
“Astaga, apa yang sudah aku lihat tadi. Maafkan saya Tuhan, jika mata ini tak sengaja melihat ciptaanmu yang begitu indah. Jika gunung bisa aku daki, maka sawah pun bisa aku bajak. Tetapi apakah boleh? Yaakkk... Apaan sih Jok! Pikiran kok kemana-mana, memangnya kamu ingin berurusan dengan Tuan Bisma, kalau aku sih enggak” gumam Joko di dalam hatinya sambil menatap sang adik yang sedikit menunjukkan dirinya di bawah sana.
“Tuan, kau tidak apa-apa kan kalau aku berganti pakaian di mobil?” tanya Cika saat melihat wajah Joko memerah padam menahan sesuatu di bawah sana.
“E-enggak kok, Non. Ya sudah teruskan saja, maaf jika tidak sengaja saya melihat Anda” ucap Joko dengan berpura-pura fokus menatap ke depan.
“Beneran tidak apa-apa? Memang Tuan sudah lama bekerja dengan Tuan Bisma? Karena yang aku lihat Tuan seperti berbeda dari anak buah Tuan Bisma yang lainnya” saut Cika sambil merapikan dress yang baru saja ia gunakan.
“Ya, Nona. Saya suda lama bekerja dengan Tuan Bisma dan juga Tuan Pinjai. Saya dan Tuan Pinjai hampir sama, Non. Jika Tuan Pinjai adalah tangan kanan Tuan Bisma yang bertugas menghandle semuanya, maka saya adalah tangan kiri Tuan Bisma yang ditugaskan untuk melacak atau pun mengintai seseorang” jawab Joko dengan wajar datarnya.
“Hem... begitu, pantas saja Tuan sangat berbeda dari orang suruhan Tuan Bisma yang lain. Tuan terlihat sangat gagah dan tampan, jika boleh tahu siapa namamu Tuan?” tanya Cika sambil merias wajahnya.
“Nama saya Joko Lewis, Nona” jawab Joko dengan singkat.
“Hah? Memang ada nama Joko yang setampan ini bahkan terlihat begitu manis, tapi sayangnya kalian itu sangat pelit dengan senyuman” saut Cika.
“Terima kasih, Nona atas pujiannya. Memang itu sudah sifat yang sudah kami tanamkan di diri kami sendiri jika ingin bekerja bersama Tuan Bisma. Beliau terlihat sangat kaku dan juga dingin, jadi Beliau tidak mau sampai anak buahnya terkesan tidak profesional dalam menjalankan tugasnya” saut Joko.
“Yayaya, terserah kalian saja yang penting selarang aku sudah bebas kembali” jawab Cika dengan cuek.
Sampai akhirnya mereka sudah sampai di sebuah bandara yang terdapat beberapa anak buah Joko sedang berdiri gagah menunggu kedatangan bosnya. Sedangkan Cika pun sudah selesai merias wajahnya dan merapikan rambutnya.
“Bagaimana penampilanku, Tuan? Apakah sudah cantik dan terlihat tidak mudah untuk di kenali?” tanya Cika dengan sombong.
Joko seketika menoleh ke arah belakang, saat mobilnya sudah terparkir di depan bandara. Namun tanpa di sadari Joko terkagum-kagum dengan kecantikan Cika.
“Cantik” gumam Joko dengan sangat pelan yang membuat Cika sulit untuk mendengarnya.
“Hah? Tadi bilang apa? Ca-cantik?” tanya Cika dengan penasaran.
Joko pun tersadar dan kembali menatap ke arah depan.
__ADS_1
“Ti-tidak, Non. Maaf jika saya lancang, tapi saat saya melihat Nona yang tadi dengan yang sekarang itu berbanding jauh sama sekali. Tadi dengan keadaan kucelnya, dan sekarang dengan keadaan yang begitu cantik. Bahkan saya saja hampir tidak mengenali Anda, Nona” jawab Joko dengan rasa gugupnya.
“Tentu dong siapa dulu, Cika gitu loh. Lagian kalau soal menyamar menggunakan make up itu adalah hal yang sangat mudah Tuan. Jadi pantas saja jika Tuan terkejut seperti itu, karena sepertinya Tuan belum pernah melihat wanita secantik aku kan haha...” saut Cika dengan begitu sombongnya.
Joko hanya terdiam mendengar ucapan sombong dari Cika dan bergumam di dalam hatinya dengan berkata, “Baru kali ini aku melihat dan mendengar seorang wanita memuji dirinya dengan begitu percaya diri bahkan sampai membuatnya berada di atas langit tanpa melihat tanah yang ia pijak”
Kemudian Joko keluar dari mobilnya yang di bukakan oleh anak buahnya dan dia mengatakan, “Siang, Bos. Mereka sudah menunggu Bos di dalam”
“Hem... baiklah, pastikan semuanya aman terkendali. Jangan sampai ada yang mencurigainya, paham!” tegas Joko dengan sangat dingin.
“Siap, Bos” saut bodyguard dengan tegas.
Lalu, bodyguard lainnya membuka pintu belakang mobil untuk membuat Cika segera turun. Dengan perlahan Cika turun dari mobil sambil memakai kacamata berwarna hitamnya bagaikan seorang model yang begitu cantik. Satu bodyguard pun memakaikan jas hitam untuk Joko, supaya terkesan seperti layaknya sepasang kekasih yang sedang ingin berlibur.
Cika yang melihat ketampanan Joko bertambah membuat detak jantungnya berdetak dengan kencang, namun ia berusaha untuk tidak terlihat mengaguminya karena menurut Cika, Joko bukanlah pria kaya seperti Brian atau pun Bisma.
Jika Cika tidak bisa mendapatkan Brian, maka Cika harus bisa mendapatkan Bisma begitulah sekarang yang ada di pikiran Cika. Lalu Joko meminta izin untuk Cika menggandeng tangannya agar penyamaran mereka terlihat lebih sempurna tanpa adanya rasa curiga karena saat ini di bandara pun sudah ada beberapa polisi yang bertugas untuk melacak keberadaan Cika.
Joko dan Cika berjalan saling bergandengan sambil di kawal oleh anak buah Joko. Bahkan saat ini mereka berhasil lolos, karena saat pemeriksaan tidak ada satu polisi pun yang mengenali Cika akibat ia yang begitu pandai merias wajahnya sehingga tidak mudah untuk di kenali. Sekarang mereka semua sudah berada di dalam pesawat khusus yang sudah Pinjai siapkan. Joko duduk di sebelah Cika, dengan keadaan Cika yang masih sedikit gelisah.
“Tenang saja, kita pasti aman Nona. Percayakan pada saya dan semua anak buah saya karen ini sudah kami rencanakan dengan sangat matang” saut Joko.
“Tapi, aku masih takut Tuan. Bagaimana jika pesawat ini akan terbang, lalu polisi itu menghentikannya di depan bagaimana?” ucap Cika yang tanpa sengaja menggenggam tangan Joko begitu erat.
Akibat rasa takutnya bahkan sekarang Cika menatap mata Joko dengan begitu dalam. Joko hanya bisa terdiam sambil menatap balik manik mata Cika yang menurutnya begitu indah. Namun tak lama Joko tersadar jika apa yang dia lakukan adalah sebuah kesalahan.
“Maaf, Nona. Jika memang mereka mengenalimu, maka saat mereka menatap dan memeriksamu tadi itu sudah seharusnya mereka mengenalimu. Namun pada kenyataannya mereka tidak tahu siapa Anda yang sebenarnya dan yang harus Anda tahu jika ini adalah pesawat bukanlah kendaraan darat. Bagaimana mereka bisa mencegahnya? Jika mereka mencegahnya, maka pesawat tetap akan lepas landas terbang tinggi meninggalkan mereka di bawah sana” saut Joko sambil mencoba melepas tangan Cika kemudian ia berdiri dari tempat duduknya.
“Astaga, kau benar juga Tuan. Kenapa aku jadi parno seperti ini ya hehe... Lagian juga ini kendaraan udara mana bisa mereka mencegahnya seenaknya. Aduh... Jadi malu aku, maklum baru kali ini aku menjadi burunan yang cantik hehe...” jawab Cika sambil tertawa remeh.
Joko hanya bisa tersenyum sangat tipis, kemudian ia meninggalkan Cika di kursinya. Lalu Joko duduk di kursi lainnya untuk menghindari kejadian seperti tadi karena Joko tidak mau jika sampai bersikap berlebihan dengan wanita di hadapannya yang nantinya akan menjadi seorang tawanan Tuannya.
__ADS_1
Entahlah bagaimana, tapi Joko pasti sudah sangat mengetahui bagaimana nasib Cika ke depannya karena dia yakin bahwa Cika pasti akan terus menerus di siksa hingga tak berdaya sampai ia menghembuskan nafasnya untuk yang terakhir kalinya.
“Kasihan sekali wanita ini, dia merupakan tahanan wanita pertama yang aku tahu karena selama ini Tuan Bisma tidak pernah mau berurusan dengan seorang wanita. Dia selalu menjaga ketat dirinya agar tidak sampai berurusan dengan seorang wanita. Namun wanita ini malah dengan mudahnya membuat perangkap tersendiri untuk masuk ke lubang macan yang begitu galak” gumam Joko sambil duduk menatap arah jendela.
...ΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩ...
Hai para pembaca setia dan imut semuanya... 🤗
Seperti yang kalian tahu ini adalah karya novel ke-2 Author loh 🤭
Semoga kalian menyukainya ya 🤝
Dukung Author terus dengan cara berikut :
Like 👍
Komen 📨
Favorite ❤️
Rate 🌟
Share 📲
Dan tidak lupa pula selipkan hadiahnya ya 😍🙏
Bunga, kopi atau sebagainya pun tak apa kok malah lebih bagus lagi pundi-pundi receh yang berterbangan di karyaku ini hihi 😆😜
Sayang kalian banyak banyak ❤️❤️❤️
Terima kasih semuanya 🙏🙏
__ADS_1
Papaaayyy~~~ 👋🏻👋🏻👋🏻👋🏻👋🏻