
Brian berjalan menuju ruang kerjanya sambil mengerjakan pekerjaan yang sudah menumpuk.
Tetapi, pikiran Brian saat ini hanya bisa fokus kepada Hana yang berada di rumah.
“Hana lagi ngapain ya di rumah bersama Qisya? Apa jangan-jangan Hana selingkuh sama laki-laki itu? Wah.. tidak bisa di biarkan” ucap Brian sambil mengambil telepon genggamnya.
Brian mencari nomor Hana kemudian langsung menekan tombol video call.
Tut ! ...
Tut ! ...
Tut ! ...
“Ck!! Lama sekali dia mengangkat teleponku” ucap Brian dengan wajah kesalnya.
Sampai akhirnya Brian kembali menelepon Hana beberapa kali dan akhirnya Hana mengangkatnya.
📱 “Assalamualaikum, Mas Brian. Ada apa, Mas?” tanya Hana dengan wajah bingungnya.
Karena ini kali pertamanya Brian menelepon Hana.
Brian yang melihat Hana sepertinya tidak berada di rumah membuat ia semakin cemas.
📱 “Lagi dimana kamu,hah? Dan kenapa kamu tidak izin lebih dulu padaku saat ingin keluar rumah? Lalu, kamu pergi dengan siapa di sana. Jawab!!” bentak Brian dengan wajah seriusnya sambil berdiri dari kursi kebesarannya.
Hana yang mendengar suara Brian begitu kencang membuat ia tersontak kaget.
“Bunda, ciapa yang telepon?” tanya Qisya sambil memeluk kaki Hana.
“Ini Ayah sayang” jawab Hana sambil memperlihatkan layar teleponnya kepada Qisya.
Qisya menatap layar telepon Hana kemudian berteriak histeris.
📱 “Ayah..” ucap Qisya dengan rasa senangnya.
Brian yang dari tadi menyimak dari layar teleponnya membuat ia benar-benar bingung.
📱 “Qisya sayang, kamu lagi dimana sama Bunda? Kenapa tidak izin sama Ayah?” tanya Brian dengan suara yang lembut.
__ADS_1
📱 “Olang Bunda cudah telepon Ayah kok, api ndak di angkat-angkat. Teyus Bunda uga cudah WA Ayah api ndak di bayes uga” ucap Qisya sambil menjawab semua pertanyaan Brian mewakili Hana.
Hana hanya bisa tersenyum dari balik layar sambil berkata 📱“Iya, Mas. Hana sudah mengabari Mas kok. Tapi tidak ada jawaban. Tadinya Hana tidak mau pergi, cuman Qisya terus menerus meminta Hana untuk jalan-jalan. Dan Mamah sama Papah juga menyuruh Hana untuk pergi menemani Qisya, bahkan di sini juga ada Arya kok Mas”
📱 “Baiklah, kalian hati-hati di sana. Tolong jaga Qisya dengan baik jangan biarkan dia jajan sembarangan. Belikan apa yang dia mau, masalah uang nanti akan aku transfer ke rekeningmu” ucap Brian yang sudah mulai tenang.
📱 “Mas tidak perlu khawatir, uang Mas masih banyak kok. Bahkan Hana tidak pernah memakainya, Hana hanya tahu cara menggesek kartu untuk membayar tanpa tahu caranya mengambil uang hehe..” ucap Hana sambil tertawa.
📱 “Dasar wanita aneh, aku sudah ajarkan masih saja tidak paham. Ya sudah nanti aku ajari lagi sampai kamu paham” jawab Brian.
Arya yang sedang sibuk bermain permainan membuat ia tidak ikut bergabung untuk berbicara kepada Brian.
Bahkan, kini Qisya pun sudah kembali untuk mengganggu Arya sampai membuat ia merasa kesal karena ulah Qisya yang selalu membuat ia selalu gagal.
📱 “Mas lihatlah... Qisya kita sudah tumbuh besar dan bahkan dia sangat aktif. Tetapi sayangnya dia begitu jahil seperti dirimu” ucap Hana sambil mengarahkan kamera belakangnya agar Brian bisa melihat tingkah lucu Qisya yang selalu menjahili Arya.
Brian yang melihat tingkah Qisya hanya bisa menggelengkan kepalanya sambil berkata 📱 “Ya ampun, anak itu benar-benar jahil. Bahkan Omnya sendiri di buat kesal seperti itu haha..”
Brian tertawa saat melihat ekspresi wajah Arya yang begitu frustrasi, sedangkan Qisya tertawa dengan wajah bahagianya.
Hana mengembalikan kameranya ke hadapan wajahnya. Namun, seketika Brian langsung berhenti tertawa dan wajahnya berubah dengan sangat cepat menjadi datar.
📱 “Oh jadi kamu pergi sama pria itu?” tanya Brian dengan wajah yang sangat serius.
“Loh Mas Satria kok ada di sini?” tanya Hana dengan wajah bingungnya sambil masih menggenggam teleponnya.
“Ya aku bosan di sana, jadi aku menyusul kalian saja ke sini. Lagi pula aku juga sudah izin kepada semua orang di rumah. Dan mereka malah memberiku arah jalan menuju ke sini” jawab Satria dengan wajah tersenyum.
Brian yang mendengar suara Satria membuat ia sangat emosi, bahkan kini rahangnya pun mulai mengeras serta tangan satunya mengepal dengan sangat kuat.
📱 “Aku tutup teleponnya. Assalamu'alaikum!” ucap Brian sambil menaruh teleponnya di atas meja dengan sedikit membantingnya.
“Arghhh.. sia*lan kenapa dia harus muncul dalam kehidupanku bersama Hana!” teriak Brian sambil memukul meja.
“Tidak, aku tidak akan pernah melepaskan Hana. Dia adalah istriku! Dan sampai kapan pun Hana tetaplah milikku!” ucap Brian dengan wajah yang sudah memerah di penuhi dengan urat-urat kemarahan yang begitu menonjol.
“Haha.. rupanya pria itu ingin bermain api denganku, hum. Lihat saja nanti, akan aku pastikan jika dia berani mendekati istriku maka aku tidak akan segan-segan untuk menyingkirkannya”
Seketika Brian tertawa remeh sambil menatap lurus ke arah depan dengan senyuman penuh arti.
__ADS_1
Dengan sigap Brian langsung menyambar kunci mobilnya di atas meja lalu keluar ruangannya sambil membanting pintu begitu keras. Sedangkan Cika, sekretaris Brian yang sedang fokus dengan komputernya membuat ia begitu terkejut.
“Astaga, Pak Brian. Ada apa dengan dia? Kenapa sepertinya dia terlihat sedang marah besar? Apa jangan-jangan istrinya ketahuan selingkuh? Wah.. jika benar maka aku sangat bahagia mendengar berita ini. Dengan begitu aku akan lebih mudah untuk mendekati Pak Brian kembali hihi” gumam Cika sambil menunjukkan tersenyum devilnya saat melihat Brian sudah mulai menghilang.
Brian yang sudah sangat emosi langsung melajukan mobilnya dengan kecepatan di atas rata-rata, bahkan ia sepanjang jalan membunyikan klakson agar semua pengemudi lainnya segera minggir untuk memberi jalan.
Di Mall Plaza Jakarta
Hana dan Satria duduk di kursi sambil melihat Qisya dan Arya yang sedang bermain dengan sangat akur tetapi sesekali mereka berdebat kecil, lalu kemudian kembali berbaikan.
Satria menatap Hana sambil tersenyum sangat manis.
“Mas, maaf. Hana tidak nyaman jika Mas Satria selalu menatap Hana seperti itu. Hana sudah memiliki suami Mas, jadi tolong jangan membuat kami salah paham nantinya” ucap Hana sambil menatap lurus ke arah Qisya.
“Jika suatu saat nanti kamu dan Brian berpisah, apa boleh aku kembali memilikimu Han?” tanya Satria dengan nada serius.
“Astaghfirullah, Mas. Kenapa kamu berbicara seperti itu. Ucapan adalah doa, jadi tolong jangan mendoakan rumah tanggaku agar hancur” saut Hana dengan wajah kesalnya.
“Maaf, Han. Aku kelepasan” jawab Satria sambil menundukkan kepalanya saat mengetahui Hana yang sudah mulai emosi.
“Lebih baik Mas lupakan Hana saja dan cari wanita yang jauh lebih baik untuk segera mendampingi Mas. Hana sungguh tidak nyaman jika Mas kembali hanya untuk membuat rumah tangga Hana dengan Mas Brian hancur. Mas tahu kan Hana begitu mencintai Mas Brian, meski pun Mas Brian belum menyatakan cintanya, tapi Hana tahu jika ia juga mencintai Hana”
Hana berbicara sambil sedikit menaikkan nada bicaranya, lalu berdiri dengan menatap Satria yang menunduk.
...ΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩ...
Maaf ya semuanya kemarin Author cuma bisa up 1 bab saja 🙏🏻🙏🏻🙏🏻
Saat ini Author sedang sibuk dengan suatu kegiatan 🥺🥺🥺
Tapi Author akan terus up untuk kalian semua setiap harinya... 🤗🤗🤗
Ohh iyaaa... Berikut adalah rekomendasi novel baru untuk hari ini 🤭🤭🤭
Silahkan jelajahi dan tinggalkan jejak penjelajahan kalian... 😆😆😆
BLURB :
Bercerita tentang manis pahitnya kehidupan seorang wanita cantik bernama Sashi yang harus berjuang membesarkan putranya seorang diri setelah kematian suaminya karena kecelakaan. Sashi yang seorang desainer harus mampu mengelola dan mempertahankan perusahaan peninggalan suaminya dari sifat tamak adik iparnya.
__ADS_1
Seiring waktu, Sashi berubah menjadi seorang CEO wanita dan seorang Ibu serta akan menguak misteri kematian suaminya. Apakah ketika semuanya terkuak Sashi masih sendiri, atau ia berhasil menemukan pendamping hidupnya?