
Awalnya Sasya tidak mau, tapi pada akhirnya dia mau menemani Alex yang mana Alex selalu menggunakan jurus andalannya yaitu merengek manja dengan mode kyiut. Siapa yang akan kuat ketika melihat orang yang di kenal sangat kejam kini berubah menjadi seekor kelinci imut.
...*...
...*...
Di taman rumah sakit, Sasya membawa Alex pergi ketaman untuk melihat langit yang sangat cerah dengan dihiasi oleh bintang-bintang yang sangat cantik dan juga Bulan yang indah. Tak Lupa Sasya juga sudah meminta izin kepada sang dokter untuk membawa Alex berjalan-jalan di sekitaran rumah sakit.
Entah kenapa malam ini terlihat lebih cerah dari biasanya, seakan-akan alam semesta mendukung mereka untuk menghabiskan malam berdua.
Alex dan Sasya duduk di atas rerumputan sambil berselonjor serta menatap ke arah langit dimana semua bintang berlomba-lomba untuk menyinari langit yang gelap.
Awalnya Sasya melarang Alex untuk turun dari kursi roda namun siapa sangka dari pada Sasya harus duduk di pangkuan Alex lebih baik mereka duduk di rerumputan anggap saja mereka sedang menikmati malam yang sunyi untuk menenangin pikiran satu sama lain.
"Andaikan aku bisa menjadi salah satu di antara bintang di sana, mungkin saat ini aku tidak akan kesepian melewati pahitnya kehidupan dan juga kekosongan di dalam hatiku"
Alex berbicara sambil tersenyum menatap ke arah langit, yang langsung membuat Sasya menoleh ke samping dengan wajah sedikit kasihan lantaran Sasya sudah mengetahui kehidupan Alex. Hanya saja dia harus berpura-pura sandiwara agar Alex yang akan menceritakannya sendiri.
"Kamu bisa kok jadi salah satu di antara mereka, asalkan kamu ada tekat untuk merubah hidupmu yang kamu bilang kosong, hampa dan juga kesepian" Jawab Sasya sambil menatap langit.
"Bagaimana caranya? Aku sudah terbiasa dengan semua itu dari kecil semenjak aku kehilangan semua keluargaku terutama Ibu yang selalu ada di sampingku saat aku kecil. Namun, karena suatu kejadian membuat Ibu menjadi sakit-sakitan dan meninggalkanku" Sahut Alex.
"Suatu kejadian? Kejadian apa yang menimpa Ibumu hingga beliau sakit-sakitan? Jika kamu ingin membagi kisahmu denganku silakan, aku akan menjadi pendengar yang baik dan juga teman curhat yang baik untukmu. Tapi jika kamu tidak mau membaginya tidak apa-apa, aku tidak akan memaksanya" Ucap Sasya.
__ADS_1
Alex pun menoleh arah Sasya yang membuat Sasya juga ikut menoleh hingga kedua mata mereka saling menatap satu sama lain. Hampir 2 menit lamanya mereka saling menatap, sampai seketika Alex mengalihkan pandangannya kembali menatap ke arah langit.
"Apa sudah saatnya aku menceritakan semua kisahku kepada Sasya? Apakah itu tidak terlalu cepat? Bagaimana jika di menertawakan kehidupanku? Tapi, jika aku selalu menyembunyikannya juga tidak akan baik bukan? Toh aku yakin Sasya adalah gadis yang baik siapa tahu dengan aku bercerita tentang kisahku maka dia bisa tahu kenapa aku bisa sampai seperti ini"
"Huhhh.. baiklah, aku akan menceritakan semua tentang kehidupanku kepadanya. Siapa tahu dengan begini Sasya bisa melihat bahwa aku juga seorang manusia yang memiliki kehidupan seperti yang lainnya"
Alex bergumam di dalam hatinya yang mana membuat Sasya tersenyum ketika melihat ekspresi Alex yang terlihat bingung, namun seketika Alex menoleh sekilas pada Sasya dan kembali menatap langit dengan tatapan sendu sambil menceritakan semua kehidupannya dari kecil hingga saat ini.
Sasya hanya bisa mendengarkan curhatan Alex sambil tersenyum, lantaran Sasya tidak menyangka jika Alex sudah mulai terbuka padanya. Belum lagi sepanjang Alex bercerita dia selalu meneteskan air matanya hingga membuat Sasya pun ikut meneteskan air mata.
Apa yang di ceritakan Pinjai dengan Alex semuanya sama, hanya saja jika Alex yang bercerita langsung entah kenapa rasa pahit yang dialami Alex benar-benar membuat Sasya bisa merasakannya.
"Begitulah kisah Bisma yang kau kenal, tetapi semua itu sudah hanya tinggal sebuah kenangan bersama terkuburnya nama Bisma. Yang ada sekarang adalah Alex, seorang pria yang sedang berjuang demi menata kehidupan yang baru serta mengejar cintanya yang entahlah akan berbuah manis atau kembali pahit" Ucap Alex menatap ke arah Sasya sambil tersenyum dengan sisa air mata yang menetes.
"Terima kasih kamu sudah membuatku lebih menghargai hidup. Mungkin jika aku yang berada diposisimu pasti aku sudah masuk ke rumah sakit karena gila atau bisa juga aku langsung bunuh diri saking ujian yang diberikan bertubi-tubi"
"Aku tahu dia sumber dari munculnya masa lalu kita, hanya saja kita harus memberikannya kesempatan agar bisa berubah menjadi seseorang yang jauh lebih baik kedepannya. Aku yang tidak mengenal dia tetapi aku bisa merasakannya bagaimana trauma yang dia terima dari siksaanmu, ya memang aku tidak bisa menyalahkanmu tetapi aku juga tidak bisa membenarkan sikapmu"
"Selagi dia sudah berubah berikan dia keringanan agar bisa merasakan bagaimana rasanya menghirup udara segar di luar dari pengawasanmu. Aku tahu ini sangat berat untukmu tapi aku sudah mengikhlasan semua masa laluku agar menjadi sebuah kenangan dimana mungkin dengan adanya kejadian itu aku bisa seperti sekarang. Namun, jika tidak ada kejadian itu mungkin aku tidak bisa sehebat ini. Begitu juga dirimu bukan?"
Ucapan Sasya mampu membuat Alex terdiam menatapnya dengan perasaan tidak percaya jika Sasya dengan mudahnya memaafkan Chika setelah apa yang dia lakukan untuk keluarganya.
"Ka-kau serius sudah me-memaafkan wanita itu se-semudah itu dengan apa yang dia lakukan hingga hampir sama membuatku menghancurkan semua keluargamu?" Tanya Alex dengan terbata-bata.
__ADS_1
"Dari sisi diriku sih aku sudah ikhlas memaafkan semua yang dia lakukan, cuman jika keluargaku? Aku belum tahu bagaimana reaksi mereka ketika aku akan memberitahunya tentang nasib wanita itu. Tapi jika mereka semua sudah memaafkan wanita itu, apakah kamu juga akan memaafkan serta membebaskannya?" jawab Sasya dengan wajah seriusnya.
Alex hanya bisa terdiam mencerna semua ucapan Sasya, hingga pada akhirnya Alex mengajak Sasya untuk kembali ke dalam ruangan lantaran angin malam tidak baik buat kesehatan mereka. Mau tidak mau Sasya mengikuti ucapan Alex karena memang sang dokter hanya mengizinkan mereka ditaman tidak sampai melebihi jam setengah 10 malam.
Belum lagi, Alex sepanjang jalan menuju kamarnya dia hanya bisa terdiam tanpa kembali menjawabnya pertanyaan Sasya yang terakhir. Begitu juga dengan Sasya dia hanya mendorong kursi roda Alex dalam keadaan terdiam seribu bahasa.
Sasya sangat mengerti kebimbangan Alex, setidaknya Sasya sudah mengatakan bahwa dirinya sudah bisa mengikhlaskan apa yang terjadi di masa lalu. Sehingga harapan terbesar Sasya semoga Alex bisa mengikuti jejaknya agar tidak mempunyai dendam di dalam hatinya.
Mungkin Alex masih membutuhkan waktu untuk bisa memaafkan seseorang yang sudah menghancurkan kehidupannya dan membuatnya kehilangan seseorang yang penting di dalam hidupnya. Begitu juga telah menjadikannya alat untuk membalaskan dendam yang salah, dimana yang tanpa di sengaja malah Alex menghancurkan mental Sasya.
Benar-benar sangat berat bagi Alex bisa memikirkan semuanya dalam waktu singkat, mungkin jika bukan karena Joko saat ini Chika sudah menjadi salah satu pasien rumah sakit jiwa, hingga ia pun bila membutuh dirinya sendiri saking tidak kuatnya melawan mental yang sudah terkuras habis oleh Alex.
Sebelum kembali ke ruangan Alex, Sasya mampir lebih dulu ke kantin lantaran perutnya sudah keroncongan. Lalu Sasya membeli 2 menu makanan berbeda karena Alex juga menginginkannya. Setelah selesai mereka langsung kembali ke ruangan Alex dan Sasya langsung membenarkan impusan Alex selagi Alex kembali duduk di atas bangkarnya.
Tak menunggu lama lagi mereka segera memakan makannya, sesekali Alex selalu merecoki Sasya untuk mencicipi makanannya karena menu yang Sasya pesan selalu menggiurkan lidah Alex. Sasya yang sedikit kesal tidak bisa berkata apa-apa lagi, karena dia sudah sangat lelah hingga tak ada tenaga lagi jika harus kembali ribut cuman hanya karena makanan.
Sehingga di saat mereka sudah kelar makan, tak lama Alex pun kembali beristirahat bersamaan juga dengan Sasya yang merebahkan dirinya di atas kasur lipatnya bersamaan dengan datangnya Pinjai.
Namun mereka tetap ingin melanjutkan istirahatnya lantaran badan sudah sangat lelah, mungkin besok pagi saja mereka akan menanyakan bagaimana hasil yang Pinjai dapatkan. Pinjai pun segera bersih-bersih dan ikut menyusul mereka di alam bawah sadarnya.
...ΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩ...
...Hai guys.. jangan lupa mampir ke karya temen-temanku ya, mungkin selama beberapa hari ke depan author akan mempromosikan semua karya yang sangat memukai. Semoga dari beberapa banner yang aku publish ini ada yang sesuai dengan genre kalian sebagi pembaca 🥰 Terima kasih.....
__ADS_1
...Lets go di serbu... 🤸🤸...