Gairah Duda Perjaka

Gairah Duda Perjaka
Ayah Brian Dinyatakan Sembuh


__ADS_3

Kemudian Mommy Nisha, Jay dan juga Key lagsung berjalan pergi menjauhi ruangan menuju lift lalu kembali pulang ke rumahnya sebelum Daddy Ken pulang lebih dulu ke rumah.


...*...


...*...


Keesokan harinya..


Sasya tertidur di atas kasur lipat yang mana kini berada di dalam kamar Alex dengan di temani oleh Lukas yang tertidur di atas sofa.


Sedangkan keluarga Bunda Hana dan juga Ayah Brian, kini sudah berada di rumah yang mana mereka akan tinggal di sini selama 1 minggu lamanya hitung-hitung mereka liburan dengan memuas-muasin rasa kangennya kepada keluarga kecil Ayah Brian.


"Sayang, bagaimana keluarga di rumah apa mereka sudah terurus makannya. Apa kamu sudah menyuruh Bibi juga untuk memasak makanan untuk mereka serta menyiapkan semua keperluan mereka?" tanya Ayah Brian di sela makan paginya.


"Alhamdulillah, sudah Mas. Kamu tenang saja aku juga sudah menyuruh Arya kalau ada apa-apa langsung beri tahu kepada penjaga di sana" ucap Bunda Hana sambil menyuapini Ayah Brian.


"Alhamdulillah.. aku jadi tenang dengarnya, apa lagi mereka ke sini aku dalam keadaan seperti ini jadi aku tidak bisa mengajak mereka berkeliling. Tapi, semoga saja dalam waktu dekat aku sudah boleh pulang agar kita semua bisa bersenang-senang sebelum mereka kembali ke Indonesia" ucap Aya Brian.


"Amin.. makannya jangan marah-marah mulu biar tensinya tidak tinggi, ingatkan semalam saat kamu marah-marah tensinya sampai membuat dokter terkejut bukan main" celoteh Bunda Hana dengan wajah sedikit kesal.


"Hehe.. makannya kalau mau sembuh kasih aku servisan dong, aku bosan tahu di sini mulu. Yang ada aku sudah menyia-nyiakan jatahku yang terbuang. Bahkan adikku sudah lama tidak di manjakan lagi, hump.. jadi bisakah kita main di sini, sebentar saja. Aku yakin pasti langsung sembuh" goda Ayah Brian yang membuat Bunda Hana langsung menyuapinya dengan penuh.


"Sudah jangan berbicara terlalu panjang, makanlah habiskan semua ini biar segera pulang ke rumah. Kasihan semuanya di rumah tanpa kita, hanya ada Lily yang menemani mereka. Sedangkan Lukas menemani Sasya untuk menjaga pria itu jadi cepatlah sembuh" sahut Bunda Hana yang malah membuat Ayah Brian terkekeh.

__ADS_1


"Hihi.. kau benar juga sayang, jika aku segera pulang maka adikku bisa segera di manjakan dari pagi ketemu pagi. Bukan begitu istriku" ucap Ayah Brian dengan mengedipkan sebelah matanya.


"Yaaaakkk.. dasar suami me*sum! Sudahlah makan ini cepat habiskan sebentar lagi dokter akan dat-.." ucapan Bunda Hana terhenti saat seseorang masuk dengan senyuman lebarnya yang mana membuat Bunda Hana menoleh dengan diikuti oleh Ayah Brian ke arah pintu.


"Permisi, maaf mengganggu waktunya Tuan dan Nyonya. Bisakah kita periksa kondisi Tuan Bian saat ini, jika semuanya sudah baik-baik saja maka hari ini juga Tuan Brian sudah di perbolehkan pulang dan langsung mengurus semua dokumen kepulangannya"


Sang dokter masuk ruangan Ayah Brian dengan sangat ramah bersama dengan asisten susternya, yang mana membuat Bunda Hana pun mengangguk serta memundurkan langkahnya dan tak lupa menaruh piring yang mana masih terdapat setengah makanan Ayah Brian yang belum habis.


"Baru juga di omongin sudah datang, tapi gapapa deh malah bagus. Jadi, aku bisa segera pulang ke rumah, yang mana akan membut istriku bahagia benarkan sayang?" goda Ayah Brian yang kini langsung membuat Bunda Hana mengalihkan pandangannya lantaran wajahnya sudah merona menahan malu.


"Hehe.. pasti Nyonya Hana akan senang saat melihat suaminya sudah kembali sehat Tuan. Jadi, saya izin untuk mengecek semua kondisi kesehatan Tuan hari ini" ucap sang dokter dan langsung diangguki oleh Ayah Brian.


Sang dokter langsung melakukan tugasnya sangat baik dengan bantuan asisten sisternya yang kini juga mencatat semua yang telah di ucapan yang dokter untuk isi data-data kesehatan Ayah Brian hari ini.


"Nanti akan ada suster yang akan membantu melepaskan impusan serta yang lainnya yang mana kita akan mengecek kondisi Tuan Brian sekali lagi di sore hari jika semuanya stabil maka Tuan Brian sudah bisa langsung pulang"


Sang dokter menjelaskan panjang kali lebar agar membuat Bunda Hana dan juga Ayah Brian mengerti, sehingga kini wajah mereka terlihat sangat bahagia dengan kabar baik ini.


Apa yang mereka doakan beberapa menit lalu langsung di proses begitu kilat, hingga Ayah Brian bisa menemani keluarga di rumah. Hanya saja Sasya dan Lukas harus berada di rumah sakit sampai kondisi Alex benar-benar pulih seutuhnya dan luka jahitan kembali kering.


"Terima kasih, Dok. Maaf jika suamiku ini selama ini sudah menyusahkan dokter dan juga suster" ucap Bunda Hana sambil tersenyum yang juga diangguki oleh dokter serta suster secara bersamaan.


"Tidak apa-apa Nyonya, ya sudah saya pamit dulu karena msih banyak pasien yang menunggu saya. Sekali lagi saya peringatkan untuk Tuan Brian agar tidak kembali setres supaya saat sore nanti saya kembali memeriksanya keadaan Tuan sudah benar-benar stabil dan bisa langsung kembali pulang ke rumah" titah sang dokter dengan wajah tersenyum.

__ADS_1


"Baiklah, terima kasih" ucap Ayah Brian dengan sikap cueknya. Lalu, sang dokter juga suster langsung pergi begitu saja meninggalkan Bunda Hana dan juga Ayah Brian.


Sedangkan di ruangan sebelah, Pinjai yang tertidur di kursi samping Alex kini sudah terbangun bersamaan dengan bangunnya Alex.


"Kenapa kau yang ada di sini? Kemana gadis kecilku? Apakah dia mengikari janjinya?" ucap Alex dengan wajah terkejut saat melihat Pinjai yang malah ada di sampingnya.


"Tidak Tuan, mereka ada di sini kok. Lihat saja Nona Sasya masih tertidur pulas, mungkin karena dia sangat lelah akibat perjalanan jauh dan juga semalaman dia menjagamu"


"Lalu, di sana ada monster kecil yang selalu menjaga Kakaknya tanpa mau meninggalkannya sedikit pun. Padahal kembarannya sudah membujuknya semalam agar mereka pulang bersama dengan semua keluarga besarnya ke rumah. Namun, monster kecil itu menolaknya mentah-mentah dan tetap setia kepada sang Kakak"


Pinjai menjelaskan semuanya dengan menunjuk ke arah Sasya yang kini tertidur di atas kasur lipat, kemudian beralih menunjuk ke arah Lukas yang kini tertidur dengan damai di atas sofa panjang dan juga empuk.


Alex yang melihat itu pun tersenyum lebar yang mana Sasya benar-benar tidak meninggalkannya, ya walaupun Sasya sering memarahinya akibat keras kepalanya namun di balik itu semua Alex bisa merasakan bahwa Sasya mulai tertarik dengannya.


Hanya saja Alex harus berjuang keras untuk terus membuat semu orang yang dia sakiti kembali percaya jika dirinya sudah mulai berubah, dan dengan perlahan dia akan meninggalkan semua pekerjaan kotornya dan kembali menjadi pria baik meskipun semua dosa yang telah dia perbuat tidak bisa di hapus begitu saja.


Tapi dengan Alex berubah menjadi lebih baik saja itu sudah menunjukkan bahwa seorang penjahat dan juga pembunuh yang kejam bisa berubah menjadi pria baik jika memang sudah bertemu dengan apa yang membuatnya kembali ke jalan yang lebih baik.


"Setelah aku sembuh, aku berjanji akan melepas semua pekerjaan kotorku dan kembali membangun perusahaan yang mana dulu aku sia-siakan hanya demi untuk memancing Ayahmu agar masuk ke dalam perangkapku. Tapi, kali ini aku akan kembali membangun perusahaan yang mana akan membuatmu sangat tersentuh akan perubahanku ini"


Alex bergumam di dalam hatinya sambil tersenyum dengan sangat manis menatap Sasya, hingga Pinjai yang melihatnya pun menjadi sedikit lega lantaran Alex semakin hari terlihat semakin berubah.


Sikap arrogan, kejam dan juga mencekam kini tidak lagi menyelimuti Alex. Cuman jika sikap dinginnya dan juga cueknya memang masih melekat di dalam diri Alex meskipun sudah berkurang lantaran kedatangan gadis kecilnya yang selama ini tidak pernah di sangka-sangka akan bisa kembali dalam keadaan sedekat ini tanpa adanya rasa ketakutan lagi di dalam diri Sasya.

__ADS_1


__ADS_2