Gairah Duda Perjaka

Gairah Duda Perjaka
Berantem dan Berteriak


__ADS_3

“Aku harap suatu saat nanti ketika kalian telah menyadari semua itu dan bisa berdamai dengan diri kalian masing-masing, maka kalian akan sadar itulah yang di namakan cinta. Semoga kelak kalian bisa kembali bersatu. Hanya itu yang bisa aku lakukan, jika takdir berkata lain maka aku tidak bisa berbuat apa-apa. Tapi, jika takdir berkata iya, maka pertemuan kalian untuk kedepannya akan berbuah kemanisan bukan seperti pertemuan kalian saat ini yang berbuah kepahitan ”


Pinjai bergumam di dalam dirinya saat melihat Bisma kembali ke kamarnya dengan keadaan wajah yang sembab. Namun, Bisma menyembunyikan itu semua agar tidak ada yang melihatnya karena Pinjai tahu jika Bisma paling tidak suka untuk di kasihani. Pinjai sangat tahu tentang sifat bahkan karakter seorang Bisma yang begitu kejam.


Namun di balik topengnya itu, Pinjai paham betul kalau Bisma melakukan pekerjaan ini hanya karena ia ingin membalaskan dendamnya kepada keluarga Qisya. Sehingga Bisma berubah menjadi monster yang mengerikan, dan seiring berjalannya waktu pekerjaan terlarang ini membuat Bisma merasa nyaman. Lalu, ia mencari yang lebih, lebih dan lebih untuk mengejar apa pun yang dia inginkan harus terjadi tanpa adanya penolakan.


Jika ada yang berani menolaknya, maka tak segan-segan Bisma untuk menghabisinya agar tidak ada penghalang untuknya supaya bisa memiliki apa pun yang ia inginkan. Namun, itu hanyalah masalah kekayaan. Tapi jika masalah wanita atau pun pasangan, Bisma tidak pernah sedikit pun mencari bahkan mendekati wanita mana pun.


Bisma selalu hidup sendiri saat Ibunya telah tiada meninggalkan dirinya. Bahkan, Bisma sangat tidak percaya dengan kata cinta. Dia sangat menolak perasaannya untuk bisa merasakan apa itu cinta. Ia tidak mau jika nasibnya sama seperti Ibunya yang telah di khianati oleh Ayahnya, yang mana Ibu Bisma adalah selingkuhan atau istri sirih dari sang Ayah.


Ya, memang di sini tidak ada yang salah dari sang Ibu karena sang Ibu tidak tahu jika sang Ayah sudah memiliki istri atau pun anak. Saat sang Ibu telah mengetahui semuanya, maka di situlah ia mengalah agar membiarkan mereka hidup bahagia.


Dan yang lebih pahitnya lagi, sang Ibu menderita sakit yang cukup lama ia derita jadi sang Ibu tidak bisa berbuat banyak. Mungkin ini adalah jalan satu-satunya untuk menebus kesalahannya saat merebut suami orang yang mana ia juga tidak salah. Tapi jika kita merelakannya, itu jauh lebih baik ketimbang kita mempertahankan di saat orang tersebut tidak menginginkan kita.


...*...


...*...


Di penginapan Sakura


Brian, Hana dan kedua anak kembarnya kini sedang bersiap-siap untuk kembali ke Indonesia karena Brian mendapatkan kabar bahwa perusahaannya sedang mengalami masalah yang cukup besar. Ada salah satu karyawan Brian yang telah menggelapkan uang perusahaan, sehingga kini perusahaan Brian terancam bangkrut.


Brian yang sudah begitu pusing serta stress mencari keberadaan Qisya, kini malah ada saja masalah yang muncul menambah beban pikirannya. Brian yang tidak tahu harus bagaimana lagi, ia langsung mengajak semua keluarganya untuk ikut pulang bersamanya supaya Brian segera bisa mengatasi masalah perusahaan lalu ia akan kembali mencari Qisya.


Awalnya Hana tidak mau ikut bersama Brian, ia masih ingin tetap di Korea sambil mencari Qisya kemana pun asalkan Qisya bisa segera ditemukan. Tapi sayangnya Brian yang memang benar-benar tidak bisa dikendalikan emosinya, kini malah menjadi perdebatan yang hebat di antara keduanya sampai membuat si kembar merasa ketakutan.


“Jika Mas mau pulang, maka pulangnya sendiri. Biarkan aku dan anak-anak tetap di sini untuk mencari keberadaan Kakak” tegas Hana dengan air mata yang membasahi pipinya.


“Sudah aku bilang, bukan! Kalian semua harus ikut bersamaku pulang ke Indonesia. Setelah masalahku selesai baru kita kembali ke sini, paham! Jika sampai aku bangkrut, maka aku tidak akan tahu lagi bagaimana caranya menghidupi semua keluargaku” tegas Brian dengan nada yang begitu emosi.

__ADS_1


“Lebih baik aku kehilangan harta dari pada aku kehilangan anakku, sakit Mas... Sakit! Hati ini sangat hancur saat belahan jiwaku hilang satu, kamu tidak akan tahu bagaimana perasaan seorang ibu yang kehilangan anaknya. Jika Mas ingin menyelesaikannya silakan pulang dan biarkan kami di sini” teriak Hana yang sudah mulai terpancing emosinya.


“Kalau aku bilang pulang sekarang, ya pulang. Susah banget sih dibilanginnya. Kamu enggak akan bisa menjaga mereka tanpa adanya aku. Bagaimana jika kejadian itu terulang kembali, hah!! Bagaimana!? Apa kamu bisa mempertanggung jawab kan semua itu?” teriak Brian.


“Ayah, Bunda sudah cukup kalian berantem. Apa kalian tidak sadar, selama Kakak hilang kalian selalu saja berantem dan berteriak penuh emosi. Kalian tahu, tidak! Jika Kakak sampai tahu, pasti dia akan sedih melihat kalian seperti ini. Dan lihatlah anak kalian itu, dia menangis tak henti-hentinya saat mendengar teriakan kalian setiap hari” tegas Lukas sambil menunjuk ke arah Lily yang duduk memeluk kedua kakinya sambil menangis.


“Hiks... Bunbun, Yayah ahat hiks... Kakak hiks... Lily au itut akak aja Lily ndak au di cini cama Bunbun dan Yayah hiks... Meleka malah-malah mulu, Lily ucing, Lily akut Kak hiks...” isak tangis Lily pecah saat ia mengingat sang Kakak yang selalu memeluknya jika ia sedang merasa sedih.


Brian dan Hana menatap sendu ke arah Lily yang begitu ketakutan. Hana merasa bahwa ia sangat gagal menjadi seorang Ibu, begitu pula dengan Brian yang begitu hancur melihat keluarganya berantakan seperti ini. Brian merasa bahwa ia tidak becus menjadi kepala rumah tangga bahkan Ayah untuk mereka semua. Hana langsung mendekati Lily dan memeluknya begitu erat hingga membuat mereka menangis kejar.


“Hiks... Sayang, maafin Bunda ya kalau Bunda selalu membuat Lily takut hiks... Bunda cuma kangen sama Kakak, Bunda sangat hancur saat tidak bisa menemukan keberadaan Kakak hiks... Sekali lagi maafin Bunda ya sayang” ucap Hana sambil memeluk Lily.


“Hiks... Bunbun angan malah-malah teyus Lily atut hiks... Lily ndak au Bunbun cama Yayah malah-malah hiks...” saut Lily sambil memeluk Hana.


“Lily sayang, boleh Ayah meluk Lily?” tanya Brian dengan sangat lembut yang kini air matanya sudah mengalir deras membasahi pipinya.


Lily yang mendengar suara Brian langsung melepaskan pelukan Hana dan menatap Brian yang sedang merentangkan kedua tangannya. Lalu, Lily langsung memeluk Brian dengan erat.


Brian sadar bahkan akhir-akhir ini dirinya selalu saja bertengkar dengan Hana. Bahkan masalah kecil terkadang bisa menjadi sangat besar. Ya memang emosi Brian semenjak kehilangan Qisya menjadi tidak terkontrol, jadi apa pun kesalahan kecil pasti ia akan selalu emosi. Hana pun yang melihat itu menjadi sangat sedih, ia merasa bahwa Hana yang dulu selalu sabar dan ikhlas menghadapi cobaan kini seketika ia selalu terbawa emosi.


“Apa Bunda enggak mau peluk kita?” tanya Brian dengan lembut yang membuat Hana langsung memeluk Brian dan Lily.


Sedangkan Lukas ia tetap berdiri sambil melihat mereka semua yang sedang berpelukan.


“Kakak... Apa Kakak tahu saat Kakak enggak ada, Ayah dan Bunda selalu saja berantem bahkan merela selalu berteriak satu sama lain. Tapi Kak, ini adalah yang pertamanya mereka berpelukan semenjak Kakak hilang. Lukas mohon Kak, ayo kembali bersama kita. Lukas kangen Kakak...” ucap Lukas di dalam hatinya sambil meneteskan air matanya.


Brian yang melihat Lukas menangis pun langsung menariknya agar memeluknya, dan pada akhirnya mereka pun berpelukan bersama. Tak lupa Hana mencium kening anak-anaknya dengan penuh kasih sayang. Begitu pun dengan Brian, ia juga mencium kening sang istri beserta anak-anaknya.


Brian merasa kalau semuanya adalah salahnya. Bahkan Brian merasa bahwa ia terlalu keras kepada Hana semenjak hilangnya Qisya. Brian dan Hana selalu menyalahkan diri mereka sendiri, sehingga membuat mereka berkaut dengan perasaannya dan membuat mereka menjadi sering bertengkar.

__ADS_1


Di saat semuanya sudah mulai tenang, Brian mengajak Hana untuk sedikit menjauh dari anak-anak. Brian membawa Hana ke kamar, lalu mendudukkan Hana di tepi kasur dan ia berjongkok di depan Hana sambil memegang kedua tangan Hana.


“Mas, ada apa ini? Ayo, bangun. Hana tidak suka sikap Mas yang seperti ini” ucap Hana yang mencoba membuat Brian berdiri.


“Tidak, sayang. Biarkan aku seperti ini sebentar saja” jawab Brian dengan sangat lembut dan menatap manik mata Hana.


“Mas kenapa seperti ini sih hiks... Hana tidak suka Mas, tolong jangan kaya gini. Hana mohon Mas” ucap Hana yang kembali menangis.


“Maafkan aku sayang, selama hilangnya Qisya membuat rumah tangga kita berantakan seperti ini. Aku tahu jika akhir-akhir ini aku selalu saja emosi serta membuatmu menangis. Ini semua karena aku bingung aku enggak tahu lagi harus mencari Qisya kemana, apakah ia sudah makan atau ia sekarang tinggal dimana, sama siapa?! Aku hancur sayang, hancur hiks... Qisya yang dari bayi aku rawat, namun ketika sudah besar aku lalai dalam menjaganya. Aku gagal sayang, gagal. Aku telah gagal menjadi seorang suami dan Ayah untuk kalian. Maafkan aku hiks...” Brian menangis sambil menatap wajah Hana, kemudian dia menunduk dan terisak di paha Hana.


“Hiks... Mas, Hana mohon duduk di sini. Hana tahu bagaimana perasaan Mas, Hana paham Mas karena Han juga hancur saat kehilangan Qisya. Hana yang dulunya selalu sabar kini menjadi Hana yang selalu terpancing emosinya. Hana minta maaf Mas jika Hana belum bisa jadi Bunda yang baik untuk Qisya, Lukas, Lily dan begitu juga dengan Mas. Hana belum bisa jadi istri yang baik, yang selalu menuruti apa pun permintaan suami. Hana minta maaf Mas hiks...”


Hana menangis sejadi-jadinya yang membuat Brian langsung berdiri dan duduk di samping Hana, lalu ia memeluk Hana dengan sangat lembut. Sehingga, membuat Lukas dan Lily yang dari tadi mengintip pun menjadi tersenyum bahagia.


...ΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩ...


Sampai di sini dulu cerita untuk hari ini semuanya... 😁😁😁


Aku harap kalian menyukainya dan enjoy your life everyone 😊😊😊


Author mohon maaf karena sibuk jadi tidak update banyak bab 🥺🥺🥺


Tapi terima kasih atas dukungan dan semangat dari kalian 🙏🏻🙏🏻🙏🏻


Author akan terus memberikan cerita yang bagus dan seru lagi 😆😆😆


Jaga diri kalian dan sampai jumpa di bab selanjutnya... 🤗🤗🤗


Terima kasih dan sayang kalian banyak-banyak semua... 🥰😘❤️

__ADS_1


Papaaayyy~~~ 👋🏻👋🏻👋🏻👋🏻👋🏻


__ADS_2