
Pak guru lalu berjalan meninggalkan kelas menuju ruangannya. Kemudian ada beberapa siswa/siswi yang sudah kabur untuk segera beristirahat. Kini hanya ada 2 orang saja yang berada di dalam kelas tersebut yaitu Lily dan seorang anak laki-laki.
Lily segera merapikan buku-bukunya yang ada di atas meja untuk kembali memasukkan ke dalam tasnya agar tidak ada yang hilang jika ia tinggal ke kantin bersama Abang tersayang. Namun saat Lily mau melangkahkan kaki pergi ke kantin, tiba-tiba saja matanya menoleh ke arah belakang tepat di ujung pojokkan ada seorang anak laki-laki tampan dengan kulit bersih dan juga manik mata yang cukup indah.
Anak laki-laki itu sedang duduk sambil mengerjakan pekerjaan rumah yang tadi Pak guru berikan, tetapi anehnya kenapa dia mengerjakannya sekarang? Kenapa bukan saat dia pas sudah pulang dari sekolah? Itulah yang membuat Lily bingung.
Kemudian Lily mencoba untuk mendekati anak laki-laki itu dengan segala keberaniannya, karena ia tahu jika laki-laki yang akan ia dekati bukanlah anak laki-laki biasa tetapi anak laki-laki yang sangat menyebalkan.
“Hi...” sapa Lily dengan segala keramahannya sambil tersenyum canggung.
Anak laki-laki itu hanya sedikit melirik Lily dan kembali lagi fokus pada soal-soalnya tersebut.
“Kamu kenapa enggak istirahat? Apa kamu tidak mendengar bel berbunyi? Bahkan yang lain saja sudah pada lari ke kantin, lalu kenapa kamu masih tetap berada di sini?” celoteh Lily dengan wajah yang begitu penasaran.
Lalu anak laki-laki itu meliriknya dengan tatapan sinis, “Bisa kan, kamu pergi dari sini dan tidak menggangguku, jika kau mau beristirahat ya silakan. Tapi jangan menghasut diriku, do you get it!”
Lily yang mendengar itu pun membuat dirinya begitu jengkel. Anak laki-laki ini seperti tidak ada ramah-ramahnya kepada siapa pun, meskipun ia tipikal bocah pendiam namun sekalinya ia berbicara maka omongannya sangat menyebalkan.
“Siapa yang menghasutmu, lagi pula aku cuma ingin menegurmu serta mau menanyakan kenapa kamu tidak mau istirahat seperti yang lain. Lalu satu lagi, tugas ini adalah tugas rumah jadi kenapa mengerjakannya di sekolah” ucap Lily dengan kesal.
“Suka-suka akulah, aku yang mengerjakannya kok kamu yang repot. Dahlah, sana pergi. Jangan pernah menganggukku lagi, dasar wanita aneh!” celetuk anak laki-laki tersebut dengan wajah cueknya.
“Hyaaaaa... Dasar bocah menyebalkan! Wajah saja tampan, tapi ke lakukannya menyebalkan” teriak Lily dengan wajah marah sambil memajukan mulutnya.
“Ck!! Berisik banget sih, suara kok kaya trompet tahun baru” bentak anak laki-laki tersebut sambil menutup kedua kupingnya.
“Huaaa... Kamu jahat, kamu sudah bentak-bentak Lily hiks... Bahkan keluargaku saja tidak pernah membentakku jika aku salah hiks...” Lily menangis manja, membuat anak laki-laki tersebut berdiri dengan wajah bingungnya.
“Aduuh... Bagaimana ini, kenapa malah nangis sih nih anak. Kalau Kakak tahu, pasti dia akan marah karena aku sudah buat seorang wanita menangis. Duuh... Begaimana ini, ayolah berpikir cepatttt, come on my brain...” ucap anak laki-laki itu di dalam hatinya dengan penuh kepanikan.
Saat anak laki-laki itu sedang memikirkan cara untuk membuat Lily terdiam dari isak tangisnya, tak lama seorang wanita pun masuk dengan aura dinginnya.
“Apa yang kau lakukan padanya, Jae!!” ucap wanita itu sambil berjalan ke arah Jae dan Lily.
Lily yang melihat wanita itu pun langsung menghapus air matanya, “Ka-kamu siapa? Kenapa kamu kenal sama dia?”
Wanita itu hanya melirik Lily dan kembali menatap Jae dengan tatapan intimidasi, “Jaeeeee...”
__ADS_1
“Ma-maaf Kak, Jae ti-tidak sengaja me-membentak gadis itu. Habisnya dia menyebalkan sih” ucap Jae yang langsung menyalahkan Lily.
“Apa kamu bilang! Aku menyebalkan? Kamu tuh yang menyebalkan, aku cuma nanya kenapa kamu tidak istirahat tapi kamu malah membentakku dan mengataiku jika suaraku seperti trompet” cecar Lily yang tidak mau di salahkan.
“Tuhkan Kak, lihat saja dia. Apa yang aku katakan tidak salah dong jika suaranya memang seperti trompet” saut Jae.
“Ughh... Ternyata kau mencari pembelaan dari dia, baiklah. Tunggu di sini!!!” tegas Lily yang langsung berlari keluar kelas.
Lalu Jae dan kakaknya itu hanya bisa saling menatap untuk meminta jawaban.
“Kenapa kau bisa membentaknya, Jae? Bukankah aku selalu mengajarkanmu bersikaplah sopan pada siapa pun. Meskipun kamu tipikal cowo cuek, tapi jangan sampai perkataan yang keluar dari mulutmu bisa menyakiti orang lain” nasehat sang Kakak yang membuat Jae kembali menunduk.
“Jae akui, Jae sudah salah Kak. Habisnya Jae kesal, gadis itu mengganggu konsentrasi Jae saat mengerjakan tugas sekolah jadi Jae kelepasan deh” ucap Jae.
“Tugas apa yang kamu kerjakan di waktu istirahat ini?” tanya sang Kakak dengan nada dinginnya.
“Hehe...” Jae malah cengengesan sambil menggaruk kepalanya yang tidak gatal, karena ia bingung harus menjawab apa kepada Kakaknya ini.
“Kenapa ketawa? Apa wajahku ada yang lucu?” ucap sang Kakak dengan datar.
“Jangan coba-coba mengalihkan pertanyaanku Jaecobs Malvynson!!” tegas sang Kakak dengan menekankan nama.
Jae sudah tahu jika sang Kakak memang tidak bisa di bercandakan lalu ia segera menjawabnya dari pada panjang berurusan dengan wanita yang sangat dingin ini.
“Tadi sebelum bel istirahat berbunyi, Pak guru memberikan pekerjaan rumah. Lalu saat ia keluar bersama yang lain, aku langsung mengerjakannya tapi gadis itu malah menganggukku. Ckk!! Menyebalkan” keluh Jae dengan wajah kesalnya.
Sang Kakak yang udah paham maksud arah perkataannya Jae, seketika ia menatap Jae dengan tatapan tajam.
“Pekerjaan rumah itu memang seharusnya dikerjakan di rumah saat pulang sekolah, bukan saat waktu jam istirahat seperti ini. Jika pun ada jam pelajaran kosong itu bisa kamu manfaatkan untuk mengerjainya, tapi jika tidak ada maka lebih baik kerjakan di rumah bukan di sekolah”
“Jangan bilang kamu membuang waktu istirahatmu itu, supaya nanti saat berada di rumah kamu bisa dengan puasnya main PS, benarkah begitu bukan Jae?!”
Sang Kakak benar-benar kesal dengan Jae, karena ia selalu mengutamakan PS dari pada kesehatannya sendiri. Apa lagi Jae memiliki tubuh yang tidak sekuat dirinya.
“Heheh... Kak Key tahu saja yang ada di pikiranku” jawab Jae dengan nada cengengesan.
“Baiklah jika kau lebih mementingkan PS dari pada kesehatanmu, maka jangan berbicara padaku selama 1 minggu” ancam Key dengan nada datarnya.
__ADS_1
“Huaaaa... Kakak, maafin Jae. Jangan diemin Jae dong, Kakak kan tahu jika Jae enggak bisa liat Kakak marah soalnya Jae takut kalau Kakak marah, nanti baikkannya lama banget” rengek Jae dengan tatapan menggemaskan memegang tangan Key.
Key yang mendengar perkataan Jae membuat dirinya sedikit menarik sudut bibirnya, namun tidak sampai terlihat jika ia menahan senyum melihat tingkah adiknya yang sangat lucu. Ya begitulah Jae, dia memang terlihat cool dan juga menyebalkan di luar, tapi di dalamnya dia adalah anak laki-laki yang sangat lembut dan penuh kasih sayang. Saat mereka sedang asyik berbincang, tiba-tiba Lily datang sambil menarik tangan Lukas.
“Ada apaan sih, Ly? Bisa enggak, pelan-pelan aja” keluh Lukas dengan wajah datarnya.
“Udah Abang, ayo ikut saja. Katanya kalau ada apa-apa, Lily harus bilang sama Abang kan ya sudah Lily ajak Abang ke kelas untuk ngadepin cowok menyebalkan itu” unjuk Lily dengan wajah polosnya.
Lukas langsung menatap Jae, yang membuat Jae dan juga Key menatap Lukas.
“Kenapa?” ucap Jae dengan sangat dingin yang entah mengapa keadaan di kelas Lily terasa sangat dingin karena adanya ke-3 es yang bertemu jadi satu.
“Tuhkan... Masa dia melotot-melototin Lily, Bang. Mana dia bawa Kakaknya lagi, jadi kan Lily takut. Ya sudah Lily bawa Abang saja ke sini biar sama-sama impas. Dia bawa Kakaknya, Lily bawa Abang jadi aman hehe...” ucap Lily dengan sangat gemas.
Deghh...
“Ke-kenapa di saat dia tertawa malah terlihat sangat manis? Astaga... Jae!! Apa-apaan ini! Sejak kapan kamu mengagumi seorang wanita, apa kamu lupa jika wanita itu menyebalkan. Buktinya, lihat saja Kak Key. Dia sangat menyebalkan dan Mommy, dia selalu saja cerewet tanpa henti. Dahlah lebih baik sendiri, itu jauh mengasyikkan apa lagi sambil bermain PS hihi...”
Jae bergumam di dalam hatinya sambil menatap Lily, lalu seketika ia melihat ke arah Key dan juga Lukas yang masih saling menatap satu sama lain dengan keadaan wajah yang begitu datar.
...ΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩ...
Terima kasih atas dukungan kalian semua pembaca setiaku 🤗🤗🤗
Teruslah dukung Author yang masih banyak kekurangan ini 🥺🥺🥺
Dan teruslah beri masukan dan ide-ide brilian kalian yaaa... 😁😁😁
Author juga lagi-lagi mau memberikan rekomendasi Novel baru 👍🏻👍🏻👍🏻
Silahkan jelajahi rekomendasi novel yang Author berikan... 🤭🤭🤭
Jangan lupa tinggalkan jejak kenangan berharga kalian yaaa... 😆😆😆
...*...
__ADS_1