Gairah Duda Perjaka

Gairah Duda Perjaka
Pergi ke Rumah Pacar


__ADS_3

"Ingat, Jay! Jay itu punya Mommy dan Kakak perempuan jadi kalau sampai Jay menyakiti gadis lain, sama saja Jay juga menyakiti Mommy. Jadi jangan pernah sekali-kalinya Jay mengikuti jejak orang yang selalu suka menyakiti perempuan, paham sampai sini?!"


Mommy Nisha berbicara dengan sangat tegas supaya Jay tidak mengikuti jejak Daddy Ken. Apa lagi Mommy Nisha juga sangatlah tahu ketika Jay berada di luar rumah pasti Jay akan selalu bersikap seenaknya atau semaunya sendiri yang seolah-olah jika Jay adalah pria dingin dan juga kuat bagaikan power ranger. Tapi saat di rumah, Jay malah terlihat seperti Hello Kitty.


"Yaaakk... Mommy, bukan begitu! Lily itu teman sekelasku. Dia gadis yang sangat menyebalkan-..." ucapan Jay terpotong lantaran Key langsung menyahutinya, "Sama kaya dirimu, 11-12"


Jay menoleh menatap Key yang masih fokus menonton drakornya, sambil Jay melepaskan pelukan tangannya dari tubuh Mommy Nisha.


"Aku belum selesai ngomong, KAKAK!" geram Jay dengan tatapan mendeliknya sehingga Key langsung saja membalas tatapan Jay yang kini malah membuat Jay cengengesan lantaran Jay sangat takut dengan beruang kutub yang saat ini ada di depannya.


"Hehehe... ma-maaf..." ucap Jay sambil menggaruk tengkluknya yang tak gatal.


"Kamu tidak jadikah berangkat ke rumah gadis itu? Lalu bagaimana dengan tugas kelompokmu? Apakah kamu ini mau di panggang bolak-balik dengan gadis itu?" celetuk Key yang kini membuat Jay pun melototkan matanya.


"Huuuaaaa... ayo Kakak, temenin Jay ke sana, ayoo... Cepat!!" pekik Jay yang kini sudah menarik tangannya Key sehingga membuatnya hampir terjatuh.


"Yaaaakkk... Jay!!! Kau kira aku kambing apa main kamu geret-geret begini" teriak Key dengan wajah kesalnya sambil dia mempertahankan tubuhnya agar tidak terseret oleh Jay.


"Mommy... Bantuin Jay bilangin Kakak. Nyawa Jay ada di tangan gadis itu, nanti bisa-bisa Jay pulang jadi kambing guling huuaaa Mommy..." Jay merengek sambil memeluk Mommy Nisha kembali yang mana membuatnya menggelengkan kepalanya.


"Huuuhh... Kakak, boleh Mommy minta tolong buat nemenin Jay ke rumahnya pacarnya itu?" ucap Mommy Nisha yang membuat Jay pun langsung melepaskan pelukannya dan menatap Mommy Nisha dengan bola mata yang hampir copot.


"Pa-Pacar? Yaaakk... e-enggak, Jay tidak mau punya pa-pacar kaya dia titik! Dia itu menyebalkan Mom, mana mungkin Jay suka sama dia. Dia itu cuma teman sekelah Jay aja kok udah enggak lebih!" sahut Jay dengan kesal, namun wajah Jay kini malah terlihat merah merona.


"Kita lihat saja nanti Mom, apakah dia akan berpegang teguh pada ucapannya sendiri atau malah dia yang menjilat ludahnya sendiri" celetuk Key yang membuat Mommy Nisha tersenyum sambil menganggukan kepalanya.

__ADS_1


"Ckk! Kalian itu semua sama yaa... jadi memang benar adanya ya kalau semua wanita itu memang MENYEBALKAN!" geram Jay dengan wajahnya memerah penuh amarah yang bercampur dengan rasa malu akibat ucapan Mommy Nisha.


"Ya ya ya... terserah kamu saja deh Jay. Ya sudah Kakak tolong temanin Jay ya. Mommy janji deh akan buatkan Kakak Cake Tiramissu kesukaan Kakak itu nanti, bagaimana hem..." tawar Mommy Nisha sambil tersenyum, yang kini dia sudah berhasil mengambil perhatian Key hingga membuat matanya berbinar.


"Se-serius Mom?" tanya Key dengan wajah senangnya, yang langsung diangguki oleh Mommy Nisha sambil tersenyum.


"Huuaaa... Mommy, kenapa cuma Kakak Key aja yang di buatkan cake, terus cake strawberry Jay mana?" ucap Jay dengan wajah melasnya.


"Tenang sayang... pokoknya saat kalian pulang nanti Mommy pastikan kalau cake kesukaan kalian berdua itu sudah ready. Jadi ayo bersiaplah dan segera pergi ke rumah pacarmu itu dan jangan sampai gadis itu membuatmu menjadi perkedel hahaa..." canda Mommy Nisha yang membuat Key ikut tertawa kecil.


"Astagaa!!! Jay lupa Mom... ayo Kak, kita pergi sekarang jugaaa..." pekik Jay yang langsung menarik Key.


"Yaaaakkk... Sabarrrr woiiii! Kakak mau ambil tas dulu, memangnya kamu tidak bawa tas apa? Lalu bagaimana caranya kamu mengerjakan tugasnya?!" celotek Key yang membuat Jay pun melepaskan tangan Key sambil cengengesan.


"Hehehe... ya maaf namanya juga orang lupa, jadi mana ingat. Ya sudah Jay mau ambil tas dulu, daaahh..." Jay pun berlari sambil sedikit berteriak menaiki anak tangga menuju kamarnya untuk mengambil tas ranselnya.


Setelah semuanya sudah siap, Key dan juga Jay langsung berpamitan dengan Mommy Nisha yang mana Mommy Nisha memberikan mereka masing-masing uang sebesar 10 dollars atau setara dengan 150 ribu rupiah.


Jay terlihat begitu senang karena jika dia tidak pergi ke luar rumah pastinya dia tidak akan mendapatkan uang jajan, karena bagi Jay jika sekolah libur maka uang jajan pun akan ikut libur.


Sedangkan Key, dia malah beberapa kali menolak pemberian Mommy Nisha yang pada akhirnya Key menerimanya berkat paksaan dari Mommy Nisha dan juga Jay. Lantaran mereka mengancam Key, kalau Key tidak menerimanya maka mereka akan mendiami Key selama 3 hari.


Key yang tidak bisa jika harus berjauhan dengan mereka sedikit pun karena bagi Key, mereka adalah sumber kekuatan agar Key bisa bertahan dari segala cacian dan juga hinaan yang keluar dari mulut pedas Daddy Ken.


Selesai berpamitan, lalu Key dan Jay pergi keluar rumah dengan menaiki mobil pribadi khusus untuk mengantarkan kemana pun Jay inginkan. Sebenarnya ini adalah mobil khusus yang di belikan Daddy Ken hanya untuk Jay, namun berkat Mommy Nisha jadi mobil ini adalah milik mereka berdua.

__ADS_1


Daddy Ken selalu membandingkan Key dengan Jay, tapi Mommy Nisha malah berusaha membuat kedua anaknya agar merasakan keadilan yang mana ia tidak mau membedakan mana anak kandung dan yang mana anak sambungnya. Bagi Mommy Nisha mereka semua itu sama, sama-sama anak kandungnya yang sangat ia sayangi.


...*...


...*...


Jarak tempuh di antara rumah mereka degan rumah Lily hampir membutuhkan waktu selama 1 jam 30 menit, itu pun jika jalanan tidak terlalu macet. Namun jika macet, tahu sendirilah ya pasti akan membutuhkan berapa jam untuk sampai ke rumah Lily.


Di dalam mobil, Key sedang fokus pada layar ponselnya untuk mengecek semua sosmednya. Tapi tidak dengan Jay, Jay malah sibuk menatap ke arah samping dengan wajah yang begitu cemas dan juga gugup lantaran ia merasa bersalah karena tidak menepati janjinya.


Key pun menoleh ke arah Jay dengan tatapan bingung karena sedari tadi Jay sama sekali tak menyentuh ponselnya. Biasanya ketika mereka pergi, Jay selalu saja memainkan ponselnya tanpa henti dengan semua games yang mana sudah hampir semuanya Jay kuasai.


"Ada apa?" tanya Key penuh dengan rasa penasaran.


Kemudian Jay yang mendengar suara Key, langsung menoleh dengan tatapan wajah yang sudah kusut.


"Kenapa wajahmu malah terlihat sangat murung? Jangan bilang padaku kalau kau sedang memikirkan tentang gadis itu?" ucap Key yang langsung mendapat anggukan kepada dari Jay.


"Astaga, Jay! Kamu itu laki-laki, tetapi kenapa malah kamu malah yang terlihat sangat lemah sih..." Key yang melihat keadaan Jay saat ini membuatnya sangat kesal dan juga geram.


"Ya habisnya bagaimana lagi, Kak? Jay takut, jika Lily akan marah besar karena Jay ingkar janji atau dia akan membenci Jay akibat dia berpikir jika Jay ini adalah laki-laki tukang bohong dan juga tidak bisa menempati janjinya"


Jay pun mengoceh penuh dengan rasa ketakutan dan kegelisahan, karena Jay mengakui jika dirinya sudah membuat kesalahan yang besar lantaran sudah menyepelekan masalah waktu.


Yang pada akhirnya, Jay sendiri terkena imbasnya lantaran ia sudah terlambat 2 jam lebih dari pada yang dia janjikan dengan Lily kalau Jay akan datang ke rumahnya tepat pukul 11 siang, namun kenyataannya pada jam 1 siang saja Jay masih ada di perjalanan menuju rumah Lily.

__ADS_1


Di tambah lagi Jay tidak memiliki nomor ponsel Lily, Jay hanya di berikan alamat rumah Lily dari seutas kertas kecil yang kini sudah ada di tangan sang sopir. Bahkan sang sopir sudah memindahkan alamat tersebut ke dalam ponselnya dan menyelakan maps atau petunjuk arah agar mereka bisa sampai ke rumah Lily tanpa kesasar.


__ADS_2