
Tangis kesedihannya Cika itu membuat Joko ikut merasakan kesedihannya dan sampai-sampai Joko pun menggendong tubuh Cika karena kakinya sudah tidak lagi menapak dengan kokoh.
“Sttt... sayang, heii... tenang, kamu tidak lemah kok kamu kuat bahkan sangat kuat. Hanya saja semua butuh proses yang tidak sedikit, jadi sabar sayang... aku janji kok akan membantumu supaya kamu bisa kembali berjalan. Pada saat nanti kamu sudah mulai bisa berjalan dengan sangat baik, maka di saat itulah kamu berjalan sebagai pendampingku di depan semua orang yang menjadi saksi jika aku benar-benar mencintaimu”
Joko mencoba untuk terus membuat Cika tenang, yang mana saat ini masih menangis di dalam dekapannya, hingga Joko harus menggendong Cika dan dia mendudukkan Cika ke bawah secara perlahan tanpa melepaskan pelukannya. Joko terus mendekap Cika dari samping
dan entah mengapa membuat Cika yang tadinya sempat putus asa kini kembali tegar saat Joko selalu ada untuknya.
“I love you, Tuan...” ucap Cika sambil ia mendongak menatap wajah tampannya Joko yang membuatnya sedikit nunduk, hingga mata mereka berdua bertemu satu sama lain.
“Ka-kamu bi-bilang a-apa ba-barusan...” ucap Joko dengan terbata-bata akibat ia sangat terkejut dengan apa yang Cika ucapkan.
Jantung Joko berdetak sangat hebat, ia bisa merasakan kalau Cika sudah mulai memberikan respon yang baik untuknya sehingga Joko harus memastikan kalau apa yang ia dengar barusan tidak salah.
“Apa aku ulangi lagi ucapanku barusan?” tanya Cika yang langsung di angguki oleh Joko dengan wajah berbinar serta penuh penasaran.
“Baiklah kalau begitu aku akan ulangi kembali ucapanku. Mungkin tadi Tuan tidak mendengarnya karena suaraku sangat kecil, bukan?” tanya Cika kembali yang lagi-lagi hanya di angguki olehnya.
Cika sedikit melonggarkan pelukannya, dan menarik nafas sebanyak-banyaknya sampai seketika kali ini Joko pasti akan mendengarnya sangat jelas. Jika Joko masih tidak mendengarnya juga, berarti kupingnya memiliki masalah yang cukup serius.
“I LOVE YOU, TUAN JOKO!!!” teriak Cika sekencang-kencangnya hingga bahkan para Mafioso di sana menoleh terkejut sama apa yang mereka dengar kali ini, sedangkan Joko hanya terdiam sambil menunjukkan wajahnya yang saat ini mulai merah merona.
“A-apa aku sedang bermimpi...” gumam lirih Joko hingga Cika yang melihatnya menjadi gemas serta refleks mencubit kedua pipi Joko dengan sangat kuat.
“Ouchh... awwshh... sa-sakit sayang...” keluh Joko yang meringis kesakitan.
“Hihi... jadi bagaimana? Apa Tuan masih mau bilang kalau misal ini adalah mimpi hemm...” ujar Cika sambil tersenyum.
“Ja-jadi i-ini beneran?” tanya Joko penuh keseriusan dan membuat Cika langsung mengangguk kecil serta menundukkan wajah malunya.
__ADS_1
Joko terdiam beberapa detik dan mulai kembali mengingat ucapan Cika, sampai seketika wajah Joko kini telah berbinar sangat bahagia dan dia segera memeluk Cika dan enggan untuk melepaskannya.
“Huaaaa... sayangg... akhirnya aku bisa mendengar ucapan ini dari mulutmu itu. Sekian lamanya aku menunggu, ternyata semuanya tidaklah sia-sia hiks... terima kasih sayang karena sudah membalas perasaanku dan tidak membiarkan diriku merasakan cinta ini seorang diri hiks...” seru Joko yang mulai menangis karena tidak percaya jika cintanya telah di balas secepat ini.
Joko mengira kalau ia harus menunggu beberapa tahun lagi di saat Cika kembali pulih secara mental dan fisiknya, namun kali ini entah dari mana keberuntungan itu bisa hadir di tengah-tengah mereka sehingga membuat keduanya merasa kebahagiaan yang tiada tara.
“Tuan Joko, selamat atas kebahagiaan ini. Semoga kalian berjodoh dan Tuan Alex akan segera merestui kalian ya...” ucap ketua Mafioso Joko dengan segala penghormatannya.
Joko dan Cika pun segera melepaskan pelukan mereka serta menoleh ke arah ketua Mafioso Joko secara bergantian dengan wajah yang bahagia. Baru kali ini semua Mafioso melihat Tuan mereka yaitu Joko tersenyum ke arah mereka. Bahkan tak lupa juga untuk Joko dan Cika mengucapkan terima kasih.
“A-apa Tu-Tuan Alex akan me-merestui kita, Tuan? Ba-bagaimana ji-jika tidak?” tanya Cika dengan wajah yang begitu murung.
“Tenang saja, dia akan merestuinya kok. Percayakan semuanya padaku...” sahut Joko penuh percaya diri.
“Jika tidak pun juga tidak apa-apa Tuan. Tuan bisa mencari penggantiku, apa lagi aku di sini hanyalah seorang bade*bah yang menjadi sampah masyarakat. Jadi tidak mungkin kalau aku bisa bebas dari tempat ini dan bermimpi untuk menjadi istrimu...” ucap Cika sambil tersenyum lebar dengan mata yang berkaca-kaca.
“Stop bicara seperti itu!!! Aku tidak suka dengan orang yang mudah menyerah. Asal kamu tahu ya mau direstui ataupun tidak, mau kamu ada di tempat ini atau tidak pun... kamu tetap akan menjadi istriku sampai kapan pun itu, paham!” tegas Joko.
Namun tidak berhenti sampai di sini, kini waktunya kisah cinta mereka di mulai yang mana mereka harus berjuang lebih keras lagi untuk menaklukkan hati Alex yang entah sampai kapan mereka bisa berhasil membuat Alex mengerti kalau cinta mereka begitu kuat dan tidak bisa dipisahkan hanya karena masa lalu Cika
...*...
...*...
Alex dan Pinjai sudah sampai di rumah sakit tempat Sasya bekerja. Tapi saat Alex berjalan dengan wajah senangnya melewati taman rumah sakit sambil ia menenteng paper bag, Alex di kejutkan dengan pemandangan yang sangatlah panas di dalam hatinya. Bahkan tangan satunya mengepal dengan keras, serta rahang tegasnya sudah mulai mengeras hingga terdengar bunyi gemeletuk gigi yang saling beradu.
“Berani-beraninya dia menyentuh pipi gadis kecilku, apakah dia sudah bosan hidup?” gumam Alex dengan tatapan yang sangat tajam.
“Tenang Tuan, kau harus bisa bersikap manis di depan mereka semua apa pun keadaannya, ingatlah misimu! Jangan hanya karena rasa cemburu, membuat semuanya gagal berantakan dan Nona Qis- eh maksudnya Nona Sasya malah semakin menjauhimu. Apa kau itu lupa Tuan, kalau kau itu adalah King mafia yang kejam?
__ADS_1
"Tidak mungkin kan mereka tidak tahu siapa dirimu yang sebenarnya, bahkan kau sendiri tak akan segan-segan untuk menghancurkan 7 keturunan mereka. Jadi cobalah untuk turunkan emosimu itu demi menggapai cintanya. Jika kau seperti ini, aku sangat yakin Nona Sasya tak akan pernah mau kembali dekat denganmu” Pinjai berbicara di samping Alex, sehingga membuat Alex mengerti dan kembali menetralkan emosinya.
“Terima kasih kau sudah mengingatkan itu padaku. Teruslah seperti ini agar aku tidak sampai kelepasan, karena sangat sulit bagiku untuk meredam semua rasa dan emosi yang kurasakan” ucap Alex sambil mencoba untuk menenangkan dirinya.
“Tidak perlu seperti itu Tuan... tanpa di suruh pun saya tetap akan mendukung Tuan agar bisa segera bersatu dengan Nona Sasya” ujar Pinjai yang langsung ditatap oleh Alex yang sedikit mengukir senyuman.
Sedangkam Sasya duduk di kursi taman bersama dengan Ash. Saat ini mereka sedang bercanda dengan satu sama lain dan terlihat bagaikan pasangan kekasih yang romantis. Namun canda dan tawa mereka seketika berubah saat Alex dan Pinjai datang dengan penampilan yang sedikit berbeda.
Biasanya Alex selalu terlihat dingin, cuek dan juga datar. Tapi kali ini Alex terlihat seperti patung yang di paksa tersenyum, meskipun masih rada kaku namun Alex tetap berusaha karena setidaknya Alex akan belajar untuk bisa mengambil hati seorang Sasya.
“Hai... boleh kami bergabung di sini...” ujar Alex dengan wajah ramahnya yang malah membuat Sasya dan Ash bergidik ngeri, karena mereka mengira kalau ini bukanlah sifat Alex yang biasanya.
“Astaga... sepertinya Tuan salah salam mengartikan maksudku tadi. Padahal bersikap manis tidak mengharuskan dia keluar dari zona yang seharusnya, tetapi ia hanya perlu meredakan emosinya dan juga sedikit tersenyum. Bukan malah ini, seolah-olah membuat dirinya menjadi orang lain seperti ini..."
Aduh Tuan... Tuan... ulahmu itu malah akan membuat mereka berdua menjadi semakin ketakutan tau...” gumam Pinjai di dalam hati sambil ia menepuk-nepuk keningnya dengan wajah frustrasi saat melihat Alex bagaikan murid baru yang ikut bergabung dengan rasa percaya diri yang sangat tinggi hingga pada akhirnya tidak sesuai dengan ekspetasinya.
...ΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩ...
Hel... to the Lo... Hello guys... 😄😄😄
Kembali lagi dengan Author kalian yang banyak kekurangan ini... ☺️☺️😊
Kalian tahu gak Author baru bikin Group Chat loh dan masih sepi nih 🥳🥳🥳
Jika kalian ingin join ke Group langsung saja ke beranda Author ya... 😎😎😎
Nama Group Chatnya itu adalah "Kang Salto Barbar" kayak Author 🤣🤣🤣
Silahkan join aja guys, gak akan di apa-apain kok tenang aja ya... 🤭🤭🤭
__ADS_1
Jaga diri kalian dan sampai jumpa di bab selanjutnya semuanya... 🤗🤗🤗
Papaaayyy~~~ 👋🏻👋🏻👋🏻👋🏻👋🏻