
Lukas sedang menjaga sang adik yang saat ini telah tertidur pulas di sampingnya karena Lukas belum berani mendekati sang Kakak, ia takut jika sang Kakak masih marah padanya. Lalu Qisya hanya menatap ke arah jendela sepanjang perjalanan dengan air mata yang terus menetes.
“Daddy, maafkan Qisya jika Qisya sudah membuat Daddy sakit hati karena ucapan Qisya, tapi mungkin ini yang terbaik untuk kita Dad. Terima kasih selama ini Daddy dan Om Pinjai selalu mengurus Qisya dengan baik. Hanya saja, Qisya minta maaf karena hati ini terlalu sakit saat tahu jika kalian ingin mencelakai keluargaku dengan menggunakan aku ”
“Semoga Daddy baik-baik saja ya, Qisya pamit pergi. Qisya sayang Daddy Bisma, maaf jika kita tidak bisa lagi bertemu kembali karena saat ini Qisya harus menata hati Qisya untuk bisa menerima semuanya ”
“Jika memang takdir mempertemukan kita kembali, Qisya harap saat itu Qisya sudah sembuh dari rasa sakit yang telah Daddy berikan. Terima kasih, Daddy...”
Qisya berbicara di dalam hatinya sambil menatap awan-awan yang berada di luar pesawat dengan perasaan yang sangat sedih. Berat rasanya saat Qisya meninggalkan Bisma, namun ia juga tidak bisa memungkiri jika dirinya sangat kecewa dengan Bisma.
Qisya tidak membenci Bisma, dia hanya kecewa terhadapnya dan itu tidak lebih atau pun kurang. Tapi di saat Qisya melihat Bisma terluka karena Ayah dan adiknya, itu membuat Qisya sangat sakit. Banyak perasaan-perasaan yang membuat Qisya tidak mengerti apa yang sedang ia rasakan.
Di satu sisi Qisya sangat kecewa terhadap Bisma, namun di sisi lainnya Qisya juga tidak mau melihat Bisma sampai terluka. Qisya berusaha mengerti perasaannya yang mana ia harus lebih mementingkan keluarganya dari pada orang yang dia sayang.
Tetapi pada kenyataannya orang yang dia sayang adalah seorang penjahat yang sangat ingin melukai keluarganya. Semua perasaan bingung mereka telah membuat suasana di dalam pesawat pun sunyi, hanya terdengar sedikit suara isak tangis kesedihan serta air mata yang membanjiri wajah mereka.
...*...
...*...
Di Indonesia
Mereka sudah sampai di bandara dengan waktu yang cukup lama. Kini, semuanya turun dan berjalan menuju arah mobil Brian yang saat ini sudah terparkir rapih di bandara. Ada beberapa bodyguard yang Brian suruh untuk menjaga mereka semua.
Brian takut jika kejadian itu terulang lagi, ya meskipun Bisma sudah tahu semua ceritanya tapi tidak menutup kemungkinan kalau dia akan kembali menculik Qisya. Itulah yang saat ini ada di pikiran Brian. Mereka berjalan dengan pandangan yang sangat menyedihkan.
Hana memikirkan hati Brian, sedangkan Brian kembali mengingat masa lalu yang membuat dirinya kembali hancur. Lalu pikirannya Qisya terbagi menjadi dua, antara kecewa dan sayang. Namun dengan Lukas, ia masih sedih saat sang Kakak tidak menegurnya bahkan masih enggan untuk berjalan bersama.
__ADS_1
Tapi Lily, dia berjalan sambil sedikit melompat riang dengan menggandeng tangan Lukas. Betapa senangnya Lily saat sang Kakak sudah di temukan, bahkan saat ini mereka telah kembali di tanah yang mana mereka di lahirkan. Semuanya masuk ke dalam mobil keluarga dengan sang sopir yang begitu terkejut saat melihat Qisya.
Tapi, dibalik itu semua sang sopir sangat bahagia melihat keluarga majikannya kembali berkumpul. Brian tahu saat ini pikirannya sedang tidak karuan, jadi ia membiarkan sang sopir untuk menyetir karena jika Brian memaksakannya, maka nyawa keluarganya akan sangat berbahaya. Kemudian, mobil pun melaju dengan kecepatan sedang.
Sepanjang perjalanan Hana terus menguatkan sang suami agar bisa kembali mengikhlaskan semuanya. Sedangkan Lukas ia beberapa kali berbicara kepada sang Kakak, namun hanya mendapat lirikan mata saja tanpa menjawab apa yang Lukas tanyakan. Lily yang begitu asyik dengan tabletnya membuat ia hanya fokus pada layar tersebut dengan memainkan beberapa game menarik.
Sesampainya di rumah kediaman Brian, mereka semua pun turun yang langsung di sambut oleh keluarga Brian dan Hana. Mereka semua berpelukan satu sama lain sambil melepaskan rindu yang beberapa bulan ini mereka tahan. Tapi, di saat Qisya turun betapa terkejutnya mereka saat melihat gadis cantik yang beberapa bulan ini menghilang entah kemana.
Kini sudah kembali pulang bersama keluarganya. Satu per satu memeluk Qisya dengan sangat erat hingga akhirnya mereka semua masuk ke dalam rumah menuju ruang keluarga. Oma Syifa yang memang sangat merindukan Qisya kini membuat Qisya duduk di sebelahnya. Sedangkan Lily duduk di sebelah Mbah Utinya.
“Ya ampun sayang, kamu kemana saja. Kami semua mencari kamu kemana-mana loh, tapi kenapa kamu bisa hilang hem?” tanya Oma Syifa sambil mencium wajah Qisya.
“Selama ini Qisya tinggal sama siapa? Terus apa Qisya makan dengan benar?” tanya Opa Ferry.
“Qisya baik-baik saja kan, Mbah Kung sangat khawatir memikirkan Qisya. Bagaimana bisa Qisya menghilang dari Ayah dan Bunda? Apa ada orang jahat yang menculik Qisya?” tanya Abah dengan lembut.
“Ya toh, sayang. Coba ceritakan bagaimana kejadiannya, Mbah Uti cemas loh sepanjang hari mendoakan Qisya supaya bisa kembali bersama. Dan pada akhirnya doa Mbah Uti terkabul, ya Allah terima kasih” ucap Umi dengan sangat bahagia.
Qisya yang masih belum bisa menerima kejadian ini membuat ia hanya bungkam dan pergi ke kamarnya begitu saja. Semua itu membuat semuanya merasa bingung dengan sikap aneh Qisya yang terlihat sangat menyedihkan, padahal Qisya adalah anak yang sangat ceria.
“Abang, boleh bawa Lily ke kamar untuk istirahat. Bunda sama Ayah ingin berbicara” ucap Hana yang langsung di iyakan oleh Lukas.
Kemudian Lukas membawa Lily masuk ke kamarnya untuk menemaninya. Tapi, Lukas masih kepikiran dengan sang Kakak yang belum mau menegurnya. Di saat anak-anak sudah masuk ke kamar, Hana menceritakan sedikit kejadian tadi sehingga membuat mereka semua kaget.
Lalu, Brian menambahkan cerita tersebut membantu Hana menjelaskan kepada semuanya. Lagi dan lagi air mata mereka runtuh bersamaan saat mendengar cerita yang begitu menyayat hati.
“Jadi apakah kejadian waktu Mbak Hana hamil itu juga karena ulahnya, Mas?” tanya Arya.
__ADS_1
“Mungkin saja, bisa jadi seperti itu karena dia pikir bawa Hana adalah selingkuhanku yang mana aku membiarkan Sandra di per*kosa di depan mataku sendiri” ucap Brian dengan air mata.
“Dari mana orang itu tahu tentang kisah seperti itu? Apa ada seseorang yang mengadu domba kamu dan Hana pada orang itu?” tanya Tuan Ferry.
“Ada, Pah. Dia adalah Cika sekretarisku sendiri, aku tidak tahu motif apa yang ia lakukan sehingga bisa mengarah cerita seke*ji itu pada Hana. Yang pada akhirnya Tuan Bisma ingin membalaskan dendamnya pada aku dan juga Hana” jawab Brian.
“Lalu, apakah kamu sudah mencoba menjelaskan semuanya pada orang itu Nak Brian? Supaya kesalah pahaman ini tidak semakin berlarut yang mana akan membahayakan nyawa kalian semua” tanya Abah.
“Sudah, Bah. Brian sudah menjelaskan secara detail padanya. Jadi, saat ini dia sudah tahu kejadian yang sebenarnya. Bahkan aku pun sudah menyuruhnya untuk tidak menunjukkan mukanya di depan kami, karena dengan kesalah pahamannya membuat sikis Qisya sedikit terganggu. Jadi, nanti aku akan mencoba mencarikan dokter psikolog untuk membantu menyembuhkan Qisya” jawab Brian.
Bagaikan di sambar geledek, kini semuanya merasa sangat-sangat terkejut. Qisya yang mana adalah tipe anak yang ceria kini menjadi sangat pendiam saat kejadian ini yang membuat ia trauma. Tapi mereka semua yakin jika suatu saat nanti, Qisya akan segera sembuh dan bisa kembali ceria seperti semula.
Lalu, Opa Ferry menyuruh Hana untuk membawa Brian ke kamar agar bisa beristirahat dengan baik. Karena bisa terlihat sangat jelas kalau Brian sangat syok dan hancur saat masa lalunya yang susah payah dia lupakan kini kembali muncul. Hana hanya bisa menganggukkan kepalanya, kemudian membawa Brian menuju kamar.
Mereka semua berunding untuk kembali menghibur keluarga kecil Brian dan Hana agar bisa tersenyum kembali. Mereka tahu jika ini adalah masalah yang benar-benar menguras mental serta hati, jadi apa salahnya mereka menghibur Brian dan Qisya yang lebih utama karena merekalah yang sangat hancur.
...ΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩ...
Sampai disini dulu ya cerita untuk hari ini semuanya... 😁😁😁
Mohon dukung Author yang masih banyak kekurangan ini 😗😗😗
Jangan lupa jaga diri kalian dan sampai jumpa lagi... 🤗🤗🤗
Terima kasih juga untuk yang sudah mendukung Author 🙏🏻🙏🏻🙏🏻
Dukungan kalian sangat berarti besar untuk Author selama ini 🥰🥰🥰
__ADS_1
Sayang kalian semuanya... ❤️❤️❤️
Papaaayyy~~~ 👋🏻👋🏻👋🏻👋🏻👋🏻