Gairah Duda Perjaka

Gairah Duda Perjaka
Selamat Hari Ibu


__ADS_3

Entahlah semua hal romantis itu sudah melekat di dalam diri Iky. Jadi Iky selalu saja spontan membuat Bubunya merasa senang. Lalu Iky dengan perlahan menunjukkan kedua tangannya yang sudah terdapat 2 bunga cantik dan tak lupa Cantika dan juga Naya sudah mulai berhitung.


Satuu...


Duaa...


Tigaa...


“Selamat hali Ibu, Bubu...” ucap Iky dengan wajah bahagianya yang membuat Cantika dan Naya yang baru saja membuka kedua mata mereka begitu terkejut dengan ucapan Iky.


Mereka berdua refleks terdiam menatap senyuman manis di wajah Iky, sedangkan Arya serta Ipul saling melirik dengan penuh keterkejutannya. Kini Isty yang melihat semua ia merasa sangat kagum kepada Iky. Bahkan dirinya saja melupakan jika hari ini adalah hari Ibu untuk semua wanita.


“Iky... Iky... Kamu membuat aku malu karena aku sendiri saja yang lebih tua darimu malah lupa jika hari ini adalah hari Ibu. Sedangkan kamu yang baru saja masuk TK sudah bisa mengingat jelas semua ini, jadi ini yang kamu maksud kenapa aku harus mengambilkan bunga yang begitu cantik hem...” gumam Isty di dalam hatinya sambil tersenyum.


Tak terasa kedua bidadari di depan Iky meneteskan air mata terharu mereka sambil mengambil bunga cantik dari tangan Iky tersebut.


“Terima kasih sayang, Bubu enggak tahu harus mengucapkan apa lagi yang jelas Bubu sangat bahagia punya anak seperti Iky yang begitu menyayangi Bubu. Sekali lagi terima kasih ya sayang...” ucap Cantika sambil meraup wajah Iky lalu ia mencium seluruh wajahnya, lalu kini saatnya gantian Naya yang mencium wajah Iky.


“Terima kasih ganteng, hari ini kamu berhasil membuat Bubu Naynay menangis bahagia” ucap Naya sambil menghapus air matanya.


“Hehe... Sama-sama Bubu, tapi ucapkan telima kasih juga cama Kak Isy kalena Kakak yang sudah memiyihkan bunganya” ucap Iky yang membuat semua menatap ke arah Isty.


Isty langsung terkejut bukan main karena Isty mengira kalau Iky tidak akan berbicara sepolos itu.


“Terima kasih cantik, boleh Bubu peluk?” ucap Cantika yang langsung di anggukan oleh Isty, lalu mereka berpelukan hingga bergantian dengan Naya.


“Terima kasih peri kecil Bubu yang cantik, sekarang kamu sudah ketularan romantis ya kaya Iky hem... Bubu jadi bahagia, karena biasanya kan kamu suka cuek kaya Babamu itu tidak peka” ucap Naya sambil melirik ke arah Ipul.


Ipul pun secepat mungkin menatap ke arah lainnya karena ia sadar jika dirinya memang kalah romantis dengan anak di bawah umur seperti Iky.


“Hehe... Y-ya sama-sama Bubu. Ma-maaf ya kalau Isty lupa sama hari ini, tapi Isty ucapkan selamat hari Ibu sedunia. Semoga Bubu Naynay dan Bubu Cantik bisa menjadi besan... yeeeyy...” sontak ucapan Isty membuat semuanya melongo tak percaya melihat Isty dan Iky malah bersorak ria.


Tentu saja Cantika dan Naya langsung saling menatap satu sama lain secara bergantian. Mereka benar-benar sangat terkejut dengan apa yang Isty katakan.


“Isty memangnya tahu arti dari kata besan?” tanya Ipul untuk memastikan semuanya.

__ADS_1


“Enggak, cuma Isty suka lihat di gambar-gambar gitu terus ada ucapan kaya gitu. Jadi Isty ikutin aja deh siapa tahu artinya bagus kan hehe...” ucap Isty dengan kepolosannya dan membuat semuanya tersenyum canggung.


“Memangna becan itu apa Baba?” celetuk polos Iky sambil menatap Ipul.


Semuanya langsung dibuat kalang kabut kebingungan harus memberikan jawaban apa pada pertanyaan Iky. Di usianya yang sangat kecil seperti ini pun pasti mereka tidak akan paham.


“E... a-anu... e... i-itu... Aduh Baba lupa hehe...” sahut Ipul dengan begitu gerogi.


“Kebiacaan Baba mah suka begitu, kalau lupa mulu belalti Baba udah tua dong?” ucap Iky yang malah membuat semua yang tadinya canggung kini menahan tawanya.


“Yaaak... Enak saja, Baba masih muda tahu” pekik Ipul dengan tidak terima.


“Memang nyatanya Baba sudah tua kan, buktinya waktu itu Isty lihat Bubu lagi nyabut uban di rambut Baba” jawab Isty yang membuat semuanya tertawa melihat wajah Ipul seperti maling yang sedang kepergok oleh warga.


“Aduh gawat ini... Isty bisa-bisanya tahu kalau Naya sedang mencabut ubanku. Jadi aku harus hati-hati takutnya saat aku lagi belah duren Isty masuk ke kamar wah... Berabe kalo gitu mah. Duren belum di belah, malah otak suci anakku yang ke belah uwah...” gumam Ipul di dalam hatinya.


Semua tertawa dengan sangat senang, hingga akhirnya hari sudah mulai sore dan Baby Iva juga sudah tertidur di gendongan Cantika. Akhirnya mereka pulang ke rumah masing-masing dengan menaiki mobil Arya, karena jarak rumah Arya dan Ipul tidaklah jauh.


Namun jika mereka menggunakan 2 mobil, malah itu akan menjadi lebih ribet lagi. Rumah mereka kan sangat deket, jadi pakai 1 mobil saja yang muat banyak seperti mobil khusus keluarga. Sedangkan Abah dan Umi tidak mau ikut mereka berlibur agar tidak mengganggu kesenangan mereka di luar.


Apa lagi Abah dan Umi pun kondisinya tidak sesehat dulu. Kalau pun terlalu banyak duduk akan membuat mereka semakin cape dan juga pegal. Jadi Abah dan Umi memilih untuk di tetap rumah saja menunggu kepulangan cucu-cucu mereka.


*


*


Jam sudah menunjukkan pukul 7, dan Ash telah bersiap-siap untuk kembali ke Mesnya. Namun berbeda dengan Sasya, ia malah masih sibuk ngurusin big Baby yang begitu manja.


“Kiss... Pulang bareng yuk...” ucap Ash sambil berdiri di depan meja Sasya dengan keadaan Sasya yang masih benar-benar kesal.


“Duluan aja, aku masih ada pasien yang harus aku urus. Kalau enggak sempat pulang, paling aku tidur di rumah sakit saja bareng dokter yang lembur” ucap Sasya dengan nada malasnya.


“Patient? Who? Tapi sejak kapan Dokter kaya kita ada jadwal lemburnya? Bukannya jam kerja kita dari jam 8 sampai jam 7 malam, dan ini udah lebih 15 menit loh Kiss...” jawab Ash dengan wajah bingungnya.


“Pokoknya ada lah, nanti aku ceritain sama kamu. Orangnya tuh ngeselin banget sumpah bikin bete lama-lama, jadi pengen cepat balik ngampus rasanya” ucap Sasya sambil merebahkan badan di mejanya.

__ADS_1


Ash yang melihat wajah Sasya pun merasa sangat kasihan karena ia tahu Sasya sudah benar-benar lelah, namun ia memaksakan semua itu hanya demi pasien yang entahlah Ash juga tidak tahu. Bahkan saat Sasya cerita seperti ini, malah membuat Ash semakin menjadi penasaran.


“Who is the patient? Siapa yang bisa buat Kiss kesel kaya gini, apa harus aku mencari tahunya sendiri? Ya mungkin dengan begini aku bisa tahu dan lihat sendiri sengeselin apa sih pasien itu...” gumam Ash di dalam hatinya.


“Sudah kamu pulang sana istirahat, biar besok kerjanya lebih semangat lagi. Aku gapapa kok, calm down okay...” ucap Sasya sambil tersenyum menatap Ash supaya membuat Ash percaya jika dirinya akan baik-baik saja di sini.


Sasya dapat melihat adanya rasa cemas di dalam pikiran Ash. Kemudian Ash tersenyum kembali kepada Sasya.


“Ya sudah, aku duluan ya. Kamu jangan lupa makan, istirahat terus vitaminnya di minum okay...” ucap Ash.


Sasya mengangguk pelan dan tetap tersenyum. Lalu Ash melambaikan tangannya sambil berjalan pergi meninggalkan Sasya di ruangannya.


Setelah kepergian Ash, Sasya kembali merebahkan tubuhnya di meja.


“Huhhh... Baru juga ngerasain jadi seorang dokter, sudah ada saja pasien yang menyebalkan seperti dia. Tapi sabar Sasya, sabar... Kamu pasti bisa karena jika kamu sudah mendapat gelar, maka pasienmu akan semakin bertambah dan juga berbeda-beda"


" Ya mungkin saja nanti ada yang lebih menyebalkan dari pada dia kan, jadi anggap saja kamu sedang latihan ya latihan jadi seorang dokter profesional” gumam Sasya dengan sangat lirih sambil tersenyum.


Badannya yang begitu lelah membuat Sasya memejamkan matanya hingga tertidur di atas mejanya. Namun hanya selang beberapa menit saja, sudah ada yang mengetuk ruangan itu.


Tokk... Tokk... Tokk...


Sasya terkejut dan ia langsung duduk dengan keadaan mengelap mulutnya karena ia takut jika sampai tanpa sengaja ia tertidur dalam keadaan mulut terbuka.


...ΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩ...


Hello semua para pembaca setia kesayangan Author... 😊😊😊


Semoga kalian sehat selalu dan terus bahagia semuanya... 😇😇😇


Terima kasih atas semua dukungan kalian selama ini... 🙏🏻🙏🏻🙏🏻


Mohon terus dukung Author yang masih banyak kekurangan ini 🥺🥺🥺


Sayang kalian banyak banyak para pembaca setiaku ❤️❤️❤️

__ADS_1


Jaga diri kalian dan sampai jumpa lagi semuanya... 🤗🤗🤗


Papaaayyy~~~ 👋🏻👋🏻👋🏻👋🏻👋🏻


__ADS_2