
Bisma sangat terkejut dengan apa yang Cika ucapkan, lalu ia tertawa dengan keras. Namun suara tawa Bisma terdengar sangatlah menyeramkan.
Hahahahaaa...
Pinjai dan Joko beserta para bodyguard lainnya seketika merasakan bulu kuduk mereka langsung terbangun dari tidurnya.
Cika yang merasakan tawanya Bisma bagaikan seorang iblis yang sedang meremehkannya, hanya bisa menangis sambil memegangi tangan Bisma yang masih menarik atau pun menjambak rambutnya dengan keras.
“Ya, kau benar sekali sayang! Aku ini adalah seorang iblis yang akan menyiksamu dengan sangat perlahan-lahan hingga membuatmu merasakan kesakitan yang luar biasa. Bahkan aku pula yang akan mencabut nyawamu sekaligus mengirimkan dirimu langsung ke dalam neraka haha...” saut Bisma sambil melepaskan tangannya dari rambut Cika dengan mendorongnya begitu keras.
Buuugh !...
Aaarrggghhh !...
Cika berteriak sekencang mungkin sambil terisak karena ia merasakan bahwa keningnya terbentur ubin yang begitu keras. Sehingga keningnya mengeluarkan darah segar.
“Hiks... Kenapa Tuan tega sekali padaku, hah!! Apa salahku pada Tuan? Aku tidak pernah memiliki salah padamu, jadi kenapa kau menyiksaku seperti ini, hah!! dan kalian semua!!!”
“Kenapa tidak ada satu pun dari kalian yang membantuku dari siksaan iblis ini, hah!! Kenapa!! Apa kalian tidak ada rasa kasihan kepada seorang wanita yang lemah ini?!! Apakah kalian juga sama seperti iblis itu yang tidak memiliki hati nurani! Hiks...”
Cika berteriak menatap semuanya satu persatu, dan hanya Jokolah yang menundukkan sedikit kepalanya saat mata Cika berhenti lalu menatap Joko dengan air mata yang mengalir.
“Dan kau Tuan!! Apa ini maksud dan tujuanmu membawaku kabur dari penjara itu hanya untuk membawaku kepada iblis itu, yakan!!! Kau dan semuanya memang sama saja, sama-sama seorang iblis beserta antek-anteknya! Kalau tahu begini, lebih baik aku menghabiskan hidupku di sebuah penjara kecil dengan siksaan bullyan dari pada aku harus menghadapi siksaan para iblis di sini!” ucap Cika sambil membentak Joko.
Bisma yang tidak terima bawahannya di bentak oleh Cika, dengan sekuat tenaga ia menampar Cika tepat saat ia menoleh ke arah Bisma.
Plaaaaak !...
Arrrrghhhhhh... hiks... hiks...
Cika tersungkur kembali ke lantai dengan keadaan tiduran miring, sambil memegangi pipinya.
“Sudah puaskah kau berbicara, wahai wanita ular!! Lalu tadi apa yang kau bilang, hah!! Kami tidak memiliki hati nurani pada seorang wanita lemah sepertimu? Hahaha...”
“Apa kau sudah lupa dengan api yang sudah kau kobarkan kepadaku? Jika kau melupakannya dengan sengaja, baiklah! Aku akan membantu mengingatkanmu" Bisma berbicara dengan suara baritonnya penuh dengan aura kabut hitam yang saat ini mengelilinginya.
Kemudian Bisma menyilakan tangannya di dada sambil menopang kakinya ke kaki lainnya sambil menatap lurus ke depan dengan tatapan memerah. Kemudian Bisma menceritakan ulang kejadian pada saat dia bertemu dengan Cika untuk pertama kalinya, tepat di depan rumah Bisma dengan Sandra pada beberapa tahun yang lalu.
__ADS_1
Ini adalah penampilan Bisma saat dia dewasa atau yang sekarang.
...*...
...*...
Flashback...
Bisma sedang kebingungan mencari alamat rumah Kakak tirinya, namun ia sudah benar berada tepat di depan kompleks elite yang sangat mewah. Kemudian Bisma mencoba untuk mendekati satpam yang berjaga di pos dekat dengan portal kompleks.
“Permisi, Pak. Apa benar di kompleks ini ada orang yang tinggal di sini dengan nama Sandra Mahendra?” tanya Bisma dengan sopan sambil menggendong tas ransel.
Ini adalah penampilan Bisma saat dia masih remaja.
Saat ini penampilan Bisma masih seperti anak muda dengan menggunakan pakaian casual dan juga menggendong tas ransel. Ya memang sih, Bisma dari dulu sudah tampan hanya saja sekarang ketampanannya bertambah berkali-kali lipat. Bagaikan sugar Daddy yang memiliki roti sobek serta bulu-bulu halus di rahangnya, menambah kesan tersendiri.
“Sebentar ya, Mas. Saya coba cek dulu karena kebetulan saya pelupa orangnya, maklum sudah tua Mas hehe...” jawab satpam yang sedang berjaga, kemudian masuk ke dalam pos untuk melihat daftar list tersebut.
“Bu Sandra Mahendra yang istrinya Tuan Brian, ya Mas?” ucap Satpam tersebut.
“Ya betul, tapi maaf saya kurang tahu, nama suaminya Pak hehe... Karena saya juga baru saja ini mau ketemu mereka, makanya saya jauh-jauh datang dari luar negeri ke Indonesia” saut Bisma dengan wajah bingungnya.
“Oh begitu Mas, tapi maaf Mas. Sepertinya rumah itu sudah kosong sangat lama sekali karena rumahnya pun sudah mau di beli dengan orang lain. Apa lagi saat kejadian beberapa tahun lalu yang membuat istri pertamanya tewas di tangan perampok, aduh mengerikan sekali saat saya mendengar cerita dari satpam lainnya yang berjaga karena posisi saya lagi libur jadi tidak tahu bagaimana kejadiannya” ucap satpam tersebut.
Degh !...
Deegh !...
Deeeggh !...
Jantung Bisma berpompa sangat kencang saat mendengar sang Kakak telah tewas, sehingga Bisma sudah tidak lagi memiliki keluarga. Karena baginya satu-satunya keluarga adalah Sandra, namun saat mendengar semua itu seketika air mata Bisma runtuh.
“Be-benarkah, Pak. Ka-kakak saya sudah tewas? Lalu, bagaimana suaminya? Apakah ia juga ikut tewas?” tanya Bisma dengan suara terbata-bata.
__ADS_1
“Alhamdulillah, Mas. Tuan Bisma baik-baik saja bahkan ia tidak terluka sedikit pun, hanya Bu Sandra yang tewas akibat luka tembakan sebanyak 3 kali. Ini saja rumahnya sudah tidak ada garis polisi jadi kemungkinan rumah ini akan di jual, karena sekretaris Tuan Brian suka datang ke sini untuk bertemu dengan seseorang yang ingin membeli rumah itu” jawab satpam tersebut.
“Apakah sekretarisnya saat ini ada di dalam, Pak? Jika ada saya ingin menemuinya Pak, izinkan saya masuk. Saya ingin mencari informasi dengan komplit bagaimana semua itu bisa terjadi” ucap Bisma dengan wajah memohon.
“Sepertinya si ada, Mas. Tapi coba saja Mas ke dalam tungguin di depan rumahnya. Kemungkinan sebentar lagi sekretarisnya akan datang, karena ini kan hari minggu jadi dia selalu memeriksa dan datang ke sini” ucap satpam.
“Terima kasih banyak, Pak. Kalau boleh saya tahu di mana rumahnya ya?” tanya Bisma sambil menghapus kasar air matanya.
“Masnya lurus sampai mentok terus belok kanan, nah nanti ada rumah paling tinggi dan mewah dengan cat putih serta pagar berjulang tinggi berwarna hitam dengan motif bunga, nah itu rumahnya” ucap satpam.
“Terima kasih sekali lagi, Pak. Saya permisi dulu untuk menunggu di sana siapa tahu hari ini sekretarisnya datang jadi saya bisa konfirmasi untuk bertemu dengan suami almarhum Kakak tiri saya, mohon izin masuk ya Pak” ucap Bisma dengan sopan.
“Ya, Mas silakan...” ucap satpam tersebut sambil berjalan ke arah posnya dan melihat Bisma berjalan memasuki kompleks sambil sedikit berlari.
“Kasihan sekali Mas itu, pasti dia sangat terpukul. Karena yang saya tahu dari cerita-cerita, katanya almarhum tidak memiliki keluarga lagi selain keluarganya yang kecelakaan itu, tapi Mas itu adiknya tirinya. Ya sudahlah, biarkan saja semoga ada keajaiban untuk Masnya bisa ketemu dengan sekretaris Tuan Brian agar bisa mendapat informasi yang komplit dari Tuan Brian” gumam satpam dengan wajah sedihnya.
Pada akhirnya Bisma telah berhasil menemukan rumah yang mana rumah itu adalah tempat pertemuan antara Kakak tirinya dengan kematiannya. Bisma berdiri panas-panasan sambil menunggu kedatangan sekretaris Brian datang.
Hampir 30 menit Bisma menunggu hingga dirinya sudah berkeringat, namun saat ia mencoba untuk membuka gerbang rumah Brian. Ternyata itu tidak di gembok, bahkan gemboknya terbuka.
“Astaga, kalau dari tadi tidak di gembok kenapa bukannya aku masuk saja di dalam dari pada di sini panas, lagian kan aku juga bisa melihat-lihat di dalam siapa tahu rumahnya tidak di kunci kan. Tapi apakah sekretarisnya itu lupa menggemboknya?” gumam Bisma sambil memasuki halaman rumah.
Dengan langkah perlahan Bisma menelusuri halaman rumah mereka dengan mata berkeliaran ke sana ke sini sambil mengatakan, “Ternyata suami Kak Sandra sangat kaya ya, bahkan rumahnya sebesar ini”
Namun saat Bisma ingin membuka pintu rumah ia terkejut karena ternyata pintunya terkunci, jadi Bisma hanya bisa melihat-lihat luarnya saja.
...ΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩ...
Hello semua pembaca setia kesayanganku... 😊😊😊
Semoga kalian sehat selalu dan terus bahagia semua... 😇😇😇
Maaf tapi untuk beberapa hari ini jadwal Author sedang sibuk 😔😔😔
Jadi Author hanya bisa up 1 bab saja untuk beberapa hari... 😓😓😓
Mohon terus dukung Author yang masih banyak kekurangan ini 🥺🥺🥺
__ADS_1
Jaga diri kalian dan sampai jumpa lagi semuanya... 🤗🤗🤗
Papaaayyy~~~ 👋🏻👋🏻👋🏻👋🏻👋🏻