
Semua yang melihatnya pun ikut terharu, mendengar betapa sayangnya Iky kepada Dedeknya itu. Namun seketika Mamah Syifa dibuat terkejut oleh sesuatu yang baru saja ia sadar saat ini.
“Cantika sedang hamil??” pekik Mamah Syifa yang langsung di angguki oleh semuanya sambil tersenyum.
“Ya ampun, kenapa aku baru tahu huaaa... Akhirnya cucuku nambah lagi, yeeeeyyy...” sorak bahagia memenuhi wajah Mamah Syifa.
“Yaaaaaaa... Oma belicikk ihh, uping Iky akit auu. Di ila ini utan apa ya ain teyiak-teyiak aja. Acian edek di alem peyut Bubu kebelicikan enger cuala Oma yang elek itu” pekik Iky dengan wajah kesalnya.
“Hehe... Ya mangap loh, kan Oma terlalu senang dengar Iky punya Dedek lagi. Emangnya Oma enggak boleh senang?” jawab Mamah Syifa dengan wajah yang cemberut.
“Alo Oma ceneng engel Iky unya edek, Oma alus uapan Ahamdu illah ukan teyiak-teyiak aya cuala etacan, elicik auu” ucap Iky yang menasihati Mamah Syifa.
“Nahkan kena sendiri, makanya kalau senang jangan kek orang kesetanan. Jadi di omelin bocil kan haha...” seru Papah Ferry dengan tertawa puas.
“Hyaaakkk... Dasar suami menyebalkan, masa ia aku di omelin bukannya belain malah nyalahin aku” pekik Mamah Syifa sambil memukul kecil hingga mencubit-cubit perut Papah Ferry.
“Hahaa... Lagian kamu juga udah tahu bocil satu ini lebih pintar dari Sasya kecil dan juga Lily kecil, jadi ya sudah terima saja karena memang kamu sangat berisik” jawab Papah Ferry yang semakin membuat Mamah Syifa memanas.
Sedangkan yang lain melihat kedua orang tua yang tidak tahu umur itu malah tertawa gemas, sambil menggelengkan kepalanya. Arya pun merangkul Cantika sambil mengusap perutnya, yang membuat Cantika semakin tenang. Bahkan rasa sakitnya seketika hilang begitu saja akibat sentuhan tangan sang suami.
Iky yang melihat itu, langsung berdiri di depan mereka dengan gaya galaknya yaitu meletakkan kedua tangan mungilnya di pinggang kecilnya sambil berkata, “Ceeeettooppppp!!!!!! Oma ama Opa ndak boyeh elantem teyus oca auu, mau Oma ama Opa anti acuk neyaka alo belantem-belantem muyu..."
“Ntuhhh... iyat, Bubu ama Baba ndak elnah belantem-belantem. Teyus Mbah Kung ama Mbah Uti uga ndak elnah belantem, ndak aya Oma ama Opa belantem muyuu”
Celoteh Iky membuat keduanya terdiam menundukkan kepalanya, entah mengapa seketika mereka malah terlihat tunduk padanya. Aneh bukan? Ya begitulah mereka, ada saja tingkahnya yang seperti anak kecil padahal umurnya sudah semakin menua.
“Ekalang, Oma ama Opa baikan ya...” tegas Iky.
“Maafin aku sudah menyakitimu” ucap Mamah Syifa.
“Maafkan aku juga sudah meledekmu” saut Papah Ferry.
Seketika Iky menepuk jidatnya dengan begitu gemas, membuat semua orang yang melihatnya terkekeh. Sedangkan Opa dan Omanya malah terlihat kebingungan. Iky langsung turun tangan membuat kedua jari kelingking mereka menyatu dan ia pun tersenyum.
“Nahh... Ini bayuu baikan yang benal hehe...” tawa Iky.
__ADS_1
Papah Ferry dan Mamah Syifa yang sudah gemas dari tadi langsung menarik Iky dan menggelitikinya hingga membuatnya tertawa geli.
“Hahah... mpun... Oma Opa huaaa... hahaha...” teriak Iky dengan semua rasa gelinya.
Setelah selesai bercanda, Iky kembali ke dalam pelukan Bubu Cantika dan memeluknya. Lalu Papah Ferry menatap Arya dan Cantika secara bersamaan.
“Selamat ya untuk kalian berdua. Inilah mukjizat Allah yang tidak bisa kita tebak, di balik semua cobaannya pasti akan ada kebahagiaan dan ini hasilnya. Cantika yang selalu dibilang bahwa dirinya tidak bisa memberikanmu anak, namun pada kenyataannya dia bahkan memberikanmu bonus tambahan hehe...” ucap Papah Ferry dengan rasa bangganya.
“Alhamdulillah... Terima kasih Pah, Mah... Kalian selalu mendukung kami, termasuk Abah dan juga Umi” ucap Arya penuh rasa bahagia.
“Semoga kalian selalu bahagia, begitu juga dengan Brian dan Hana. Pasti anak-anak mereka sudah semakin bertumbuh dewasa, maka mereka akan semakin ketat untuk menjaganya. Apa lagi Brian di sibukkan dengan bisnisnya yang sudah mulai stabil” ucap Mamah Syifa sambil tersenyum.
“Apakah suatu saat nanti mereka akan kembali ke sini?” tanya Abah.
“Aku harap sih begitu, karena saat awal Brian bilang jika semuanya sudah membaik maka mereka akan kembali ke Indonesia dan tinggal bersama kami. Sudah berapa tahun lamanya dan kami merasa kesepian, namun dengan adanya kalian rasa itu sedikit terobati” jawab Papah Ferry.
“Sabar, lebih baik kita doakan yang terbaik untuk mereka di sana. Semoga mereka segera kembali ke Indonesia” saut Umi sambil tersenyum.
“Amin yarabbal alamin...” ucap semuanya secara bersamaan.
...*...
...*...
Malam hari di Amerika tepatnya di New York.
Ada keluarga kecil yang hidup penuh kemewahan namun tidak semewah keluarga Brian, kini mereka sedang berkumpul di ruang keluarga. Kenneth Malvynson adalah seorang Daddy yang saat ini sudah berusia 42 tahun dan sudah memiliki 2 anak, namun berbeda rahim.
Daddy Ken merupakan pria yang sangat tampan dan juga merupakan mantan playboy yang sudah insyaf. Hanya saja ia selalu membeda-bedakan putrinya dan juga putranya, sehingga membuat salah satu di antara mereka merasa iri serta kecewa pada perlakuan Daddy Ken.
Veronisha Blossom adalah Ibu kandung dari Jae dan juga Ibu sambung dari Key dengan usia 40 tahun. Ia merupakan istri sah dari Daddy Ken yang berperan penting dalam menyelamatkan mental kedua anaknya. Mommy Nisha selalu bersikap adil dan bijaksana dalam mendidik kedua anaknya, bahkan ia rela merawian anak dari selingkuhan suaminya dari bayi hingga saat ini.
Mommy Nisha juga selalu membela Key di saat Daddy Ken selalu melarangnya untuk lebih unggul dari putra kesayangannya itu. Meskipun Jae adalah adik tiri dari Key, namun Daddy Ken tidak mau sampai Key yang lebih segalanya di bandingkan Jae.
Dengan begitu peran Mommy Nisha sangatlah penting, supaya ia bisa membuat kedua saudara kandung berbeda Ibu itu tetap akur dan saling menyayangi. Ya meskipun sifat Daddy Ken menyebalkan, tetapi Mommy Nisha sangat mencintainya.
__ADS_1
Berenica Grizzly adalah selingkuhan dari Daddy Ken sekaligus Ibu kandung dari Key. Cuma sayangnya Ica telah meninggal dunia tepat di usia 26 tahun saat Key berusia sekitar 1 tahun. Ica meninggal dunia akibat depresi serta tertekan atas sifat kasar dari Daddy Ken yang tidak mau bertanggung jawab padanya dan Key.
Dengan begitu, Ica menjadi depresi ketika harus mengurus Key seorang diri. Itulah sebabnya Ica sudah memiliki tekat untuk mengakhiri hidupnya secara tragis setelah ia menitipkan atau meninggalkan Key tepat di depan rumah Daddy Ken.
Keyshila Grizzly adalah gadis cantik dengan usia 14 tahun. Ia merupakan Kakak tiri dari Jae dan juga teman sekelas Lukas. Key merupakan anak yang sangat pintar, mandiri dan juga tegas dalam mendidik adiknya. Ia tidak mau jika sang adik sampai mengikuti kisah Daddynya di masa lalu.
Ya meskipun Key sangat kecewa terhadap Daddy Ken, karena ia selalu membeda-bedakan rasa kasih sayang atau pun caranya memperlakukan Jae dengannya. Akibat cerita masa lalu dari Ibunya membuat Key berubah menjadi sangat cuek, dingin dan juga irit dalam berbicara kepada orang lain.
Jaecobs Malvynson adalah anak laki-laki tampan dan juga cool. Tetapi di balik itu semua sebenarnya dia tipikal pria yang sangat humoris dan juga lucu dengan usia 13 tahun. Jae memang sudah tahu jika dirinya dan Key memiliki darah yang sama, namun mereka tetap terlahir berbeda.
Walaupun begitu, tidak menutup kemungkinan jikalau Jae sangat menyayangi kakaknya. Begitu juga sebaliknya, saking sayangnya Key terhadap Jae membuat ia harus ekstra menjaga serta mewaspadai pergaulan Jae karena Key tidak mau jika sang adik memiliki sifat yang sama dengan sang Daddy.
Saat ini mereka semua sedang berkumpul di ruang tamu sambil menonton layar televisi yang cukup besar.
“Key, ambilkan Daddy minum” ucap Daddy Ken dengan nada malas.
“Dad, bisa tidak jika ingin meminta sesuatu tuh sebaiknya usahakan di berikan kata meminta tolong agar terkesan sangat enak ketika di dengar” saut Mommy Nisha.
“I don't care... Lagian juga itu sudah kewajiban dia, bukanan? Jadi jika dia ingin makan enak, tidur nyenyak, kasur empuk, pendidikan terjamin dan sebagainya, maka dia harus mematuhi perintahku. Kalau tidak mau ya silahkan keluar, pintu terbuka sangat lebar” jawab Daddy Ken dengan suara yang sangat menyayat hati kecilnya Key.
“Sudah Mom, tidak apa-apa. Mungkin hanya ini balasan yang bisa aku berikan padanya karena ia sudah membiayai hidupku selama ini” ucap Key sambil berdiri dengan nada yang sopan saat berbicara kepada Mommy Nisha.
...ΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩ...
Hey... Hai... Hello semuanya... 😊😊😊
Ketemu lagi dengan Author tergemoy dan terunyu kalian 🤭🤭🤭
Seperti biasa... Author ingin memberikan rekomendasi Novel hari ini 😁😁😁
Silahkan dijelajahi dan tinggalkan jejak kalian semuanya... 🤗🤗🤗
Terima kasih banyak 🙏🏻🙏🏻🙏🏻
...*...
__ADS_1