Gairah Duda Perjaka

Gairah Duda Perjaka
Jangan Dingin-Dingin


__ADS_3

Hana pun terdiam saat melihat wajah Brian yang sudah mulai kesal.


“Kamu kenapa Hana? Kok kamu tiba-tiba menanyakan hal konyol seperti itu? Bukannya kita semua sudah setuju untuk pergi ke sana jika Qisya sudah libur panjang. Lalu, kenapa kamu seperti ini sih aku bingung jadinya” saut Brian.


“Ma-maaf Mas, apa perginya bisa kita tunda saja?” ucap Hana dengan menundukkan kepalanya.


“Apa?!!... Di tunda? Kamu tidak salah Hana. Kamu tahu kan ini tuh kemauan kamu dengan Qisya. Lalu, kenapa kamu membatalkannya secara mendadak seperti ini. Ada apa sebenarnya Hana? Apa kamu sakit? Atau apa kamu lagi hamil muda?” tanya Brian yang langsung berdiri di hadapan Hana.


“Bu-bukan, Mas. Hana tidak hamil, ta-tapi...” jawab Hana yang masih menunduk.


Brian perlahan menarik nafasnya berulang-ulang kali untuk meredakan emosinya yang hampir saja memuncak. Kemudian, Brian berjongkok di depan Hana yang duduk di pinggir kasur. Lalu, ia memegang kedua tangan Hana.


“Bunda sayang, coba tatap mata Ayah sekarang dong...” ucap Brian dengan sangat lembut dan tersenyum.


Perlahan Hana mengangkat kepalanya dan menatap mata Brian dengan sangat dalam.


“Bunda kenapa hem... Bunda sakit? Atau kenapa? Tiba-tiba saja Bunda berbicara seperti ini . Ayah kaget loh, bahkan Ayah cemas lihat sikap Bunda yang aneh dari tadi” tanya Brian.


“Ma-maaf Ayah, pe-perasaan Bunda cuman sedang kurang baik saja. Jadi Bunda merasa gelisah, seperti ada sesuatu yang akan datang menimpa keluarga kita” jawab Hana yang matanya sudah berkaca-kaca.


“Sudah sayang, itu hanya perasaan Bunda saja. Insya Allah keluarga kita akan baik-baik saja kok, kan kita perginya menggunakan pesawat pribadi Ayah. Jadi tidak usah khawatir, semuanya akan aman kok hemm...” ucap Brian yang sedang meyakini Hana.


“Baiklah, jika Ayah percaya semuanya akan baik-baik saja, maka Bunda hanya bisa mengikuti saja. Semoga ini hanya perasaan Bunda saja, dan keluarga kita semuanya akan aman” saut Hana sambil tersenyum.


“Pasti dong sayang, percayakan semuanya sama Allah. Kita hanya bisa terus berdoa saja untuk keselamatan keluarga kita” ucap Brian sambil mencium tangan Hana.


“Yayah, Bunbun ayoo...” ucap Lily yang langsung masuk ke dalam kamar diikuti oleh Lukas yang terlihat sangat datar.


Brian dan Hana terkejut dengan kedatangan si kembar yang langsung membuat mereka berdiri.


“Sayang, kan sudah Bunda bilang jika ingin masuk ke dalam ruangan lebih baik ucapkan salam lebih dulu dan coba diketuk pintunya. Bagaimana jika orangnya sedang berganti pakaian hem...” ucap Hana yang berjongkok menyamaratakan tinggi Lily.


“Hehe... Lily lupa Bunbun, maap ya Bunbun Yayah” ucap Lily dengan menyengir.


“Nyengir saja terus kek kuda jelek” ucap Lukas dengan dingin.

__ADS_1


“Bialin wlee... Yayah ntuh liat Babang bekas malah-malah muyu” ucap Lily dengan suara manjanya.


“Cih! Dasar anak manja, bisanya hanya mengadu saja” ucap Lukas dengan kesal.


“Sudah-sudah jangan pada berantem terus, apa kalian sudah siap berkemasnya hem...” tanya Brian yang mengelus kepala Lily dengan kasih sayang.


“Sudah, Ayah. Tadi Lily di bantuin Oma beres-beresnya. Bahkan dia hampir membawa semua mainannya ke dalam koper. Sudah di kasih tahu untuk membawanya beberapa saja karena kita hanya berlibur bukan pindahan” saut Lukas.


“Yak... Memang apa sih, cuka-cuka aku dong. Mainan-mainan capa hayo? Akukan. Ya sudah jangan malah-malah mulu anti epet uwa mau” jawab Lily yang sudah marah.


“Sttt... Tidak boleh marah-marah cantik, apa yang di bilang Abang Lukas ada benarnya sayang. Lily tidak perlu membawa banyak-banyak mainannya. Nanti kan kita bisa membelinya di sana untuk oleh-oleh, kalau dibawa semuanya nanti Lily tidak bisa membeli mainan baru dong” ucap Hana.


“Oh iya ya. Napa Lily lupa cih, aduh... kan Lily belum tua maca udah lupa cih kaya Oma” ucap Lily sambil memanyunkan bibirnya.


“Majuin saja itu bibirnya biar kek bebek” saut Lukas dengan datar.


Lily hanya bisa menatap kesal kepada Abangnya yang selalu saja meledeknya.


“Sudah jangan berantem, Abang jangan marah-marah terus dong kasihan adiknya di marahin mulu. Lagian Abang bisa tidak jangan dingin-dingin sikapnya sudah kaya manusia kutub saja” ledek Brian.


“Sikap anak menurun dari sang Ayah” jawab Lukas dengan dinginnya.


Lukas pun acuh dengan omongan Brian yang malah membuat Brian semakin kesal.


“Sabar, Ayah. Apa yang dibilang Lukas memang ada benarnya kok, kan Ayah dulu dingin banget bahkan sangat cuek dengan semuanya kecuali dengan Kakak Qisya” ucap Hana yang berusaha meledek Brian.


“Sayang, jangan buka-buka kartu dong” rengek Brian.


“Hehe... Maaf” jawab Hana sambil tertawa dan berdiri.


“Tuhlah manjanya turun ke anak” ucap Lukas yang langsung pergi.


“Yeee... Bialin aja cih, silik aja jadi olang huuuuuu...” sorak Lily dengan meledek Lukas yang tetap acuh keluar dari kamar Brian dan Hana.


“Bunbun, Lily ke kamal Kakak duyu ya...” ucap Lily sambil tersenyum.

__ADS_1


Hana hanya bisa mengangguk dan tersenyum bersamaan dengan Brian.


“Dadahh... Bunbun, Yayah... muaachh...” ucap Lily yang melambaikan tangannya sambil sun jauh dengan tangannya lalu ia keluar dari kamar.


“Tidak terasa ya Mas, anak kita sudah besar. Bahkan Lily terlihat sangat manja dengan kita, sedangkan Lukas dia benar-benar dewasa seperti Qisya. Aku bahagia banget melihat keluarga kita yang seperti ini” ucap Hana yang menatap lurus ke arah pintu.


“Aku juga sepemikiran sama kamu sayang, semoga perasaanmu itu tidak benar ya” jawab Brian sambil tersenyum.


“Amin ya Allah, semoga saja Mas” ucap Hana.


“Ya sudah, kamu siap-siap gih. Aku tunggu di bawah ya sambil menaruh koper ke mobil” ucap Brian yang diangguki oleh Hana.


Brian pun pergi dengan menyeret koper besarnya untuk turun ke bawah, sedangkan Hana bersiap diri serta mencoba menenangkan hatinya yang sempat gelisah.


Lukas dan Lily memang seumuran karena mereka adalah saudara kembar. Tetapi, mereka benar-benar sangat berbeda.


Lukas dengan sikap cuek dan dinginnya. Namun, ia memiliki jiwa kasih sayang yang sangat besar serta cara berbicaranya begitu lancar di usianya.


Sedangkan, Lily dengan sikap manja dan jahilnya. Tetapi, ia juga memiliki sikap kasih sayang, hanya saja tidak sebesar Lukas. Dan cara berbicaranya pun ia masih sangat cadel bahkan hampir tidak bisa dipahami oleh orang dewasa.


...ΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩ...


Sampai disini dulu ya cerita untuk hari ini semuanya... 😁😁😁


Author ingin mengumumkan sesuatu kepada kalian 😗😗😗


Kisah Novel ini akan segera berakhir atau tamat 😱😱😱


Hanya ada beberapa bab lagi dan Novel ini akan tamat 😢😢😢


Lalu bagaimana dengan pendapat kalian tentang Season 2 ? 🤔🤔🤔


Mohon berikan saran kalian di kolom komentar ya... 🥺🥺🥺


Jaga diri kalian dan sampai jumpa di bab selanjutnya 🤗🤗🤗

__ADS_1


Terima kasih semua... 🙏🏻🙏🏻🙏🏻


Papaaayyy~~~ 👋🏻👋🏻👋🏻👋🏻👋🏻


__ADS_2