
Bisma tertawa dengan aura hitamnya yang terlihat jelas membuat Pinjai sampai merinding ketakutan. Baru kali ini Pinjai melihat sisi kejam serta beringasnya seorang Bisma yang tega-teganya ingin memper*kosa anak di bawah umur hanya demi kepuasan balas dendamnya. Sedangkan anak tersebut tidak memiliki kesalahan apa pun terhadapnya.
Tapi, dari kaca spion dalam yang mengarah ke Bisma, Pinjai bisa melihat sudut mata kiri Bisma seperti mengeluarkan air mata yang tandanya ia hanya tertawa untuk menutupi kesedihannya saat Qisya sudah mengetahui semuanya secepat ini.
Pinjai merasa Bisma sudah mulai menyayangi Qisya, karena terlihat jelas saat Bisma memperlakukan Qisya tanpa adanya unsur menyakiti sama sekali. Tanpa berpikir panjang lagi, Bisma menyuruh Pinjai untuk segera menelusuri Korea hingga tempat terpencil sekali pun untuk mencari keberadaan Qisya.
Hampir 45 menit mereka memutari Seoul, Korea dan pada akhirnya Pinjai melihat ada sosok anak kecil memakai kerudung dan sedang terduduk sambil menatap air sungai dengan tatapan yang sangat menyedihkan.
“Tuan, sepertinya itu Nona Rose? Tapi...” ucap Pinjai yang menggantungkan kata-katanya dan memberhentikan mobilnya.
“Tapi apa, Pinjai? Katakan dengan jelas!” bentak Bisma dengan keadaan cemas.
“Tapi, sepertinya dia sudah kembali menjadi dirinya sendiri tanpa lagi menggunakan nama samaran. Lihat saja, Tuan. Gadis itu sudah kembali ke jati dirinya dengan menggunakan hijab serta pakaian gamisnya yang ia pakai pada saat ia terpisah dan Tuan membawanya” ucap Pinjai sambil menunjuk ke arah Qisya yang duduk membelakangi mereka.
“Kau tahu dari mana itu dia? Sedangkan kita saja belum bisa melihat wajahnya. Apa lagi baju seperti itu kan banyak yang jual dimana-mana” saut Bisma yang tidak langsung percaya begitu saja pada Pinjai.
“Ya, Tuan. Baju itu memang banyak yang menjualnya, tetapi ini di Korea Tuan. Apa Tuan lupa, jika di sini tidak akan ada banyak orang yang memakai baju gamis dengan motif batik seperti itu kalau bukan turis dari Indonesia” jawab Pinjai yang membuat Bisma langsung menyadari kecerobohannya karena ia lupa jika saat ini mereka masih berada di negeri orang.
“Baiklah, ayo kita turun dan segera membawanya pergi dari sini. Sebelum ada pihak berwajib yang mengetahuinya” ucap Bisma dengan tegas sambil keluar dari mobilnya dan langsung berjalan yang diikuti oleh Pinjai.
Bisma berjalan dengan sangat gagah dengan kaca mata hitamnya serta wajahnya yang begitu datar. Bahkan rasa sakit yang masih sering ngilu akibat luka bekas tembakan di perutnya pun seketika menghilang, saat mengetahui jika Qisya menghilang dan berusaha untuk kabur darinya. Perlahan tapi pasti, membuat Bisma berdiri tepat di belakang Qisya.
“Ekhem... Boleh saya menemanimu di sini gadis kecil?” tanya Bisma dengan sedikit menekankan kata-katanya dengan keadaan kedua tangan berada di dalam saku celana.
Qisya yang tidak asing dengan suara tersebut pun langsung terbangun dan berbalik, betapa terkejutnya ia saat melihat Bisma berdiri di depannya. Qisya yang merasa sangat takut dan bergetar hebat pun, lama kelamaan berjalan mundur.
“O-om Bi-bisma?” ucap Qisya dengan keadaan yang sangat ketakutan.
__ADS_1
“Yes, Baby. Ini Daddy. Bagaimana keadaanmu, hem.? Apa kau tidak kangen dengan Daddy? Ayo sini peluk, Daddy” saut Bisma yang membuka kacamatanya, lalu ia berjalan maju sambil merentangkan kedua tangannya dan tersenyum.
Qisya yang tahu kalau ini adalah akting dari seorang penjahat yang berkedok orang baik, membuat ia semakin ketakutan hingga akhirnya ia kembali berjalan mundur.
“Astaga, Tuan Bisma bagaimana sih. Apa dia tidak lihat jika di belakang Nona Rose adalah sungai yang sangat dalam. Lalu, bagaimana jika ia sampai terjatuh? Lagi pula terlihat sangat jelas di wajahnya kalau ia benar-benar sangat takut saat melihat wajah Tuan. Bahkan tubuhnya sudah berkeringat, pucat dan bergemetar yang menunjukkan kalau ia benar-benar kecewa dengan apa yang sudah ia ketahui hari ini ” ucap Pinjai di dalam hatinya saat melihat keadaan Qisya yang sangat memprihatinkan.
Bisma terus berjalan maju dengan senyuman liciknya, yang membuat Qisya semakin berjalan mundur.
“Stop, Om!! Jangan coba-coba untuk mendekati Qisya. Stop di situ Qisya bilang!! Stop, Om Bisma. Stop!! Hiks...” teriak Qisya dengan nada ketakutan yang begitu hebat.
“Apa Sejahat itukah aku di pikiranmu, Baby. Rasanya kenapa sangat sakit saat melihatmu begitu ketakutan saat aku ingin mendekatimu seperti ini, padahal kemarin kita terlihat sangat dekat. Dan lagi, kemana panggilan manismu itu untukku itu, Baby? Kenapa kau tidak lagi memanggilku dengan sebutan, Daddy? Ataukah kau sungguh kecewa terhadapku? Haha... Sebegitu kejamnya aku untukmu? Astaga, Bisma apa-apaan sih. Kenapa kau berpikir seperti itu, harusnya kau bahagia saat melihat keadaannya yang sekarang. Dengan begini kau bisa menghancurkan mental serta sikisnya secara perlahan, bukan malah merasa kasihan seperti ini ” ucap Bisma di dalam hatinya yang sedang berdebat melawan semua perasaannya.
Lalu, tanpa mereka sadari saat ini Qisya sudah berada di ujung sungai dengan keadaan yang sangat ketakutan. Bisma yang terus mendekatinya membuat ia tidak fokus dengan keadaan Qisya yang sangat berbahaya ini.
Dan pada akhirnya...
Belebuk... Belebuk... Belebuk...
“Nona, awaaasss...” teriak Pinjai saat melihat Qisya sudah terjatuh dan masuk ke dalam sungai yang cukup dalam.
“Qiiisyaaaa...” teriak Bisma yang tanpa sadar memanggil nama asli Qisya dan tergesa-gesa membuka jasnya serta langsung menyelam ke dalam aliran sungai yang panjang serta dalam itu.
Byuurrrr !...
Terlihat jelas Qisya mencoba menyeimbangi keahliannya saat berenang yang memang tanpa ia sadari sungai tersebut sangat dalam dan membuat ia susah untuk menyeimbangi tubuhnya sendiri. Bahkan aliran sungai yang saat tenang tadi seketika berubah menjadi aliran yang cukup deras. Pinjai berusaha menelepon para petugas untuk menyelamatkan keduanya di dalam sungai.
Namun, tak lama kemudian Bisma berhasil menyelamatkan Qisya yang hampir tenggelam ke dasar sungai. Pinjai pun langsung buru-buru untuk memutuskan sambungan teleponnya dan tidak jadi menelepon para petugas. Pinjai segera turun ke tepi sungai untuk membantu Bisma yang sedang memeluk serta menggendong Qisya dengan keadaan Qisya yang sudah pingsan.
__ADS_1
“Pinjai cepat kita bawa dia ke rumah sakit, aku takut jika terjadi sesuatu padanya” saut Bisma dengan terburu-buru berlari ke arah mobilnya yang diikuti oleh Pinjai.
Mereka semua pun langsung memasuki mobilnya dan Pinjai segera melajukan mobilnya dengan kecepatan tinggi untuk menerobos jalanan agar segera sampai di rumah sakit untuk memberikan pertolongan pada Qisya.
“Bagaimana ini, Pinjai. Badannya semakin dingin saja. Aku takut jika ia meminum air sungai terlalu banyak, bisa-bisa membuat jantungnya tertutup dengan air” ucap Bisma dengan perasaan sangat cemas.
“Aduh, saya kurang tahu Tuan. Rumah sakit masih butuh 15 menit lagi, dan saya pun berusaha untuk menambah kecepatan pada laju mobil ini. Namun, ya memang masih butuh waktu yang lumayan lagi untuk segera sampai di rumah sakit” jawab Pinjai yang juga ikut merasakan kepanikan dari Bisma serta berusaha fokus untuk mengontrol laju mobil.
“Tidak ada cara lain lagi, saya harus lakukan ini demi keselamatannya” ucap Bisma dengan sangat tegas dan berusaha menutup matanya untuk menarik nafas panjang agar membuatnya sedikit tenang.
“Tuan, Tuan mau apa? Tuan jangan aneh-aneh ya. Nona Qisya masih sangat kecil, jadi jangan berikan apa pun yang nantinya akan semakin membuat ia membenci Tuan” saut Pinjai saat tahu apa yang dimaksud dari Bisma.
“Apa kau sudah gila, Pinjai! Kau lihat badannya sudah dingin seperti ini, lalu jika aku diam saja bagaimana dia bisa selamat? Setidaknya aku harus berusaha untuk menolongnya sambil kita menuju ke rumah sakit. Dan untuk masalah itu aku tidak peduli lagi, jika dia membenciku atau tidak maka biarkan saja, yang terpenting aku masih bisa melihatnya hidup di dunia ini. Dari pada nanti aku harus menyesal di saat dia sudah tidak ada lagi di dunia karena aku yang takut melakukan sesuatu” saut Bisma dengan tegas yang membuat Pinjai terdiam.
...ΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩ...
Kembali lagi dengan Author kalian yang masih banyak kekurangan ini... 😆😆😆
Sampai sini dulu ya cerita untuk Bab ini pembaca setiaku... 😉😉😉
Bagaimana menurut kalian? Apa yang akan Bisma lakukan pada Qisya ? 🤔🤔🤔
Jika kalian penasaran maka tunggulah kelanjutan ceritanya disini... 😁😁😁
Terus dukung Author ya... Jaga diri kalian dan sampai jumpa lagi... 🤗🤗🤗
Terima kasih dan sayang kalian banyak banyak semuanya... 🙏🏻🥰❤️🤍
__ADS_1
Papaaayyy~~~ 👋🏻👋🏻👋🏻👋🏻👋🏻