Gairah Duda Perjaka

Gairah Duda Perjaka
Bersih Bersih


__ADS_3

Tanpa disadari waktu berjalan dengan cepat. Keesokan harinya tepat pada pukul 7 malam, semua orang sudah selesai makan makan malam mereka bersama.


Dan kini, saatnya mereka semua bersantai di ruang keluarga sambil menonton televisi dan bermain dengan Baby twins yang sudah mulai bisa membuka matanya perlahan demi perlahan.


Qisya begitu asyik bermain dengan Baby twins bersama Opa dan Omanya, sedangkan Hana hanya bisa tertawa melihat kebahagiaan mereka. Tetapi, Brian tidak ada di ruang keluarga bersama dengan yang lainnya.


Saat ini Brian berada di dalam ruangan kerjanya karena ia baru saja mendapatkan proyek besar yang harus segera di tangani oleh Brian sendiri. Sehingga ia harus fokus menata semua pekerjaannya agar hasilnya terlihat sempurna.


Hana tidak ingin mengganggu Brian karena ia tahu pasti saat ini Brian sangatlah sibuk dengan pekerjaannya. Dan tiba-tiba saja bel rumah berbunyi sangat nyaring...


Tingtong ! ...


“Assalammuaikum...” ucap seseorang dari depan pintu utama.


Bi Sumi yang dari tadi di dapur kini langsung sedikit berlari untuk membukakan pintu. Awalnya Hana ingin membukanya, namun Bi Sumi melarangnya karena kasihan melihat Hana yang masih belum bisa berjalan dengan benar.


Ceklek ! ...


Bi Sumi pun membuka pintu dengan perlahan dan sangat lebar.


“Waalaikumsalam, maaf mau nyari siapa ya Mas?” tanya Bi Sumi dengan wajah bingungnya.


“Maaf sebelumnya, Ibu ini siapa ya? Kok saya baru melihat Ibu ada di rumah Kakak ipar saya” tanya balik Arya dengan wajah bingungnya.


“Saya pembantu baru di sini, Mas. Oh jadi Mas ini adik dari Nona Hana ya?” tanya Bi Sumi kembali untuk memastikannya.


“Iya, Bu. Apa semuanya ada di dalam? Dan apa Mbak Hana sudah pulang dari rumah sakit?” tanya Arya.


“Panggil Bi Sumi saja, Mas. Nona Hana sudah pulang kemarin Mas, dan mereka juga sedang berkumpul di ruang keluarga. Ayo silakan masuk, Mas...” ucap Bi Sumi terpotong saat Arya kembali mencela ucapannya.


“Nama saya Arya, Bi” ucap Arya sambil tersenyum.


“Oalah Mas Arya, ya sudah ayo masuk nanti saya buatkan minum. Mau yang dingin-dingin atau mau yang hangat Mas?” ucap Bi Sumi.


“Ya dingin juga boleh, Bi. Ya sudah Arya ke dalam dulu ya Bi, soalnya sudah kangen berat sama keponakan-keponakan nih hehe...” jawab Arya sambil cengengesan.


“Aduh... Mas Arya itu kaya kangen sama pacar saja pakai berat segala. Ya sudah, cepat lihat ponakan-ponakannya lucu-lucu loh Mas. Cantik dan sangat tampan loh” ucap Bi Sumi.

__ADS_1


“Aaa... Bibi bisa saja, aku jadi tambah penasaran kan. Ya sudah Bi dahhh...” ucap Arya sambil berlari menuju ruang keluarga.


Bibi hanya bisa menggelengkan kepalanya dan pergi menuju dapur untuk membuatkan minum kepada semuanya.


“Assalammuaikum semuanya... Yuhuu, pria tampan sudah kembali nih...” ucap Arya sambil menyapa semuanya.


Semua pun menoleh ke arah suara tersebut dan betapa kagetnya Qisya saat melihat kedatangan Arya yang sudah ia nantikan.


“Om Alyaaa...” teriak Qisya yang langsung berlari ingin memeluk Arya.


Dan Arya pun tahu jika Qisya ingin memeluknya maka ia langsung menyamaratakan tingginya dengan Qisya.


Haaap ! ...


Arya langsung memeluk Qisya dan menggendongnya secara berputar yang membuat Qisya merasa sangat senang sambil tertawa.


“Aduh, Dek. Hati-hati awas jatuh loh” ucap Hana dengan cemas.


Setelah selesai dengan menumpahkan segala kerinduan pada Qisya, akhirnya Arya bersalaman dengan semuanya. Namun, di saat ia ingin memegang tangan Baby twins Qisya langsung memarahinya.


“Om belsih-belsih dulu sana, ganti baju balu boleh sentuh Baby twins. Kalau Baby twins nanti sakit bagaimana? Kasihan Bunda nanti. Apa lagi Om Alya kan habis peljalanan jauh jadi banyak kuman yang nempel. Huss... hus... Sana pelgi belsih-belsih jangan dekat-dekat dulu” celoteh Qisya yang mencoba menghalangi Arya.


“Kalau Kakak bilang enggak boleh ya enggak boleh, ngelti...” ucap Qisya yang menekankan kata-katanya.


“Ck!! Dasar cabai rawit. Kecil-kecil sudah bawel apa lagi sudah besar nanti, bisa-bisa jadi cabai setan yang pedas banget” saut Arya yang langsung cemberut.


“Bodo amat, suka-suka Kakak dong. Adik-adik Kakak wlee... kalau mau main halus belsih-belsih dulu sekalang!!” jawab Qisya.


“Mbakk...” rengek Arya sambil menatap Hana.


“Sudah sana bersih-bersih kalau ingin bermain sama Baby twins, kalau tidak ya sudah tidak apa-apa. Lagian sekarang Baby twins sudah punya satpam baru yang cantik tuh... Oma Opanya saja kadang suka di marahin kalau tidak pakai cairan pembersih tangan” ucap Hana.


“Ck! Yayaya... Ya sudah Arya bersih-bersih dulu, Om, Tante Arya ke kamar dulu ya bentar. Panas nih kuping dengar anak kecil ngomel-ngomel, biarin saja nanti dia bakalan cepat ubanan” saut Arya.


“Ya sudah sana kamu bersih-bersih terus makan dulu kalau kamu belum makan, baru ke sini lagi” ucap Nyonya Syifa.


“Kalau Om Alya teyus-teyusan jahil sama Kakak, nanti enggak Kakak kasih izin main sama Baby twins baru tahu rasa” ucap Qisya dengan wajah kesalnya.

__ADS_1


“Eh, hehe... Ja-jangan dong, ya sudah Om ke kamar mandi dulu ya dah...” Arya langsung berlari sangat kencang ke kamar untuk bersih-bersih.


“Kakak enggak boleh galak-galak loh sama Om Arya, kasihan dia baru juga sampai. Kemarin-kemarin nanyain Om Arya terus, tapi sekarang malah diomelin Om Aryanya. Nanti kalau Om Arya pulang lagi aja di cariin deh...” ucap Hana.


“Hehe... Maaf Bunda, habisnya Om Alya nyebelin sih” jawab Qisya sambil cengengesan.


“Kakak lain kali enggak boleh begitu ya, kasihan Om Alya cape loh jauh-jauh dari desa ke sini” ucap Nyonya Syifa.


“Iya, Oma enggak lagi-lagi deh hehe...” saut Qisya.


“Nanti Kakak harus minta maaf ke Om Arya karena tadi sudah marah-marah ya...” ucap Tuan Ferry sambil bermain dengan Baby Lukas.


“Oke Opa...” ucap Qisya sambil hormat yang malah membuat semuanya menggelengkan kepalanya.


Tak lama kemudian, Arya sudah selesai dengan bersih-bersihnya dan terlihat lebih segar dari pada saat dia baru datang tadi.


“Wah... Ponakan-ponakanku cantik dan tampan sekali ya seperti Omnya ini” ucap Arya saat menatap Baby twins yang sedang menatapnya juga.


“Ish... ish... ish... Om Alya ngaku-ngaku saja. Olang Baby Lily cantik kaya Bunda teyus Baby Lukas tampan kaya Ayah bukan kaya Om Alya yang jelek” saut Qisya.


“Yayaya, terserah kamu saja bocah kecil” jawab Arya yang kembali fokus bermain dengan Baby twins.


Selang beberapa menit Bu Sumi datang dengan membawa camilan serta minuman untuk semuanya. Ia langsung menaruh dan menatanya di meja, lalu tak lupa ia pamit untuk pulang karena harus melihat anaknya yang sedang di rawat di rumah sakit berkat kebaikan hati keluarga Brian.


Namun, di saat Bu Sumi ingin pulang, tiba-tiba Brian pun datang dari ruangan kerjanya.


...ΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩ...


Sampai sini dulu cerita untuk hari ini semuanya... 😁😁😁


Terima kasih atas dukungan kalian selama ini semua... 😄😄😄


Semua dukungan kalian itu sangatlah berarti untuk Author 😊😊😊


Author akan berusaha untuk membuat cerita yang lebih menarik 💪🏻💪🏻💪🏻


Jaga diri kalian dan sampai jumpa para pembaca setiaku 🤗🤗🤗

__ADS_1


Papaaayyy~~~ 👋🏻👋🏻👋🏻👋🏻👋🏻


__ADS_2