Gairah Duda Perjaka

Gairah Duda Perjaka
Sentuhan Tangan Hana


__ADS_3

Di saat Brian sudah berdiri dari tempat tidur dan ingin berjalan, ia malah di kejutkan dengan pemandangan yang sangat indah di depan matanya yang membuat Brian kembali terduduk.


Mata Brian seketika membesar menatap pemandangan tersebut, ia seperti tidak bisa menggerakkan bibirnya.


“Mas Brian...” panggil Hana dengan nada yang sangat manja, membuat bulu kuduk Brian langsung terbangun.


Hana yang saat ini telah berhasil membuat Brian merasa terkejut menjadi kepuasan tersendiri untuknya. Lalu, hadiah apa yang telah di berikan Nyonya Syifa pada Hana ya? Nah... Jawabannya adalah baju piyama.


Jadi, Hana saat ini sedang menggunakan dress piyama yang sangat transparan di atas paha dengan warna merah tua. Hana juga tidak lupa untuk mengurai rambut panjang lurusnya yang menambahkan kesan sek*si di hadapan Brian.


Untung saja Nyonya Syifa membelikan Hana baju piyama yang sedikit besar, jadi ketika Hana sedang hamil ia juga masih bisa menggunakannya. Walaupun sedikit kekecilan untuk Hana, tetapi ia masih bisa menggunakannya tanpa merasakan sesak pada tubuhnya.


“Mas Brian kenapa, heum...” ucap Hana sambil sedikit membungkukkan badannya lalu mengangkat dagu Brian menggunakan telunjuknya sambil mengarahkan wajah Brian agar bisa menatap mata Hana.


“Ka-ka-kamu si-si-siapa? Ke-kenapa wa-wajahmu mi-mirip sekali de-dengan i-istriku?” tanya Brian dengan bibir bergetar dan suara yang sangat gugup.


Brian juga berusaha susah payah untuk menelan air liurnya sendiri. Kemudian Hana duduk di samping Brian dengan saling berhadapan, tak lupa Hana mengalungkan kedua tangannya di leher Brian sambil mendekatkan wajah mereka.


Saat ini wajah mereka sudah sangat dekat hanya berjarak 3-5 cm saja. Bahkan mereka pun bisa merasakan tarikan nafas masing-masing.


“Apa Mas Brian tidak mengenaliku?” tanya Hana sambil menatap lekat manik mata Brian.


“Ka-kamu Ha-hana i-istriku ka-kan?” Brian bertanya balik kepada Hana dengan suara yang masih bergetar.


Hana kemudian tersenyum sangat manis sambil berkata “Ya, aku Hana istrimu Mas. Kenapa? Apa aku terlihat seperti wanita yang sek*si dan cantik?”


Brian yang tidak percaya jika seseorang yang ada di depan matanya ini adalah Hana istrinya. Brian memberanikan diri untuk mengangkat tangannya dan mengusap pipi Hana dengan sangat lembut membuat Hana merasakan kegelian dengan menadahkan wajahnya ke tangan Brian.


“Massshh...” de*sah Hana.


Brian yang merakan ke anehan dalam diri Hana membuat ia kembali menurunkan tangannya dari wajah Hana.

__ADS_1


“Loh kenapa udahan, Mas? Ayo sentuh lagi wajahku” rengek Hana dengan suara yang dibuat sangat sek*si.


“Ka-kamu bukan Hana istriku, kan? Hana ti-tidak mungkin bertingkah seperti ini. Bahkan dia saja tidak pernah berpenampilan kaya gini” ucap Brian dengan wajah penuh ketakutan.


Brian berpikir jika yang ada di hadapannya ini bukanlah Hana, maka nanti bisa-bisa akan ada masalah besar yang akan mengganggu mereka.


“Ini Hana, loh Mas. Masa lupa sih, Mas ingatkan tadi Hana punya satu syarat jika Mas ingin memeluk Hana, maka ini adalah jawabannya” ucap Hana dengan tangan satunya yang mulai membelai lembut wajah Brian.


Geeerrr...


Brian kembali merasakan tubuhnya yang merinding akibat sentuhan tangan Hana yang begitu lembut membuat ia menelan air liurnya dengan susah payah saat matanya melihat gunung kembar Hana yang semakin membesar dan berisi.


Hana yang melihat jakun Brian naik turun membuat ia semakin bergairah, bahkan tangan Hana tertarik untuk turun ke bawah dan mengusap jakun Brian menggunakan telunjuknya.


“Heeemp...” Brian berdehem untuk menahan sesuatu yang saat ini sudah mulai terpancing, kemudian Brian kembali bertanya “Ma-maksudnya jawaban apa? Ak-aku tidak paham”


“Ya pokonya syaratnya Mas Brian harus menengok dedek kembar di dalam sini, karena mereka sangat kangen sama Ayahnya” ucap Hana.


Brian mengoceh dengan semua pertanyaan yang membuat dirinya bingung, entah kenapa saat ini Brian benar-benar tidak bisa mencerna ucapan Hana. Bahkan otak Brian pun sangat lemot seperti sedang loading dengan jaringan E.


Gairah Hana yang sudah mulai naik membuat ia enggan untuk menanggapi ucapan Brian yang begitu konyol. Dengan perlahan, satu persatu kancing piyama Brian terlepas. Dengan sigap Hana membuka baju Brian kemudian membuat tangannya menyentuh serta menuliskan sesuatu yang abstrak.


Brian yang merasakan kegelian membuat ia hanya bisa menggigit bibir bawahnya sambil mendongak ke atas “Heeemmp...”


“Lepasin aja Mas, jangan di tahan tidak baik” saut Hana sambil kembali mengusap perut Brian dengan roti sobek yang semakin menghilang.


“Roti sobekku... Sepertinya dia sebentar lagi akan menghilang Mas” ucap Hana sambil menatap Brian.


“Tenang sayang, jangan khawatir. Besok aku akan kembali berolah raga agar roti sobekmu ini tidak sampai menghilang” jawab Brian sambil mengusap wajah Hana.


Hana hanya bisa tersenyum menatap Brian kemudian dengan perlahan Hana mendekatkan wajahnya lalu ******* bibir Brian dengan sangat lembut, awalnya Brian terkejut karena ini adalah kejadian yang langka selama pernikahannya dengan Hana.

__ADS_1


Hana yang terlihat begitu pemalu saat di ranjang, kini menjadi sangat liar. Entahlah Brian bingung dengan semua ini, tetapi ia tidak ambil pusing. Bahkan ia tidak perlu cape-cape untuk memancing gairah Hana dengan semua permainannya.


Brian hanya perlu berdiam diri saja, ia sudah mendapatkan kepuasan tersendiri. Brian menikmati sentuhan demi sentuhan yang Hana buat untuk merang*sang gairahnya. Hana mengalungkan kedua tangannya ke leher Brian sambil terus menjelajahi bibir Brian yang sangat kenyal.


Gigitan demi gigitan kecil Hana berikan untuk membuat Brian merasakan kenikmatan yang tidak pernah Brian dapatkan, bahkan tak henti-hentinya Hana menyedot serta memainkan lidahnya di dalam sana supaya saling mengikat dan menarik satu sama lain.


Perlahan ciuman mereka yang awalnya lembut kini menjadi sangat liar bahkan hampir setengah wajah mereka terdapat air liur masing-masing. Pada akhirnya ciuman mereka semakin turun ke bawah dan membuat tato indah di leher masing-masing.


Sampai seketika tangan Hana dan Brian tidak ikut diam. Brian pun meremas gunung kembar Hana dengan sangat gemas yang membuat Hana sedikit meringis kesakitan di sela-sela suara indahnya.


Hana pun tidak mau kalah dengan Brian, ia menarik sedikit celana Brian agar si Joni bisa keluar dari tempatnya. Lalu, Hana memainkan si Joni dengan mengusap bahkan mengocoknya dengan begitu lembut.


Brian yang merasakannya pun terhanyut dengan permainan Hana yang begitu membuatnya tidak bisa berkata apa-apa lagi selain mende*sah kenikmatan.


Entahlah, yang ada di pikiran Brian saat ini hanyalah dari mana Hana bisa belajar semua ini. Bahkan, semenjak pernikahan mereka pun Brianlah yang menjadi pemimpin dalam permainan panas di ranjang. Namun, ini malah Hana yang menjadi pemimpin dalam permainan.


Tapi, sudahlah. Brian tidak mau banyak berpikir, malah ia sangat bahagia jika Hana bisa seliar ini. Jadi ia tidak perlu lagi mengajari Hana untuk mencari sisi sensitif dari Brian yang akan membuat ia bergairah.


...ΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩ...


Sampai sini dulu cerita untuk hari ini semuanya... 😁😁😁


Terima kasih atas dukungan kalian selama ini semua... 😄😄😄


Semua dukungan kalian itu sangatlah berarti untuk Author 😊😊😊


Author akan berusaha untuk membuat cerita yang lebih menarik 💪🏻💪🏻💪🏻


Jaga diri kalian dan sampai jumpa para pembaca setiaku 🤗🤗🤗


Papaaayyy~~~ 👋🏻👋🏻👋🏻👋🏻👋🏻

__ADS_1


__ADS_2