Gairah Duda Perjaka

Gairah Duda Perjaka
Bekerja Dengan Profesional


__ADS_3

Suster Anna sedang mengambil tisu dan dia mengelap sisa-sisa makanan yang menempel di bibir Ash hingga membuat Ash pun hanya diam mematung dengan keadaan sendok serta garpunya terjatuh dari genggamannya. Belum lagi mata Ash yang membola dengan sangat lebar seperti ingin keluar dari tempatnya.


“Kalau makan itu pelan-pelan, bisa kan? Lihat nih... cara makanmu sudah seperti bayi yang masih belepotan hihi...” ucap suster Anna sambil mengelap bibir Ash, dan menaruh tisu bekas mengelapnya di sisi meja serta dia kembali melanjutkan makannya yang sempat tertunda


...*...


5 menit berlalu...


Suster Anna sudah selesai dengan makannya, namun ia di kejutkan dengan keadaan Ash yang bagaikan patung. Lalu ia melambaikan tangannya di depan wajah Ash yang membuat Ash langsung tersadar dan mengelap bibirnya.


“Kamu gapapa? Kenapa kamu melamun mulu sih... apa kamu ada masalah? Cerita saja sama aku, aku siap mendengarkan semua curhat kamu kok” ucap suster Anna dengan wajah penuh keseriusan.


“Ya, aku ada masalah. Masalahnya itu ada di kamu!!” ucap Ash di dalam hati kecilnya, dan langsung mengambil beberapa tisu untuk mengelap mulutnya dengan kasar.


“Jangan terlalu bawel jadi wanita, urusin saja hidupmu enggak usah kepo dengan hidupku, paham!!” jawab Ash yang langsung memanggil pelayan kantin dan membayar apa saja yang Ash makan.


“Kau bayarlah tuh sisa makanannya, aku tidak merasa memesan dan aku hanya makan beberapa menu saja jadi kau harus tanggung jawab untuk membayar semuanya. Sudahlah... aku duluan, aku tunggu di ruangan pasien selama 5 menit. Lebih dari itu, aku akan ajukan pengganti suster yang baru untuk menemaniku tanpa telat waktu”


Ash berbicara dengan nada ketusnya dan pergi meninggalkan suster Anna sendirian, di situ suster Anna sedikit bingung karena ia tidak tahu jika jadinya akan seperti ini.


Suster Anna mengira bahwa Ash yang mengajaknya makan, maka Ash pula yang akan membayarkan semua makanannya. Namun ini malah Ash hanya membayar 30% dari menu yang ada di atas meja, jadi suster Anna harus membayar lunas sisanya yaitu 70% lagi.


“Aduh... Kak, aku hanya bisa membayar 50% saja sisa 20% nya lagi saya titip KTP saja bagaimana? Nanti setelah selesai saya tugas, saya akan ke sini untuk bantu-bantu apa pun itu sampai saya bisa melunasinya, boleh? Mau seminggu berturut-turut pun saya tidak jadi masalah kok, yang penting hutang saya lunas” Suster Anna menegosiasi kepada pelayan tersebut, yang malah membuatnya menjadi bingung.


“Hem... bagaimana ya Kak, saya kurang paham masalah ini. Apa Kakak ikut saya saja untuk menghadap ke ruangannya manajer untuk membicarakan soal ini?”


Suster Anna pun tersenyum dan dia menganggukkan kepalanya secara cepat.


Lalu mereka pergi ke ruangan manajer serta kembali menjelaskan semuanya yang membuat manajer pun mengerti. Kemudian suster Anna meninggalkan KTP atau tanda pengenal untuk sebagai jaminan.

__ADS_1


Setelah selesai, suster Anna pun pergi dengan wajah tersenyum yang seakan-akan tidak ada yang terjadi apa-apa padanya. Suster Anna bergegas pergi ke arah ruangan pasien yang akan mereka periksa selanjutnya, yang mana di sana sudah ada Ash menunggu tepat di depan pintu dengan tatapan mendelik.


“Dari mana saja kau? Bukannya aku sudah bilang kalau aku menunggumu dalam waktu 5 menit tidak lebih, tetapi kenapa kau datang malah telat 1 menit? Apakah begini cara kerjamu sebagai suster baru yang sangat berkorupsi dengan waktu?” ucap Ash dengan nada kesal.


Suster Anna hanya bisa menatap Ash dengan tersenyum, tanpa memberitahu apa pun yang terjadi dengannya.


“Maaf Dokter Ash, saya terlambat 1 menit. Lebih baik segera kita memeriksa pasien di dalam agar tidak membuatnya menunggu lama, mari Dok...” ujar suster Anna yang berjalan lebih dulu serta membukakan pintu mempersilakan Ash untuk masuk lebih dulu.


Ash hanya bisa meliriknya sekilas dan kembali berjalan dengan wajah kesalnya. Namun saat di depan pasien wajah Ash kembali normal dan tersenyum agar tidak membuat pasiennya itu kabur ketakutan saat mendapati dokter yang merawatnya begitu menyeramkan dan sangat kaku.


Sedangkan suster Anna selalu membantu Ash di saat ia memerlukan sesuatu, dan kini mereka kembali bekerja dengan profesional. Meskipun terkadang ada berdebatan kecil, namun suster Anna selalu tetap tersenyum menghadapi sifat Ash yang terkadang membuatnya sedikit kesal. Tapi ia harus bisa menahan semua itu agar dirinya terlatih untuk sabar menghadapi semuanya.


...*...


...*...


Di jam istirahat, ada seorang wanita yang tengah duduk di taman sekolah tepat di bawah pohon besar, yang mana wajahnya terlihat sangat menyedihkan. Tetapi dari arah jauh ada seorang pria sedang menatapnya sambil menyipitkan kedua matanya.


“Hiks... Mommy... Key k-kangen Mom...” isak tangis Key terdengar sangat lirih sambil Key menatap langit yang sangat cerah.


“Bukannya itu Key? Kenapa dia duduk sendirian di situ? Lalu dimana adiknya yang menyebalkan itu, kenapa dia tidak bersama? Tapi tunggu dulu, kalau tidak salah wanita itu sedang me-menangis? Se-seriuskah dia bisa nangis? Bukannya dia wanita yang sangat kaku dan juga dingin ya?”


Seorang pria itu bergumam kecil sambil dia melangkah kakinya mendekati Key dari arah belakang agar pria itu bisa memastikan keadaan Key tidak seperti yang ia lihat. Tetapi entah kenapa baru beberapa langkah saja, pria itu sudah mendengar suara isak tangis Key begitu menyayat hatinya.


“Mom hiks... bisakah Key ikut Mommy ke surga? Key lelah Mom hiks... Key capek dengan semuanya hiks... Mommy tahu kan betapa jahatnya pria itu dalam memperlakukan Key bagaikan seorang anak pungut hiks... Key ti-tidak mau seperti ini Mom, Key hanya mau seperti Jay"


"Jay sangat di sayang dan di manjakan olehnya, tapi kenapa pria itu tidak bisa memperlakukan anaknya dengan adil hiks... Key iri dengan Jay, Mommy... tapi, Key tidak mau sampai Jay merasakan apa yang Key rasakan karena Key tahu Jay dan Mommynya terlalu baik buat Key hiks..."


"Key harus bisa menjaga mereka semua, ya meskipun keberadaan Key itu tidak di anggap oleh pria itu, namun Key bahagia bisa memiliki adik dan juga Mommy pengganti yang benar-benar tulus dan juga menyayangi Key hiks...”

__ADS_1


Key menangis mendongak ke atas yang membuat air matanya terjatuh dari pinggiran bola matanya. Pria itu yang tidak lagi adalah Lukas, yang mendengar isak tangisnya Key pun merasa kasihan. Entahlah Lukas juga bingung, tapi yang terpenting bagi Lukas adalah kalau dia cuma ingin membantu Key.


Jadi dengan langkah perlahannya Lukas berjalan mendekat serta memberikan sapu tangan kesayangannya pada Key dari belakang tepat di samping telinga kanan Key yang membuatnya terkejut dan langsung mengambil kain tersebut untuk menghapus air matanya. Lukas pun berjalan dan duduk di sebelah Key yang sedang membelakanginya sambil mengelap air matanya.


“Dimana adikmu yang menyebalkan itu?” tanya Lukas dengan dingin tanpa ia menoleh ke arahnya Key, sedangkan Key yang sudah selesai mencoba menarik nafasnya jadi ia langsung berbalik serta mengembalikan kain tersebut kepada Lukas.


“Terima kasih... dan satu lagi, adikku itu punya nama jadi jangan coba-coba kau memanggilnya seperti itu, paham!” tegas Key yang seketika berhasil membuat Lukas menoleh ke arahnya.


“Aku meminjamkan ini dalam keadaan bersih, lalu kau kembalikannya dalam keadaan kotor penuh air lendir seperti ini? Cihh... apa kau tidak sehat atau kau tidak tahu cara balas budi itu seperti apa? Jangan-jangan kau tidak pernah di ajarkan oleh orang tuamu tentang balas budi ya...”


Ucapan Lukas mampu membangunkan singa tertidur yang ada di dalam diri Key, sehingga dia berdiri dengan tegak dan wajahnya terlihat sangat datar dan juga penuh amarah.


...ΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩ...


Hel... to the Lo... Hello guys... 😄😄😄


Kembali lagi dengan Author kalian yang banyak kekurangan ini... ☺️☺️😊


Kalian tahu gak Author baru bikin Group Chat loh dan masih sepi nih 🥳🥳🥳


Jika kalian ingin join ke Group langsung saja ke beranda Author ya... 😎😎😎


Nama Group Chatnya itu adalah "Kang Salto Barbar" kayak Author 🤣🤣🤣


Silahkan join aja guys, gak akan di apa-apain kok tenang aja ya... 🤭🤭🤭


Jaga diri kalian dan sampai jumpa di bab selanjutnya semuanya... 🤗🤗🤗


Papaaayyy~~~ 👋🏻👋🏻👋🏻👋🏻👋🏻

__ADS_1


__ADS_2