kebaikan Tuannya, agar segera bisa kembali untuk menjadi Bisma yang ia kenal dulu. Orang yang baik, perhatian, ramah serta murah tersenyum. Tidak seperti sekarang yang hidupnya selalu di selimuti dengan obsesi atas kekayaan serta balas dendamnya yang membuat ia sampai terjun ke dunia hitam.


Saat di tengah perjalanan, Pinjai mendapatkan telepon dari salah satu body guard yang menjadi Qisya. Body guard itu langsung mengatakan bahwa Qisya kabur dengan keadaan seluruh penginapan yang berantakan akibat Qisya yang sedikit mengamuk. Dari situ, body guard menyimpulkan bahwa Qisya melarikan diri saat mereka lengah menjaganya.


Body guard itu juga bilang bahwa kamar Bisma terbuka sangat lebar serta ruangan rahasianya. Semua body guard menduga jika Qisya sudah mengetahui semua rencana Bisma kepada keluarganya. Dengan begitu Pinjai yang sangat terkejut tanpa aba-aba langsung mengerem mobilnya secara mendadak yang sedikit membuat Bisma hampir terbentur kursi depan.


Pinjai tersontak kaget dan benar-benar terkejut dengan perlakuan Tuannya ini, sebenarnya ia hanya kaget saat tahu kabar Qisya. Tapi, ia juga di buat kaget dengan tingkah Bisma yang menganggapnya ingin mencelakai dirinya dan membuatnya mati secara mendadak.


Dengan rasa gugupnya Pinjai mencoba untuk membuka suara, meskipun terdengar jelas kalau ia benar-benar ketakutan. Karena ini kali pertamanya Bisma menodongkan pistol kesayangannya kepada Pinjai yang adalah orang kepercayaannya sendiri.


“Ma-maaf, Tuan. Sa-saya tidak bermaksud seperti itu. Sa-saya hanya kaget saat mendengar kabar buruk te-tentang...” ucapan Pinjai terputus saat Bisma kembali membunyikan pelatuknya.


Cklek !...


“Tentang apa, hah!! Jawab dengan tegas. Aku tidak suka bertele-tele dan gagu seperti ini, atau kau benar-benar ingin aku mengakhiri hidupmu cukup sampai di sini untuk menjadi orang kepercayaanku?” tegas Bisma dengan aura dinginnya.


“Maaf, Tuan. Salah satu body guard yang menjaga Nona Rose mengabari saya bahwa Nona Rose sudah tahu semua tentang rencana Tuan yang ingin membalaskan dendam kepada keluarganya. Karena mereka melihat kamar Tuan terbuka lebar, serta ruangan rahasia pun itu terbuka yang pertanda bahwa Nona Rose sudah mengetahui semuanya. Lalu, ia melarikan diri di saat para body guard lengah dalam penjagaan”


Pinjai berbicara sangat tegas dengan satu tarikan nafas panjangnya yang langsung membuat Bisma menjatuhkan pistol kesayangannya dan dapat di lihat bahwa ia sangat-sangat shock.


“Kenapa secepat ini dia mengetahui semuanya? Sedangkan aku saja belum memulai rencana balas dendam itu. Arghhhh... Sia*lan!!! Pinjai, geret semua para body guard di penginapan untuk ke ruang tahanan. Saat kita balik ke Indonesia, maka aku sendiri yang akan mempersembahkan daging segar kepada Niko dan Noki di markas besar. Paham!” saut Bisma yang menunjukkan sifat kejamnya bagaikan seorang predator yang sangat menyeramkan.

__ADS_1


“Paham, Tuan. Saya akan bereskan semuanya, dan saya pastikan mereka tidak ada yang bisa kabur. Lalu, bagaimana dengan Nona Rose, Tuan?” tanya Pinjai dengan wajah cemasnya.


“Aku yakin, dia sangat kecewa kepadaku dan membenciku saat ini. Tapi, kita harus tetap mencari dia sampai ketemu. Lalu, kita geret kembali ke penginapan. Jika dia sudah mengetahuinya ya biarkan saja. Kita akan menggunakan plan B, untuk menyakitinya agar keluarganya bisa melihatnya dan merasakan penderitaan yang jauh lebih sakit saat melihat anaknya di per*kosa oleh laki-laki. Dengan begitu balas dendamku akan terbalaskan haha...”


Bisma tertawa dengan aura hitamnya yang terlihat jelas membuat Pinjai sampai merinding ketakutan. Baru kali ini Pinjai melihat sisi kejam serta beringasnya seorang Bisma yang tega-teganya ingin memper*kosa anak di bawah umur hanya demi kepuasan balas dendamnya. Sedangkan anak tersebut tidak memiliki kesalahan apa pun terhadapnya.


Tapi, dari kaca spion dalam yang mengarah ke Bisma, Pinjai bisa melihat sudut mata kiri Bisma seperti mengeluarkan air mata yang tandanya ia hanya tertawa untuk menutupi kesedihannya saat Qisya sudah mengetahui semuanya secepat ini.


...ΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩ...


Hai para readers semuanya 🤗


Perkenalkan ini adalah karya novel ke-3 Author loh 🤩


Semoga kalian menyukainya ya 🤝


Dukung Author terus dengan cara berikut :


Like 👍


Komen 📨


Favorite ❤️


Rate 🌟


Share 📲


Dan tidak lupa pula selipkan hadiahnya ya 😍🙏


Bunga, kopi atau sebagainya pun tak apa kok malah lebih bagus lagi pundi-pundi receh yang berterbangan di karyaku ini hihi 😆😜


Sayang kalian banyak banyak ❤️❤️❤️


Terima kasih semuanya 🙏🙏

__ADS_1


Papaaayyy~~~ 👋🏻👋🏻👋🏻


__ADS_2