Gairah Duda Perjaka

Gairah Duda Perjaka
Kepergian Brian Ke Bandung


__ADS_3

Kemudian mereka berdua menatap Brian yang sedang membelai wajah Sandra dengan air mata.


“Yang tenang ya sayang, semoga kamu bisa beristirahat dengan bahagia di sana” suara rintihan Brian terdengar sangat menyayat hati kedua orang tuanya.


“Aku akan mencoba untuk mengikhlaskan kamu sayang, terima kasih selama 5 tahun ini sudah mau menemani hari-hariku ini. Dan terima kasih juga sudah mau menjadi istriku walaupun hanya beberapa jam saja. Aku bahagia bisa mengenalmu sayang, selamat jalan dan istirahatlah dengan tenang” ucap Brian sambil mencium kening Sandra untuk terakhir kalinya.


*


*


*


*


Di pemakaman


Sandra sudah di makamkan tepat di sebelah makam keluarganya, hanya berbeda bentuk batu nisan saja.


Brian yang dari tadi hanya bisa berdiam diri yang membuat kedua orang tuanya merasakan kepedihan yang sangat amat dalam.


Mereka takut jika kejadian tragis ini akan membuat Brian bersikap lebih dingin lagi terhadap semua orang.


Saat ini Brian masih setia mengusap dan mengelus batu nisan Sandra dengan air mata yang terus menetes serta senyuman yang terukir sangat menyayat hatinya.


“Sayang sudah ya, kita pulang dulu nanti kita bisa datang lagi kesini” ucap sang mamah dengan sangat lembut dan memegang pundak Brian.


“Sudah Brian, ingat kamu seorang laki-laki jadi langkahmu masih panjang. Jangan sampai semua ini membuat kamu melupakan cita-citamu untuk menjadi pebisnis yang hebat” ucap sang papah mencoba memberi semangat kepada Brian.


Brian yang mendengar itu hanya bisa menatap kedua orang tuanya dan kembali menatap batu nisan Sandra.


“Sayang, aku pulang dulu ya..,nanti aku pasti kesini lagi kok. Kamu istirahat yang tenang di sini jaga diri baik-baik dan jangan lupa untuk selalu ingat aku” ucap Brian sambil mencium batu nisan Sandra dan berdiri meninggalkan pemakaman.


Kedua orang tua Brian menatap satu sama lain, dengan pikiran yang sama.


Inilah yang mereka sangat takutkan, jika kepergian Sandra yang sangat tragis ini membuat Brian berubah menjadi Brian yang dulu tetapi ini bahkan lebih dari dugaan mereka.


Brian benar-benar layaknya es batu yang sangat dingin dan susah untuk di pecahkan.


Ferry Prasetiawan adalah seorang pebisnis terkenal dibidang perhiasan yang berusia 50 tahun.


Ferry juga merupakan kepala keluarga yang sangat tegas serta mempunyai istri berparas cantik dan seorang anak laki-laki bernama Brian Adijaya.


Putri Asyifa adalah seorang wanita cantik berusia 48 tahun.

__ADS_1


Syifa merupakan ibu rumah tangga yang sangat menyayangi keluarganya dan memiliki suami yang sangat tegas dan anak super dingin bernama Brian Adijaya.


*


*


*


*


1 tahun telah berlalu


Sandra yang sudah meninggalkan Brian dengan luka yang sangat menyakitkan membuat sikap Brian semakin dingin.


Bahkan Brian untuk berbicara pun sangatlah irit serta lebih banyak melakukan perjalanan keluar negeri ataupun luar kota hanya untuk mengurus bisnisnya.


Sedangkan untuk berlibur pun Brian tidak pernah melakukannya, sehingga hari-harinya bagaikan kerja rodi yang sedang ia jalankan.


Saat ini Brian dan kedua orang tuanya sudah berada di ruang makan untuk menyantap sarapan paginya.


“Hampir 1 tahun ini kamu terlalu fokus dengan bisnismu nak. Apa kamu tidak berniat untuk mencari pengganti Sandra?” tanya Nyonya Syifa disela-sela makannya.


“Benar kata mamahmu Brian, umurmu semakin lama semakin bertambah loh. Apakah kamu tidak berniat untuk mencari istri lagi?” saut Tuan Ferry.


“Kenapa kamu jadi sangat irit berbicara seperti ini sayang. Mamah kangen Brian yang dulu sudah mencair dan menjadi pria yang sangat ramah. Bahkan mamah juga kangen melihat senyumanmu itu nak” tanya Nyonya Syifa di dalam hatinya.


“Papah hanya berharap, semoga suatu saat nanti ada seorang wanita yang bisa meluluhkan kedinginanmu ini nak” harapan Tuan Ferry di dalam hatinya.


“Brian berangkat” ucap Brian disela-sela selesai makannya.


“Brian ingin keluar kota untuk beberapa hari” ucap Brian dan langsung pergi meninggalkan kedua orang tuanya tanpa pamit lebih dulu.


Kedua orang tua Brian hanya bisa menatap sendu terhadap perubahan Brian saat ini yang sangat jauh dari Brian dulu.


Bahkan dulu saat Brian bersifat dingin tidak sampai secuek ini ketika mengobrol dengan mereka dan selalu berpamitan ketika ingi pergi kelur rumah.


Tetapi sekarang, Brian malah terlihat seperti patung yang hidup dengan semua ke kakuan dan ke iritan berbicaranya yang membuat kedua orang tuanya merasakan kepedihan karena telah kehilangan sikap Brian yang sudah mulai mencair.


Hampir 3 hari Brian berada di Bandung untuk mengurus masalah kecil yang jadi hambatan dalam perusahaan kecilnya membuat Brian harus turun tangan.


Padahal masalah kecil itu sebenarnya bisa ditangani oleh orang kepercayaan Brian, tanpa harus Brian yang turun tangan.


Tapi tahu sendiri kan. Saat kehilangan Sandra hanya ada bisnis, bisnis, dan bisnis yang ada di kepala Brian saat ini, Sedangkan untuk dirinya sendiri saja dia tidak mengurusnya dengan sangat baik.

__ADS_1


Sehingga teman-teman Brian yang sudah seusianya kini sudah memiliki beberapa anak-anak yang lucu, tetapi Brian? Dia masih saja sibuk mengurusi perusahaannya tanpa merasakan hatinya yang kosong melompong tidak ada isi bahkan tidak ada satu wanita pun yang mau mendekati Brian.


Sifat dingin dan cueknya membuat para wanita cantik segan untuk mendekati Brian, sampai beberapa bulan setelah kepergian sang istri kedua orang tuanya mencoba untuk menjodohkan Brian dengan anak rekan bisnis Tuan Ferry.


Awalnya Brian menolak, tetapi demi sang mamah yang memohon akhirnya Brian menyanggupinya.


Sayangnya, hubungan mereka hanya bertahan dalam waktu 3 hari dan wanita itu langsung memutuskan untuk tidak meneruskan perjodohan ini.


Karena ia tidak kuat menjalin hubungan dengan manusia robot ataupun patung yang hidup, tidak ada keromantisan tidak ada senyuman bahkan untuk berbicara Brian sangat irit.


Siapa sih yang betah dengan laki-laki kaku serta irit berbicara seperti Brian? Bahkan kita saja ketika menanyakan sesuatu lalu dijawab dengan irit saja langsung marah-marah tidak jelaskan.


Makannya kedua orang tua Brian menunggu waktu yang tepat agar bisa menemukan wanita yang cocok bersanding bersama Brian dengan semua kekurangan Brian serta bisa bertahan untuk membuat Brian luluh kembali.


Sebenarnya Brian tipe orang yang sangat ramah dan romantis, hanya saja dengan kejadian yang membuat hatinya merasakan kehilangan malah membuat Brian menjadi pria yang sangat dingin bahkan lebih dingin dari batu es yang beku.


Di saat perjalanan pulang dari Bandung ke Jakarta, Brian melihat seorang ibu-ibu berdiri di pinggir jalan dengan keadaan perut yang sangat besar.


Awalnya Brian ingin melewatinya, tetapi Brian melihat seperti ada yang aneh dengan keadaan ibu-ibu itu, seketika Brian langsung memberhentikan mobilnya.


...ΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩ...


Hai para leaders 🤗


Perkenalkan ini adalah karya novel ke-2 aku loh 🤩


Semoga kalian menyukainya ya 🤝


Dukung othor terus dengan cara berikut :


Like 👍


Komen 📨


Favorite ❤️


Rate 🌟


Dan tidak lupa selipkan hadiahnya ya 😍🙏


Bunga, kopi atau sebagainya pun tak apa kok, malah lebih bagus lagi pundi-pundi receh yang berterbangan di karyaku ini hihi 😆😜


Terimakasih 🙏🙏

__ADS_1


Papay 🤗🤗


__ADS_2