Gairah Duda Perjaka

Gairah Duda Perjaka
Minuman Lemon Madu


__ADS_3

Bunda Hana dan Ayah Brian tidak bisa berpikir lagi bagaimana Key bisa menjalani hidupnya jika mengetahui kisah tentang Ibu kandungnya.


Bahkan Bunda Hana dan Ayah Brian merasa sangat kagum dengan keteguhan hati Mommy Nisha dalam menerima dan merawat Key seperti anak kandungnya sendiri.


📱 "Aku kagum padamu, kamu bisa membesarkan dan mendidik Key menjadi gadis yang berpikir dewasa serta sangat menyayangi adiknya. Meskipun Jay dan Key bukanlah saudara kandung, namun kasih sayang mereka tidak kalah dengan saudara kandung pada umumnya"


📱 "Selama Key sama Jay ada di sini, Key selalu membantu dan menasehati Jay jika Jay melakukan sesuatu yang tidak baik. Aku bahkan sempat berpikir bahwa Key adalah gadis dewasa jika aku tidak melihat Key secara langsung karena setiap perkataannya Key terdengar seperti ucapan orang dewasa"


Bunda Hana berbicara sambil mengagumi bagaimana Key tumbuh menjadi gadis yang pola pikirnya melebihi gadia pada seusianya.


Bahkan Bunda Hana berpikir bahwa Key jauh lebih dewasa dari pada Lukas yang memang sejak kecilnya sudah bersikap dingin, cuek dan juga dewasa melebihi umurnya.


📱 "Terima kasih atas pujiannya, aku sendiri bahkan tidak percaya jika Key yang aku besarkan sudah tumbuh menjadi gadis kuat dan juga dewasa seperti ini. Lantaran Daddy Ken selalu menganggap bahwa wanita itu lemah, tetapi pada kenyataannya Key adalah gadis kuat yang melebihi seorang laki-laki"


Mommy Nisha berbicara dengan nada bangganya karena bukan hanya dia yang merasa bahwa Key sudah tumbuh menjadi gadis hebat.


Sampai seketika Bunda Hana dan Ayah Brian pun mengakui jika Key sudah tumbuh menjdi gadis hebat yang melampaui jauh di atas ekspetasi Daddy Ken selama ini.


Di saat Mommy Nisha membangga-banggakan Key pada Bunda Hana dan Ayah Brian, tiba-tiba ia mendengar suara teriakan yang mana itu adalah suara Daddy Ken yang terus memanggil Mommy Nisha.


Mommy Nisha pun segera mengakhiri sambungan panggilan teleponnya dengan Bunda Hana dan Ayah Brian, sebelum Daddy Ken menghampirinya yang berada di taman samping rumah.


📱 "Maaf ya sudah dulu, nanti kita sambung lagi jika aku sudah punya waktu saat ini Ken sudah memanggilku dan aku takut jika Ken akan mendengar hal ini dan kembali mengamuk" ujar Mommy Nisha dengan keadaan cemas.


📱 "Ya sudah tidak apa-apa, lebih baik saat ini kamu istirahat dan tidak perlu khawatir karena aku serta suamiku akan menjaga anak-anakmu di sini dengan sangat baik. Kami juga akan mengantar mereka ke sekolah dengan aman besok pagi" jawab Bunda Hana.


📱 "Baiklah, kalau begitu terima kasih atas waktu dan bantuan darimu. Aku tidak tahu bagaimana lagi untuk mengungkapkan rasa terima kasihku pada kalian semua, kalau begitu sampai jumpa lagi dan salam untuk anak-anakku. Selamat malam.."


Mommy Nisha berbicara dengan suara lirihnya yang seakan-akan berbisik karena ia sangat takut jika Daddy Ken sampai mendengar obrolannya sama Bunda Hana dan Ayah Brian.

__ADS_1


Mommy Nisha pun langsung mematika panggilan, saat melihat bahwa Daddy Ken sudah mendekati pintu yang menuju ke arah taman samping rumah mereka.


Mommy Nisha yang melihatnya pun, berjalan mendekati Daddy Ken dan bertanya tentang alasan kenapa Daddy Ken tiba-tiba memanggilnya seperti itu.


"Ken, ada keperluan apa kamu tiba-tiba turun dan memanggilku? Apakah kamu ingin makan atau minum sesuatu, maka katakanlah padaku dan aku akan membuatkannya padamu" ucap Mommy Nisha yang berdiri tepat di depan Daddy Ken.


"Kepalaku tiba-tiba terasa pusing, dan aku ingin meminta untuk di buatkan minuman lemon madu yang bisa membuatku merasa tenang sehingga sakit kepalaku bisa berkurang" jawab Daddy Ken sambil memegangi kepalanya.


"Ya sudahlah, kamu kembalilah ke kamar dan tunggu di sana. Aku akan membuatkan lemon madu untukmu agar sakit kepala yang kamu rasakan menghilang. Sekarang pergilah dan aku akan segera membawakannya sebentar lagi" titah Mommy Nisha dengan lembut.


Daddy Ken yang merasa semakin pusing itu berjalan kembali ke kamar mereka yang ada di lantai 2 dengan langkah kaki kecil dan perlahan.


Sedangkan Mommy Nisha, pergi ke arah dapur serta membuatkan minuman lemon madu hangat untuk menghilangkan rasa sakit kepala Daddy Ken.


Hanya membutuhkan waktu sekitar 10 menit, lemon madu pun siap. Lalu, Mommy Nisha berjalan pergi menuju kamar mereka serta masuk sambil membawa segela lemon madu hangat untuk Daddy Ken.


Setelah Daddy Ken menghabiskan minumannya, Daddy Ken meletakan gelas kosong tersebut di meja samping kasur mereka.


Mommy Nisha pun naik ke atas kasur dan duduk sambil bersandar di sandaran kasur serta meminta Daddy Ken untuk berbaring dengan meletakkan kepalanya di pangkuan Mommy Nisha.


Lalu, Mommy Nisha memijat kecil kepala Daddy Ken yang membuatnya merasa nyaman dan langsung menutup matanya dan menikmati pijatan yang di berikan Mommy Nisha.


Tidak membutuhkan waktu lama, Daddy Ken pun tertidur dengan nyenyak di pangkuan Mommy Nisha yang saat ini tangannya terarah untuk mengelus kepala Daddy Ken sambil tersenyum.


Lalu, Mommy Nisha membenarkan posisi tidur Daddy Ken serta merebahkan tubuhnya dengan memeluk Daddy Ken yang sudah tertidur sangat lelap. Akhirnya mereka berdua tertidur bersama-sama.


...*...


...*...

__ADS_1


Keesokan paginya di rumah kediaman Ayah Brian, semua orang sudah berkumpul di ruang makan dan menikmati sarapan yang di buat oleh Bunda Hana.


Karena anak-anak bersekolah di sekolah swasta sehingga mereka bersekolah menggunakan pakaian bebas yang sopan.


Jay menggunakan bajunya Lukas yang sedikit kekecilan lantaran tubuh Jay lebih kecil dari Lukas. Namun, baju yang Jay gunakan menurut Lukas sudah kecil tetapi setelah Jay gunakan terlihat bagaikan baju over size sehingga badan Jay tertimbun baju tersebut.


Sedangkan Key menggunakan baju Sasya yang telah kekecilan karena jika Key menggunakan baju Lily, maka Key akan terlihat seperti lontong lantaran badannya seperti dililit oleh baju Lily yang sangtlah ketat baginya.


Mereka semua menikmati sarapan bersama sambil membicarakan banyak hal, akan tetapi hanya Key dan Lukas yang fokus pada sarapannya serta tidak ikut menimbrung dalam pembicaraan mereka semua yang menurut Key dan Lukas tidaklah terlalu penting untuk di tanggapi.


Setelah selesai sarapan Bunda Hana dan Ayah Brian, berniat untuk mengantarkan mereka berempat ke sekolah mereka. Namun, Lukas melarangnya dan lebih memilih untuk pergi kesekolah dengan supirnya.


Key pun setuju dengan perkataan Lukas, lantaran Key sama Lukas tidak ingin di anggap sebagai anak kecil yang masih di antar sekolah oleh kedua orang tua mereka. Bunda Hana dan Ayah Brian pun mau, tidak mau hanya bisa menuruti permintaan mereka berdua.


Akhirnya, mereka pergi ke sekolah di antar oleh supir keluarga Ayah Brian karena sebab supir keluarga Daddy Ken sudah kembali ke kediaman Daddy Ken malam kemarin.


Di dalam mobil, Lily dan Jay sibuk dengan obrolan asyik mereka yang sama sekali tidak bisa di mengerti oleh Key sama Lukas.


Saat ini Key hanya fokus pada buku pelajarannya, namun berbeda dengan Lulas yang sibuk dengan games yang ada di ponselnya.


Hingga 1 jam telah berlalu, akhirnya mereka semua sampai di sekolah dengan bodyguard yang sudah berdiri di posisinya masing-masing.


Bodyguard-bodyguard tersebut sudah mengikuti mereka dari rumah kediaman Ayah Brian dengan menggunakan mobilnya sendiri.


Bodyguard tersebut di pekerjaan oleh Ayah Brian untuk menjaga keamanan Lukas dan Lily sejak mereka pertama kali datang ke Amerika.


Lily, Lukas, Jay dan Key turun dari mobil dengan pintu yang di bukakan oleh bodyguard tersebut.


Lalu, mereka semua berjalan memasuki gerbang sekolah dengan cuek dan dinginnya. Kecuali Lily yang malah menyapa bodyguard tersebut dan tak lupa mengucapkan terima kasih sambil menunjukkan senyum imutnya.

__ADS_1


__ADS_2