
Selain bodyguard khusus itu, maka para bodyguard lainnya tidak boleh memasuki atau melewati batas yang ada. Ya, begitu Bisma. Dia orang yang sangat teliti dalam menjaga ketat bisnisnya, sehingga banyak orang-orang tertentu yang memiliki tugas masing-masing tanpa harus mengetahui atau ikut campur dengan tugas bodyguard lainnya.
Saat Cika melangkahkan kakinya ke dalam, betapa terkejutnya ia melihat isi rumah tersebut yang penuh dengan desain menyeramkan tetapi sangat mewah. Namun sayangnya, semuanya serba berwarna hitam karena ini adalah sebuah markas gelap jadi tidak ada satu benda pun yang berwarna mencolok.
Jadi di sana hanya akan ada warna hitam maupun merah pekat yang mengartikan bahwa Bisma menyukai kegelapan serta berbau darah segar. Markas ini sudah sedari awal Bisma bangun dengan susah payah sehingga sukses bahkan melebihi usaha bisnisnya yang legal.
“Waw... Gila ini sih keren banget, tapi sayang semuanya dominan dengan warna yang gelap. Aduh, kenapa aku jadi merinding begini ya. Mewah sih, tapi kenapa suasananya menyeramkan seperti ini? Berasa aku sedang di dalam film horor, astaga Cika kenapa kamu jadi parno sih. Tenang oke, tenang...” gumam Cika di dalam hatinya sambil mencoba menangkis rasa takutnya.
Tak lama mereka terhenti tepat di sebuah ruangan layaknya ruang tamu atau pun ruang keluarga yang hanya di hiasi oleh sinar matahari namun masih bisa di lihat jika suasananya benar-benar sangat menyeramkan. Bisma duduk dengan santainya di sebuah sofa panjang sambil menaikkan kaki kanan di atas kaki kirinya sambil bersila tangan serta menatap ke arah jendela.
Cika yang sudah bisa melihat bahwa itu adalah Bisma, lalu ia segera berlarian ke arah Bisma kemudian salah satu bodyguard yang menjaga Bisma langsung menarik Cika dengan kasar sehingga membuatnya jatuh ke lantai.
Buuuggh !...
“Awwwsshhh... Hei kalian, apa-apa ini hah!! Apa kalian tidak tahu siap aku? Aku ini sebentar lagi akan jadi majikan kalian, jadi bersikaplah sopan padaku paham!” bentak Cika yang membuat Bisma langsung menoleh ke arahnya dengan rahang yang sudah mengeras.
“Majikan? Apa wanita itu berpikir jika Tuan menolongnya maka dia memiliki rasa padanya? Astaga, Nona. Jagalah ucapanmu, jika tidak maka Tuan akan dengan mudahnya merobek mulut indahmu itu” ucap Pinjai di dalam hatinya.
“Kau terlalu percaya diri akan hal itu, Nona. Berhati-hatilah sama ucapanmu, kalau tidak Tuan pasti tidak akan memberikanmu kematian yang tenang. Dia akan semakin membuatmu menderita di sisa-sisa hidupmu itu Nona...” gumam Joko di dalam hati kecilnya.
“Apa yang tadi kau bilang?” tanya Bisma dengan nada dinginnya.
“Tuan Bisma suka kan sama saya, makanya Tuan rela sampai segininya untuk menolong saya agar bisa bebas dari penjara? Jadi, tanpa Tuan meminta atau pun memohon terhadap saya, sudah pasti saya akan mau menikah dengan Tuan kok, saya juga suka sama Tuan. Apa lagi Tuan sudah menolong saya, jadi mana mungkin saya menolak Tuan yang tampan ini” celoteh Cika yang membuat Bisma mulai emosi serta rahangnya mengeras dan kedua tangan mengepal dengan keras yang bisa ia sembunyikan tanpa Cika mengetahuinya.
Prokk !...
Prookk !...
Proookkk !..
__ADS_1
Bisma bertepuk tangan dengan penuh irama menatap Cika dengan tatapan penuh arti serta senyuman yang begitu licik.
“Waw... Hebat sekali, kau bisa secepat itu menebak semuanya sayang. Ternyata aku tidak salah pilih karena aku benar-benar menginginkan dirimu” ucap Bisma dengan penuh penekanan namun, sebisa mungkin ia menahannya agar membuat Cika terpancing masuk ke dalam ilusinya sendiri.
“Pastinya dong, Cika memang wanita cerdas dan cantik. Jadi dengan semudah itu aku bisa menebak perasaanmu, sayang...” saut Cika sambil berdiri lalu berjalan mendekati Bisma.
Kemudian Cika duduk di sofa bersama Bisma sambil menunjukkan gaya manjanya, yang malah membuat Bisma semakin emosi serta muak bukan malah tertarik padanya.
“Apa dia lupa dengan apa yang sudah dia perbuat padaku? Dengan mengada-ngada sebuah cerita untuk menjebakku agar bisa membalaskan dendamnya pada keluarga Tuan Brian, berani sekali dia memanfaatkan King Mafia terkejam ini haha...”
“Kau benar-benar wanita ular berkepala 4 Cika. Aku sudah tahu semuanya tentang apa yang terjadi pada Kakak tiriku, bahkan Tuan Brian sudah mengirimkan rekamanmu saat seseorang diam-diam merekammu lalu melaporkanmu kepada Tuan Brian, sehingga dia begitu marah dan melaporkanmu dengan berbagai pasal berlapis-lapis”
“Tetapi tidak dengan saya. Tuan Brian masih memiliki hati baik hanya memenjarakanmu di tempat yang senyaman itu, tapi tidak denganku. Inilah penjara yang sebenarnya akan aku berikan dengan Cuma-Cuma haha..." Bisma menatap Cika degan tatapan tak biasa sambil berkata di dalam hatinya yang membuat Pinjai serta Joko pun mengerti apa yang ada di pikiran Tuannya itu.
Bisma yang terkenal kejam pada siapa pun tidak akan membuatnya mudah luluh hanya dengan seorang wanita, meskipun ini adalah wanita pertama yang berani masuk ke dalam lubang singa. Tetapi tidak menutup kemungkinan Bisma akan memperlakukan Cika sama dengan musuh-musuhnya yang memiliki kesalahan, baik kecil mau pun besar.
Begitulah, Bisma. Dia tidak akan menyentuh siapa pun asalkan tidak di sentuh lebih dulu, tetapi jika orang sudah menyentuhnya maka tak segan-segan Bisma akan menghabisi semua keturunannya yang ada hubungan darah padanya. Itulah sifat Bisma yang memang tidak bisa ia ubah, padahal di hati kecil Bisma selalu ingin merasakan hidup damai tanpa adanya pertumpahan darah.
Bisma mulai mengusap pipi Cika dengan lembut, dan saat Cika sedang menikmati usapan itu sambil menatap wajah Bisma. Seketika Cika meringis kesakitan.
“Aaww... aaww... aaww... ssst... Sa-sakit Tuan, sakit hiks...” ucap Cika sambil memegang tangan Bisma yang mencubit pipinya dengan sangat keras.
“Ups... So-sossy sayang, aku terlalu gemas dengan pipimu itu jadi aku terlalu kuat mencubitnya” saut Bisma sambil melepaskan tangannya.
Dapat Bisma lihat bahwa pipi putih mulus Cika kini terlihat sangat indah dengan tato merah yang kebiruan akibat ulahnya. Pinjai dan Joko hanya bisa terdiam menatap keduanya sambil sesekali saling melirik satu sama lain.
“Hiks... pipi chubby milikku” ucap Cika sambil menangis memegangi pipinya yang begitu menyakitkan serta masih terlihat sangat merah yang membuat ia tidak bisa menghentikan tangisannya.
“Jika kau ingin selalu bersamaku dan juga ingin menjadi istriku, maka kau harus siap dengan perlakuan ini. Hal ini karena aku seorang King Mafia, jadi sifat kejamku masih terukir jelas di dalam diriku. Sebenarnya kau tahu bukan jika aku adalah King Mafia?” ucap Bisma.
__ADS_1
Cika yang begitu terkejut dengan perkataan Bisma membuat ia sedikit memundurkan duduknya menjauhi Bisma sambil menangis dan memegangi pipinya.
“Ki-king Ma-mafia? Ja-jadi, Tu-Tuan Bisma adalah ketua Mafia?” tanya Cika sambil menunjukkan wajah takutnya.
“Yaah... Ketahuan deh, aduh... Maaf sayang, aku keceplosan. Jadi, bagaimana ya? Pasti saat ini kau sedang ketakutan ya, maaf deh...” ucap Bisma sambil mengelus kepala Cika dengan lembut.
Cika yang sangat takut dengan Bisma membuat ia semakin menjauh darinya, lalu Bisma yang sudah gemas langsung menarik rambut Cika dengan sangat kencang sehingga membuat Cika sampai terjengkang sehingga mendongak ke atas.
“Hiks... sa-sakit Tuan, sakit... hiks... Lepaskan rambutku, aku tidak mau menikah dengan iblis sepertimu hiks... Aku kira kau seorang pengusaha seperti Tuan Brian, tapi nyatanya kau adalah seorang iblis yang menyamar sebagai orang baik” teriak Cika dengan isak tangisnya sambil memegang tangan Bisma.
Bisma sangat terkejut dengan apa yang Cika ucapkan, lalu ia tertawa dengan keras. Namun suara tawa Bisma terdengar sangatlah menyeramkan.
Hahahahaaa...
Pinjai dan Joko beserta para bodyguard lainnya seketika merasakan bulu kuduk mereka langsung terbangun dari tidurnya.
...ΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩ...
Hello semua pembaca setia kesayanganku... 😊😊😊
Semoga kalian sehat selalu dan terus bahagia semua... 😇😇😇
Maaf tapi untuk beberapa hari ini jadwal Author sedang sibuk 😔😔😔
Jadi Author hanya bisa up 1 bab saja untuk beberapa hari... 😓😓😓
Mohon terus dukung Author yang masih banyak kekurangan ini 🥺🥺🥺
Jaga diri kalian dan sampai jumpa lagi semuanya... 🤗🤗🤗
__ADS_1
Papaaayyy~~~ 👋🏻👋🏻👋🏻👋🏻👋🏻