Gairah Duda Perjaka

Gairah Duda Perjaka
Keegoisan


__ADS_3

Sang dokter mencoba untuk menjelaskan semuanya kepada Brian agar ia paham kenapa ia bisa merasakan semua itu sedangkan Hana yang hamil malah tidak terlihat seperti sedang hamil.


“Lalu, kedua orang tua saya dan anak saya bagaimana kondisinya, Dok? Dan apa sudah di tempatkan di ruangan khusus?” tanya Brian.


“Alhamdulillah mereka semua hanya luka ringan saja, Pak. Sedangkan anak bapak hanya mengalami goresan kecil di kening hingga kakinya akibat pecahan kaca yang mengenainya. Untungnya istri bapak melindunginya, jika tidak maka saya pikir anak bapak akan kehilangan kedua matanya” ucap Sang dokter.


Brian yang mendengarnya pun merasa sangat lemas, wanita yang selama ini ia buat menderita adalah wanita yang sangat sempurna penuh dengan kebaikan.


Tapi kenapa baru sekarang Brian sadar akan perasaan betapa berharganya Hana dalam kehidupannya selama ini.


Dengan langkah pincangnya Brian langsung menemui kedua orang tuanya serta Qisya untuk melihat kondisi mereka semua. Sedangkan Hana masih berada di dalam ruangan operasi.


“Mah, Pah ayolah cepat sadar Brian takut sendirian hiks...” ucap Brian sambil menggerakkan tangan kedua orang tuanya secara bergantian.


Kemudian Brian berjalan ke arah bangkar Qisya sambil memeluknya “Hiks... anak Ayah kuat, ayo sayang bangun. Ayah tidak tega lihat kamu seperti ini” ucap Brian.


“Sabar, Pak. Insya Allah mereka semua akan segera sadar jadi Bapak tidak perlu khawatir dengan keadaan mereka karena yang lukanya sangat parah adalah istri Bapak. Dia mempertaruhkan nyawanya serta anak di dalam perutnya hanya untuk menyelamatkan putri kecil Bapak” ucap Sang dokter.


“Lalu, kapan operasi itu selesai? Dan bagaimana keadaan istri serta anakku di dalam sana, Dok? Apa mereka baik-baik saja? Hiks...” ucap Brian di sertai isak tangisnya.


“Kami belum tahu pasti tentang keadaan istri Pak Brian. Hanya saja anak di dalam kandungan istri Bapak benar-benar sangat kuat, ia bisa bertahan dalam kondisi tubuh ibunya yang terhempit bagian mobil. Sungguh ini adalah keajaiban Allah, Pak. Berterima kasilah kepada-NYA karena Allah telah memberikan kesempatan kepada Bapak agar bisa merawatnya kelak” jawab Sang Dokter.


“Hiks.. terima kasih ya Allah, kau masih sayang kepadaku yang selama ini hanya bisa membuat istri hamba kecewa. Hamba mohon ya rabb, selamatkan istri hamba dan berikan ia kekuatan agar bisa bertahan di dalam sana hiks...” ucap Brian sambil berdoa penuh dengan air mata ketulusan.


Sang dokter yang begitu sibuk kini berpamitan kepada Brian untuk memeriksa pasien lainnya. Bahkan nanti akan ada suster yang membawa berita jika Hana telah selesai operasi.


Brian yang benar-benar merasakan penyesalan kini hanya bisa berharap dan segera ia mengambil air wudhu lalu ia shalat sambil meminta pertolongan serta kekuatan agar Hana bisa kembali sehat seperti semula.


Begitu juga dengan sang anak di dalam kandungan Hana, Brian memanjatkan semua doa-doanya sambil meminta pengampunan. Bahwa, ia telah mengakui kesalahannya. Bahkan Brian berjanji di saat Hana terbangun ia akan mengungkapkan semua perasaannya selama ini dan segera minta maaf kepada Hana untuk semua keegoisan serta sifat buruknya.

__ADS_1


Di saat Brian baru saja selesai dengan ibadahnya kini sang Mamah sadar lebih dulu sambil meringis serta memegang kepalanya yang masih terasa pusing.


“Mamah...” teriak Brian sambil tergesa-gesa mendekati bangkar Nyonya Syifa.


“Alhamdulillah, Mamah akhirnya sadar juga hiks... maafkan Brian ya Mah” ucap Brian sambil terisak dan memeluk sang Mamah.


“Stt.. ti-tidak usah berbicara seperti itu sayang, ini adalah musibah untuk keluarga kita. Lagi pula Brian tidak salah kok” jawab Nyonya Syifa dengan nada yang masih lemas.


“Hiks.. Brian takut, Mah. Brian takut kalau sampai Brian kembali merasakan kehilangan lagi. Brian tidak akan sanggup, Mah. Lebih baik Brian mati saja hiks..” Brian menangis sambil tersendu-sendu menatap sang Mamah dengan mata sembabnya.


“Sttt.., sayang kamu tidak boleh bicara seperti itu. Kami semua baik-baik saja kok, hoya.. di mana Papah, Qisya dan Hana?” tanya Nyonya Syifa sambil memegangi kepalanya yang terasa pusing.


“Papah dan Qisya ada di samping Mamah mereka baik-baik saja hanya ada luka ringan sama seperti Mamah. Ta-tapi..” ucap Brian memutuskan kata-katanya sambil menunduk dan memegang tangan sang Mama dengan sangat erat.


Nyonya Syifa menatap Brian sambil merasakan bahwa ada rasa ketakutan yang besar terukir di wajah Brian serta adanya penyesalan terdalam yang sedang Brian rasakan saat ini. Hal ini membuat Nyonya Syifa kembali menggenggam tangan Brian.


“Ada apa sayang? Ayo cerita sama Mamah” tanya Nyonya Syifa dengan tangan satunya menyentuh rahang Brian dan di elusnya dengan sangat lembut sambil tersenyum.


“Ha-Hana, Mah...” ucap Brian dengan bibir bergetar.


“Hana kenapa Brian? Ada apa sama Hana? Dia baik-baik saja kan, menantu Mamah itu wanita yang kuat. Pasti dia dan anaknya akan baik-baik saja kan, jawab Brian! Hiks..” bentak Nyonya Syifa dengan air mata yang menetes dengan deras dan detak jantung berpacu dengan sangat cepat.


“Ma-Mamah tahu jika Hana sedang mengandung? A-apa Hana juga tahu itu? Kenapa Hanya Brian yang tidak tahu, Mah. Kenapa!! Mamah tega sembunyiin semuanya dari Brian, iya?” bentak Brian dengan wajah kesalnya.


“Tidak! Mamah awalnya hanya menduga semua itu, apa lagi Mamah lihat jika kamu akhir-akhir ini bersikap aneh serta banyak permintaan yang aneh-aneh. Dari situ Mamah bisa menebak jika Hana sedang hamil. Namun, Hana belum tahu itu semua karena yang merasakan ngidamnya adalah kamu. Jadi, Hana tidak merasakan ada yang aneh dengan dirinya” ucap sang Mamah sambil menjelaskan semuanya agar Brian tidak kembali salah paham.


“Ja-jadi Hana be-belum tahu jika dia hamil, Mah?” tanya Brian dengan wajah bingungnya.


“Tidak, sayang. Makannya Mamah usulkan untuk periksa penyakit kamu ke rumah sakit agar kita bisa pastikan jika Hana sungguh hamil atau kamu memang lagi kurang enak badan saja. Tapi naas kejadian ini malah membuat semuanya berantakan. Mamah kira endingnya akan bahagia, tapi nyatanya malah penuh duka seperti ini hiks... ma-maafkan Mamah, Brian. Mamah merasa bersalah, coba saja Mamah jujur mungkin kejadiannya tidak akan seperti ini”

__ADS_1


Nyonya Syifa menangis sejadi-jadinya merasakan penyesalan karena keegoisannya membuat semua rencananya gagal dan menjadi kabar menyedihkan seperti ini.


Brian yang merasakan kesedihan Mamahnya langsung memeluknya dan mencoba membuat sang Mamah supaya tenang.


“Hiks.. ma-maafkan Mamah Brian, karena keegoisan Mamah Hana harus kehilangan anaknya. Mamah menyesal Brian, Mamah bod*doh bod*doh bod*doh!” saut Nyonya Syifa sambil memukul kepalanya sendiri.


Brian yang merasakannya langsung mencegah dan menahan kedua tangan sang Mamah sambil berkata “Cukup, Mah. Cukup! Mamah tidak salah, anak kami kuat Mah. Dia kuat seperti Bundanya. Dia selamat, Mah. Anak Brian selamat Mah selamat”


Nyonya Syifa yang mendengar ucapan Brian seketika terdiam sambil menatap Brian dengan wajah tidak percayanya “Be-benar, cucu kedua Mamah selamat Brian?”


“Iya, Mah. Dia selamat, ta-tapi Brian belum tahu bagaimana keadaan Hana saat ini. Kata dokter jika operasinya sudah selesai maka akan ada suster yang ke sini untuk memberitahu Brian semuanya” jawab Brian dengan wajah sedihnya.


“Hiks.. yang sabar ya sayang, kita doakan untuk Hana dan anakmu yang ada diperutnya agar semuanya baik-baik saja. Mamah tahu menantu Mamah kuat kok, bahkan anaknya saja kuat jadi Bundanya juga akan kuat. Kita serahkan semuanya kepada Allah” saut Nyonya Syifa sambil memeluk Brian.


Brian pun membalasnya sambil menumpahkan semua rasa sedih serta penyesalannya yang begitu dalam kepada sang Mamah.


...ΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩ...


Sampai sini dulu cerita untuk hari ini semuanya... 😁😁😁


Author minta maaf karena tidak bisa memberikan banyak up 🥺🥺🥺


Jadwal Author sedang padat sehingga hanya up satu bab sehari 😔😔😔


Tapi terima kasih atas dukungan kalian selama ini semuanya 😄😄😄


Semua dukungan kalian itu sangatlah berarti untuk Author 😊😊😊


Author akan berusaha untuk bisa up lebih banyak lagi 💪🏻💪🏻💪🏻

__ADS_1


Jaga diri kalian dan sampai jumpa para pembaca setiaku 🤗🤗🤗


Papaaayyy~~~ 👋🏻👋🏻👋🏻👋🏻👋🏻


__ADS_2