
Perlahan demi perlahan mata mereka mulai tertutup untuk masuki alam bawah sadarnya. Sesekali terdengar dengkuran halus dari mereka yang menandakan bahwa mereka semua sudah tertidur sangat pulas.
...*...
...*...
Beberapa hari telah berlalu, dimana kondisi Daddy Ken sudah mulai membaik dan dibolehkan pulang ke rumah. Setelah Daddy Ken benar-benar sehat mereka segera melakukan piknik kecil untuk mencicil waktu kebersamaan yang pernah terlewatkan.
Namun siapa sangka, ternyata Daddy Ken mendapatkan kabar bahwa perusahaannya diambang kebangkrutan akibat selama dia sakit tidak ada yang bisa mengurus perusahaan.
Di tambah orang yang sudah menjadi kepercayaan telah menyalah gunakan kekuasaannya sampai dia memalsukan tanda tangan Daddy Ken untuk mengambil sejumlah uang yang besar beberapa kali, jatuhnya dia melakukan penggelapan dana.
Daddy Ken terkejut, syok dan juga cemas karena banyak yang menjadi korban yang selama 3 bulan terakhir ini tidak mendapatkan gajinya.
Mau tidak mau Daddy Ken harus menjual semua aset yang ada untuk bisa menutupi gaji semua karyawannya.
Sampai pada akhirnya Daddy Ken meminta maaf pada istri dan juga ke-2 anaknya karena mereka harus kembali hidup mulai dari nol.
Di kamar Daddy Ken dan Mommy Nisha, mereka sedang terduduk di pinggir ranjang saling berhadapan satu sama lain.
"Nis, maafkan aku karena aku kamu dan anak-anak harus hidup kembali di titik awal lagi. Aku malu karena kebodo*hanku kalian menjadi korban utama yang akan merasakan menderita bersamaku. Sekali lagi maafkan aku Nis.."
Daddy Ken berbicara sambil memegang kedua tangan Mommy Nisha dan menatapnya penuh kesedihan. Sedangkan Mommy Nisha tersenyum, tangan satunya terangkat mengelus pipi suaminya.
"Ken, dengarkan aku baik-baik. Aku sama anak-anak rela hidup miskin asalkan kamu bisa menjadi Ken yang jauh lebih baik dari sebelumnya, dari pada kami hidup penuh kemewahan tetapi sikapmu tidak mencerminkan seorang Daddy yang baik"
"Sampai kapan pun kami tidak merasa menderita hidup bersamamu di saat kamu sudah berubah seperti ini. Malahan aku senang, setidaknya kita benar-benar bisa memulai semua dari nol hehe.."
"Lagi pula aku dan Key kan masih punya usaha jadi kita mulai dari situ saja, nanti kamu bantu untuk mengembangkannya. Bagaimana?"
__ADS_1
Mommy Nisha tersenyum menatap Daddy Ken, terlihat bahwa Mommy Nisha tidak keberatan dengan kehidupan baru yang akan mereka jalani nantinya penuh kesederhanaan.
Daddy Ken benar-benar beruntung memiliki istri yang sangat cantik, baik dan juga pengertian.
Disaat Daddy Ken sudah tidak bisa berkata apa-apa lagi, dia hanya bisa memeluk Mommy Nisha begitu erat sambil sesekali mencium wajahnya membuatnya sedikit terkekeh geli.
Mereka bercanda di atas kasur, tanpa di sengaja wajah mereka begitu dekat dan membuat Daddy Ken ingin mencium istrinya tetapi gagal akibat mendengar suara ketukan pintu.
Tokk.. Tokk.. Tokk..
Mereka langsung terbangun dan merapihkan sedikit penampilannya yang hampir berantakan. Kemudian Mommy Nisha membuka pintunya sambil tersenyum dan sedikit gugup.
"Maaf ganggu Mom, di depan ada Kakek sama Nenek. Katanya mau ketemu sama kalian" ucap Key.
"Ada apa? Tumben malam-malam begini.." tanya Daddy Ken sambil berjalan mendekati Key.
Mereka pun mengangguk menatap Key, lalu mereka berjalan ke arah ruang keluarga menuruni anakan tangga secara perlahan dimana tangan Daddy Ken memegang pinggang istrinya.
Sesampainya di sana, Key langsung membuatkan minuman untuk mereka semua. Sedangkan Jay, dia duduk sambil memainkan ponselnya.
Terlihat jelas bahwa mereka semua telah berhasil menerima kenyataan bahwa kehidupan mereka yang saat ini akan segera berakhir.
Kakek Iram dan Nenek Mona saling menatap satu sama lain, kemudian Kakek Iram langsung mengutarakan maksud serta tujuannya datang ke rumah mereka tanpa basa-basi terlebih dahulu.
"Aku tahu 2 hari lagi kalian harus meninggalkan rumah yang sudah berpindah tangan untuk mencari rumah yang lebih kecil. Untuk itu kami telah sepakat mau mengajak kalian semua tinggal kami di rumah utama yang sangat sepi. Apakah kalian mau?" jelas Kakek Iram.
"Jay mau Kek.." ucap Jay yang sudah selesai bermain games.
"Kalau Key sih terserah Daddy sama Mommy saja" ucap Key sambil menaruh minuman di atas meja.
__ADS_1
Daddy Ken dan Mommy Nisha menatap satu sama lain mereka bingung harus menjawab apa, sampai seketika ucapan Kakek Iram kembali membuat mereka semua terkejut.
"Umurku sudah tidak muda lagi, bahkan aku tidak bisa mengurus perusahaanku sendiri. Jadi mau tidak mau, kau harus mau meneruskan perusahaan itu. Biar aku bisa menikmati masa tuaku bersama dengan istriku tanpa gangguan pekerjaan" ucap Kakek Iram.
Semua terdiam tak percaya, belum lagi Jay yang sedang minum tersedak mendengar semua ucapan Kakek Iram.
"Ka-kakek se-serius?" ucap Jay tak percaya.
"Sejak kapan Kakekmu pernah bercanda? Bahkan selama aku menikah dengannya sampai detik ini pun jarang sekali melihatnya bercanda. Jadi apa yang di ragukan dari suamiku?" ucap Nenek Mona menatap Jay.
"Sudah Dad, terima saja. Mungkin ini sudah jalannya agar kita benar-benar bisa berkumpul menjadi satu keluarga yang utuh, kasihan juga kalau mereka hidup berdua saja di usia yang semakin hari semakin menua. Jika nanti sewaktu-waktu ada apa-apa kan kita bisa membantunya" jelas Key.
"Ya benar apa yang di bilang Key, hitung-hitumg kalian sebagai pengasuh kami yang sudah tua ini hehe.." canda Nenek Mona.
Mommy Nisha terus menatap Daddy Ken, mereka belum bisa berkata apa-apa lagi lantaran semua ini masih membuat mereka sangat syok.
Cuman setelah melewati beberapa pertimbangkan dan bujukan dari kedua anaknya membuat mereka langsumg mengangguk kecil dengan mata yang berkaca-kaca.
"Ke-ken terima, Dad. Ken janji, Ken akan berusaha untuk membuat perusahaan Daddy semakin meningkat. Sekali lagi terima kasih Dad, mungkin kesalahan Ken sangat banyak sama Daddy dan Mommy. Tapi kali ini Ken janji Ken akan buat kalian bahagia" ucap Ken.
"Tidak usah membahas masa lalu, jadikan itu pelajaran agar dirimu bisa jauh lebih baik dari sekarang. Yang penting aku senang kalian mau tinggal bersama kami, jadi kami tidak akan merasa kesepian di sisa hidup kami" tegas Kakek Iram.
"Yeeeeyy.. Kita jadi orang kaya Kak, jadi kita bisa minta uang jajan 2 kali lipat hahah.." sorak Jay membuat semuanya menoleh menggelrngkan kepalanya.
Akibat ulah Jay mereka pun terlalu tertawa gemas, ternyata di balik musibah yang menerima Daddy Ken membuat mereka bisa menjadi 1 keluarga yang benar-benar utuh.
Di sini wajah mereka terlihat bahagia, termaksud Daddy Ken. Dia benar-benar beruntung memiliki keluarga yang sangat baik, padahal dia sudah menyia-nyiakan tetapi mereka masih mau membantunya.
Tak lama mereka pun pergi ke ruang makan untuk makan bersama di rumah Daddy Ken untuk terakhir kalinya karena besok mereka sudah mulai pindah ke rumah Kakek Iram.
__ADS_1