
Di sebuah taman terindah di dalam alam bawah sadarnya Hana
“Bunda, ayo sini itu ada kakak loh” ajak anak laki-laki sambil menunjuk ke arah anak perempuan yang sedang berdiri membelakangi mereka bertiga dengan jarak yang sedikit jauh.
“Iya, Bunda. Kakak datang mau jemput kita, ayo kita ke sana, Bun” ucap anak perempuan dengan sangat bahagia.
Hana yang merasa bingung mengikuti anak kembar tersebut dengan menggandeng keduanya.
“Kakak...” ucap anak kembar dengan bersamaan sambil memeluknya dari depan.
Anak perempuan tersebut menyamaratakan tinggi anak kembar itu lalu ia memeluknya dengan erat.
“Adik-adik kakak bagaimana keadaan kalian?” tanya anak perempuan tersebut yang masih membelakangi Hana.
“Alhamdulillah, kita baik kok kak. Ya kan, Bang” ucap anak perempuan kembar tersebut sambil menatap saudara laki-laki kembarnya.
“Ya benar, kak. Kami di sini baik-baik saja. Bahkan kami sudah menjaga Bunda di sini, jadi kini saatnya kita pulang ketemu Ayah, yey...” sorak keduanya sambil berjingkrak-jingkrakkan yang membuat sang kakak tertawa serta menggelengkan kepalanya.
Hana yang mengira itu adalah kakak dari anak kembar tersebut merasa heran, seperti ia telah mengenalnya sangat lama.
“Assalamualaikum, permisi..., apa kamu adalah kakak dari mereka? Kalau benar, apa hubungannya dengan saya ya? Saya kan bukan Bunda asli kalian, kenapa kalian mau mengajak saya untuk pulang? Ini kan rumah saya, jika kalian mau pulang saya bisa kok mengantarkan kalian agar kalian tidak sendirian di jalan. Dan saya akan kembali ke sini lagi, karena ini adalah rumah saya” ucap Hana sambil menatap ketiganya.
Anak perempuan yang di panggil kakak pun berdiri kemudian ia berbalik dengan penuh senyuman.
“Assalamualaikum, Bunda. Apa bunda lupa dengan aku?” tanya anak perempuan tersebut dengan sangat ramah.
Hana yang menatap anak perempuan tersebut seketika terkejut dan memegangi dadanya.
“Qi-Qisya...” jawab Hana dengan bibir bergetar serta mata yang sudah mengeluarkan air.
“Iya, Bunda. Ini Qisya, anak Bunda Hana dan Ayah Brian” saut Qisya sambil tersenyum sangat lebar.
Hana yang sudah tidak bisa menahan rasa kangennya, seketika langsung berlari ke arah Qisya lalu ia memeluknya dengan sangat erat.
“Hiks... Qisya Bunda kangen sayang” ucap Hana sambil menangis.
“Qisya juga kangen banget sama Bunda, bahkan Ayah juga sangat merindukan Bunda loh...” jawab Qisya.
Hana yang mendengar Qisya berbicara tentang Brian membuat ia langsung melepaskan pelukannya sambil menatap Qisya.
“Tidak sayang, Ayahmu itu sudah tidak lagi membutuhkan Bunda. Bahkan ia hanya berpura-pura saja terlihat seperti mencintai Bunda. Padahal nyatanya hiks... Ayah tidak mencintai Bunda sama sekali” saut Hana.
“Bunda salah, Ayah sangat mencintai Bunda. Apa Bunda tahu selama ini Ayah yang selalu menemani Bunda di sana. Sampai-sampai Ayah sendiri yang harus melawat Bunda di lumah sakit. Ayah tidak bekelja di kantol, Ayah juga tinggal di lumah sakit baleng Bunda” jawab Qisya.
Hana seketika terdiam dan duduk di rerumputan sambil menatap lurus ke depan dengan pandangan kosong.
__ADS_1
“Be-benarkah... di-dia yang merawatku?” tanya Hana dengan suara begitu lirih.
“Bunda ayo kita pulang, aku mau ketemu Ayah” rengek anak perempuan sambil duduk dan memegang tangan Hana.
“Aku juga Bunda, ayo kita pulang sekarang bareng kakak” ajak anak laki-laki sambil menggoyangkan tubuh Hana.
“Bunda tahu tidak, setiap saat Ayah selalu mengajak ngobrol Bunda di sana. Bahkan Qisya selalu meledeki Ayah yang terlihat sepelti orang gila hehe...”
“Hoya... Bunda juga halus tahu kalau Ayah sekalang sudah jelek, tidak tampan lagi seperti waktu itu. Ayah sekalang wajahnya banyak bulu-bulu, telus juga badan Ayah kulus enggak kaya dulu banyak ototnya”
Qisya terus saja mengoceh tanpa henti untuk membuat Hana supaya mengerti jika banyak orang yang menginginkan ia untuk kembali.
“Oma sama Opa juga sedih lihat Bunda di sana cuman tidul saja, apa lagi Ayah selalu saja menangis sepelti anak kecil. Ya meskipun Qisya juga menangis sih lihat Bunda dan Qisya jadi kangen sama Bunda. Tapi Qisya enggak mau sampai Ayah tahu kalau Qisya nangis. Kasihan Ayah, makanya Bunda mau ya pulang sama kita” ajak Qisya sambil menatap Hana.
Hana mencerna semua perkataan Qisya sampai akhirnya Hana melihat siluet Brian yang sedang tersenyum menyapanya sambil melambaikan tangannya.
“Ayah...” teriak kedua anak kembar dan Qisya secara bersamaan.
“Ma-mas Bri-Brian” gumam Hana dengan tidak percaya.
“Assalamualaikum, sayang-sayangnya Ayah. Apa kalian sudah siap untuk pulang bareng Ayah?” tanya Brian dengan suara lembutnya.
Semuanya menjawab salam dari Brian sambil merasakan kebahagiaan. Sedangkan Hana masih tidak percaya dengan Brian yang sudah berubah, tidak seperti Brian yang waktu itu ia kenal.
“Mas Brian kenapa ada di sini? Lebih baik Mas Brian pergi saja bawa Qisya pulang. Aku mau di sini saja, enak, nyaman, sejuk, dan tenang. Tidak seperti di sana. Bahkan Mas Brian saja tidak menginginkan Hana untuk selalu ada di dekat Mas kan, kalaupun Hana di dekat Mas, Mas selalu saja marah” jawab Hana.
“Aku tahu itu sayang, tapi jika kamu marah sama aku, aku tidak apa-apa. Hanya saja kamu tidak boleh pergi kasihan anak-anak serta keluargamu yang setiap hari menangis menatap kamu terbaring lemah tak berdaya di sana. Sudah cukup bermainnya sayang, sekarang waktunya kita pulang”
Brian tersenyum begitu manis, bahkan wajahnya terlihat sangat damai di mata Hana. Tidak ada kedinginan, keegoisan bahkan amarah yang selalu Brian keluarkan jika bersama Hana.
“Hana tidak mau pulang, Mas. Kalian saja yang pulang, aku masih mau di sini” ucap Hana sambil berdiri dan pergi meninggalkan mereka semua.
“Baiklah sayang, jika kamu masih mau di sini tidak apa-apa. Aku akan ikhlas menunggumu di sana bersama dengan anak-anak. Tapi ingat satu hal sayang, aku Brian Adijaya telah mencintai Hana Renata mulai detik ini dan seterusnya akan berjanji untuk selalu membuatnya bahagia bersama anak-anak serta hanya akan ada air mata kebahagiaan. Jadi, pikirkan baik-baik sayang. Jangan buat mereka semua yang telah menyayangimu bersedih bahkan kecewa atas keputusanmu ini. Jika kamu ingin menghukumku aku terima, tapi aku tidak mau sampai kamu menghukum yang lainnya”
Brian mengatakannya dengan sangat lembut dan penuh senyuman, Hana yang mendengar semua itu menghentikan langkah kakinya.
Sedangkan anak kembar dan Qisya sudah berada di samping Brian sambil menggenggam tangan satu sama lain dengan keadaan tersenyum.
Namun, di saat Hana ingin berbalik seketika semuanya hilang begitu saja membuat Hana terkejut dan menengok ke semua arah.
“Di mana mereka semua?” tanya Hana dengan wajah bingungnya.
“Mas Brian...”
“Qisya...”
__ADS_1
“Anak kembar...”
“Kalian dimana? Kenapa kalian pergi tanpa aku hiks...”
Hana berteriak memanggil semuanya sambil menangis. Tubuh Hana terjatuh dengan keadaan duduk penuh dengan air mata.
“Hiks... aku bod*doh!! Kenapa aku menolak ajakan mereka semua. Jika seperti ini bagaimana caranya aku pulang hiks...”
“Aku kangen sama keluargaku, mertuaku, anakku serta suamiku hiks...”
“Aku tidak bisa membohongi perasaanku seperti ini, kalau aku sebenarnya ingin pulang. Hanya saja aku takut jika aku kembali nanti, pasti dia masih belum bisa mencintaiku dan selalu memperlakukan aku bukan sebagai seorang istri hiks...”
“Aku harus bagaimana sekarang, hiks... Mas Brian, Qisya kalian di mana? Kenapa kalian tega meninggalkan aku sendirian disini hiks...”
“Dan anak kembar, kalian di mana? Kenapa kalian ikut menghilang bersama anak dan suamiku hiks... kalian sebenarnya siapa? Kenapa aku merasa sangat bahagia berada di dekat kalian. Bahkan wajah kalian sangat mirip dengan Mas Brian dan aku hiks...”
Hana terus saja berteriak serta menangis tidak ada hentinya sambil berjalan ke sana kesini untuk mencari keberadaan mereka semua.
...ΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩ...
Hello para pembaca setiaku... 😁😁😁
Semoga kalian semuanya sehat dan selalu bahagia.. 😚😚😘
Author mau kasih sedikit pengumuman dulu nehh buat kalian 👉🏻👈🏻
Kalian tahu... Novel ini akan segera berakhir atau taman 😱😱😱
Jadi Author ingin meminta pendapat kalian semua disini... 🤭🤭🤭
Adakah yang mau lanjut Season 2 atau bikin novel baru nehh... 🤔🤔🤔
Karena di novel ini kan sudah banyak konflik dan kejadian... 😗😗😗
Jadi Author bingung lebih baik lanjut atau bikin cerita baru 🤷🏻♀️🤷🏻♀️🤷🏻♀️
Tolong berikan masukan dan saran kalian di komentar yaaa... 😊😊😊
Terima kasih atas semua dukungan yang kalian berikan 🙏🏻🙏🏻🙏🏻
Itu sangatlah berarti besar untuk Author selama ini semuanya... 🥺🥺🥺
Jaga diri kalian dan sampai jumpa lagi pembaca setiaku... 🤗🤗🤗
Papaaayyy ~~~ 👋🏻👋🏻👋🏻👋🏻👋🏻
__ADS_1