
Satu tahun kemudian...
Arya merasa terkejut saat melihat Brian dan keluarga kecilnya datang bersama dengan Qisya. Arya sangat bersyukur akhirnya keponakannya sudah kembali, tapi sekarang sifat Qisya menjadi pendiam dan tertutup.
“Qisya, Om kangen sama Qisya. Boleh Om Arya peluk?” tanya Arya kepada Qisya yang membuat ia sedikit memundurkan dirinya.
“Ti-tidak, Qisya tidak mau...” ucap Qisya dengan bibir bergetar.
“Baiklah, tidak apa-apa yang penting Qisya sudah bisa kembali ke rumah itu sudah membuat Om Arya senang. Hoya... Apa Qisya mau kue coklat, kan Qisya suka sekali dengan kue itu jadi bagaimana kalau kita beli itu bersama yuk...” ajak Arya dengan nada membujuk.
“Huaaa... Lily uga mau kuek yang di eliin ama Om” rengek Lily dengan wajah cemberut.
“Haha... oke... oke... Om akan belikan untuk kalian semua, bagaimana senang?” ucap Arya menatap 3 kurcaci yang menatapnya berbeda.
“Yeeey... holeee... Lily mau makan kuek setobelli yang di eliin ama Om anteng haha...” ucap Lily dengan sangat bahagia.
Seketika Qisya yang merasa tidak begitu nyaman pun, langsung berpamitan dengan nada dinginnya, “Qisya ke kamar dulu, mau istirahat capek...”
Qisya langsung pergi begitu saja meninggalkan mereka semua. Meskipun sudah dengan berbagai cara Arya lakukan untuk membuat Qisya kembali ceria dan penuh semangat seperti dulu, namun tetap saja Qisya belum bisa membuka dirinya kembali akibat traumanya.
Bukan hanya itu, saat semua orang berusaha mengembalikan senyuman Qisya, mereka di kagetkan dengan kabar bahwa Brian dan keluarga kecilnya akan pindah ke Amerika untuk mengobati Qisya dan juga merintis ulang perusahaan Brian yang hampir saja bangkrut akibat wanita licik berkepala ular.
Mau tidak mau, Arya harus bisa membuat keluarga yang ditinggalkan tidak merasa kesepian karena mereka berjanji akan sering-sering ke Indonesia 2 bulan sekali untuk bertemu keluarga Hana dan Brian.
Setelah kepergian Brian dan keluarga kecilnya ke Amerika, kini menjadi tugasnya untuk kembali menjaga orang tuanya dan orang tua Brian. Arya bekerja keras, sehingga dia mulai membangun sebuah rumah istana impiannya untuk Abah dan Umi.
“Masya Allah, Arya... Ini beneran rumah kita? Kenapa terlihat sangat berbeda?” ucap Umi saat melihat rumah kecilnya di sulap menjadi rumah yang terlihat begitu indah.
“Apa ini tidak berlebihan Arya? Kasihan kamu sudah bekerja keras, namun uangnya malah di hamburkan seperti ini” ucap Abah dengan perasaan tidak enak.
“Abah, Umi... Semua ini Arya lakukan untuk kalian agar tidak ada lagi orang yang berani menghina kalian. Arya rela banting tulang demi mewujudkan kebahagian kalian. Lagian ini belum seberapa kok, masih banyak proses yang harus dibangun. Jadi untuk sementara, kita tinggal di apartemen dulu sampai rumah itu bisa kita tempati” ucap Arya.
Banyak tetangga yang menatap kagum kepada mereka, bahkan orang yang dulunya syirik kini berubah menjadi sangat manis di depan mereka untuk mengambil hati mereka. Abah dan Ibu tidak pernah menaruh dendam kepada siapa pun, jadi mereka tidak mempermasalahkannya. Mereka tetap akan menunjukkan sikap baiknya kepada siapa pun.
...*...
Beberapa bulan berlalu, Arya mendapat kabar dari Saipul bahwa dia sudah berhasil mendapatkan seorang sekretaris pribadi untuk Arya.
“Tuan, saya sudah dapat sekretaris dengan kriteria yang Anda inginkan. Dia sudah ada di depan ruangan” ujar Ipul.
“Suruh dia masuk, aku akan mewawancarainya. Kamu bisa kembali bekerja. Sekali lagi terima kasih, nanti aku akan memberikan bonus untukmu bersamaan dengan gajimu” jawab Arya sambil menatap Ipul.
“Siap, Tuan. Terima kasih kembali atas kebaikan Tuan kepada saya, saya permisi” pamit Ipul dengan sedikit membungkukkan badannya lalu pergi untuk menuju ruangannya.
“Silakan, masuk Mbak. Tuan Arya sudah menunggu di dalam, semoga berhasil” ucap Ipul sambil tersenyum, lalu pergi meninggalkan gadis itu.
Sang gadis merasa sedikit deg-degan saat ingin bertemu dengan Arya. Namun ia harus berusaha bersikap tenang agar saat ditanya-tanya tidak sampai membuatnya grogi. Akhirnya gadis itu mengetuk pintu terlebih dahulu.
Tokk... tokk... tokk...
“Ya, masuk...” ucap Arya dengan mengencangkan suaranya.
“Silakan, duduk” tegas Arya yang membuat gadis itu duduk di salah satu kursi tepat di depan Arya.
“Astaga, ini Tuan Arya tampan sekali. Kalau begini sih, gua betah kerja di sini kalau pria di sini tampan-tampan. Tadi Pak Ipul, sekarang Tuan Arya. Ya ampun, berasa hidup di kelilingi pria tampan ini mah...” gumam gadis itu di dalam hatinya.
__ADS_1
“Ekhem...” deheman Arya membuyarkan lamunan gadis itu.
“Perkenalkan nama saya Nadha Shintia dengan usia 24 tahun. Saya sudah mempunyai pengalaman 3 tahun dalam menjadi sekretaris di perusahaan kecil. Jadi saya sedikit tahu apa saya yang harus saya kerjakan nantinya. Jika Tuan berkenan, silakan di baca CV saya terlebih dahulu agar Tuan bisa menilai saya" ucap Nadha dengan senyuman manisnya menatap Arya.
Arya hanya acuh dan fokus pada CV yang telah Nadha berikan, ia membacanya dengan sangat kehati-hatian dan teliti. Arya sudah diberikan wejangan dari Brian berkat pengalamannya, jadi Arya tidak mau sampai kecolongan.
Nadha Shintia dengan usia 24 tahun adalah seorang wanita berparas cantik, imut, berpenampilan menarik dan juga sangat mahir dalam berbahasa asing.
“Bagus... Baiklah, saya terima kamu bekerja di sini sebagai sekretaris saya...”
“Ada beberapa yang harus kamu ketahui, saya tidak suka dengan orang yang bermalas-malasan dalam bekerja. Saya tidak mau jika ada masalah di rumah, di bawa ke dalam urusan pekerjaan paham!” tegas Arya
“Paham, Tuan. Terima kasih atas kabar baik ini, senang bergabung dengan Tuan Arya...” ucap Nadha dengan senang sambil memberikan tangannya agar bisa saling berjabat.
“Senang juga bisa mendapatkan sekretaris sepertimu, jadi saya tidak harus mengajari apa pun lagi karena kamu pasti tahu bagaimana kinerja seorang Sekretaris” saut Arya sambil berjabat tangan.
“Siap, Tuan. Mungkin jika ada yang kurang mengerti, maka saya akan langsung menanyakan pada Tuan Arya atau pun Pak Ipul” ucap Nadha sambil tersenyum.
Akhirnya Arya menerima wanita itu sebagai Sekretaris Pribadinya dan mereka mulai bekerja bersama. Arya sangat terkesan dengan kinerja Sekretaris barunya, dia bekerja sangat cepat dan gesit dalam beradaptasi dan menjalankan tugasnya dengan luar biasa.
Sekarang Arya merasa lebih ringan karena dia memiliki Asisten dan Sekretaris yang memiliki kemampuan hebat. Kini perusahaan Arya kembali di kenal oleh banyak orang. Bahkan sudah menduduki peringkat yang banyak di lihat oleh perusahaan besar lainnya.
Sampai perusahaan Arya mendapat Klien yang berinvestasi besar kepadanya untuk bekerja sama membangun perusahaan di daerah tertentu. Tanpa Arya sadari, sedikit demi sedikit dia mulai merasa nyaman dengan keberadaan Nadha di sisinya saat dia dengan bekerja.
Nadha sangat perhatian dan selalu bisa menenangkan Arya saat dia merasa bingung atau lelah dengan pekerjaannya. Tapi di hati kecilnya, Arya tetap setia dengan perasaannya bahwa malaikat tak bersayapnya mungkin adalah jodoh yang telah Allah berikan padanya karena sampai saat ini dia bahkan masih tidak bisa melupakan wajah Cantika.
Tokk... tokk... tokk...
“Masuk...” ucap Arya dari dalam ruangannya.
“Tidak apa-apa, harusnya saya yang berterima kasih karena mau repot-repot membuatkan saya kopi”
“Tuan capek? Apa mau saja pijitkan? Kebetulan saya bisa mijit loh...” rayu Nadha yang membuat Arya langsung menolaknya, “Tidak perlu, terima kasih. Kamu bisa kembali ke pekerjaanmu sekarang karena saya masih banyak yang harus di kerjakan”
“Baik, Tuan. Saya permisi...” pamit Nadha dengan wajah jengkelnya.
“Sabar Nadha, sabar... Sebentar lagi kamu bisa menjadikan ATM berjalan ini untukmu perlahan tapi pasti haha...” saut Nadha di dalam hatinya sambil pergi meninggalkan ruangan Arya.
Arya kembali fokus pada pekerjaannya, lalu dia harus pergi ke perusahaan lain untuk menjalin kerja sama. Kini Arya pergi hanya di temani oleh Ipul selaku Asistennya. Tanpa Arya ketahui, ternyata perusahaan tersebut milik salah satu teman SMK-nya yaitu Kelvin.
Sekretaris Kelvin saat melihat Arya dan Ipul datang pun langsung di antarkan ke ruangan kerja Kelvin. Lalu Sekretaris itu membukakan pintu dengan lebar sambil sedikit membungkuk.
"Selamat datang di perusahaan kami, Tuan... A-arya???” ucap Kelvin dengan wajah terkejutnya.
“Selamat siang, Tuan Kelvin” ucap Arya dengan ramah.
“Si-siang juga Tuan Arya” jawab Kelvin terbata-bata
“Boleh saya duduk?” tanya Arya yang langsung dijawab oleh Kelvin, “Boleh, boleh, boleh... Silahkan duduk Tuan”
“Enggak menyangka sudah lama kita tidak bertemu, kini malah di pertemuan seperti ini. Aku sangat senang jika Klienku adalah dirimu” ucap Arya dengan begitu ramah.
“Aku juga senang, jadi kehidupanmu saat ini sudah jauh lebih baik ya? Padahal dulu kamu adalah orang susah, tetapi sekarang? Hebat...” ucap Kelvin dengan nada menyindir.
“Alhamdulillah, ini semua berkat doa kedua orang tuaku dan sahabatku, Ipul” jawab Arya dengan menatap Ipul sambil tersenyum.
__ADS_1
“Hoya... Apa kalian sudah menikah? Lalu sudah punya anak berapa?” tanya Kelvin dengan antusias.
“Aku dan Ipul belum menikah, tetapi tahun depan kemungkinan Ipul sudah resmi menjadi suami istri dengan kekasihnya” jawab Arya.
“Jika Ipul yang penampilannya pas-pasan saja tahun depan akan segera menikah, lalu kenapa kamu yang lebih baik dari Ipul tidak menikah? Jangan bilang tidak ada wanita yang mau sama kamu?” ujar Kelvin yang malah membual Ipul semakin emosi.
“Maksudnya apa kamu ngomong begitu ke Arya? Jika dia belum mau menikah, lalu apa masalahnya denganmu?” tegas Ipul.
“Ya tidak ada sih, aku saja yang baru lulus sekolah sudah langsung menikah. Jadi buat apa lama-lama, lagian istriku sangat cantik bahkan penurut” saut Kelvin dengan nada sombongnya.
“Cantik? Jadi selama ini kamu menikahinya hanya karena dia cantik? Bukan karena hatinya? Aduh, kasihan... Bagaimana jika istrimu punya simpanan di luar sana? Bahkan yang lebih dari dirimu, pasti rasakan begitu nikmat bukan? Haha...” sindir keras Ipul yang membuat Kelvin marah.
Brrraaakkk !...
Arya dan Ipul seketika terkejut saat melihat wajah Kelvin yang mulai memerah akibat menahan emosinya. Untungnya meja tersebut tidak sampai pecah akibat tangan Kelvin yang memukulnya menggunakan tenaga.
“Apa maksudmu bicara seperti itu tentang istriku, hah! Beraninya kamu menjelekkan istriku!” bentak Kelvin dengan nada marahnya sambil berdiri.
“Jika aku menjelekkan istrimu kamu langsung marah, tapi dari tadi kamu seenaknya merendahkan kami. Ternyata Kelvin yang dulu dan sekarang sama saja, malah semakin parah. Aku kasihan pada istrimu, pasti hidupnya penuh penderitaan melihat suaminya seperti ini” celetuk Ipul yang membuat Kelvin semakin naik pitam.
“Sudah, Pul. Kamu tidak boleh berbicara seperti itu kepada teman sendiri. Kita tidak boleh membalas perbuatannya dengan cara yang sama, itu sama saja membuat kita sama dengan dia” ucap Arya mencoba menenangkan Ipul.
“Tapi...” ucap Ipul terhenti saat Kelvin kembali membuka suara.
“Maksudmu apa bicara seperti itu, hah! Memang kenapa dengan sikapku?” tanya Kelvin dengan raut wajah yang kesal.
“Kenapa kamu bilang? Apa kamu enggak menyadarinya jika ucapanmu itu bisa membuat orang merasakan sakit hati” bentak Ipul sambil berdiri di hadapan Kelvin.
“Apa? Mau ngajak berantem? Oke... siap takut” saut Kelvin dengan kesombongannya.
Lalu Arya langsung menahan Ipul dan berusaha membuatnya mengerti. Di saat mereka sedang sibuk bertengkar, lalu ada suara ketukan pintu.
Tokk... tokk... tokk...
“Masuk!” Kelvin mengizinkan orang tersebut untuk masuk.
Kini Kelvin dan Ipul kembali duduk di sofa agar tidak membuat nama mereka terlihat buruk. Lalu seorang wanita cantik berjilbab masuk dengan penuh senyuman. Arya yang mengenali orang tersebut pun sangat terkejut saat melihatnya masuk ke ruangan.
...ΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩ...
Hai guys... Apa kabar kalian? Author harap kalian baik baik saja 😊😊😊
Season 1 dari novel Gairah Duda Perjaka sudah tamat yeyy... 😆😆😆
Sambil menunggu Season 2, Author akan memberikan Side Story 🥳🥳🥳
Side Story tentang kisah hidup Arya, semoga kalian menyukainya 🤗🤗🤗
Untuk jadwal Season 2, Author masih merencanakannya nih... 😗😗😗
Mohon bersabar dan terus dukung Author Chubby kalian ini 😁😁😁
Jaga diri kalian dan sampai jumpa di bab selanjutnya semua... 🥰🥰🥰
Terima kasih dan sayang kalian banyak banyak deh pokoknya 😘😘😘
__ADS_1
Papaaayyy~~~ 👋🏻👋🏻👋🏻👋🏻👋🏻