
Ya meskipun mereka saudara, tapi bagi semua mafioso itu kalau 3 serangkai ini sangatlah pintar untuk memposisikan diri mereka kapan untuk pekerjaan dan persaudaraan. Akhirnya saat Alex sudah masuki mobilnya, Pinjai segera menutup pintunya sedikit keras sampai membuat Alex sedikit terkejut.
“Astaga kenapa dia lebih menyeramkan dariku... memangnya apa salahku? Aku kan hanya berkata sesuai faktanya saja kalau dia memang mengompol kemarin jadi kenapa dia marah coba, kecuali aku berbohong baru dia bisa marah tapi ini kan aku jujur...”
Alex bergumam di dalam hatinya sambil kedua alisnya mengerut memperhatikan gerak-gerik Pinjai yang sekarang sudah memasuki mobil degan wajah datarnya dan penuh emosi. Pinjai lalu menoleh ke arah belakang dan menatap mata Alex dengan tajam.
“Apa maksudmu berbicara seperti itu di tempat umum, hah!! Apa kau lupa kalau itu aib yang sangat menjijikkan untukku, dan juga itu karena ulahmu” ucap Pinjai dengan nada kesalnya.
“Terus?” jawab Alex dengan sangat cuek dan dingin, yang malah membuat Pinjai semakin kesal.
“Ckk... sudahlah, capek ngomong sama kamu tuh. Urus saja sendiri sono dunia cintamu itu. Aku tak akan lagi mau ikut campur denganmu!” tegas Pinjai dan dia langsung melajukan mobilnya.
“Apa-apaan ini, hah!! Kau tidak mau lagi membantuku hanya karena aku sudah berbicara seperti itu tentangmu di depan umum tadi? Tetapi itu adalah kenyataan, lalu salahku dimana coba?!!” pekik Alex dengan nada emosinya sambil ia pindah tempat duduk menjadi duduk di sebelah Pinjai supaya dia bisa menatapnya dari samping.
“Kau pikir saja sendiri sana” jawab Pinjai yang sudah malas dan Alex menatapnya dengan perasaan kesal yang membuat dia langsung berteriak.
“Arrrghhhhh... oke... oke... aku salah, ya aku salah! Aku minta maaf, karena udah membuatmu malu di depan umum. Aku siap jika harus menggantikannya juga... setidaknya kau tidak marah lagi padaku” ucap Alex.
“Sudahlah lupakan aja, maaf aku terlalu emosi. Mungkin karena aku masih kesal denganmu tentang masalah kemarin itu jadi aku masih ke bawa sampai saat ini” ucap Pinjai.
“Aku yang harusnya minta maaf padamu dan mungkin aku memang keterlaluan denganmu dan Kak Joko. Sekali lagi aku minta maaf... dan jangan pernah marah atau pun membenciku. Aku sudah tidak punya siapa-siapa lagi selain kalian...” ucap lirih Alex sambil menundukkan kepalanya.
Ya meskipun Alex terlihat sangat kejam, tapi sebenarnya dia itu sangat kesepian sama seperti halnya Joko dan Pinjai. Namun Alex terkadang menjadi manja karena sifatnya masih sangat labil dan juga tidak terkontrol. Pinjai menoleh dan mengusap punggung Alex yang malah membuat mereka saling menatap satu sama lain.
“Kau adalah adikku, jadi bagaimana aku bisa marah lama-lama denganmu hem... senakal-nakalnya seorang adik, pastinya sang Kakak akan tetap menyayanginya” sahut Pinjai dengan senyuman.
“Terima kasih... berarti kau masih mau kan bantu aku buat mendapatkan Sasya kembali hem... Please...” Alex memohon dan membuat Pinjai tersenyum serta ia menganggukkan kepalanya, sambil Alex yang melihat itu pun bersorak bahagia hingga membuat Pinjai terkekeh kecil.
__ADS_1
“Yeeesss... haha... makasih...” ucap Alex dengan wajah bahagianya, kemudian mereka kembali pergi ke markas untuk mengurus pekerjaan yang sempat tertunda.
...*...
...*...
Di rumah sakit
Saat ini Ash sedang kebingungan karena suster yang biasa menemaninya sedang ada kesibukan lainnya, jadi sekarang dia harus merawat pasien wanitanya yang cukup berumur itu sendirian. Di tambah pasien-pasiennya juga terbilang sangat bawel, rewel dan juga manja dan bahkan melebihi anak kecil. Maklumlah, sudah berumur pasti sikapnya kembali seperti anak-anak.
“Good Morning Nenek cantik...” sapa Ash saat memasuki ruangan tersebut dan membuat seseorang yang tiduran di atas bangkar menoleh dan tersenyum.
“Dotel Es? Aduh... doktel kemana aja sih aku dari tadi nungguin loh” ujar seorang nenek dengan cara bicaranya yang cadel akibat beberapa giginya telah hilang dari tempatnya.
“Ash, Nek... Ash... bukannya Es...” ucap Ash penuh penekanan, yang membuat anak serta mantunya tertawa kecil saat melihat Ibunya selalu menggoda Ash.
“Ndak mau, aku maunya manggil doktel ganteng aja deh... bolehkan? Siapa tahu doktel mau gitu jadi pacal aku, kan aku jomblo loh... anak-anak aku juga setuju kok, ya kan...” ucap sang Nenek sambil menoleh ke arah anak dan mantunya itu yang kini tersenyum menganggukkan kepala mereka.
“Sumpah demi apa ini? Nenek setua ini nembak anak muda dengan mudahnya tanpa rasa grogi sedikit pun? Di tambah lagi mantu dan anaknya ikutan setuju? Gila gila gila... dunia benar-benar sudah terbalik ya..."
"Aku aja yang mau nembak Kiss banyak pertimbangannya, lah ini Nenek sudah terbaring lemah tidak berdaya ini malah sibuk-sibuknya cari pacar. Hahh... kalau gini caranya, aku jadi pengen cepat balik ke kampus aja deh...”
Ash bergumam di dalam hatinya yang membuat dia kini hanya bisa tersenyum menatap sang Nenek. Lalu Ash kembali berjalan mendekati sang Nenek.
“Boleh saya periksa kondisi Nenek hari ini? Siapa tahu kan, Nenek sudah boleh pulang besok hari ini?” ucap Ash dengan sindiran mengusir tetapi secara halus.
“Yaaahh... jangan cepat sembuh dong Dok... kan nanti aku jadi ndak bisa lihat doktel Es lagi deh. Bagaimana kalau aku galau? Mendingan aku sakit aja ya... bial teyus di pelhatiin sama doktel hehehe...” ucap Nenek dengan kegenitannya yang mampu membuat Ash seketika merasa ingin melemparkan Nenek itu ke planet Pluto agar Nenek bisa ketemuan dengan kawan-kawannya.
__ADS_1
“Aishh... Mamah ini, orang yang sakit aja mau cepat-cepat sehat biar bisa pulang ke rumah. Ini Mamah malah mau sakit terus-terusan dan tinggal di sini karena mau diperhatikan oleh dokter Ash ya...” sahut sang anak dengan sedikit kesal.
“Sudah dong Mah, jangan terus-terusan menggoda dokter Ash. Kasihan dia nanti bisa-bisa enggak mau lagi memeriksa Mamah lagi loh kalau Mamahnya genit begini. Lagian dokter Ash sudah punya pacar ya kan Dok...” ucap sang mantu dengan memberi kode pada Ash untuk mengiyakan saja dari pada ia selalu di gangguin sang Nenek, lebih baik ia cari jalan pintas yang aman.
“I-iya... hehe... a-aku sudah punya pacar, Nek. Maaf ya... mungkin nanti akan ada laki-laki yang jauh lebih ganteng dari aku untuk jadi pacar Nenek. Jadi sekarang Nenek harus fokus sama kesehatannya biar cepat pulang. Kasihan cucu-cucu di rumah pasti sudah pada kangen sama Neneknya” ucap Ash sambil ia berdiri di depan sang Nenek.
“Yaaahh... aku gagal dong dapat pacal seorang doktel. Padahal kan aku sudah lope-lope loh sama doktel Es. Tapi kalau doktel sudah punya pacal ya gapapa kok aku mau jadi selingkuhan doktel” jawab sang Nenek yang senyuman manisnya sehingga membuat semuanya terkejut bukan main.
Bahkan Ash berjalan mundur menjauhi sang Nenek dengan ekspresi wajahnya yang sudah tidak bisa di jelaskan lagi betapa shocknya ia mendengar ucapan yang begitu ekstrem. Sedangkan anak dan mantunya sang Nenek hanya bisa menepuk dahi mereka serta mengelus dada mereka berulang-ulang kali dengan menggelengkan kepalanya. Namun di saat semuanya sedang sibuk dengan ekspresi mereka, kini dibuyarkan oleh suara pintu yang terbuka begitu saja.
Ceklek !...
“Permisi...” ucap seorang wanita cantik dengan pakaian suster masuk sambil ia tersenyum lebar dan berjalan mendekati bangkar sang Nenek.
...ΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩ...
Hel... to the Lo... Hello guys... 😄😄😄
Kembali lagi dengan Author kalian yang banyak kekurangan ini... ☺️☺️😊
Kalian tahu gak Author baru bikin Group Chat loh dan masih sepi nih 🥳🥳🥳
Jika kalian ingin join ke Group langsung saja ke beranda Author ya... 😎😎😎
Nama Group Chatnya itu adalah "Kang Salto Barbar" kayak Author 🤣🤣🤣
Silahkan join aja guys, gak akan di apa-apain kok tenang aja ya... 🤭🤭🤭
__ADS_1
Jaga diri kalian dan sampai jumpa di bab selanjutnya semuanya... 🤗🤗🤗
Papaaayyy~~~ 👋🏻👋🏻👋🏻👋🏻👋🏻