
Ipul hanya bisa tersenyum melihat Nadha yang memperhatikan sahabatnya itu. Ipul merasa diam-diam Nadha menyukai sahabatnya, namun sahabatnya belum yakin dengan perasaannya pada Nadha. Jadi Ipup berpikir bahwa biarkan waktu yang akan menjawab semua perasaan mereka.
...*...
Tanpa di sadari beberapa bulan telah berlalu...
Saat ini pun tepat pada 1 tahun, Arya sudah bisa melewati semua perasaan sakit hatinya dalam kedipan mata. Arya benar-benar sudah yakin jika ia telah melupakan Cantika dan hanya fokus dengan pekerjaannya. Namun di sisi lain, Arya mulai merasakan rasa nyaman dengan Sekretarisnya yaitu Nadha.
Hari demi hari selalu mereka lewati bersama hingga membuat keduanya semakin dekat. Tidak terasa akhirnya benih-benih cinta pun mulai tumbuh di hati Arya. Setelah sekian lama di rasa yakin, lalu Arya keluar dari ruangannya untuk menemui Nadha di mejanya.
“Apa kamu sibuk, Nad?” tanya Arya sambil berdiri di depan meja Nadha.
Nadha yang melihat Arya langsung berdiri sambil sedikit menundukkan kepalanya, “Maaf Tuan, saya tidak lihat Tuan keluar ruangan karena ada sedikit pekerjaan yang harus segera saya selesaikan karena ini materi untuk meeting besok pagi” ujar Nadha.
“Bisa ikut saya ke ruangan sebentar? Ada yang mau saya obrolkan sama kamu” ucap Arya kembali.
Nadha pun mengangkat kepalanya dan menatap Arya, “Bisa Tuan, tapi jika boleh tahu Tuan mau mengobrol tentang apa ya?”
“Sudah ikut saja, nanti juga kamu tahu sendiri” ucap Arya sambil tersenyum penuh arti.
“Baiklah Tuan, saya ikut ke dalam” jawab Nadha kemudian Arya mengangguk kan masuk ke ruangannya bersama Nadha.
Arya berjalan ke arah sofa dan juga tidak lupa untuk mempersilahkan Nadha untuk duduk. Lalu Nadha hanya bisa menurutinya karena di dalam hatinya ia memiliki firasat yang bagus. Mungkin saja sebentar lagi Nadha pasti akan menjadi kekasihnya Arya, dan segera menikah hingga membuat dirinya menjadi Istri orang kaya raya.
“Ada apa Tuan? Apa saya memiliki kesalahan? Jika benar, maka saya minta maaf” ujar Nadha dengan berpura-pura panik.
“Tidak kok, saya mengajakmu berbicara di sini karena saya mau mengajakmu makan malam tepat pada malam minggu ini. Sebenarnya saya ingin merasakan bagaimana rasanya jalan-jalan di malam hari dengan lawan jenis. Apa lagi kita juga sudah sering makan malam, tapi kali ini saya mau ada yang berbeda ” ucap Arya yang membuat Nadha seketika tersenyum malu, namun di dalam hatinya ia bersorak sangat keras karena kesabarannya kini sudah mendapatkan titik terang.
“Tapi Tuan, jika ada yang melihat kita bagaimana? Pasti Tuan akan menjadi perbincangan karyawan lainnya karena biasanya kan kita makan malam di restoran atau tempat tertutup dan itu hanya sekedar makan tidak sampai jalan-jalan, bukan? Namun kali ini Tuan malah mau mengajak saya jalan-jalan, jadi sangat berbeda dari biasanya” ucap Nadha.
__ADS_1
“Sudah berapa kali saya bilang, jangan memikirkan perkataan orang dan ikuti saja kata hatimu. Lagian juga kita sudah sering kan makan bersama, terkadang Ipul juga ikut dan dia tidak merasa malu sama sepertiku. Lalu kenapa kamu terlihat malu jalan sama atasanmu? Atau jangan-jangan kamu sudah memiliki kekasih jadi kamu takut ketahuan?” ucap Arya dengan penasaran.
Seketika Nadha sedikit membolakan matanya dan bergumam di dalam hatinya sambil melamun, “Da-dari mana Tuan Arya tahu jika aku sudah memiliki kekasih? Tapi sudahlah, lagian juga kekasihku jauh jadi dia tidak akan tahu dan jika aku sudah mau menikah dengan Tuan Arya maka aku akan segera memutusinya karena Tuan Arya jauh lebih kaya kemana-mana dari pada dia cih...”
Kini sifatnya dan keheningannya Nadha membuat Arya semakin yakin jika Nadha sudah memiliki seorang kekasih. Arya sedikit merasa kecewa karena harapannya tidak sesuai dengan isi hatinya.
“Ya sudah jika kamu sudah memiliki kekasih, tidak apa-apa kok. Saya tidak akan memaksakannya lagian saya cuma minta di temani saja kok. Jika itu membuat kalian nantinya jadi salah paham, mending tidak usah saja. Biat nanti saya jalan sendiri saja” tegas Arya dengan wajah yang sedikit kecewa.
Nadha yang mendengar itu langsung membantahnya dengan sangat cepat, “Tidak Tuan, saya tidak memiliki kekasih kok dan saya mau menemani Tuan kemana pun Tuan pergi”
“Baiklah, nanti akan saya kirim pesan jam berapanya dan saya akan menjemputmu” ucap Arya sambil tersenyum.
“Baik Tuan, apa ada lagi? Jika tidak, maka saya harus kembali bekerja” saut Nadha yang berusaha menahan kesenangannya.
“Sudah cukup, terima kasih waktunya dan selamat bekerja Nadha...” ucap Arya sambil tersenyum lebar yang membuat Nadha tidak bisa menahan senyumannya.
Namun seketika Nadha langsung buru-buru keluar dari ruangan Arya dan bergumam dengan sangat kecil penuh kebahagiaan, “Yesss... yess... Rencana gua akhirnya berhasil. Tidak sia-sia gua bersadar selama ini untuk mendapatkan dia. Semoga malam minggu dia nembak gua dan pastinya harus langsung dijawab kan agar segera mungkin gua bisa memilikinya”
...*...
...*...
Malam minggu...
Saat ini waktu sudah menunjukkan pukul 7 malam. Nadha yang sudah sangat percaya diri akan kecantikannya membuat ia seolah-olah sudah bisa membaca pikiran Arya, jika sebentar lagi status mereka sebagai atasan dan bawahan akan berganti menjadi pasangan.
Kemudian tak terasa, Arya sudah berada tepat di depan tempat tinggal Nadha. Lalu Arya membunyikan klakson mobilnya yang langsung membuat Nadha keluar rumah serta mengunci pintunya. Arya membuka sedikit kaca mobilnya dan menatap Nadha dari belakang, betapa kagumnya ia saat ini karena ini merupakan penampilan Nadha yang berbeda dari biasanya.
Arya yang menggunakan pakaian kasualnya menambahkan kesam ketampanannya seketika keluar. Lalu Nadha menggunakan dress selutut dengan warna merah maron serta sepatu yang lumayan tinggi membuat ia terkesan sangat anggun. Perlahan demi perlahan Nadha tersenyum sambil berjalan mendekati mobil Arya, lalu ia memasuki mobil Arya dan mereka saling menatap satu sama lain.
__ADS_1
“Cantik...” ucap Arya penuh senyuman menatap Nadha.
“Tuan bisa saja, Tuan juga sangat tampan. Berbeda dari biasanya hehe...” ucap Nadha sambil tertawa kecil.
Arya pun mendekati Nada hingga wajah mereka hanya berjarak 2 inci saja. Namun Nadha yang mengira Arya akan menciumnya itu langsung menutup matanya, dan tak lama karena ia merasa tidak ada sentuhan langsung kembali membuka matanya serta menoleh ke arah Arya yang fokus menyetir.
“Si*al... Ke-kenapa gua mikir kalau dia akan mencium bibir gua sih, kan jadi malu. Lagian juga harusnya sadar diri dong, Tuan Arya itu orang baik jadi mana mungkin dia memperlakukan wanita seperti itu kan argh...” gumam Nadha di dalam hati kecilnya saat ia menggerutuki kebod*dohannya.
Sepanjang perjalanan mereka terdiam, hanya sesekali saling melirik dan tersenyum. Setelah sampai di sebuah restoran besar, kini Arya turun dan membukakan pintu untuk Nadha. Nadha merasa jika dirinya di perlakukan bagaikan seorang ratu olehnya, namun itu malah semakin membuat Nadha menjadi besar kepala.
Mereka jalan berdampingan tanpa saling menyentuh, lalu mereka menempati meja di sana dan kemudian memesan beberapa menu yang ada. Selama makan malam, mereka merasa sangat bahagia dan di sela-sela makan malam mereka, Arya dan Nadha membicarakan banyak hal pribadi di luar dari pekerjaan mereka.
...ΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩ...
Hai guys... Apa kabar kalian? Author harap kalian baik baik saja 😊😊😊
Season 1 dari novel Gairah Duda Perjaka sudah tamat yeyy... 😆😆😆
Sambil menunggu Season 2, Author akan memberikan Side Story 🥳🥳🥳
Side Story tentang kisah hidup Arya, semoga kalian menyukainya 🤗🤗🤗
Untuk jadwal Season 2, Author masih merencanakannya nih... 😗😗😗
Mohon bersabar dan terus dukung Author Chubby kalian ini 😁😁😁
Jaga diri kalian dan sampai jumpa di bab selanjutnya semua... 🥰🥰🥰
Terima kasih dan sayang kalian banyak banyak deh pokoknya 😘😘😘
__ADS_1
Papaaayyy~~~ 👋🏻👋🏻👋🏻👋🏻👋🏻