Gairah Duda Perjaka

Gairah Duda Perjaka
lLebih dari Sekedar Sahabat


__ADS_3

Namun itu tak berlangsung lama saat Sasya kembali mengingat tujuannya untuk menanyakan apa yang membuat ganjalan di dalam hatinya.


“Ekheem...” dehem Sasya saat sudah selesai melampiaskan kekesalannya dan Alex masih tertawa yang kini malah menatapnya dengan tanda tanya.


“Kenapa Tuan bisa mengatakan jika saya sudah memiliki kekasih dan ingin bertunangan? Lalu dari siapa Tuan tahu semua itu? Jawab jujur, atau aku tidak akan mau lagi merawatmu lagi!” ancam Sasya yang membuat Alex kembali mengingatnya.


“Tahu dari kekasihmu lah, tahu dari siapa lagi kan yang merawatku waktu itu kekasihmu saat kau sedang sakit waktu itu. Lalu dia menceritakan jika kalian sedang dekat dan akan melangsungkan pertunangan” jawab Alex yang membuat Sasya mengerti.


“Maksudnya Tuan itu tahu dari Ash?” tanya Sasya untuk memastikan semuanya, kemudian Alex hanya menjawabnya dengan anggukkan kecil.


“Assshh... kauuu... aku harus memberikan pelajaran padanya, bisa-bisanya dia memberikan kabar hoax pada Om Bisma. Lihat saja kau Ashhh.. apa yang akan aku lakukan padamu ughh...” geram Sasya di dalam hatinya yang membuat Alex bingung.


“Sudah lah apa susahnya mengakui kekasihnya sendiri, dari pada menjadi wanita munafik. Bagian kekasihnya di rebut wanita lain aja, nangis, mewek, sakit hati. Bagian ada malah tak dianggap seperti ini...” sahut Alex yang membuat Sasya langsung memekik penuh amarah.


“Aku bilang aku tidak memiliki kekasih dan aku tidak akan bertunangan sama siapapun!! Paham Tuan Alex yang menyebalkan! Asal kau tahu Ash itu adalah sahabatku tidak lebih dan bisa kurang, mengerti!!” Sasya yang sudah sangat emosi langsung meninggalkan Alex dengan wajah melongonya.


“Lahh... di-dia kenapa marah padaku? Eh... tu-tunggu dulu, tapi kenapa saat mendengarnya berbicara seperti itu hatiku terasa sangat lega. Tidak seperti saat pertama kali aku mendengar pria itu yang menyatakan bahwa dia adalah kekasih dari Sasya” gumam Alex.


“Dahlah, ngapain juga mengurusin kehidupan pribadi orang lain, mending aku fokus pada kesehatanku dan kembali pulang untuk melanjutkan pekerjaan yang sempat tertunda” sahut Alex yang kembali tiduran di bangkarnya sambil mengecek laporan dari Joko melalui ponselnya.


Sasya pergi dari ruangan Alex dan segera mencari keberadaan Ash, dan akhirnya ia menemukan Ash berada di ruangan sedang menikmati makanannya.


“Huaa... gila ini sih enak banget rasanya, enggak sia-sia aku rela mengantri di samping rumah sakit” ucap Ash sambil memasukkan sesendok makanan ke dalam mulutnya.


Ash tidak mengetahui jika ia saat ini berada di dalam bahaya akibat telah membangunkan singa betina yang sedang tertidur.


“Hemm... bagus ya, kamu di sini enak-enak makan. Apa saja yang sudah kamu ucapkan pada Tuan Alex, hah...” ucap Sasya sambil berdiri di depan Ash dengan keadaan kedua tangannya taruh di samping pinggang dengan tatapan penuh amarah.


Ash yang mendengar itu langsung menjatuhkan sendoknya, dan dengan perlahan mendongak menatap Sasya penuh ketakutan.


“Eh... Ki-kiss hehe... oh iya, aku lagi makan ini sumpah enak banget loh, kamu mau? Aku sudah membelikannya untukmu juga nih...” jawab Ash yang mengalihkan pertanyaan Sasya.


“Aku bilang kamu berbicara apa saja kepada Tuan Alex sehingga dia menyangka jika kita mau bertunangan, Ash!!” pekik Sasya yang penuh emosi.

__ADS_1


“So-sorry Kiss... a-aku hanya bercanda, habisnya dia terlalu kepo dengan kedekatan kita saat aku menjelaskan jika kita adalah sahabat. Jadi ya sudah aku kerjain saja dia biar tidak seenaknya memperlakukanmu” jawab Ash sambil menundukkan wajahnya.


Baru kali ini Ash melihat Sasya semarah ini padanya, karena setiap ia jahil maka Sasya tidak pernah marah. Dia hanya cuek atau mendiami Ash, namun kali ini Sasya benar-benar terlihat sangat menyeramkan.


“Kau tahu kan Ash, ada saatnya kamu bercanda dan ada saatnya kamu serius. Tidak semua bisa kamu bercandain seenaknya, apa lagi ini menyangkut masalah hubungan. Kamu tahu kita adalah sahabat, jadi akan selamanya menjadi sahabat paham!” tegas Sasya yang tanpa sengaja ia telah melukai hati Ash.


Deghh...


Ash berdiri menatap Sasya dengan tatapan yang sangat pilu, terlihat jelas wajah kecewanya Ash saat ia mendengar perkataan Sasya.


“Apa aku salah jika aku berbicara seperti itu, Saa... apa aku salah jika aku berharap kalau kita mempunyai hubungan yang lebih dari sekedar sahabat? Apa aku salah, hah!!” pekik Ash yang membuat Sasya terkejut.


"Wh-what do you me-mean?” tanya Sasya dengan wajah bingungnya.


“Sudahlah, lupakan saja. Aku minta maaf jika aku sudah keterlaluan bercanda tentang kedekatan kita. Aku permisi...” ucap Ash yang langsung meninggalkan Sasya begitu saja dengan wajah yang masih bingung.


“A-apa yang Ash ka-katakan barusan? A-apa dia me-menyukaiku? Ta-tapi itu tidak akan mungkin, karena aku hanya menganggapnya sebagai sahabat dan tidak lebih” gumam Sasya.


“Pokoknya aku harus menjelaskan semua ini padanya agar Ash tidak salah paham padaku, dan aku juga bisa membuat dia mengerti jika hubungan kita tidak akan pernah bisa lebih dari sahabat” ucap Sasya kembali, dan langsung pergi mengejar Ash.


“Ashh... wait for me...” pekik Sasya yang membuat Ash terus berjalan menuju taman rumah sakit.


“Ckk... Ash... Ash... kenapa sih kamu itu bod*doh banget, kenapa juga kamu harus mengatakannya pada Sasya... kan kalau sudah jadi begini aku harus menjelaskannya bagaimana lagi. Pasti saat ini Sasya akan meminta penjelasan padaku, apa kamu sudah siap Ash... siap untuk mendapat penolakan dari Sasya hahhh... jika belum kenapa kamu bisa keceplosan seperti itu sih aarrrgh... sia*laannn...”


Ash berbicara di dalam hatinya sambil berjalan ke arah kursi panjang yang ada di taman, untungnya saja taman yang ada di rumah sakit tidak terlalu ramai jadi ia bisa sedikit menenangkan pikirannya untuk mencari sebuah jawaban agar tidak membuat Sasya curiga padanya.


Saat ini Ash masih belum siap jika ia harus menerima penolakan dari Sasya, ia mau tahu dulu perasaan Sasya padanya seperti apa. Tadinya jika Sasya tidak mencintainya, maka Ash harus usaha lebih keras lagi untuk membuat Sasya mencintainya sama seperti dia yang mencintai Sasya.


Namun jika Sasya mencintainya maka Ash akan segera melamarnya, tapi pada kenyataannya ia malah merusak semua rencananya sendiri.


“Astaga Ash, dari tadi aku panggil-panggil kamu bukannya berhenti malah jalan terus... capek tahu hahh... hahh...” ucap Sasya sambil duduk di samping Ash dengan keadaan lelah akibat mengejar Ash yang jalannya begitu cepat.


Ash menoleh ke arah Sasya dan berkata, “Ya maaf, habisnya aku kesal. Lagian niatku cuma bercanda kok, mungkin dengan aku berbicara seperti itu Tuan Alex tidak akan terus mengganggumu”

__ADS_1


Sasya yang mendengar itu pun langsung menjawab sambil menatap Ash dan berkata, “Ya sih... memang benar setelah kau mengatakannya Tuan Alex tidak terlalu menyusahkanku, tapi sama saja Ash... itu tuh namanya kebohongan, karena tidak sesuai dengan faktanya. Lalu bagaimana jika Tuan Alex sampai percaya dan menganggap jika semua itu adalah kebenaran?”


“Memangnya kenapa jika Tuan Alex berpikir seperti itu? Bukannya tadi kamu bilang jika Tuan Alex sudah tidak mengganggumu? Harusnya kamu senang dong dan berterima kasih padaku, bukannya malah marah-marah seperti ini" tegas Ash yang mencoba mengalihkan pikiran Sasya agar ia tidak lagi mengingat perkataannya.


“Tapi itu salah Ashh... aku tidak mau ada kesalah pahaman antara aku dengan Tuan Alex. Apa lagi tadi dia terlihat sangat mempercayai ucapanmu itu...” ujar Sasya yang malah membuat Ash merasa curiga padanya.


“Kau berbicara seperti itu seolah-olah kalian itu seperti memiliki kedekatan yang melebihi antara pasien dan dokter. Apa kamu menyukai Tuan Alex, Sya...” tanya Ash yang membuat Sasya langsung gugup salah tinggal hingga ia tidak tahu harus menjawab apa.


“Ehh... e-engak, bu-bukan be-begitu... ma-maksudku...” ucapan Sasya terpotong saat Ash kembali menyerbunya yang semakin membuat Sasya merasa terpojokkan.


“Jika kalian tidak ada apa-apa, lalu kenapa kamu terlihat gugup seperti ini? Bahkan kamu menjawabnya juga terbata-bata, seperti ada yang sedang kamu sembunyikan dariku” ucap Ash.


“Aduhh... bagaimana ini Sasya... Sasya... kenapa kamu malah terjebak dengan semua pertanyaan ini kan Ash belum tahu tentang masa laluku, bahkan dia saja tidak tahu jika dulu aku memiliki trauma. Terus aku harus jawab apa ini...” gumam Sasya di dalam hatinya sambil menggigit jarinya karena saking ia bingungnya harus menjawab apa lagi.


“Aku paham sekarang kenapa kamu sampai semarah itu padaku, mungkin kamu takut kan jika Tuan Alex cemburu padamu dan membuat kedekatan kalian menjadi renggang. Ya sudah aku minta maaf jika aku salah bicara, dan malah membuat kalian menjadi salah paham” ucap Ash dengan wajah kecewanya.


“Apaan sih aku dan Tuan Alex itu tidak memiliki kedekatan selain pasien dan juga dokter. Bahkan tadi juga Tuan Alex bilang kalau hatinya sudah di miliki oleh orang lain yang pertanda jika dia memiliki pasangan. Jadi stop berpikir seperti itu tentangku!” tegas Sasya yang membuat Ash terkejut.


...ΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩ...


Hel... to the Lo... Hello guys... 😄😄😄


Kembali lagi dengan Author kalian yang banyak kekurangan ini... ☺️☺️😊


Kalian tahu gak Author baru bikin Group Chat loh dan masih kosong 🥳🥳🥳


Jika kalian ingin join ke Group langsung saja ke beranda Author ya... 😎😎😎


Nama Group Chatnya itu adalah "Kang Salto Barbar" kayak Author 🤣🤣🤣


Silahkan join aja guys, gak akan di apa-apain kok tenang aja... 🤭🤭🤭


Jaga diri kalian dan sampai jumpa lagi di bab selanjutnya yaaa... 🤗🤗🤗

__ADS_1


Papaaayyy~~~ 👋🏻👋🏻👋🏻👋🏻👋🏻


__ADS_2