Gairah Duda Perjaka

Gairah Duda Perjaka
Jangan Dekat Dekat


__ADS_3

“Qisya juga bobo ya... Kasihan Bunda juga mau istirahat kan besok acara Bunda. Jadi kalau Qisya nanti ngantuk di acara Bunda, Ayah bakalan marah loh” ucap Brian sambil menatap Qisya.


“Hehe... Jangan dong, Ayah kan kalau malah-malah selem tahu kaya seligala aaauuuuu.... hahaha kaburrr...” Qisya berlari menuju kamarnya saat berhasil meledek Brian.


“Yakkk... Dasar anak rese, bisa-bisanya mengatai Ayahnya sendiri” teriak Brian dengan kesal yang malah mendapat meletan lidah dari Qisya.


“Sudah, Mas. Biarkan saja namanya juga anak kecil. Lagian apa yang Qisya bilang itu benar loh, Mas Brian kalau lagi marah itu melebihi serigala” ucap Hana sambil berjalan mendahului Brian.


“Apa tadi kamu bilang? Aku kaya serigala?” ucap Brian dengan suara dinginnya dan berjalan di sambil Hana.


“Kenapa? Enggak suka aku bilang begitu? Mau marah, iya?” tantang Hana dengan wajah yang menyeramkan membuat nyali Brian menciut saat mendapati tatapan mata Hana bagaikan seekor Elang yang ingin memangsa santapannya.


“Eh... hehe... Enggak dong, mana berani sih aku memarahi istriku yang cantik ini heum...” rayu Brian sambil mencolek hidung serta dagu Hana.


“Cih... gombal” saut Hana kemudian berjalan memasuki kamar mereka lebih dulu.


Brian yang berada di belakang Hana terdiam sejenak dengan meluapkan pikirannya.


“Sejak kapan Hana bisa menjadi monster seperti ini? Bahkan ia sangat dingin melebihi diriku, sampai-sampai aku tidak berani untuk menatap matanya. Astaga... Ada apa denganku ini! Mana Brian yang dulu garang, cool dan berwibawa. Kenapa sekarang malah menjadi ciut kek dodol” gumam Brian sambil menatap ke arah pintu kamar.


“Kalau Mas Brian masih mau ingin berlama-lama di luar, maka pintu akan Hana kunci. Jadi, Mas Brian bisa tidur di kamar lain sana...” teriak Hana dari dalam kamarnya dengan suara yang sangat dingin.


“Huaaaa... Sayang, aku enggak mau tidur sendiri” teriak Brian sambil berlari kencang menuju pintu kamar, kemudian ia masuk dan menguncinya.


Braak ! ...


Ceklek ! ...


“Hahh... hahh... hahh...” Brian menghirup nafasnya banyak-banyak untuk menetralkan detak jantungnya yang bekerja dengan cepat.


“Kenapa masuk? Bukannya Mas tadi lagi asyik mengumpat tentangku?” tanya Hana yang baru saja selesai membersihkan diri tadi, sehingga ia sudah mengganti pakaiannya.

__ADS_1


“Dia bisa tahu dari mana jika aku mengumpatinya di luar ?” tanya Brian di dalam hatinya dengan menunjukkan wajah bingungnya.


“Tidak penting, aku bisa tahu dari mana! Yang jelas malam ini Mas tidur di sofa dan jangan mendekati Hana, paham” saut Hana dengan wajah dinginnya sambil duduk serta bersandar di sanderan kasur.


“Aaaaa... Aayangg...” rengek Brian sambil mendekati Hana dengan menunjukkan wajah puppy eyes.


“Stop !!!” teriak Hana dengan mengangkat tangannya seraya dengan orang yang ingin memberhentikan sesuatu.


Brian yang baru saja ingin memeluk Hana pun jadi terhenti layaknya sebuah patung. “Kenapa sayang, aku ingin memeluk kamu masa iya enggak boleh sih.., aku kan suamimu yang tampan. Apa kau tega sama aku, aku kan kangen loh” ucap Brian sambil memasang muka andalannya untuk membuat Hana luluh.


“Jangan dekat-dekat denganku, Mas. Kamu belum mandi jadi aku tidak mau memelukmu, apa lagi bayi-bayiku nanti di dalam bisa memberontak saat mencium aroma tidak sedap dari Ayahnya” saut Hana sambil menutup hidungnya.


“Ck!... Baiklah, aku mandi tapi setelah itu aku boleh kan memelukmu? Rasanya aku kangen banget sama kamu” jawab Brian dengan wajah sedihnya yang terlihat sangat menggemaskan.


“Oke boleh, tapi ada satu syarat” ucap Hana sambil tersenyum penuh arti.


“Apa syaratnya? Enggak macam-macam lagi kan? Aku cape tahu sayang, seharian ini menuruti permintaanmu yang aneh itu” rengek Brian sambil duduk di kursi rias Hana sambil menatap Hana.


Brian yang melihat tingkah Hana begitu aneh membuat ia sangat curiga. Jika Hana sudah menunjukkan giginya maka akan ada sesuatu yang akan terjadi nantinya.


Entahlah Hana ngidam apa lagi, Brian sudah tidak bisa berpikir. Karena saat ini Brian hanya ingin anaknya cepat lahir saja supaya tidak menyusahkan ia dengan membuat Hana untuk mengidam yang aneh-aneh.


“Cepatlah lahir ya, Nak. Ayah sudah tidak sanggup dengan sifat Bundamu yang selalu berubah-ubah. Apa kalian senang di dalam telah berhasil menyusahkan Ayahmu di sini? Apa kalian masih marah dengan perlakuan Ayah dulu pada Bundamu? Ayolah sayang-sayang Ayah, please... Ayah mohon jangan aneh-aneh lagi ya...” ucap Brian di dalam hati kecilnya sambil menatap perut Hana yang semakin membesar.


“Mas Brian cepat mandi atau...” Hana menggantungkan kata-katanya yang langsung membuat Brian kalang kabur berlarian ke sana kesini untuk mengambil handuk serta bajunya, lalu ia masuk ke kamar mandi dengan menutupnya sedikit kencang.


“Hihi... Mas Brian lucu deh, padahal kan Hana cuman mau bilang kalau dedek kembarnya itu pengen banget di tengoki, apa lagi semenjak kejadian itu Hana belum mencicipi Mas Brian” gumam Hana sambil senyum-senyum sendiri.


Tidak tahu lagi kenapa Hana bisa berpikir seperti itu, yang ia tahu saat ini hanya ingin bercinta dengan Brian. Memang terkadang mood bahkan hormon Ibu hamil itu suka berubah-ubah. Jadi, kemungkinan ini adalah hormon Hana yang sudah naik.


Hana yang sedang berdiam diri dengan semua bayangan-bayangan panasnya nanti membuat ia ingat dengan satu hal. Lalu, ia berjalan ke ruang ganti untuk mencari sesuatu di dalam sana.

__ADS_1


“Ahaaa... Aku ingat, sepertinya hadiah dari Mamah dulu saat pernikahan masih aku simpan deh” gumam Hana sambil berjalan ke arah ruang ganti.


Kemudian Hana masuk ke dalam dan mencari hadiah tersebut dengan mengecek semua laci-laci.


“Aduh... Dimana ya aku menaruh hadiah dari Mamah itu. Mana aku lupa lagi” ucap Hana sambil mengingat-ingat dimana ia menyimpan hadiah tersebut.


Brian yang sudah selesai dengan ritual mandinya membuat ia terkejut saat tidak menemukan Hana di kamarnya.


“Loh, Hana dimana? Bukannya tadi dia ada di kasur? Apa jangan-jangan dia lagi ke dapur mengambil sesuatu. Kan biasanya begitu tiap malam dia selalu nyemil yang tidak ada kenyangnya” ucap Brian sambil mengeringkan rambutnya di depan cermin rias.


Hampir 20 menit Hana belum keluar dari ruang ganti membuat Brian bertanya-tanya.


“Ck!!... Kemana sih dia sebenarnya, lama banget ke dapur doang. Bahkan dari mulai aku mengeringkan rambut sampai aku duduk di kasur serta mengecek semua pekerjaanku dia masih tidak kembali juga” ucap Brian dengan nada kesalnya.


Di saat Brian sudah berdiri dari tempat tidur dan ingin berjalan, ia malah di kejutkan dengan pemandangan yang sangat indah di depan matanya yang membuat Brian kembali terduduk.


Mata Brian seketika membesar menatap pemandangan tersebut, ia seperti tidak bisa menggerakkan bibirnya.


...ΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩ...


Sampai sini dulu bab untuk hari ini semuanya... 😁😁😁


Kira-kira menurut kalian pemandangan apa yang dilihat oleh Brian 🤨🤨🤨


Kenapa Brian sampai terkejut dengan apa yang dia lihat 🤔🤔🤔


Jika kalian penasaran maka nantikanlah bab selanjutnya... 😉😉😉


Jaga diri kalian dan sampai ketemu di bab selanjutnya... 🤗🤗🤗


Papaaayyy~~~ 👋🏻👋🏻👋🏻👋🏻👋🏻

__ADS_1


__ADS_2