
Lily pun memakan bubur berisi obat itu serta mengunyahnya, tapi entah mengapa terdengar suara keletukan obat yang di gigit Lily membuat Jay mencoba untuk menahan tawanya saat melihat wajah Lily berubah drastis.
“Ko-kok bubur yang terakhir ini rasanya beda ya...” gumam Lily sambil mengunyah.
“Udah sih tinggal telan susah banget, kenapa harus di rasain” sahut Jay yang membuat Lily menatapnya.
“What?” ucap Jay kembali saat mata Lily seperti meminta jawaban padanya.
“Apa yang sudah kamu masukan ke dalam suapan bubur terakhirku? Kenapa rasanya berbeda dari suapan bubur yang lain?” tanya Lily sambil menelannya dan segera mengambil air minum dan Jay berusaha keras menahan rasa tawanya saat melihat wajah gemas Lily.
“No-nothing, mungkin itu mulutmu saja kali yang pahit. Lagian kan orang sakit mulutnya suka pahit, jadi jangan menuduhku yang tidak-tidak oke...”
Lily melirik ke arah meja tempat Jay menaruh mangkuk bubur serta obat.
“Dimana obat yang sudah kamu buka tadi?” ucap Lily.
“Sudah aku buanglah, kan kalau obat itu di buka langsung di minum jangan di biarkan begitu saja yang ada malah jadi mengundang penyakit” sahut Jay yang membuat Lily menganggukkan kepalanya.
“Tapi kenapa aku merasa ada yang aneh dengan suapan bubur terakhir itu ya? Seperti aku sedang menggigit sesuatu yang keras?” gumam Lily dengan wajah polosnya.
“Sudah tidak udah di pikirkan, biarkan itu menjadi misteri yang tak akan pernah terungkap” ucap Jay dengan wajah senyum-senyum penuh arti.
“Tap-...” ucapan Lily terputus saat seorang lelaki berlari memasuki ruangan dengan mendobrak pintu dalam keadaan begitu panik.
“Lilyyyyy...” teriak seorang lelaki yang tidak lain adalah Lukas.
Lukas baru saja tahu jika Lily berada di sini saat salah satu teman kelasnya yang menyampaikan pesan dari Jay. Sedangkan Jay yang tadinya ingin sekali tertawa, menjadi tidak jadi akibat suara tersebut.
“Abaanggg...” pekik Lily yang membuat Lukas langsung mencari sumber suara itu dan kini tanpa sengaja Lukas sedikit mendorong Jay agar ia bisa memeluk adik kesayangannya.
“Ckk... enggak Abang, enggak adik sama-sama nyebelin! Itu lagi apaan coba udah kek teletubbies segala pakai segala peluk-pelukan, berasa kek dunia milik berdua aja...” gumam Jay dengan wajah kesalnya.
“Kamu gapapa kan, Dek?” tanya Lukas sambil melepaskan pelukannya dan mengecek seluruh tubuh Lily dengan wajah cemasnya.
“Issshhh... Abang... apaan sih, Lily enggak apa-apa kok. Lagian juga ngapain Abang mengecek-ngecek badan Lily, memangnya Lily penjahat apa?!” sahut Lily sambil cemberut.
“Bukan begitu, tadi Abang di kasih tahu sama teman sekelas katanya kamu ada di sini. Abang kirain kamu jatuh atau lagi jalan terus meleng nabrak tiang kan bisa. Makanya Abang pastiin jika kamu baik-baik saja tidak ada yang terluka” ucap Lukas tanpa jeda.
“Dia bukan sakit seperti yang kau pikirkan, tapi dia sakit karena kecerobohannya!” sahut Jay dengan dingin yang membuat Lukas langsung menoleh ke arahnya.
“You? Kenapa bisa ada di sini?” pekik Lukas yang terkejut dengan keberadaan Jay, karena saat ia datang hanya fokus kepada Lily yang ada di bangkar dan tidak melihat kehadiran Jay sama sekali.
__ADS_1
“Aku yang menolong adikmu, jika bukan karena diriku. Mungkin adikmu sudah masuk rumah sakit kalu aku tidak mencegah kecerobohannya sendiri” jawab Jay.
“Maksudnya? Kecerobohan apa yang sudah adikku perbuat sampai-sampai dia masuk ke ruangan ini?” tanya Lukas yang membuat Lily gelagapan hingga panik.
Lalu Lily mencoba memberikan kode dengan melambaikan tangannya sambil mulutnya yang komat-kamit kepada Jay agar ia tidak menceritakannya pada Lukas tentang kejadian tadi. Lily sangat tahu jika Lukas mengetahui semuanya, sudah pasti ia akan di jaga lebih ketat lagi oleh bodyguard kesayangannya ini. Jay yang melihat tingkah konyol itu membuat ia mengerutkan dahinya dengan wajah bingungnya.
“Ckk... Lily mau ngapain sih, aku enggak paham sama kode-kode enggak jelasnya. Mana mulutnya komat-kamit lagi, berasa kek dukun tau gak...” gumam Jay di dalam hati kecilnya.
“Aduhh... come on Jay, kenapa kamu enggak paham sih pleasee... jangan kasih tahu Bang Lukas, kalau dia sampai tahu matilah aku...” gumam Lily di dalam hatinya dengan segala jurusnya untuk memberikan isyarat pada Jay.
Sedangkan Lukas sedikit curiga dengan tatapan Jay yang seperti menyorot ke arah belakang, yang mana di belakang Lukas adalah Lily. Jadi dengan cepat Lukas langsung menoleh dan melihat Lily melambaikan tangan dengan mulut komat-kamit.
“Eh... A-abang... hehe...” sahut Lily saat kepergok oleh Lukas dengan tatapan tajam.
“What's happened Lily? Kamu mau cerita yang sebenarnya atau aku yang akan mencari tahu dengan sendirinya? Tapi jangan salahkan aku kalau aku bisa lebih marah dari pada ini” ancam Lukas yang membuat Lily tertunduk ketakutan dengan wajah sedihnya.
“Ma-maafin aku, Bang... hiks...” ucap Lily sambil menangis.
“Ckk... apaan sih ini, sebenarnya dia bisa jadi Abang apa enggak sih. Kenapa malah bikin adiknya sendiri jadi nangis seperti ini sih. Lily juga, kenapa dia sangat takut untuk menceritakan semua ini pada Abangnya...” ucap Jay di dalam hatinya dengan perasaan dongkol melihat adegan di dapannya.
Huuuuhhh...
Lukas membuang nafas kasarnya dan memeluk Lily untuk membuatnya merasa lebih tenang, karena Lukas sadar mungkin ucapannya sedikit kasar kepada Lily sehingga membuatnya sangat ketakutan untuk menceritakan apa yang sebenarnya terjadi.
“Ayo cerita sama Abang, Abang janji tidak akan marah sama Lily kalau Lily mau jujur apa yang terjadi. Abang enggak mau lihat Lily seperti ini, Abang sedih kalau harus dengar Lily sakit”
“Lily tahu kan, kenapa Kak Sasya sangat pengen menjadi seorang dokter. Itu karena dia mau selalu merawat Lily kalau Lily sakit, apa lagi Lily itu fisiknya tidak begitu kuat kan...”
Lukas berbicara dengan sangat lembut, yang membuat Lily langsung menceritakan padanya apa yang sebenarnya terjadi sama dirinya. Awalnya Lukas sangat marah mendengar jika Lily melakukan hal bod*doh yang akan menyakiti dirinya sendiri, namun Lukas juga ingat kalau dia terlalu keras pada Lily pasti akan semakin membuatnya merasa sedih.
“Hemm... jadi itu masalahnya, sekarang Lily lihat mata Abang. Lily tahu kan dari kecil Lily tidak bisa memakan makanan yang pedas karena lambung Lily tidak bisa menerima itu semua, bukan? Makanya kenapa semua orang selalu menjaga makanan Lily, itu semua agar kami bisa melihat Lily sehat terus...”
“Coba kalau Lily bandel kaya gini, bagaimana Ayah sama Bunda? Apa mereka tidak akan sedih hem... apa lagi Kak Sasya... Lily kan sudah besar, jadi harusnya Lily tahu mana yang baik dan mana yang tidak untuk diri Lily sendiri"
"Pokoknya Lily harus ingat jika Lily itu punya penyakit lambung yang sedikit pun tidak boleh kena pedas atau pun asam. Lily tidak boleh kecapean dan Lily juga tidak boleh memakan makanan yang mengandung udang itu kan memicu alergi Lily. Sampai sini Lily sudah paham kan apa kesalahan Lily hem...”
Lukas memberikan pemahaman kepada Lily dengan lembut, yang tanpa sengaja ia juga telah memberikan Jay apa saja yang memicu kelemahan Lily. Jay pun yang baru mengetahui itu semua membuat ia sedikit bersalah karena ia pikir hanya masalah makanan pedas bisa membuat Lukas bisa semarah itu pada Lily.
Ternyata memang ada sejarah kenapa Lukas bisa seperti itu, karena Lukas benar-benar menjaga Lily. Entah mengapa Jay seperti menyimpan semua perkataan Lukas di dalam memori ingatannya untuk berjaga-jaga jika sewaktu-waktu Lily melakukan kecerobohan untuk ke sekian kalinya.
“Hiks... ma-maaf Bang, Lily salah...” ucap Lily sambil menatap mata Lukas, namun Lukas hanya bisa tersenyum dan menghapus air mata Lily.
__ADS_1
“Minta maaf sama dirimu sendiri karena sudah membuat tubuhmu menjadi kesakitan, tapi bagaimana sekarang? Apa sudah enakkan? Kalau belum kita ke rumah sakit ya...” ucap Lukas.
Lily menggelengkan kepalanya dengan cepat sambil berkata, “Tidak usah Bang, Lily sudah enakkan kok. Ini impusannya juga sudah mau habis, jadi nanti Miss akan mencabutnya lalu Lily bisa kembali ke kelas atau pulang begitu katanya”
“Ya sudah kita pulang saja biar kamu bisa istirahat di rumah ya...” ucap Lukas yang membuat Lily tersenyum menganggukkan kepalanya.
“Berasa patung yang tak di anggap! Lagian juga Jay, Jay... ngapain sih masih ada di sini, toh sudah ada Abangnya. Jadi lebih baik kembali ke kelas atau pulang, biarkan mereka berdua toh kamu juga bukan keluarganya kan...” gumam Jay dengan tatapan kesal melihat keduanya bagaikan sebuah pasangan yang begitu romantis.
“Ekheemm...” Jay berdehem yang membuat keduanya langsung menatap Jay dengan tatapan bingung.
“Aku balik ke kelas dulu karena tugasku sebagai ketua kelas sudah selesai, excuse me...” ucap Jay segera berbalik arah dan berjalan pergi, namun beberapa langkah ia mendengar suara tak asing di telinganya.
“Jay... terima kasih sudah menolongku, nanti akan aku berikan hadiah untukmu. Tunggu besok ya...” ucap Lily dengan mengeraskan sedikit volumenya dan Jay yang mendengar itu hanya sedikit menoleh dan kembali berjalan pergi dalam keadaan tersenyum.
Entahlah senyuman apa yang terukir di wajahnya Jay saat ini, yang jelas ia bahagia saja saat Lily ingin memberikannya sebuah hadiah. Lalu setelah kepergian Jay, Miss datang untuk mencabut impusan dari tangan Lily. Lukas meminta Lily untuk berdiam diri di sini karena ia mau pergi mengambil tasnya dan juga tas Lily agar mereka bisa segera pulang ke rumah.
Lily hanya bisa menuruti perkataan Lukas karena ia tahu secuek apa pun sosok Lukas tetapi ia adalah Abang terbaik yang Lily miliki. Setelah semuanya beres, akhirnya Lukas dan Lily pulang menggunakan mobil pribadi yang selalu menunggu mereka di sekolah. Mobil itu selalu mengantar mereka hingga sampai pulang pun mobil itu tetap menunggu mereka.
Tidak lama setelah kepulangan Lukas dan Lily, bel pulang sekolah pun berbunyi sehingga Jay dan Key pun pulang ke rumahnya dengan wajah yang berbeda. Key dengan wajah datarnya, sedangkan Jay dengan wajah yang sedikit memerah karena ia tidak sabar ingin tahu hadiah apa yang akan di berikan oleh Lily padanya.
...ΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩ...
Hel... to the Lo... Hello... 😄😄😄
Kembali lagi dengan Author kalian yang banyak kekurangan ini... ☺️☺️😊
Kalian tahu gak Author baru bikin Group Chat loh dan masih kosong 🥳🥳🥳
Jika kalian ingin join ke Group langsung jadi ke beranda Author ya... 😎😎😎
Nama Group Chatnya itu adalah Kang Salto Barbar kayak Author 🤣🤣🤣
Silahkan join aja guys, gak akan di apa-apain kok tenang aja... 🤭🤭🤭
Jangan bosan-bosan ya buat dukung Author Chubby satu ini... 🤭🤭🤭
Jangan lupa untuk selalu tersenyum dan bahagia ya semuanya... 😁😁😁
Jaga diri kalian dan sampai jumpa lagi di bab selanjutnya yaaa... 🤗🤗🤗
__ADS_1
Papaaayyy~~~ 👋🏻👋🏻👋🏻👋🏻👋🏻