Gairah Duda Perjaka

Gairah Duda Perjaka
Bertemu Dengan Sahabat Lama


__ADS_3

Di saat mereka sedang asyik bermain dengan Qisya.


Tiba-tiba saja terdengar suara langkah kaki.


"Assalamualaikum" Abah, Umi dan Arya berjalan memasuki rumah dengan tidak lupa untuk memberi salam.


Abah dan Umi yang melihat Brian serta keluarga datang berkunjung ke rumah kecilnya itu, merasa sangat bahagia.


Karena rumah mereka yang terbilang sangat kecil itu bisa di kunjungi oleh orang kaya seperti Brian dan keluarganya.


Abah dan Umi bersalaman kepada keluarga Brian dengan senyum yang sangat lebar.


"Maaf ya, sudah menunggu lama. Habisnya mas Brian, tidak memberi kabar lebih dulu hehe.." ucap Abah sambil tertawa dan dibalas dengan senyuman ramah oleh Tuan Ferry.


"Sepertinya aku kaya pernah melihat wanita ini, tapi di mana ya?" Nyonya Syifa bertanya pada hatinya sambil mulai mengingat-ingat wajah Umi yang tidak asing dilihatnya.


"Loh di-dia bukannya Syifa sahabatku waktu SMP? Apa mataku salah ya, soalnya dia tidak mengenalku. Ya mungkin, hanya mirip saja" ucap Umi di dalam hati sambil menatap Nyonya Syifa.


Mereka semua duduk di ruang tamu, sedangkan Qisya sudah mulai mengantuk "Hoaam.. Isa antuk ayah, pen bobo" rengek Qisya dengan wajah ngantuknya.


"Bagaimana jika Qisya bobo di kamar ante Hana yuk" ajak Hana dan di anggukin oleh Qisya, Hana langsung menggendong Qisya serta tidak lupa berpamitan kepada semuanya.


"Loh, itu yang dibawa Hana anaknya mas Brian?" tanya Abah sambil menatap Brian.


"Dia adalah putri angkatku satu-satunya,bah" ucap Brian dan mendapat anggukan dari Abah.


Kini Brian dan kedua orang tuanya, mencoba untuk menjelaskan semua tentang siapa Qisya yang sebenarnya kepada Abah dan Umi.


Di sela-sela mereka berbincang-bincang, Nyonya Syifa semakin di buat penasaran oleh wajah Umi yang begitu mirip dengan sahabat lamanya.


"Maaf jeng, apa benar nama jeng adalah Dewi? Dan apakah jeng pernah bersekolah di SMP WILOSONGO?" tanya Nyonya Syifa sambil menatap Umi dengan muka yang sangat penasaran.


Umi yang terkejut kini langsung menjawab tanpa memikir lagi "Jangan bilang kalau jeng itu adalah Syifa sahabatku saat masih di SMP?" tanya Umi dengan wajah penasaran.


Nyonya Syifa yang mendengar perkataan Umi pun benar-benar di buat terkejut sama halnya dengan Umi.


Tuan Ferry, Abah serta Brian kini hanya menyimak kedua wanita yang sedang dilema dengan pikiran mereka masing-masing.


Sampai beberapa menit saling pandang memandang akhirnya Nyonya Syifa serta Umi berdiri sambil berteriak histeris dan langsung memeluk satu sama lain.


"Astaga, ternyata kamu Dewi sahabatku hiks.. kemana saja kamu Dew? Aku sudah lama mencarimu ke sana ke sini tapi tidak ada jejak sedikit pun tentang dirimu" Nyonya Syifa memeluk Umi dengan sangat erat serta menumpahkan semua kerinduan yang selama ini ia pendam.


"Ya ampun Syifa, hiks.. aku kangen sama kamu loh, sudah lama aku tidak pernah bertemu denganmu. Bahkan setelah kita lulus SMP kamu malah pindah rumah" Umi memeluk Nyonya Syifa sambil menangis dan menumpahkan rasa kangennya.

__ADS_1


Brian, Arya, Tuan Ferry dan Abah yang melihat kedua wanita itu saling menumpahkan kerinduan membuat mereka tersenyum.


Mereka sangat senang melihat kedua sahabat yang selama ini hilang kini sudah dipertemukan kembali.


Nyonya Syifa dan Umi yang sudah melepas rindu kemudian kembali duduk.


"Tidak nyangka ya kita bisa bertemu lagi, bahkan kamu sudah memiliki 2 anak hehe.." ucap Nyonya Syifa dengan tertawa kecil.


"Ya benar, kamu pun sudah punya cucu hehe.." saut Umi yang membalas tawaan Nyonya Syifa.


"Wah.. ternyata dunia sempit banget ya, pasti kalian sangat bahagia sudah bisa bertemu kembali" ucap Abah dengan senyumnya.


"Siapa yang bertemu kembali Abah?" tanya Hana dan langsung duduk di sebelah umi.


"Itu loh mbak, Umi dan tante Syifa ternyata sahabat lama waktu SMP yang pernah pisah" saut Arya.


"Masyaallah, pasti Umi sangat senang deh bisa bertemu teman lamanya yang selama ini Umi tungguin kedatangannya. Bahkan Umi selalu membahas tante Syifa loh setiap kita lagi mengobrol sampai-sampai terkadang Umi meneteskan air mata"


Hana mencoba menceritakan betapa Uminya sangat merindukan Nyonya Syifa selama ini dan tidak pernah bosan untuk mencerita semua masa sekolahnya bersama Nyonya Syifa.


Nyonya Syifa yang mendengar Hana menceritakan tentang dirinya itu merasa sangat terharu, betapa berharga dirinya di mata sahabatnya ini.


Bahkan Nyonya Syifa saja sampai menyerah untuk mencari keberadaan Umi, karena saat Nyonya Syifa pindah rumah mereka sudah tidak bisa berkomunikasi.


Nyonya Syifa dan Umi adalah sahabat baik saat SMP, mereka selalu berangkat sekolah bareng, main bareng bahkan makan pun mereka selalu bareng.


Hanya saja disaat kelulusan SMP Nyonya Syifa pindah rumah dan meninggalkan Umi dengan rasa kesedihan yang mendalam.


Sampai saat Nyonya Syifa telah lulus sekolah dan sudah mulai bekerja, ia kembali ke kampungnya itu tetapi sayangnya Umi sudah tidak tinggal di situ. Karena Umi sudah menikah dengan Abah dan tinggal di desa Abah yaitu desa SUKA MAJU sedangkan kedua orang tua Umi sudah meninggal dunia.


*


*


*


*


Hari sudah menunjukkan waktu pukul 7 malam


Umi, dan Hana sudah menyiapkan makan malam untuk mereka semua dengan di bantu oleh Nyonya Syifa.


Ya, meskipun Nyonya Syifa sudah melupakan masakan desa tapi dia sedikit ingat dengan menu-menu kesukaan mereka waktu kecil.

__ADS_1


Yaitu tumis kangkung, ayam rica-rica, dan kerupuk. Serta Hana tidak lupa membuatkan nasi goreng dengan suiran ayam goreng terlezat untuk Qisya yang belum bisa memakan makanan begitu pedas.


Qisya yang sudah terbangun dari tidur siangan kini sudah kembali cantik dengan di dandani oleh Hana, kemudian Qisya bermain dengan para laki-laki di ruang keluarga.


Sampai akhirnya Hana datang dan mengajak mereka makan "Maaf semuanya, makanan sudah siap. Mari makan lebih dulu mumpung masih hangat, Umi dan tante Syifa sudah menunggu di meja makan" Hana mengucapkan dengan nada yang sopan dan dihiasi oleh senyuman.


Mereka semua langsung berdiri dari kursinya dan berjalan ke arah ruangan belakang.


Sedangkan Brian yang ingin menggandeng tangan Qisya kini malah di tinggal pergi oleh Qisya dan mendekati Hana kemudian menggandeng tangan Hana.


Hana yang sedang berjalan di belakang Abah dan Tuan Ferry dibuat sangat terkejut ketika Qisya langsung menyambar tangannya tanpa permisi.


Kemudian Hana tersenyum dan kembali berjalan mengikuti langkah kecil Qisya.


"Perasaan yang ayahnya kan aku, bahkan yang mau menggandeng Qisya juga aku. Lalu kenapa Qisya malah menggandeng Hana yang bukan siapa-siapa itu?" ucap Brian di dalam hati sambil berjalan di belakang Hana dan Qisya.


Brian sangat bingung saat melihat kedekatan Qisya dengan Hana padahal mereka terbilang baru saja saling bertemu, tetapi kenapa Qisya sudah sangat dekat dengan Hana seperti orang yang sudah kenal lama.


...ΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩ...


Hai para leaders 🤗


Perkenalkan ini adalah karya novel ke-2 aku loh 🤩


Semoga kalian menyukainya ya 🤝


Dukung othor terus dengan cara berikut :


Like 👍


Komen 📨


Favorite ❤️


Rate 🌟


Dan tidak lupa selipkan hadiahnya ya 😍🙏


Bunga, kopi atau sebagainya pun tak apa kok, malah lebih bagus lagi pundi-pundi receh yang berterbangan di karyaku ini hihi 😆😜


Terimakasih 🙏🙏


Papay 🤗🤗

__ADS_1


...MINAL AIDZIN WAL FAIDZIN, MOHON MAAF LAHIR DAN BATIN SEMUANYA 🙏😍...


__ADS_2