
Lily yang mendapatkan tawa dari mereka semua langsung menghela nafasnya dengan kasar sambil meliat kedua tangannya di dadanya.
Tidak lupa juga Lily memalingkan wajahnya yang membuatnya terlihat lebih menggemaskan dari pada sebelumnya.
“Sudahlah, jangan terus-terusan menggoda Tuan Putri kecilku ini. Lebih baik kalian habiskan cheese cake kalian dan lalu lanjutkan menyelesaikan pekerjaan sekolah kalian. Lily sayang... ini, kamu bisa memiliki cheese cake Bunda karena Bunda sudah merasa kenyang” ucap Bunda Hana penuh senyuman.
“Benarkah Bunda kalau Lily boleh memiliki cheese cake milik Bunda? Lalu bagaimana dengan Bunda sendiri?” tanya Liky dengan wajah sedihnya menatap Bunda Hana.
“Bunda tidak apa-apa sayang, lagi pula Bunda juga merasa kenyang saat ini. Dari pada cheese cakenya di buang, lebih baik Bunda kasih ke Tuan Putri kecil kesayangan Bunda, bukan?” Bunda Hana memberikan cheese cake miliknya pada Lily.
“Yeeyyy... terima kasih banyak Bunda. Lily sayang Bunda banyak-banyak deh pokoknya hihi...” jawab Lily sambil mengambil piring cheese cake dari tangan Bunda Hana.
Lily kembali menikmati cheese tersebut dengan penuh gembira yang mana membuat mereka semua tersenyum saat melihat Lily.
Kemudian Ayah Brian yang membagi cheese cakenya dengan Bunda Hana yang mana kedekatan mereka terlihat sangat manis di matanya Key.
“Orang tuanya Lily serta Lukas ternyata adalah pasangan yang baik hati dan juga manis. Andai saja Daddy Ken dan Mommy Nisha bisa kembali romantis seperti orang tuanya mereka, pasti hati-hati kami akan penuh dengan canda tawa seperti ini huuft...” gumam Key dalam hatinya sambil menghela napas dan kembali melanjutkan makan cheese cake.
“Emm... kenapa dia tiba-tiba menghela napas seperti itu. Apakah dia melihat Ayah dan Bunda yang sangat romantis ini, dia jadi teringat akan orang tuanya yang mana tidak dalam kondisi yang baik. Aku harap dia bisa lebih terbuka lagi denganku. Aaargh... apaan sih Lukas, enggak jelas banget kamu...” geram Lukas di dalam hatinya.
Kemudian mereka melanjutkan makan cheese cake dan anak-anak kembali fokus mengerjakan tugas sekolah mereka setelah selesai makan cheese cake.
Sementara Bunda Hana pergi ke dapur untuk menyiapkan semua menu makan malam bersama Bibi pembantu.
Lalu Ayah Brian yang melihat anak-anak sedang fokus dengan tugas mereka, dia juga melanjutkan pekerjaannya yang masih tersisa.
__ADS_1
Ayah Brian mengeluarkan laptopnya dan kembali mengecek mengenai semua data dan dokumen yang dia butuhkan untuk meeting besok di perusahaannya.
Beberapa jam kemudian, mereka mendengar suara bel pintu yang mana membuat semuanya menatap ke arah pintu utama.
Lalu Bunda Hama keluar dari dapur dan berjalan ke luar untuk membukakan pintu yang mana ada tamu spesial yang sudah menunggunya.
Lalu Bunda Hana dan tamu spesialnya berjalan menuju ruang keluarga. Ayah Brian, Lukas dan Lily menatap ke arah tamu tersebut dengan wajah bingung karena mereka tidak mengenali tamu tersebut.
Sedangkan Jay dan Key langsung berdiri dan berlari memeluk tamu spesial tersebut.
“Mommy... ternyata tamu spesial yang dikatakan oleh tante itu adalah Mommy. Jay senang banget deh Mommy bisa datang ke sini dan ikut makan malam dengan kami. Jay sudah sangat merindukan Mommy...” ucap Jay sambil memeluk perut Mommy Nisha.
“Tapi Mommy Nisha... apakah Mommy datang ke sini bersama dengan Daddy Ken? Lalu di mana Daddy Ken? Apakah dia sedang memarkirkan mobilnya di luar?” tanya Key sambil melihat ke arah belakangnya Mommy Nisha.
“Tidak sayang, hari ini Daddy Ken pergi ke luar kota untuk meeting dan akan kembali besok siang. Itu sebabnya Mommy bisa datang ke sini untuk makan malam bersama kalian dan juga sahabat baru Mommy hihi...” ucap Mommy Nisha sambil menatap Bunda Hana yang mana membalasnya dengan senyuman.
Lalu Mommy Nisha duduk di sofa bersama dengan Jay dan Key yang tidak mau jauh darinya. Sementara itu ada sepasang mata yang menatap Mommy Nisha dengan penuh penasaran.
Siapa lagi itu jika bukan Lily, karena ini adalah pertama kalinya dia bertemu dengan Mommy Nisha yang mana adalah orang tuanya Jay dan Key.
“Jadi tante ini adalah Mommynya Jay dan juga Kak Key ya... tante terlihat masih sangat muda dan cantik, tapi tidak secantik Bunda Hana. Benar begitu kan Ayah...” ucap Lily dengan menatap Ayah Brian yang sedang mengetik di laptopnya.
“Tentu saja dong... Bunda Hana adalah wanita tercantik pertama dalam hidupnya Ayah. Lalu yang ke dua itu Kakak Sasya, ketiga itu Oma Syifa dan terakhir itu Lily. Bukan begitu sayang?” goda Brian yang membuat Lily langsung membuka mulutnya lebar karena tidak percaya dengan apa yang dia dengar.
“Yaakk... kenapa Lily harus jadi yang terakhir sih Ayah. Harusnya itu Oma yang terakhir karena Oma kan udah tua, jadi bukan Lily yang terakhir. Lily itu seharusnya ada di posisi ke tiga setelah Kakak Sasya. Dasar Ayah menyebalkan huumpp...” geram Lily sambil memalingkan wajahnya.
__ADS_1
“Ternyata kamu mengakui kalau Bunda dan Kak Sasya itu jauh lebih cantik darimu. Baguslah jika kamu sadar diri, jadi aku tidak perlu harus selalu mengingatkanmu” ucap Lukas dengan cueknya sambil melanjutkan mengerjakan tugas sekolahnya.
“Yaaakkk... Abang juga kenapa jadi ikut-ikutan mojokin aku sih. Kalau kayak begini nanti siapa yang akan membela Lily jika ada yang membandingkan kecantikannya Lily dengan Bunda dan juga Kak Sasya.” Jawab Lily sambil menatap Lukas dengan sangat tajam.
Sementara itu Bunda Hana, Ayah Brian dan Lukas hanya menaikkan bahu mereka yang artinya jika mereka juga tidak tahu.
Melihat respons dari orang tua dan Abangnya yang seperti itu, Lily semakin marah dan langsung melipat kedua tangannya di dadanya.
Lalu Mommy Nisha dan Jay hanya bisa menahan tawanya saat melihat jika keluarga Ayah Brian sangat kompak dalam membuat Lily merasa kesal.
Sedangkan Key hanya diam sambil menatap Ayah Brian dan Bunda Hana yang mana itu membuat dirinya merasa iri dengan kehangatan keluarga Ayah Brian.
“Kalau begitu aku akan kembali ke dapur dan menyiapkan makan malam untuk kita semua nanti. Kalian lanjutkan saja pekerjaan kalian di sini, Bunda akan segera kembali...” ucap Bunda Hana yang mana malah membuat Mommy Nisha berdiri dari duduknya.
“Tunggu Hana, biarkan aku ikut denganmu karena aku juga ingin membantumu. Lagi pula aku juga bawa beberapa camilan dan makanan untuk kita makan malam nanti hihi...” ucap Mommy Nisha sambil mengangkat tas jinjing yang dia bawa sejak tadi.
“Baiklah kalau begitu ayo kita pergi ke dapur dan memasak bersama. Sudah lama aku tidak masak berdua dengan seseorang selain dari Bibi yang sudah lama bekerja di sini. Kalian lanjutkan saja pekerjaan kalian di sini ya...” ucap Bunda Hana yang pergi ke arah dapur bersama dengan Mommy Nisha.
Setelah melihat Mommy Nisha pergi dengan Bunda Hana ke dapur, lalu Jay dan Key turun dari sofa dan duduk di lantai.
Mereka kembali melanjutkan mengerjakan tugas sekolah mereka bersama dengan Lukas dan Lily. Lalu Ayah Brian yang kembali dengan pekerjaan di laptopnya.
Bunda Hana dan Mommy Nisha sibuk menyelesaikan masakan mereka sambil membicarakan banyak hal.
Bahkan sesekali mereka tertawa saat mereka membicarakan tentang kehidupan sehari-hari Bunda Hana, Ayah Brian dan anak-anak mereka.
__ADS_1
Meskipun merasa iri dengan kehidupan keluarga Bunda Hana, namun Mommy Nisha tidak mau menunjukkannya.
Mommy Nisha hanya tersenyum dan tertawa jika ceritanya menarik dan lucu. Bagaimana pun Mommy Nisha merasa senang karena dia dan anak-anaknya bisa kenal dengan keluarga Bunda Hana.