Gairah Duda Perjaka

Gairah Duda Perjaka
Hari Pernikahan Brian Dan Hana


__ADS_3

Hari ini adalah hari yang paling bahagia bagi keluarga Brian dan Hana, apa lagi dengan Qisya dia sangat bahagia.


Tetapi berbeda dengan Hana dia hay tersenyum penuh arti, karena hari ini adalah hari pertama ia memulai hidupnya yang akan terukir dengan rintangan berat kedepannya.


Sedangkan Brian tak henti-hentinya meminta maaf kepada foto Sandra di dalam kamarnya karena sudah menghianatinya, Brian lakukan semu ini seolah-olah hanya untuk kebahagiaan Qisya.


*


*


*


*


Pernikahan mewah nan megah ini di adaan di gedung yang sangat terkenal di Jakarta.


Bahkan Brian menyewakan 10 bus besar dengan pelayanan terbaik untuk membawa tetangga desa agar menghadiri pernikahan Brian dan Hana di Jakarta.


Brian hampir menggundang 500.000 orang yang bercampur dengan karyawan perusahaan, teman bisnisnya dan semua sahabat atau pun rekan bisnis papahnya dan di tambah dengan teman mamahnya.


Entahlah Brian tidak tahu berapa jumlah readers yang telah di undangnya di episode sebelumnya, yang akan hadir di acaranya pernikahannya ini.


Jam sudah menunjukkan pukul 10 kurang 20 menit.


Sang penghulu sudah duduk di kursinya bersama para saksi lainnya serta tamu undangan yang begitu padat memenuhi gedung pernikahan.

__ADS_1


Dan saatnya sang MC memulai acaranya dengan sedikit memanjatkan doa-doa dan pujian syukur kepada Allah SWT sambil membaca tablet di depannya.


Kemudian sang MC berkata "Para hadirin yang terhormat, silakkan berdiri lebih dulu untuk menyambut kedatangan mempelai laki-laki. Dan mempelai di persilakkan memasuki gedung"


Semua para tamu menatap ke arah karpet merah bersamaan dengan masukknya Brian yang di gandeng dengan papah dan mamahnya, serta Qisya berjalan di depan Brian menggunakan kebaya yang sangat cantik dengan langkah lucunya membuat semua mata salah fokus dan malah menatap seorang putri kecil yang menggemaskan.


"Wah.. lucu sekali ya, anak angkatnya Tuan Brian. Tidak menyangka Tuan Brian bisa menjadi seorang ayah yang hebat seperti ini dan bisa melangkah sejauh ini, yang jelas-jelas masa lalunya bersama mendiang istrinya sangat menyedihkan" ucap salah satu tamu kepada tamu yang lain.


"Ya benar, Tuan Brian juga terlihat sangat gagah bahkan seperti sugar Daddy yang sangat menyayangi anak angkatnya. Mereka memang benar-benar cocok ya, keluarga pak Ferry benar-benar keluarga yang sangat menjadi panutan untuk kita" ucap tamu yang lain.


Kemudian, Brian di antar oleh kedua orang tuanya menuju meja sang penghulu, dan mendudukan Brian secara perlahan.


Brian tersenyum dengan pakaian pernikahan berjas berwarna putih mengkilap, yang menandakan aura ketampanannya sangat terlihat dan membuat iri pada pria yang ada di sana.


Kemudian sang MC yang sudah melihat mempelai laki-laki sudah menghadiri dan menempati posisinya kini giliran sang mempelai wanita yang di panggil.


"Sekarang waktunya kita mempersilakkan calon mempelai wanitanya untuk memasuki gedung, mari kita sambut dengan bidadari dari Tuan Brian" ucap sang MC.


Semua orang berlomba-lomba penasaran dengan sosok calon istri Brian yang belum sama sekali pernah mereka temui bahkan tidak pernah mereka melihat Brian berdekatan oleh seorang wanita setelah kejadian waktu itu bersama mendiang istrinya.


Hana memasuki gedung yang beralaskan karpet merah yang sangat panjang dengan gaun kebaya putih menjulang kebawah yang mengkilap serta hijab dan hiasan maupun aksesoris yang di gunakan oleh Hana semua berpadukan menjadi suatu lukisan yang terlihat sangat indah.


"Walah, cantik sekali Hana. Bahkan ia terlihat seperti bidadari ya bu, beruntungnya suaminya itu bisa mendapatkan anak sebaik Hana yang berasal dari keluarga baik" ucap tetangga Hana dengan bahasa lokal.


"Ya bu, mereka berdua saling beruntung loh. Hana mendapatkan prian tampan yang sangat mapan, sedangan Mas Brian mendapatkan gadis cantik baik, ramah dan penurut seperti Hana. Semoga saja mereka berjodoh sampai maut memisahkan. Aamiin yarab.." doa tetangga Hana dengan bahasa lokalnya dan di aminkan oleh tetangga lainnya.

__ADS_1


Bahkan Brian sndri pun yang menengok ke arah Hana di buat sangat terkejut melihat kecantikan Hana yang seperti bidadari surga.


"Hana, kau terlihat sangat cantik sekali hari ini. Bahkan melebihi kecantikan Sandra. Aku beruntung bisa mendapatkan ke dua wanita yang sangat baik. Hanya saja aku cuman bisa memiliki salah satunya, jika Sandra masih hidup. Aku akan memiliki keduanya dengan sangat bahagia" ucap Brian di dalam hati kecilny sambil menatap Hana yang begitu cantik.


Hana berjalan mendekati Brian sambil di gandeng dengan Abah dan Umi secara perlahan mereka melangkahkan kakinya untuk mendekati meja sang penghulu dan mendudukkan Hana secara tepat di samping Brian yang masih menatap kagum Hana.


"Sudah mas jangan dilihatin mulu takut ngences loh, kan nanti bisa sepuaskan tiap detik di lihatin tanpa ad yang melarangnya lagi seperti Abah, dan bahkan saat tidur pun juga mas Brian bisa melihat mbak Hana haha.." goda Arya yang melah mendapati pukulan dari Abah yang duduk di samping Arya.


"Kamu ini masih kecil sudah menggoda orang dewasa saja" ucap Abah dengan wajah bahagianya.


"Ouchh.. hehe, gapapa, Bah. Kali-kali kan menggona mbak Hana, karena bentar lagi pasti ada pawangnya yang akan selalu membela mbak Hana hihi.." ucap Arya sambil tertawa meledek Brian.


"Haha.. ya benar kamu Arya, pasti anakku akan menjaga Hana dengan sangat ketat tanpa boleh ada satu orang pun yang berhasil mengganggu atau menyentuh istrinya itu" goda Tuan Ferry dengan tawaan.


Semua yang ada di sana tertawa bahagia, tetapi beda dengan Brian dan Hana.


Brian dan Hana hanya tersenyum dengan sesekali ikut tertawa sangat kecil dengan pikiran mereka masing-masing.


"Jika itu benar adanya mungkin aku akan merasakan sangat bahagia, tetapi jika tidak. Maka aku cuman bisa berharap pernikahanku ini akan terus selamanya bertahan dan berdoa semoga Allah selalu memberiku kesabaran tanpa letih untuk menghadapi cobaan pait setelah ini" ucap Hana di dalam Hati.


"Kehidupan baruku akan segera di mulai, dan maafkan aku Sandra. Jika aku sudah menghianatimu, aku lakukan semua ini hanya demi kebahagiian Qisya anakku dan demi permintaanmu waktu itu untuk segera menikahi Hana. Meski pun aku memiliki rasa kepada Hana, tapi rasaku untumu lah yang sangat besar" ucap Brian di dalam hati.


Sampai akhirnya sang MC segera memulai acara ijab kabulnya dengan mempersilakkan pembaca Al-Qur'an untuk membacakan ayat-ayat suci Al-Qur'an serta artinya.


Kemudian di sambung oleh sang penghulu yang memanjatkan doa-doa serta pujian untuk memulai acara akad nikah atau ijab kabul ini.

__ADS_1


__ADS_2