Gairah Duda Perjaka

Gairah Duda Perjaka
Menyatakan Perasaan


__ADS_3

Satria berbicara dengan nada yang penuh penekanan serta tatapan tajam yang telah ia berikan kepada Brian.


“Cih.. tahu apa Anda tentang cinta!? Hana saja tidak keberatan menunggu saya, lalu kenapa Anda yang sewot? Memangnya Anda siapa? Berani sekali berbicara seperti itu padaku, dan Anda juga sudah berani menghasut istriku” saut Brian dengan nada meremehkan.


“Tuan Brian... Tuan Brian. Kasihan sekali nasibmu! Hana adalah wanita yang sangat baik. Jika waktu bisa di putar kembali aku pastikan Hana akan bahagia di tanganku. Hanya saja aku terlalu bod*doh telah menyia-nyiakan wanita seperti dia dan memilih wanita yang belum aku kenal sama sekali. Dan aku peringatkan baik-baik Tuan Brian yang terhormat. Jangan sampai kau mengecewakan Hana, jika itu yang terjadi maka aku sendiri yang akan langsung merebut dia dari kehidupanmu. Dan ingat baik-baik, jangan sampai kau menyesal seperti diriku saat ini. Permisi”


Satria menekankan semua perkataannya dengan nada yang sedikit mengancam, kemudian Satria pamit pergi ke kamar tamu yang sudah di siapkan untuknya.


Lalu, meninggalkan Brian dan Hana dengan posisi berdiam diri satu sama lain dalam keadaan mulut terkunci rapat-rapat. Hampir 5 menit mereka terdiam sampai akhirnya Brian memulai berbicara.


“Sudah jangan dipikirkan, dia hanya iri kepada keluarga kita. Jadi kamu jangan sampai terpengaruh olehnya, paham!” ucap Brian dengan nada tegasnya.


“Tapi jika itu benar bagaimana, Mas? Seandainya kamu tidak menyatakan perasaan cinta itu padaku, lalu buat apa aku menjadi istrimu? Kalau pun demi Qisya aku rela menjadi pengasuhnya kok tanpa harus mendapatkan status sebagai istrimu” ucap Hana sambil menatap Brian.


“Apa-apaan ini, hah!! Kamu bicara apa sih? Kamu jangan sampai terpengaruh sama pria gila itu ya. Ingat kamu adalah istriku sampai kapan pun itu, kamu akan tetap jadi istriku. Aku tidak akan pernah mau melepaskanmu apa pun alasannya. Paham!”


Brian berbicara dengan nada yang membentak, bahkan kini tanpa terasa Hana meneteskan air mata sambil menatap Brian.


“Kenapa nangis? Cengeng banget sih, dikit-dikit nangis, dikit-dikit mewek. Enggak cape apa nangis mulu?” tanya Brian dengan nada tegasnya.


“Mas bisa bedakan mana hati mana mainan tidak, Hana ini seorang wanita Mas. Hana juga ingin di cintai seperti layaknya seorang istri sungguhan. Bahkan kita sering melakukan hubungan suami istri tetapi, Mas sampai sekarang belum bisa menyatakan perasaan Mas kepada Hana. Apa yang membuat Mas berat mengatakannya? Apa Mas, apa? Jawab Hana, Mas... Jawab!! Hiks..”


Hana yang sudah penuh emosi membuat ia memegang kedua bahu Brian dengan sangat erat sambil menggoyangkan tubuh Brian dengan keadaan menangis.


Brian yang tidak tahu harus menjawab apa lagi, seketika hanya bisa memeluk Hana mencoba menenangkan Hana.


“Maafkan aku, Han. Aku belum bisa jujur tentang perasaan ini. Rasanya berat sekali untuk mengatakannya, aku masih belum bisa sepenuhnya mencintaimu. Aku masih terbayang dengan masa laluku. Bahkan saat aku ingin mengatakannya pikiranku selalu berkata jika aku tidak boleh menyatakan perasaan ini jika aku tidak mau membuat Sandra kecewa di sana. Tetapi hatiku selalu berkata untuk segera mengatakan cinta ini untukmu dan memulai kehidupan yang baru bersama cinta yang baru. Aku harus bagaimana Han? Berat... Ini sangat berat. Aku harus bisa melayani diriku sendiri. Dan aku juga harus bisa bertempur dengan berbagai pikiran-pikiran yang begitu menggangguku ” ucap Brian di dalam hatinya sambil memeluk Hana.


Hana langsung melepaskan pelukannya dari Brian dan sedikit berlari menuju kamarnya. Brian yang melihat Hana menangis kembali karena ulahnya membuat hatinya terasa tersayat ribuan pisau.


“Arghhhh.. sia*lan!!! Kenapa aku harus seperti ini sih, kasihan Hana. Ayo Brian ayo... Kamu harus bangkit. Lupakan semuanya dan jadikan masa lalu sebagai kenangan. Yang lebih penting saat ini adalah cinta masa depanmu yaitu Hana dan Qisya. Ayo semangat Brian... Semangat. Kamu pasti bisa keluar dari zona nyaman ini”


Brian yang begitu kesal membuat ia mengoceh sambil sesekali berteriak tetapi tidak terlalu kencang sampai kini kakinya seperti menendang-nendang angin.


Di saat Brian sudah mulai tenang kini ia berjalan menuju kamarnya. Bahkan saat Brian ingin meminta maaf kepada Hana, Brian melihat Hana sudah tertidur dengan keadan menyamping.

__ADS_1


Kemudian Brian duduk di kursi kecil sambil menatap Hana, kemudian tangannya mengusap kepala Hana sesekali Brian mencium kening Hana.


“Maafkan aku sayang, aku belum bisa jadi suami yang baik untukmu. Tapi asalkan kamu tahu jika aku ini sudah mulai mencintaimu. Hanya saja aku belum siap untuk mengatakannya langsung. Banyak perdebatan-perdebatan di dalam hati serta pikiranku yang sangat mengganjal. Maka dari itu aku sedang berusaha untuk melawannya, aku harap kamu tidak akan pernah meninggalkan aku, Han”


Kemudian Brian berjalan menuju sisi tempat tidurnya sambil merebahkan tubuhnya menghadap punggung Hana.


“Selamat tidur istriku” ucap Brian sambil mencium pucuk kepala Hana sambil memeluk Hana dari belakang.


Hana membuka kembali kedua matanya yang tadi pura-pura tertidur, kini air matanya kembali menetes.


“Terima kasih, Mas sudah mau mencintai Hana. Tetapi kenapa Mas hanya bisa mengatakannya saat Hana tertidur? Namun, jika Hana terbangun Mas sangat sulit mengatakannya. Hana paham Mas belum bisa sepenuhnya untuk menjadikan masa lalu sebagai kenangan. Tapi apa salah kalau Hana ingin mendengar langsung saat Mas mengatakan cinta Mas kepada Hana dengan keadaan kita berdua tersadar satu sama lain ” ucap Hana di dalam hatinya sambil mengeluarkan air mat yang semakin deras.


Dengan hitungan menit Hana yang sudah lelah menangis, langsung menutup matanya dan menyusul Brian ke dalam alam mimpi.


Pagi hari


Semua orang sedang berkumpul di ruang keluarga setelah selesai sarapan.


“Bunda iyat deh Om Catia anteng banget ya” ucap Qisya sambil duduk di pangkuan Hana.


“Gantengan juga Ayah” saut Brian dengan nada dinginnya.


“Ish.., Ayah nyambel-nyambel saja aya petil” jawab Qisya dengan nada sewotnya, sedangkan yang lain hanya menyimak dengan senyuman.


“Om Arya juga ganteng dong, ya kan, ya kan..” saut Arya dengan alis yang di naik turunkan kepada Qisya.


“Ck ck ck.., tak patut tak patut. Om Alya anteng alo di iyat pake cedotan api dali atas monas haha” ucap Qisya sambil tertawa yang membuat semuanya ikut tertawa.


Namun, di sela-sela mereka bercanda. Kini, Brian mendapati telepon dari sekretaris di kantornya. Brian yang baru saja mendapatkan info jika 1 jam lagi akan ada rapat penting dengan beberapa pembisnis besar, membuat ia sangat terkejut dan segera berpamitan kepada yang lain untuk bersiap-siap.


Hana yang melihat Brian tergesa-gesah membuat ia langsung menyusul Brian ke dalam kamar. Brian yang begitu bingung langsung berlarian ke sana ke sini seperti setrikaan dengan wajah bingungnya.


“Mas sedang nyari apa?” tanya Hana yang baru saja masuk ke dalam kamar dan langsung mendapati keadaan Brian penuh dengan kepanikan.


“Dasi... Di mana dasi kesayanganku?” ucap Brian dengan wajah cemasnya.

__ADS_1


“Coba Hana carikan siapa tahu menyelip. Sudah Mas ganti baju saja dulu” saut Hana sambil mencoba mencarikan dasi kesayangan Brian dengan sangat teliti.


Brian yang begitu panik langsung lari ke arah kamar mandi dan mengganti pakaiannya.


...ΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩ...


Hel to the Lo... Hello guys... 😆😆😆


Terima kasih atas dukungan kalian selama ini... 🤗🤗🤗


Dukungan kalian semua itu sangatlah berarti untuk Author... 🥺🥺🥺


Dan berikut adalah rekomendasi novel untuk hari ini dari Author... 😗😗😗


Silahkan baca dan tinggalkan jejak kehadiran kalian yaaa... 😁😁😁


🚨 Area dewasa, bocil jangan coba-coba ngintip bahaya 🤣. Yang suka romantis, baper, komedi yuk mampir di anak ke 3 emak online ini.


🚦Mafia story, (Karya ini sesoan 2 Kehidupan kedua sang putri)


BLURB :


"Lepaskan aku Ken, cari pasangan yang seusiamu, kau masih muda!" Teriak Angelina Aya M.A.


"Tidak semudah itu wahai wanita! Saat kau menyetujui dokumen pernikahan kita, artinya kau hanya milikku, istriku! Meski harus kupatahkan kaki indahmu, aku tak keberatan. Karena aku sangat mencintaimu!"


Angelina Aya M.A melakukan hal yang konyol ketika ia masih mengalami cacat penglihatan yaitu mencari suami bayaran untuk memuluskan aksi membalas dendam pada mantan calon suaminya yang berselingkuh.


siap sangka mencari suami pengganti membawanya dalam jeratan seorang pria muda yang tajir melintir yang begitu mencintai nya hingga tahap obsesi.


Akankah pernikahan mereka akan bertahan setelah Aya tau jika suaminya lebih muda 7 tahun darinya?


Atau mereka akan berpisah sesuai dengan kesepakatan kertas di atas putih sebelum pernikahan mereka di langsungkan?


__ADS_1


__ADS_2