
Setelah beberapa menit pesanan pun datang, tanpa menunggu lama lagi mereka langsung malahapnya secara perlahan.15 menit berlalu makanan sudah habis lalu Ash membayarnya dan mereka pun kembali meneruskan pekerjaannya sampai jam kerja selesai.
...*...
...*...
Hari ini adalah hari terakhir Sasya dan keluarganya berkumpul, karena besok pagi semua sudah harus kembali. Dimana Sasya meneruskan masa kerjanya, dan keluarga besarnya kembali ke Indonesia. Yang mana hanya menyisakan keluarga kecil Ayah Brian saja yang ada di New York.
Saat ini Sasya dan yang lainnya sedang bersiap untuk membuat acara kecil-kecilan sebelum mereka semua kembali. Tepat di malam hari pukul 7 semua sudah bersiap dengan tugasnya masing-masing.
Para laki-laki bertugas untuk membakar semua ikan, ayam, daging atau sebagainya. Sedangkan para wanita menyediakan minuman dan juga camilan serta keperluan lainnya. Namun berbeda dengan bocil-bocil, mereka malah asyik bermain di dalam sebuah tenda kecil yang dibuat layaknya mereka sedang melakukan camping di hutan.
"Bun, tolong bumbu bakarnya.. yang ini sudah mau habis" Teriak Ayah Brian dengan menoleh sekilas ke arah Bunda Hana serta kembali pada pekerjaannya membakar ayam.
"Ya Yah, sebentar.." Ucap Bunda Hana dengan sedikit berteriak sambil menata semuanya di atas alas. Lalu mengambil bumbu bakar dan memberikannya pada Ayah Brian.
Sasya hanya duduk sambil memainkan ponselnya dengan membalas chat dari Alex lantaran mereka sempat bertukar nomor, tapi lebih tepatnya Alex yang meminta Sasya memberikan nomornya dengan sedikit paksaan. Mau enggak mau Sasya harus memberikannya atau bisa-bisa Alex akan menggunakan jurusnya yang mana bisa-bisa membuat Sasya langsung meleleh.
[Hai, lagi apa? Ini aku calon suamimu, Alex]
[Enggak usah terlalu percaya diri, takutnya lagi ngehayal tinggi-tinggi eh jatoh kan sakit]
[Biarkan saja, lagian bukannya katamu ucapan itu sama saja dengan doa? Jadi aku mau mengucapkan ini setiap saat agar doaku segera di kabulkan]
[Yayaya.. terserah kau saja. Aku lagi malas berdebat yang akan bikin moodku rusak, apa lagi malam ini aku mau menghabiskan waktu bersama yang lain karena di rumah lagi ada acara kecil-kecilan]
[Oh begitu, kenapa kamu tidak mengundangku untuk datang ke sana? Siapa tahu kan dengan begitu aku bisa kembali mendekati mereka secara perlahan dan mereka pun satu persatu bisa memaafkanku. Setelah semua beres kita bisa segera menikah, ya kan..]
__ADS_1
[Yaaaakkk.. enggak gitu juga konsepnya. Kalau kamu ke sini yang ada lukamu bukannya semakin kering malah semakin bertambah parah. Apa bogeman dari Lukas kurang? Jika kau mau biarlah aku sebagai Kakaknya yang akan memberikan bogeman itu tepat di bibirmu biar tahu rasa!]
[Wahhh. Kalau begitu boleh juga, mau dong di bogem di bibir sama orang cantik. Tapi bogemnya jangan pakai tangan ya, melainkan pakai bibirmu yang manis itu. Pasti rasakan akan jauh lebih nikmat, akhhhhh.. hahah...]
[Yaaaakkk.. dasar misua me*sum!!! Dahlah byeee..]
Sasya langsung memencet tombol off pada ponselnya, dengan wajah yang kesal. Namun di persekian detik Sasya kembali mengingat kata terakhir yaitu MISUA.
"Mi-misua?..." Gumam Sasya sangat kecil sambil menatap lurus ke arah depan, dan seketika tersadar Sasya langsung berteriak histeris.
"Aaaaaaaa... bod*doh, bod*doh, bod*doh. Dasar Sasya bod*dohhhh..."
Sasya memukul kecil kakinya sendiri hingga membuat semuanya menoleh cemas ke arah Sasya, sehingga langsung berhambur meninggalkan pekerjaan mereka untuk mendekati Sasya.
"Sasya kamu kenapa, heeiii.. Saaaa.." Ucap Oma Syifa sambil memegang Sasya
"Kakak kenapa? Ada apa dengan Kakak, hah? Bilang sama Lukas, Kak.. bilang!!" Sahut Lukas dengan sangat khawatir.
Hanya karena dia keceplosan memanggil Alex dengan kata MISUA mampu menghebohkan semuanya, namun yang lebih membuat mereka kembali bingung iyalah Lily.
"Apa Kak Sasya kesurupan? Huaaaa... tenang Kak tenang, Lily bacakan doa. Bismillahirrahmannirrahiim Allahumma baarik lanaa fiimaa rozaqtanaa wa qinaa 'adzaa bannaar. Amin.."
Lily dengan begitu percayanya langsung membacakan doa yang mana itu adalah doa makan bukanlah doa ayat kursi, sehingga semua yang mendengarnya hanya bisa melongo tidak percaya. Dibalik kecemasan seorang Lily terdapat kepolosan yang sangat hakiki.
"Itu bukannya doa makan ya? Bukannya kalau orang kesurupan itu bacanya doa ayat kursi" Tanya Iky yang saat ini wajahnya sudah begitu bingung.
Lily yang baru saja menyadari doa yang di bacakan salah, membuat dirinya segera menatap semuanya secara bergantian sambil tersenyum kikuk dan juga menggaruk kepalanya yang tidak gatal.
__ADS_1
"Ehh.. heheh.. ma-maaf Lily salah bacain doa buat Kakak, habisnya Lily niatnya mau makan camilan dari Bunda tapi dengar Kakak begitu jadi kebawa-bawa" Ucap Lily dengan cengengesan.
Semua yang melihat wajah Lily mulai memerah menahan malunya semakin membuat mereka tidak bisa lagi menahan tawanya, dan kemudian mereka tertawa dengan perasaan campur aduk.
"Astaga Lily, Lily.. bisa-bisanya orang kesurupan di bacakan doa makan pula. Pasti kalau aku jadi se*tannya langsung setres hahah..." Ucap Arya dengan sangat geli.
"Ya ampun gemasnya cucuku ini, orang kesurupan kok di bacain doa makan. Kenapa enggak di ajak makan aja sekalian se*tannya hitung-hitung amal hahah.." Ujar Oma Syifa.
"Sepertinya yang kesurupan bukan Kak Sasya, tapi dirimu de.. hahah.." Sahut Lukas yang kini tidak bisa menahan tawanya.
Semua benar-benar tertawa dengan tingkah konyol Lily yang mana malah membuat yang lain lupa tentang menanyakan kenapa Sasya bisa berteriak tanpa sebab seperti itu. Belum lagi Lily terlihat begitu kesal lantaran semuanya malah meledekinya.
"Yaaaaakkkk.. stop menertawaiku, namanya orang lupa pasti tidak ingat kan. Jadi wajarlah, sedangkan kalian semua lupa tidak ada yang tertawa. Lalu kenapa kalau aku yang lupa kalian tertawa seperti ini?" Pekik Lily dengan kesal sambil bertolak pinggang.
"Justru itu, kami lupa karena memang sudah faktor umur. Tapi yang membuat kami tertawa itu adalah kepolosanmu sayang, lain kali kita belajar lagi ya... masa nanti kalau Lily lagi ketakutan malah baca doa makan? Kan enggak mempan dong, jadi udah jangan marah seperti itu oke.. ayo sini peluk Bunda"
Bunda Hana langsung merentangkan kedua tangannya yang mana langsung membuat Lily memeluknya hingga mereka pun menghentikan tawanya dan kembali tersenyum. Namun seperkian detik semuanya kompak mengucapkan kata maaf kepada Lily.
Lily yang mendengar semua itu mah terkekeh sangat gemas sampai-sampai semuanya jadi kembali tertawa, di saat mereka sedang asyik dengan suasana ini tiba-tiba tercium aroma yang sangat menyengat.
Apa lagi jika bukan aroma-aroma gosong lantaran Ayah Brian melupakan bahwa dirinya sedang membakar ayam. Dimana Ayah Brian langsung berteriak sambil berlari menyelamatkan ayamnya, tapi naas semuanya sudah terpanggang hangus tak tersisa.
Dengan wajah paniknya Ayah Brian membuat semuanya lagi dan lagi tertawa dimana tingkah anak sama Ayah benar-benar berhasil membuat perut mereka terasa di kelitiki. Bunda Hana yang tidak tega langsung menolong Ayah Brian serta mencoba menenangkannya dari segala kepanikan.
...ΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩ...
...Hai guys.. jangan lupa mampir ke karya temen-temanku ya, mungkin selama beberapa hari ke depan author akan mempromosikan semua karya yang sangat memukai. Semoga dari beberapa banner yang aku publish ini ada yang sesuai dengan genre kalian sebagi pembaca 🥰 Terima kasih.....
__ADS_1
...Lets go di serbu... 🤸🤸...