Gairah Duda Perjaka

Gairah Duda Perjaka
Hana Tidak Sendiri


__ADS_3

“Bunda, Qisya datang lagi jemput Bunda nih...” ucap Qisya sambil berteriak memanggil Hana.


Hana yang mendengar suara Qisya ingin berhenti berlari, namun ia tidak jadi dan mengurungkan niatnya untuk berhenti.


“Qi-Qisyah... hah... hah... tidak, aku tidak boleh berhenti, menengok ataupun menjawabnya. Aku harus fokus berjuang demi keluar dari sini. Ya, aku harus lebih konsentrasi lagi supaya cepat menemukan cahaya itu ” ucap Hana di dalam hatinya.


“Hiks... Bunda jahat, enggak mau lihat Qisya. Bunda sudah tidak sayang Qisya lagi huaa... hiks... Qisya benci Bunda” teriak Qisya sambil menangis.


Hana hampir saja menghentikan langkahnya karena mendengar suara isak tangis Qisya yang sangat menyayat hatinya.


“Maafkan Bunda, Qisya. Jika Bunda menengok maka kita selamanya tidak akan bertemu kembali. Jadi sekali lagi maafkan Bunda, Bunda seperti ini karena sayang sama Qisya dan ingin kembali kumpul bersama kalian. Tunggu Bunda sayang ” saut Hana di dalam hatinya.


Hana kembali berlari sambil menangis mencari ke semua tempat, namun naas Hana belum bisa menemukan cahaya tersebut.


“Sayang, kemarilah. Ini aku suamimu, apa kamu tidak mau memelukku heum...” saut Brian.


“Mas Brian? Apakah benar itu dia? Ta-tapi aku tidak boleh menjawab bahkan menengok ke arahnya. Aduh bagaimana ini, kenapa sulit sekali sih. Apa lagi aku sudah mulai lelah ” ucap Hana di dalam hatinya sambil berlari dengan napas berat.


“Sayang kenapa kamu malah lari, aku di sini loh. Ayo kesini, kamu sudah tidak mencintaiku lagi makannya kamu menjauh? Kenapa sayang, kenapa kamu tega seperti ini. Apa kamu marah padaku? Apa kamu benci aku? Hiks... sayang...” Brian berlari mengejar Hana sambil mencekal tangan Hana.


“Ya ampun, Mas Brian kenapa megang tanganku sih. Aduh... gimana ini ya, aku benar-benar sudah lelah. Aku tidak kuat lagi hah... hah... Mas Brian tolong lepasin, Hana tidak bermaksud seperti ini. Hana cuman ingin segera pulang dan bisa berkumpul bersama lagi. Jika Hana melanggar salah satunya maka Hana akan selamanya berada di sini. Hana mohon Mas, tolong lepasin tangan Hana ” saut Hana di dalam hatinya sambil menangis dengan keadaan berlari kecil lalu Hana mencoba melepaskan genggaman tangan Brian.


Hana berusaha berlari sekuat tenaganya untuk segera menjauhi Brian saat tangannya berhasil lolos dari genggaman Brian.


“Hiks... kamu jahat Hana, jahat!! Aku kecewa sama kamu. Aku benci sama kamu! Bencii!!” teriak Brian sambil menagis.


Hana tidak menghiraukan semua itu meskipun rasanya sangat sesak serta kini Hana mulai kehabisan tenaga.


“Ya Allah... Hana harus mencari kemana lagi. Hana cape, lelah, haus. Hana ingin beristirahat tapi Hana tidak mau menyia-nyiakan kesempatan ini. Bantu Hana ya Allah agar Hana bisa lebih kuat lagi untuk mencari cahaya itu. Dan berikan Hana petunjuk dimana keberadaan cahaya itu ” doa Hana di dalam hatinya.


Perlahan demi perlahan kaki Hana terasa sangat lemas, sampai akhirnya ia terjatuh..


Bruuugh ! ...


“Arghhh...” teriak Hana saat tubuhnya mulai tidak bisa di seimbangi.

__ADS_1


“Hiks... Hana gagal, Hana sudah tidak bisa pulang lagi hiks..., maafkan Hana Abah, Umi, Arya, Mamah, Papah, Mas Brian, Qisya. Hiks... Hana sudah tidak kuat lagi hah... hah..."


Hana menangis dengan keadaan terduduk sambil mengatur nafasnya yang semakin memberat, ia menangis sejadi-jadinya meratapi penyesalannya.


...*...


...*...


...*...


...*...


Di rumah sakit


Kini keadaan Hana semakin memburuk, alat medis semua berbunyi bersamaan dengan jangka waktu yang sangat cepat. Brian yang sudah memanggil sang dokter membuat ia sangat cemas.


Bahkan Brian tidak mau meninggalkan Hana sendirian, ia menggenggam tangan Hana sambil menangis dan mencoba untuk menguatkan Hana. Hampir 1 jam lebih Hana mengalami kejang-kejang dengan nafas yang memburu serta air mata selalu menetes.


Sampai akhirnya kondisi Hana sudah kembali normal, dan itu membuat Brian sedikit merasa lega.


“Alhamdulillah saat ini kondisi Nyonya Hana sudah membaik Tuan, mungkin kejadian tadi sedang ia alami di dalam alam sadarnya makanya tubuhnya bereaksi seperti tadi. Saya harap Tuan bisa membantu Nyonya untuk melewati masa sulitnya dengan berjuang untuk kembali sadar dari komanya. Terus beri istri Tuan semangat agar tidak merasa sendiri” ucap sang dokter.


“Tidak, Hana tidak sendiri dok. Saya akan terus menemaninya dan saya akan menjadi orang yang pertama kali ia lihat ketika ia sudah sadar nanti” ucap Brian sambil menciumi kening Hana sambil air matanya tak henti-hentinya menetes.


Siang telah berganti menjadi malam. Bahkan semua keluarga sudah berkumpul dikamar rawat Hana untuk merayakan ulang tahun Qisya tepat jam 12 malam nanti.


Abah, Umi serta Arya sudah sampai 1 jam yang lalu, kini mereka semua sedang berbincang-bincang di ruang tamu bersama Tuan Ferry dan Nyonya Syifa.


Sedangkan Qisya bersama Brian untuk menemani Hana sambil mengajaknya bicara. Saat ini semua sudah tahu bagaimana kondisi Hana tadi siang yang hampir saja membuat Brian jantungan.


Qisya yang sudah merasa sangat lelah langsung tertidur di samping Hana sambil minta kepada Brian untuk dibangunkan tepat di hari ulang tahunnya nanti tengah malam.


Brian dengan damai menatap wajah kedua gadis cantik yang telah mengisi hari-harinya dengan datang ke kehidupan Brian. Perlahan demi perlahan tangan Brian terangkat untuk mengelus kedua wanita yang sedang tertidur dengan sangat lembut.


“Begitu banyak sikap dinginku yang membuat kalian merasa sangat bersedih setiap harinya. Kini, tidak lagi. Aku telah berjanji untuk membuat semuanya bahagia, tidak ada tangis kesedihan. Hanya akan ada tangis kebahagiaan”

__ADS_1


“Kehidupanku benar-benar telah berubah semenjak kehadiran kalian berdua yang telah mengisi kekosonganku. Kalian adalah wanita yang hebat, wanita yang baik, wanita yang penurut bahkan wanita yang sangat spesial. Aku beruntung telah memiliki kalian berdua, ditambah sebentar lagi ada malaikat-malaikat kecil yang akan hadir dalam kehidupan kita semua yang akan menambah warna dalam keluarga kecil kita ini. Aku berharap semoga kita semua akan akur serta rukun sampai nanti waktunya aku pergi dari dunia ini”


“Banyak pembelajaran yang aku ambil dari kejadian waktu itu yang membuat aku sadar. Bahwa, yang namanya cinta tidak bisa selamanya dipendam. Cinta juga butuh yang namanya kepastian. Jika cinta itu hilang maka kita akan merasakan penyesalan yang teramat dalam. Karena kita belum bisa mengungkapkannya kepada orang yang telah berhasil membuat kita merasakan jatuh cinta. Lebih baik mengutarakannya lebih dulu, meski pun hasilnya buruk karena setidaknya kita sudah berusaha meluapkan semua perasaan kita agar membuat kita merasa lebih lega”


“Kehidupan banyak mengajarkan kita untuk tetap saling menghargai satu sama lain, baik pasangan maupun keluarga ataupun orang lain. Aku terlalu angkuh untuk mau mengerti pasanganku, dan aku hanya mau untuk dimengerti. Bahkan aku terlalu egois untuk mengungkapkan perasaanku dengan menutupinya melalui sikap dinginku. Namun, aku tidak akan lagi mengulanginya. Aku hanya bersikap dingin kepada orang lain di luar dari ikatan keluarga. Dan aku akan menjaga kalian semua semampu dan sekuat tenagaku”


Brian terus saja mengoceh tanpa jeda untuk mengungkapkan semua perasaannya, sampai akhirnya tanpa Brian sadari jari telunjuk Hana sedikit bergerak.


Tepat di jam 23.58 Brian sudah membangunkan Qisya, bahkan saat ini Qisya masih terlihat sangat mengantuk. Tetapi ia urungkan karena ia ingin sekali merayakan ulang tahunnya tepat jam 00.00 bersama Hana.


...ΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩ...


Hello para pembaca setiaku... 😁😁😁


Semoga kalian semuanya sehat dan selalu bahagia... 😚😚😘


Author mau kasih sedikit pengumuman dulu nehh buat kalian 👉🏻👈🏻


Kalian tahu... Novel ini akan segera berakhir atau taman 😱😱😱


Jadi Author ingin meminta pendapat kalian semua disini... 🤭🤭🤭


Adakah yang mau lanjut Season 2 atau bikin novel baru nehh... 🤔🤔🤔


Karena di novel ini kan sudah banyak konflik dan kejadian... 😗😗😗


Jadi Author bingung lebih baik lanjut atau bikin cerita baru 🤷🏻‍♀️🤷🏻‍♀️🤷🏻‍♀️


Tolong berikan masukan dan saran kalian di komentar yaaa... 😊😊😊


Terima kasih atas semua dukungan yang kalian berikan 🙏🏻🙏🏻🙏🏻


Itu sangatlah berarti besar untuk Author selama ini semuanya... 🥺🥺🥺


Jaga diri kalian dan sampai jumpa lagi pembaca setiaku... 🤗🤗🤗

__ADS_1


Papaaayyy ~~~ 👋🏻👋🏻👋🏻👋🏻👋🏻


__ADS_2