Gairah Duda Perjaka

Gairah Duda Perjaka
Bisma Alexsander


__ADS_3

“Ini cewek bukannya bilang terima kasih kek apa kek basa-basi, ini malah mengata-ngatai borok sikut. Dasar gadis aneh...” gumam Jae di dalam hatinya yang sudah sangat kesal.


Ya meskipun Lily begitu menyebalkan, tapi setidaknya Lily sudah bisa tersenyum sambil menikmati coklat yang saat ini berada di dalam mulutnya.


“Hemm yummy... yummy... enak” ucap Lily dengan wajah bahagia dan tak lama bel masuk pun berbunyi.


Krrriinngggg...


Krrriinngggg...


Jae yang mendengar itu langsung segera kembali ke mejanya sendiri dan saat ia mau duduk, tiba-tiba saja Lily menoleh ke arahnya sambil menunjukkan coklatnya. “Jae, thanks for the choco. Lily suka banget dan Lily sudah maafin Jae. So we are friends now hehe..."


Jae hanya sedikit menengok dan kembali membereskan bukunya untuk menggantinya dengan buku pelajaran yang lain.


“Lebih baik kita jangan berteman deh, bisa-bisa aku jadi penghuni rumah sakit jiwa gara-gara stres ngadepin cewek aneh kek gitu ughh...” gumam Jae di dalam hatinya.


Tidak lama teman-teman yang lainnya pun masuk ke dalam kelas, lalu mereka langsung menduduki kursi mereka. Hanya selang beberapa menit sudah ada bergantian guru yang masuk untuk mengajar pelajaran selanjutnya.


...*...


...*...


Amric University


“Baiklah semuanya pelajaran kali ini cukup sampai di sini, dan terima kasih atas waktunya. Selamat sore...” ucap seorang dosen sambil keluar dari kelas.


Semua mahasiswa/i bersiap-siap untuk segera pulang ke rumah, saat semua sudah keluar dari kelas kini hanya tinggal Ash dan juga Sasya.


“Kiss, nanti malam ada waktu enggak?” ucap Ash sambil berdiri di sebelah Sasya yang sedang merapikan bukunya.


“Memang kenapa?” tanya Sasya sambil menoleh dan memakai tasnya dan berjalan keluar kelas.


Lalu Ash dan Sasya berjalan bersama layaknya seorang pasangan yang begitu serasi. Bahkan banyak wanita yang iri melihat kedekatan Sasya dan juga Ash. Ash yang sangat manis dan juga tampan membuat semua wanita di sana merasa jiwanya meronta-ronta saat melihat kedekatan mereka.

__ADS_1


“Aku mau mengajak kamu mencari suasana baru saja, lagian juga keluargamu sudah mengenalku kan. Jadi pasti mereka tidak melarangku untuk membawamu jalan-jalan. Not to long okay, paling sebelum jam 9 atau jam 10 kita sudah pulang” ucap Ash sambil tersenyum.


“Hemm... gimana ya?” ucap Sasya dengan keraguan.


“Come on Kiss, please... Hitung-hitung kita cari hiburan, lagian kapan lagi kamu bisa jalan dengan pria setampan ini hemm..” ucap Ash dengan wajah penuh percaya diri.


“Lihat nanti saja ya, syukur-syukur aku tidak sibuk hehe...” saut Sasya sambil tersenyum indah.


Deghh...


Deegghh...


Deeggghhh...


Jantung Ash seketika berdetak sangat cepat saat ia melihat senyuman yang begitu manis terukir jelas di wajah cantik Sasya.


“Calm down Ash, calm down... Ini cuma senyuman doang bukan tembakan, jadi jangan pingsan jangan pingsan okay... Enggak lucu dong cuman di senyumin saja pingsan, memangnya kamu cowok apaan uhh...” gumam Ash di dalam hatinya dengan wajah memerah.


“Then I will go home now, nanti aku kabari lewat pesan jadi atau tidaknya supaya kamu tidak menunggu bidadari yang cantik ini haha bye...” ujar Sasya langsung pergi meninggalkan Ash yang masih terdiam dengan wajahnya yang memerah bagaikan tomat busuk.


Setelah beberapa detik Ash langsung menghembuskan nafasnya dengan kasar.


Huffftttt...


“Tidak, aku tidak boleh lemah. Aku harus bisa pepet Sasya terus jangan sampai kendor, supaya dia tidak ada yang mendekatinya. Saat waktunya pas aku harus berani menyatakan cinta ini. Walaupun nanti aku tidak tahu Sasya akan menerimaku atau menolakku, setidaknya aku sudah menjadi pria sejati. Yeah, you can do it Ash...”


Ash meyakinkan dirinya jika ia harus bisa menahan rasa takutnya, agar secepatnya bisa mengungkapkan perasaannya kepadanya Sasya. Setelah mulai tenang, Ash kembali berjalan menuju area parkir mobilnya. Ia melangkahkan kakinya dengan sangat cool dan tampan, banyak mahasiswi yang selalu menatapnya dengan tatapan menggoda.


Tetapi Ash tidak mau menggubris mereka. Lebih baik ia fokus pada tujuan utamanya untuk bisa mendapatkan atau pun mengambil hati Sasya. Sampai akhirnya Ash menaiki mobilnya dan pergi meninggalkan kampus.


...*...


...*...

__ADS_1


Sore hari, di negara Australia tepatnya di kota Sydney. Ada seorang pria gagah dengan tubuh yang sangat berotot sedang di sibukkan dengan beberapa tugas bawah tanahnya. Sydney dan New York memiliki perbedaan waktu sekitar 14 jam. Jadi jika di Amerika tepatnya hari Senin pukul 5 sore, maka di Australia yaitu hari Minggu pukul 3 sore.


Hari ini merupakan hari libur kantor, jadi setiap hari Sabtu dan Minggu pria itu menyibukkan dirinya untuk memperluas jaringan bawah tanahnya. Benar saja, sekarang ia sudah semakin maju dan juga namanya terkenal dimana-mana. Bahkan banyak sebagian orang yang di tindas oleh mafia lainnya yang meminta tolong pada pria itu untuk membantu mereka merebut haknya kembali.


Apa boleh di sangka, pria itu mau membantunya dengan syarat orang itu mau membagi apa yang akan pria itu rebut sebanyak 50% namun jika keberatan maka pria itu tidak akan repot-repot membantunya karena baginya uang adalah segalanya. Jika ia mau menolong seseorang pun, harus ada timbal baliknya yang sesuai dengan pekerjaannya.


Ya memang sih pria itu baik dan juga mau menolong, tetapi jika dia meminta imbalan setengah dari apa yang mereka miliki apakah itu namanya bukan pemerasan? Oh tentu tidak, karena ini adalah pekerjaan dan tidak ada yang namanya pemerasan. Jika sudah ada kontrak ataupun tanda tangan, maka pria itu akan langsung melakukan pekerjaannya dengan sangat rapi.


Namun jika semua itu tidak ada, maka ia berani mengambil resiko. Apa lagi pria itu sangat tahu taktik para mafia jaman sekarang, jadi dia tidak mau tertipu dengan sangat mudah. Siapakah orang itu?


Ya siapa lagi dia kalau bukan pria yang selama ini berusaha di jauhkan oleh keluarga Brian dari Sasya akibat kejadian beberapa tahun lalu yang membuat Sasya memiliki trauma hingga harus mengganti nama panggilannya agar tidak membuatnya teringat akan kejadian tersebut.


Bisma Alexsander merupakan seorang pebisnis terkenal dan juga memiliki serikat rangkaian mafia bawah tanah yang bekerja untuk membantu orang yang membutuhkannya dengan imbalan yang setimpal sama kerja kerasnya. Bisma yang sudah merubah namanya menjadi Alex itu adalah seorang pria yang sangat tampan dan juga begitu dingin serta cuek terhadap siapa pun dengan usia 29 tahun.


Saat ini Alex telah berada di Australia karena ia pindah ke sana dengan tujuan agar bisa melupakan Sasya. Dia selalu melakukan berbagai cara untuk menghilangkan ingatannya, tetap saja bayangan itu selalu muncul di saat Alex sedang sendiri. Semakin bertambahnya usia bukan semakin membuat Alex terlihat menua, namun ia malah terlihat sangat muda dab semakin tampan.


Bahkan banyak wanita sek*si yang gila akan harta untuk selalu mengincarnya, namun Alex berpegang teguh pada pendiriannya sehingga wanita-wanita itu tidak ada yang berani mendekatinya, tapi jangan salah. Ada 1 wanita yang selalu mengejar Alex tanpa rasa lelah dan juga kapok sedikit pun.


...ΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩ...


Cukup di sini dulu bab untuk hari ini ya para pembaca setiaku... 😁😁😁


Jaga diri kalian dan sampai ketemu di bab selanjutnya 😆😆😆


Sayang kalian semua... ❤️❤️❤️


Ehh... ehh... Ada yang mau lewat di bawah ini dulu nehh... 🤭🤭🤭


Jeng... Jeng... Jeng... ✨✨✨


Rekomendasi Novel untuk hari ini dari Author keren kalian 😎😎😎


Jangan lupa jelajahi dan tinggalkan jejak indah kalian ya... 🌹☕🌟

__ADS_1


...*...



__ADS_2