Gairah Duda Perjaka

Gairah Duda Perjaka
Side Story 11


__ADS_3

Mereka jalan berdampingan tanpa saling menyentuh, lalu mereka menempati meja di sana dan kemudian memesan beberapa menu yang ada. Selama makan malam, mereka merasa sangat bahagia dan di sela-sela makan malam mereka, Arya dan Nadha membicarakan banyak hal pribadi di luar dari pekerjaan mereka.


Setelah selesai makan malam, Arya mengajak Nadha untuk berjalan-jalan di taman tepat di bawah cahaya rembulan yang bersinar dengan sangat terang. Sepanjang mereka berjalan menelusuri taman, kedua hanya terdiam tanpa mengatakan apa pun hingga akhirnya mereka berhenti dan saling menatap langit.


Kemudian Arya mencoba untuk memberanikan dirinya memegang tangan kanan Nadha yang membuat ia sedikit terkejut. Lalu segera Nadha membalikkan tubuhnya yang manal lagi dan lagi Nada di buat sangat syok akibat perlakuan Arya yang begitu romantis padanya.


Arya berlutut di depan Nadha sambil mengeluarkan kotak merah kecil dari dalam saku jasnya. Selang beberapa detik, Arya sudah membuka kotak itu dan memperlihatkannya kepada Nadha. Bahkan Nadha sangat menyukai cincin berlian dengan model yang sangat indah dan mewah itu.


“Kamu adalah salah satu alasanku untuk bisa kembali bangkit dan tersenyum. Tepat pada malam ini, izinkan aku dengan segala perasaan yang di titipkan oleh Allah untuk membuat pengakuan”


“Mungkin waktu perkenalan kita tidak terlalu lama, namun entah kenapa sejak kamu selalu ada di saat aku susah mau pun senang membuat aku merasa jika kamu layak untuk aku perjuangkan. Akhir-akhir ini aku merasa kalau aku sudah mulai menaruh hati padamu, tapi aku mencoba untuk menahannya agar aku bisa lebih yakin jika itu memang cinta bukan sekedar rasa kagum padamu”


“Tetapi setelah aku merasa yakin, aku masih terdiam menunggu saat itu tiba. Namun bukan berarti aku tidak mau memilikimu, aku hanya ingin menjagamu hingga halal bagiku untuk menyentuhmu. Berkali-kali aku selalu bertanya pada hatiku sendiri, sudah tepatkah pilihanku ini dan berkali-kali pula jawabanku tetap sama, yaitu kamu”


“Ada nama yang selalu tertulis di dalam hati kita, tapi belum tentu ia tertulis di atas buku pernikahan dan aku ingin namamu tertulis di keduanya. Will you merry me, Nadha?” Arya menyatakan perasaannya sambil melamar Nada.


Dengan penuh kebahagiaan dan juga terharu atas keromantisan seorang Arya yang pada akhirnya membuat Nadha seakan-akan besar kepala. Tanpa basa-basi lagi, Nadha langsung menjawabnya dengan menerima lamaran dari Arya.


“Aku mau Tuan, mau banget...” ucap Nadha sambil tersenyum lebar dan mengangguk-anggukan kepalanya menatap Arya yang masih berlutut di hadapannya.


Seketika Arya tersenyum menatap wajah Nadha yang sangat senang itu, kemudian Arya berdiri serta memakaikan cincin di jari manis kirinya Nadha. Bahkan Nadha yang begitu senang melihat jarinya yang kosong kini sudah di hiasi oleh berlian yang sangat mahal, membuat Nadha semakin antusias untuk menikah dengan Arya agar bisa secepat mungkin menikmati hartanya.


“Bagaimana? Apa kamu suka dengan cincinnya? Atau kurang pas sama seleramu?” tanya Arya sambil berdiri saat melihat Nadha selalu memperhatikan jarinya.


Nadha yang mendengar itu langsung menatap Arya sambil berbalik bertanya pada Arya dengan wajah polos palsunya, “Sepertinya aku kurang menyukainya, Tuan. Apa bisa di tukar dengan cincin pilihanku?”


“Oh, tentu bisa dong. Apa sih yang enggak untuk calon istriku ini, bahkan jika aku harus membelikanmu 1 cincin lagi pun aku sanggup hehe..” ujar Arya sambil tertawa kecil.


“Huaaaa... Makasih, Tuan. Aku benar-benar sangat mencintaimu, Tuan Arya” ucap Nadha sambil memeluk Tubuh Arya yang membuat Arya langsung mendorong kecil Nadha.


“Astaghfirullah, Nadha. Lepaskan aku, kita belum muhrim jadi jika kita sudah resmi menjadi suami istri, maka kamu akan bisa sepuasnya memelukku. Tapi tidak dengan saat ini, cobalah mengerti okay...” ucap Arya dengan wajah ketakutan.


Nadah yang menyadari itu pun langsung menjauh dari tubuh Arya dan ia menundukkan kepalanya serta kembali memasang wajah yang sedih, “Ma-mafkan saya, Tuan. Saya kelepasan, karena saya terlalu bahagia bisa memiliki calon suami seperti Tuan Arya. Padahal di luar sana masih banyak gadis yang mengantri dan juga lebih cantik dariku, namun Tuan malah memilihku”


“Sudahlah angkat wajahmu itu, jangan sedih lagi. Aku akan mempercepat pernikahan kita supaya kita bisa bersentuhan dan bisa lebih dekat lagi. Jadi kamu tidak boleh berkecil hati"

__ADS_1


“Jika hati saya sudah memilihmu, maka siapa pun tidak ada yang bisa melarang semua keputusan di dalam hidupku. Bahkan termasuk kedua orang tuaku, karena ini adalah kehidupan yang aku jalani bersama keluarga kecilku nanti”


Perkataan Arya berhasil membuat Nadha tersenyum kepadanya dan Arya tersenyum balik padanya dan berkata, “Nahkan... Jika begini kamu terlihat sangat cantik”


“Terima kasih Tuan, karena selalu berusaha membuat saya kembali tersenyum” jawab Nadha yang penuh dengan senyuman.


“Jangan panggil saya Tuan, panggil saya dengan sebutan lain, bisa? Sebutan Tuan hanya berlaku jika kita berada di tempat bekerja, namun di luar dari itu kita adalah sepasang kekasih” saut Arya.


“Baik Tu- eh maksudnya sayang hehe...” Nadha tertawa kecil yang membuat Arya menelan air liurnya karena sangat terkejut dengan panggilan yang Nadha berikan padanya.


Glleekkk...


“Sa-sayang?” gumam Arya dengan nada syoknya dan Nadha hanya bisa menganggukkan kepalanya sambil tersenyum.


“Maaf, panggilan itu terlalu berat untukku. Bagaimana jika panggil aku dengan sebutan Mas, apa lagi itu merupakan panggilan yang sangat sopan” Arya langsung berbicara seperti itu karena ia sangat kurang nyaman dengan panggilan sayang.


Nadha yang mendengar ucapan Arya itu seketika raut wajahnya yang tadinya bahagia, kini terlihat sangat kecewa. Namun Nadha berusaha sekeras mungkin untuk menyembunyikannya.


“Oke Mas...” jawab Nadha dengan tersenyum.


Kemudian mereka kembali berjalan menuju mobilnya Arya dan Arya mengajak Nadha untuk bisa pergi ke rumahnya untuk memperkenalkan dirinya kepada Abah dan juga Umi.


...*...


...*...


Arya dan Nadha berjalan memasuki rumah dengan keadaan bahagia. Lalu mereka duduk bersama dengan Abah dan Umi yang sudah menyambut mereka. Tidak lupa Arya juga langsung mengenalkan Nadha kepada kedua orang tuanya.


“Abang, Umi... Perkenalkan ini Nadha, dia adalah Sekretaris Arya di perusahaan dan sekaligus calon menantu kalian hehe...”


Abah dan Umi menatap Nadha dengan tatapan aneh karena pakaian Nadha yang sedikit terbuka, cuma Abah dan Umi tidak mau berpikir jelek hanya karena mereka melihat penampilan luarnya Nadha saja.


“Maaf Om dan Tante, jika penampilan saya kurang berkenan di hadapan kalian. Mungkin kalian akan berpikir jika saya bukanlah wanita baik-baik, tapi saya janji mulai besok saya akan mencoba dengan perlahan untuk memperbaiki cara berpakaian saya ini agar bisa terbiasa dengan keadaan tertutup” ucap Nadha untuk menarik perhatian kedua orang tua Arya.


“Tidak apa-apa mungkin itu merupakan cara berpakaianmu sehari-hari, yang terpenting hatimu tetap selalu di tanamkan kebaikan karena jika hatimu jelek pasti akan sulit untuk di rubah. Namun jika hanya fisik atau pun penampilan yang tidak baik, maka secara perlahan kita pasti akan bisa merubahnya” ucap Abah yang membuat Nadha langsung tersindir.

__ADS_1


Nadha yang mendengar semua itu sedikit merasa jengkel di dalam dirinya, karena menurutnya ucapan Abah itu benar-benar bermaksud untuk menyindir Nadha padahal kenyataannya tidak seperti itu.


“Ckk! Apa-apaan sih, kenapa laki-laki tua bangka ini seperti menyindirku. Jika bukan karena Arya yang kaya, aku juga tidak akan sudi merubah penampilanku ini. Pasti jika aku menggunakan hijab akan terlihat seperti emak-emak yang sudah memiliki buntut cih...” gumam Nadha di dalam hati kecilnya sambil tetap tersenyum pada Abah dan Umi.


“Apa yang di katakan Abah benar, Nak. Semoga kamu dan Arya benar-benar pasangan yang serasi ya, dan kamu bisa menerima Arya baik dan buruknya. Jangan hanya karena Arya sedang berada di atas kamu memilihnya, namun saat suatu hari nanti Arya di bawah kamu malah meninggalkannya” celetuk Umi yang membuat Abah menepuk kecil paha Umi agar tidak menyinggung perasaan orang lain.


“Tenang saja, Umi... Arya yakin Nadha adalah wanita yang baik untuk Arya. Bahkan dia yang selalu ada di saat Arya mengalami kesusahan dan yang lebih pentingnya, dia selalu bisa membuat Arya tersenyum dengan caranya tersendiri” jawab Arya yang membela Nadha sambil menoleh ke arahnya sambil tersenyum, lalu kembali menoleh ke orang tuanya.


Nadha yang benar-benar sangat kesal membuat hatinya seperti menyimpan sebuah amarah karena ia tidak terima Abah dan Umi selalu menyindirnya, yang mana itu memang kenyataannya namun Nadha enggan untuk menyadari itu semua.


“Lalu apa langkahmu selanjutnya, Ya?” tanya Abah dengan serius.


“Besok Arya akan segera melamar Nadha Bah karena Arya sudah sangat yakin dengan Nadha. Arya hanya ingin meminta izin restu dari kalian agar mau melamarkan Nadha untuk Arya. Apakah Abah dan Umi setuju dengan keputusan Arya ini?” ucap Arya yang kembali bertanya kepada kedua orang tuanya.


“Apa ini tidak terlalu cepat, Ya?” celoteh Umi yang membuat Nadha sedikit membolakan matanya.


“Jika kita sudah yakin buat apa harus menunggu lagi, kan Mi? Umi tahu kan jika kedua pasangan yang belum muhrim selalu berjalan bersama pasti akan menimbulkan fitnah dan juga pandangan yang tidak baik. Jadi untuk menghindari itu semua Arya mau segera menikahi Nadha” ucap Arya dengan segala ketegasan yang semakin membuat Nadha merasa menang hingga besar kepala.


Nadha yang dari tadi hanya bisa terdiam sambil menahan rasa kesal, jengkel, dan juga marahnya itu kepada kedua orang tua Arya, kini berubah kembali senyuman namun senyum yang Nadha ukir itu adalah senyuman kelicikan bukan ketulusan tapi tidak ada satu pun yang menyadari hal itu.


...ΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩ...


Hai guys... Apa kabar kalian? Author harap kalian baik baik saja 😊😊😊


Season 1 dari novel Gairah Duda Perjaka sudah tamat yeyy... 😆😆😆


Sambil menunggu Season 2, Author akan memberikan Side Story 🥳🥳🥳


Side Story tentang kisah hidup Arya, semoga kalian menyukainya 🤗🤗🤗


Untuk jadwal Season 2, Author masih merencanakannya nih... 😗😗😗


Mohon bersabar dan terus dukung Author Chubby kalian ini 😁😁😁


Jaga diri kalian dan sampai jumpa di bab selanjutnya semua... 🥰🥰🥰

__ADS_1


Terima kasih dan sayang kalian banyak banyak deh pokoknya 😘😘😘


Papaaayyy~~~ 👋🏻👋🏻👋🏻👋🏻👋🏻


__ADS_2