
“Ya memang bercanda, tetapi dia mengataiku hewan karena dia mau menyuntikku dengan obat rabies biar aku tidak berbahaya” saut Lukas yang membuat Ash melototkan matanya.
“Lukkaaasssss!!!” geram Ash dengan suara kecilnya.
“Oh... Jadi ada yang menganggap jika anakku itu seekor an*jing begitu? Hem... Sebelum kau menyuntikkan obat rabies kepada anakku, maka aku yang akan menyuntikkan lebih dulu padamu”
Brian berbicara dengan tegas membuat Hanna dari tadi hanya bisa tersenyum sambil membuatkan roti untuk Brian.
“Huaaaa... Bunda, Help Ash please... Padahal Ash enggak bilang begitu loh, tapi kok dia malah bilangnya begitu. Kamu juga Lukas, tega banget sama Brother-in-Law mu sendiri dengan berbicara seperti itu”
Ash meminta pembelaan dari Hanna yang dari tadi hanya tertawa kecil, lalu ia menatap Lukas dengan kesal.
“Maaf, saya tidak punya Kakak ipar model Anda. Mana mungkin Kak Sasya mau sama cowok tulen begini, dikit-dikit merengek kaya anak kecil saja” celetuk Lukas yang membuat Brian sedikit menahan tawanya, sedangkan Hana sudah tertawa kecil.
“Yaaaaa... Dasar menyebalkan. Mana ada laki-laki tulen coba, ada juga laki-laki gagah seperti diriku ini...” ucap Ash dengan percaya diri.
“Laki-laki tulen? Apaan itu?” saut Lily sambil duduk di sebelah Lukas.
“Nambah lagi aja, biang kerok di sini” ucap Ash di dalam hatinya.
“Sudah ayo pada makan dulu, nanti rotinya keburu dingin loh” saut Hanna sambil menuangkan susu ke gelas masing-masing.
“Abang jawab dong, laki-laki tulen itu apa? Lily penasaran tahu ihh...” rengek Lily dengan menatap Lukas.
“Laki-laki tulen itu artinya laki-laki yang tulangnya lentur, sama kek kamu” jawab Lukas.
“Oh gitu, berarti Kak Ash kaya karet dong ya. Pantesan saja dia bisa tinggi banget, ternyata punya tulang yang lentur kek karet” jawab Lily yang membuat semuanya tertawa, sedangkan Ash ia sampai tersedak air susu.
Uhukk... uhukk...
“Lukaassss...” geram Ash dengan kesal.
“Lah itu mah Lily yang salah mengartikan bukan aku” saut Lukas dengan nada cueknya.
“Hehe... Sudah-sudah jangan pada berantem. Ayo cepat di habiskan lalu berangkat sekolah, nanti sekalian kita antarkan Kak Sasya untuk ke sekolah. Bunda sudah izin ke sekolah kalian untuk masuk sekolah agak siangan dikit” ucap Hanna.
__ADS_1
“Yeeeeeyy... Lily jadi bisa lihat Kak Sasya berangkat dong huaaa... Seneng deh, pasti Kak Sasya bahagia banget ada kita” saut Lily dengan wajah cerianya.
“Ada apa ini?” tanya Sasya yang baru saja datang, lalu ia duduk di kursinya tepat di samping Ash.
“Loh Ash, kamu udah ada di sini aja. Sejak kapan? Kenapa semalam tidak menghubungiku lebih dulu?” cecar Sasya saat terkejut dengan kedatangan Ash secara tiba-tiba.
“Hehe... Sorry, habisnya aku senang banget sih so aku samperin kamu aja biar bisa berangkat bareng tapi ternyata semuanya mau ikut mengantar kita. Aku jadi senang deh bisa gabung di keluarga ini, apa lagi jadi bagian keluarga kalian” ucap Ash tanpa sengaja, lalu ia menutup mulutnya dengan wajah melotot saat mengetahu kalau ia keceplosan.
“Maksudnya?” tanya Sasya dengan wajah bingungnya.
“Eh... E-enggak kok, dahlah ayo makan terus berangkat dari pada kita ketinggalan nanti” saut Ash sambil memakan rotinya dengan cepat.
“Kak Ash mau jadi bagian kita? Berarti Kak Ash akan menjadi Kakak kita dong sama kaya Kak Sasya huaaa... Aku enggak mau punya Kakak lagi, aku maunya punya adek titik!” ucapan Lily seketika membuat Hanna melongo tak percaya.
“Ya nanti Ayah sama Bunda bikinin Adek buat Lily” jawab Brian dengan enteng, yang semakin membuat Hanna terkejut.
“Yeyyy... Asyik, buat Adek yang banyak ya Ayah. Kalau bisa buatkan 10 gapapa, terus juga Lily mau adik kembar kaya Lily sama Abang. Ehh tapi Lily maunya yang kembar cewek ya biar nanti Lily bisa nemenin mereka main masak-masakan” sorak Lily.
“Yaaaaa... Kalian kira bikin adek itu kaya bikin kue apa, cuma butuh beberapa kali adonan sudah jadi banyak” pekik Hanna dengan kesal.
“Enak saja... Memang Ayah pikir aku ini apa, yang setiap tahun harus melahirkan begitu? Memangnya aku kucing apa! Lagian aku sudah tua, mana mungkin bisa memiliki anak lagi” ucap Hanna.
“Memangnya kalau Bunda sudah tua enggak bisa?” tanya Lily dengan wajah sedihnya.
“Maaf sayang, tidak bisa. Lagian kalian sudah besar sekarang, jadi fokus sama pelajaran saja ya. Nanti juga kalau Kak Sasya sudah menikah pasti Lily punya Adek. Tapi bukan Adek kandung, melainkan keponakan” jawab Hanna yang membuat Sasya langsung menatapnya.
“Bundaaaaa...” ucap Sasya yang membuat Hanna terkekeh.
“Heemm... Ya sudah deh, Lily nunggu Kak Sasya menikah saja kalau begitu. Nanti Lily pesen Adek yang banyak ya kalau perlu kembar 5 Kak, pasti seru deh lihat wajah-wajarnya yang hampir mirip hehe...” jawab Lily yang membuat semuanya tertawa.
“Kalau itu Bunda setuju...” jawab Hanna.
“Ayah juga setuju pastinya karena semakin banyak anak kecil, maka hidup kalian akan semakin bahagia” ucap Brian.
“Mana bisa, memangnya kalian yang menentukannya. Lagi pula kata pemerintah itu 2 anak lebih baik” ucap Lukas dengan cuek.
__ADS_1
“1 aja lah biar kaya aku, kan enak enggak ada saingannya jadi bebas” sahut Ash.
“Yaaaa... Ini kenapa pada bahas anak sih, lagian aku masih muda kali. Jodohku saja masih di pinjam orang lain, lah ini udah pada ribut mikirin anak. Dahlah Sasya mau berangkat” pekik Sasya dengan kesal.
“Hehe... Ya sudah ayo kita antarkan Kakak tercinta kalian untuk menimba ilmu” ucap Hanna.
“Ya sudah, Ayah mau cek mobil dulu sebentar. Nanti jika sudah siap langsung ke depan saja, Ayah tunggu di depan” ucap Brian sambil berjalan.
Lalu sedetik kemudian Brian berbalik dan berkata, “Sayang, jangan lupa tasku di kamar ya”
Hanna menganggukkan kepalanya, lalu Brian kembali pergi dan mereka pun bersiap-siap. Setelah selesai mereka langsung pergi bersama menggunakan 1 mobil khusus keluarga untuk mengantarkan Sasya dan Ash terlebih dulu karena Ash tadi datang menggunakan taksi bukan menggunakan mobilnya.
Hampir 15 menit mereka melakukan perjalanan dan akhirnya kini sudah sampai di depan gerbang sekolahan. Di sana sudah terdapat bus tingkat yang sangat mewah untuk membawa 30 relawan.
Sampai seketika saatnya Sasya berpamitan kepada keluarganya yang membuat Hanna menangis bahkan Lily pun ikut menangis. Sedangkan Brian ia tersenyum bahagia saat melihat perjalanan Sasya akan segera di mulai.
Lalu Lukas? Dia menahan air matanya agar tidak runtuh karena ia pasti akan merindukan sang Kakak. Mereka berpelukan satu sama lain untuk melepas segala kerinduan yang nantinya akan mereka tahan sampai waktu kepulangan Sasya tiba.
Tak lupa Ash pun berpamitan kepada keluarga Sasya, karena ia juga sudah di anggap sebagai bagian dari keluarga mereka. Brian juga berpesan kepada Ash supaya tidak selalu mengganggu Sasya, begitu juga dengan Lukas yang mengancam Ash agar tidak membuat sang Kakak kesal dan mereka juga meminta Ash untuk selalu menjaga Sasya jika ada apa-apa maka Ash harus selalu sigap untuk mengabari mereka.
Setelah semuanya selesai, Sasya dan Ash menaiki bus tersebut yang akan membawa mereka ke kota Los Angeles. Mereka menimba ilmu di sana selama 1 tahun, agar mereka bisa mempraktikkannya langsung sesuai dengan jurusan masing-masing. Kemudian setalah bus itu berangkat, kini saatnya mereka mengantarkan si kembar ke sekolah. Lalu Hanna ikut bersama Brian ke kantornya.
...ΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩ...
Hello semua pembaca setia kesayanganku... 😊😊😊
Semoga kalian sehat selalu dan terus bahagia semua... 😇😇😇
Terima kasih atas semua dukungan kalian selama ini... 🙏🏻🙏🏻🙏🏻
Mohon terus dukung Author yang masih banyak kekurangan ini 🥺🥺🥺
Sayang kalian banyak banyak para pembaca setiaku ❤️❤️❤️
Jaga diri kalian dan sampai jumpa lagi semuanya... 🤗🤗🤗
__ADS_1
Papaaayyy~~~ 👋🏻👋🏻👋🏻👋🏻👋🏻