
Hana menangis sejadi-jadinya yang membuat Brian langsung berdiri duduk di samping Hana, lalu ia memeluk Hana dengan sangat lembut. Sehingga, membuat Lukas dan Lily yang dari tadi mengintip pun menjadi tersenyum bahagia.
Akhirnya mereka berdua bisa melihat kedua orang tua mereka kembali rukun. Lukas bisa merasakan perasaan terharu di dalam diri Lily, dengan sigap Lukas memeluk Lily dan mencoba menenangkannya.
...*...
2 jam telah berlalu...
Kini akhirnya dengan kesepakatan bersama mereka ber4 pulang ke Indonesia. Saat ini mereka baru saja sampai di depan Bandara. Lalu, mereka turun dari mobil dan berjalan memasuki Bandara menuju tempat tunggu.
Namun di saat mereka sudah duduk di tempat tunggu, Lily sedang asyik dengan camilannya bersama Brian dan Hana. Kini, Lukas tak sengaja melihat ke arah kiri dan melihat sesuatu yang membuatnya menumpahkan air minumnya yang saat itu di genggamnya.
“Ka-kakak...” ucap Lukas dengan menatap Qisya yang baru saja ingin memasuki ruang tunggu.
Brian dan Hana beserta Lily langsung menoleh ke arah pandangan Lukas ketika mereka mendengar panggilan Kakak yang mana itu adalah Qisya. Betapa terkejutnya mereka semua saat bisa melihat Qisya dengan keadaan baik-baik saja. Tapi, Hana merasa bingung dengan 2 orang di samping Qisya dan beberapa bodyguard yang mengawal mereka.
“Mas, itu Qisya dengan siapa? Kenapa dia bisa dengan mereka semua?” tanya Hana dengan wajah cemasnya.
Brian langsung menatap Qisya dan kedua orang tersebut. Saat berhasil menatap wajah kedua orang itu, Brian langsung berdiri dari tempat duduknya.
“Tuan Bisma dan Tuan Pinjai? Apakah mereka yang menemukan Qisya? Kalau begitu aku harus berterima kasih kepada mereka ” ucap Brian di dalam hati kecilnya.
“Kakakk...” teriak Lukas dan Lily bersamaan yang langsung berlari sekencang mungkin mendekati Qisya.
Qisya yang sangat mengenali suara itu pun langsung menoleh ke arah sumber suara yang mana ia pun terkejut dengan adanya keluarganya di sana. Qisya langsung meneteskan air mata kebahagiaannya sambil berjongkok merentangkan kedua tangannya untuk menyambut adik kembarnya.
“Hai adik-adikku...” ucap Qisya tersenyum yang penuh dengan air mata.
Dan...
Hap !...
Hap !...
Qisya berhasil menangkap keduanya dan memeluknya secara bersamaan. Pecah sudah tangisan Kakak beradik ini yang sedang menumpahkan rasa kerinduan mereka. Hana dan Brian pun ikut berlari mendekati mereka semua.
__ADS_1
“Sayangg...” ucap Hana yang juga berjongkok memeluk ketiga anaknya dengan air mata yang sudah runtuh.
“Tuan Bisma...” ucap Brian sambil menatap wajah Bisma.
Bisma hanya bisa tersenyum kecil. Ia tidak tahu harus menjawab apa lagi karena saat Brian tahu semuanya dari Qisya, dirinya akan habis di tangan Brian. Tapi, itu sudah jadi konsekuensinya Bisma karena memang ini adalah kesalahannya yang telah memisahkan anak dari keluarganya yang mana mereka tidak bersalah.
“Tuan Bisma saya mau mengucapkan terima ka-...” ucap Brian terpotong saat Qisya menghempaskan tangan Brian yang ingin bersalaman dengan Bisma.
“Ayah, jangan!” teriak Qisya.
“Loh kenapa sayang? Bukankah Om ini yang sudah menemukanmu?” tanya Brian sambil mentap wajah Qisya.
“Hiks... I-iya memang Tuan Bismalah yang sudah menolongku. Ta-tapi...” ucap Qisya terhenti saat ia tidak kuat menjelaskan semuanya.
“Tapi kenapa sayang, cerita sama Ayah. Ini semua sebenarnya ada apa?” tanya Brian dengan wajah penasaran.
Hana dan kedua anaknya pun hanya bisa menyimak, tak lupa Hana merangkul kedua anaknya penuh kasih sayang.
“Di-dia yang sudah menculikku, Ayah. Dia juga yang sudah memisahkanku dari kalian dan yang lebih parahnya lagi, dia juga yang membuat aku membenci keluargaku sendiri hiks...” teriak Qisya dengan air mata yang menetes.
“APA!!!!” teriak Brian yang membuat seluruh pengunjuk menatap ke arah mereka semua.
“Apa maksudnya ini Qisya, coba ceritakan sama Ayah semuanya biar Ayah paham. Tidak mungkin Tuan Bisma menculik kamu, dia orang yang sangat baik Qisya. Bahkan dia adalah salah satu teman bisnis Ayah yang sangat Ayah hormati, jadi Ayah mohon jangan berkata seperti itu. Ayah tidak percaya” saut Brian dengan wajah yang sangat terkejut.
Bisma yang sudah merasa tidak nyaman dengan semua pengunjung yang menatap ke arahnya, kini ia membisikan sesuatu kepada Pinjai. “Tolong carikan tempat privat supaya tidak menimbulkan kericuhan yang nantinya akan masuk ke dalam berita. Aku tidak mau itu semua terjadi”
Pinjai hanya bisa mengatakan “Siap, Tuan” lalu ia segera mencari tempat agar mereka bisa berbicara dengan sangat nyaman.
Qisya yang memang sudah tidak kuat lagi seketika traumanya kembali muncul. Membuat Hana dan Brian kalang kabut, mereka panik dengan keadaan Qisya karena ini kali pertamanya mereka melihat Qisya seperti ini.
Bisma yang melihatnya langsung memberikan obat yang berada di salah satu bodyguardnya karena ia telah menyiapkan itu semua demi menjaga Qisya. Bisma meminumkan Qisya obat dari resep dokter dengan perlahan, Hana dan Brian hanya bisa menatap bingung melihatnya.
“Tuan bisakah kau menjelaskan pada kami apa maksud dari ucapan Qisya tadi, dan apa yang terjadi dengan Qisya?” tanya Brian.
Bisma yang sudah selesai pun langsung menoleh ke arah Brian sambil berkata “Saya akan jelaskan semuanya Tuan, tapi di tempat yang lebih nyaman lagi. Di sini banyak orang yang menatap ke arah kita, jika terus menerus di biarkan bisa saja ada wartawan yang meliput kejadian ini dan memberitakan ke seluruh televisi. Saya tidak mau reputasi kita tercemar”
__ADS_1
Tak lama Pinjai datang dan memberitahu jika tempatnya sudah ada. Bisma meminta izin kepada Hana dan Brian untuk menggendong Qisya. Namun, Hana tidak mengizinkannya serta Lukas pun dengan tegas menolak keras. Lalu, Brian yang mengambil alih semua itu membawa Qisya ke dalam gendongannya.
Kemudian, mereka semua berjalan bersama menuju tempat tersebut. Sesampainya di tempat itu, mereka semua di persilakan untuk duduk terlebih dahulu agar bisa lebih tenang. Qisya yang sudah mulai keluar dari traumannya juga langsung duduk dari posisinya yang tadi terlentang di sofa panjang. Qisya memeluk erat Hana dengan isak tangisnya, yang membuat Hana merasa sangat bersedih.
“Sayang, ada apa? Kenapa kamu seperti ketakutan kaya gini. Cerita sama Bunda Kak, apa yang membut Kakak seperti ini. Bunda bingung...” ucap Hana.
“Bilang sama Lukas Kak... Siapa yang telah membuat Kakak seperti ini, maka akan Lukas kasih dia pelajaran yang tidak pernah ia lupakan” tegas Lukas saat melihat kondisi Kakaknya membuat hatinya terasa sakit.
“Hiks... Kakak angan angis, Lily jadi itutan angis” ucap Lily yang menangis kembali dan Hana yang merasa bingung hanya bisa memeluk keduanya secara bersamaan.
“Sebenarnya ini ada apa Tuan Bisma, bisakah kau jelaskan secara detail. Saya benar-benar bingung melihat keadaan Qisya seperti ini” ucap Brian sambil menatap Bisma.
“Sebelumnya saya ingin meminta maaf untuk semuanya. Saya tahu jika kalian mengetahui semua ini, mungkin di saat itulah kalian akan marah besar kepada saya. Tapi, saya sudah relakan itu semua. Ini memang salah saya karena telah mempercayai seseorang tanpa mencari bukti terlebih dahulu” ucap Bisma dengan tegas.
Brian dan Hana semakin bingung dengan maksud ucapan Bisma yang berbelit seperti ini. Tapi, mereka berusaha sabar untuk mendengarkan step by step dari apa yang Bisma jelaskan.
Keluarga kecil Brian saat ini sudah berada di pesawat pribadi dan tak lama pun pesawat lepas landas meninggalkan Korea. Hana di sepanjang perjalanannya selalu memeluk Brian, mencoba membuatnya tenang karena sekian lama ia mencoba berusaha melupakan apa yang terjadi dengan dirinya dan Sandra.
Kini membuat ia kembali teringat dimana masa-masa paling buruk untuknya. Dimana saat ia ingin memulai hidupnya dengan wanita yang ia cintai, malas kandas saat sang perampok merenggut nyawanya.
Sedangkan Lukas menjaga sang adik yang saat ini telah tertidur pulas di sampingnya karena Lukas belum berani mendekati sang Kakak, ia takut jika sang Kakak masih marah padanya. Lalu Qisya hanya menatap ke arah jendela sepanjang perjalanan dengan air mata yang terus menetes.
...ΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩ...
Hel... to the Lo... Hello... 😄😄😄
Kembali lagi dengan Author kalian yang banyak kekurangan ini... ☺️☺️😊
Jangan bosan-bosan ya buat dukung Author Cubby ini... 🤭🤭🤭
Jangan lupa untuk selalu tersenyum dan bahagia ya semuanya... 😁😁😁
Jaga diri kalian dan sampai jumpa lagi di bab selanjutnya yaaa... 🤗🤗🤗
Sayang kalian banyak banyak semua pembaca setiaku 🤗🥰❤️🤍
__ADS_1
Papaaayyy~~~ 👋🏻👋🏻👋🏻👋🏻👋🏻