Gairah Duda Perjaka

Gairah Duda Perjaka
Masih Tertidur


__ADS_3

“Hikss... sayang kenapa kamu tega sama aku, apa ini hukuman untukku darimu?” Brian menangis dengan terisak menggambarkan betapa rapuhnya ia saat tulang rusuknya hampir hilang.


Sang dokter kemudian berusaha mendekati Brian lalu ia mencoba memegang Brian sambil ingin menolongnya, tapi...


“Lepas!! Jangan pernah sentuh saya kecuali istri saya. Paham!! Saya bisa sendiri. Jika sekali lagi anda menyentuh saya, maka kedua tangan anda bisa saya putuskan saat ini juga!” bentak Brian dengan suara penuh amarah sambil melototkan mata merahnya yang penuh dengan air mata.


Sang suster yang melihat Brian sangat ketakutan langsung menarik sang dokter untuk segera meninggalkan Brian yang masih dengan keadaan emosi.


Mereka berdua kemudian berlari pergi meninggalkan Brian sendirian di depan ruang ICU. Brian berusaha menghapus air matanya dengan sangat kasar. Kini saatnya ia melangkahkan kedua kakinya untuk masuk kembali ke ruangan Hana.


Dengan sangat gagah Brian masuk ke dalam, dan tersenyum di saat menatap wajah Hana. Brian membungkukkan badannya sambil mengusap wajah Hana dengan sangat lembut.


“Hai sayang, kamu kesepian ya. Maaf ya tadi aku tinggal sebentar karena dokter sedang memeriksa kondisimu. Hoya... kata dokter kamu tidurnya pules banget, kenapa tidak bangun sayang? Apa kamu marah sama aku?”


Brian berusaha kuat di hadapan Hana, namun air matanya terus menerus membanjiri pipi Brian sambil berusaha tersenyum. Brian bisa saja membohongi dirinya untuk tetap berusaha kuat, tapi wajah Brian tidak bisa berbohong.


Wajahnya begitu terlihat betapa terlukanya Brian saat mengetahui tentang kondisi Hana saat ini. Hancur... ya memang hancur! Brian seperti orang yang telah kehilangan dunianya.


Bahkan rasa sakit di kakinya pun seketika hilang begitu saja, dan tergantikan dengan rasa sakit dihatinya yang begitu menyayat.


“Hiks... sayang ayo bangun, kasihan Qisya dia masih butuh kamu. Dan kamu belum tahu kan kalau di sini...” ucap Brian sambil menatap perut Hana sambil mengelusnya dengan sangat lembut.


“Di sini sudah ada Brian junior sayang, hehe... kamu tahu tidak, saat aku telah mengetahuinya aku benar-benar sangat bahagia. Ternyata aku bisa mempunyai anak yang berasal dari darah dagingku. Jadi aku sudah berhasil di nyatakan bahwa aku adalah laki-laki sejati. Ta-tapi...” ucap Brian memotongkan kalimatnya.


“Tapi bersamaan dengan itu kamu malah tidur pulas seperti ini, apa kamu tidak senang jika saat ini sudah ada Brian junior di perutmu? Hiks... sayang ayo bangun, kasihan dia jika kau tidak makan lalu bagaimana dengan anak kita. Please sayang bangun, aku janji. Jika kamu bangun aku akan membahagiakanmu dan hanya membuatmu menangisi kebahagiaan bukan menangisi kesedihan dan bonusnya kamu akan mendengar jika aku saat ini sudah benar-benar sangat mencintaimu sayang. Ayo bangun, hiks... bu-bukannya kamu sangat ingin mendengar aku mengatakan cinta padamu”


“Atau kamu marah denganku sampai kamu tidak mau bangun dan menatap wajah suamimu yang katamu paling tampan ini? Apa ini juga adalah hukuman darimu sayang? Hikss...”


“Ti-tidak, aku tidak mau jika ini adalah hukuman darimu. Aku mau kamu hukum aku dengan cara lain. Tapi tidak dengan cara seperti ini sayang, please ayo bangun hiks...”


Brian menangis dengan sangat kejar sambil menatap Hana. Namun, tanpa Brian sadari mata Hana mengeluarkan air mata.


Hana bisa merasakan betapa menyesalnya Brian saat ini, bahkan ia benar-benar sangat terpukul dengan keadaan Hana. Hanya saja, Hana tidak bisa terbangun karena ia telah berada di tempat yang sangat indah.


...*...


...*...

__ADS_1


...*...


...*...


2 bulan lebih telah berlalu...


Kini Hana sudah berada di ruangan khusus yang di minta oleh Brian pada saat itu, karena ia tidak mau sampai ruangan Hana di campur dengan pasien lainnya.


Menurut Brian itu akan memperlambat proses supaya Hana cepat tersadar dan bangun dari tidur panjangnya. Bahkan, kedua orang tua Brian serta Qisya pun sudah kembali sehat dan semua luka mereka sudah mengering.


Sedangkan Hana masih setia dengan tidur panjangnya, sampai-sampai kini usia kandungan Hana sudah mau memasuki 4 bulan. Sang dokter dan sang suster berusaha keras untuk tetap menjaga kondisi berat sang bayi stabil di dalam perut Hana.


Meski pun Hana tidak memakan apa pun dikarenakan ia masih tertidur, sehingga sang dokter memberi nutrisi serta makanan sang bayi melalui impusan yang masuk ke tubuh Hana.


Hanya saja berat bayi tidak seperti bayi normal lainnya. Tetapi kondisi sang bayi benar-benar sangat kuat ia terlihat begitu sehat bahkan organ tubuhnya sudah mulai terbentuk secara perlahan.


Bahkan Qisya pun sudah masuk sekolah dan saat ini juga ia mulai lancar berbicara, hanya saja ia masih cadel dan belum bisa berbicara menggunakan huruf R dan malah menggantikannya dengan huruf L.


Hampir seminggu 2 kali Qisya dan Opa serta Omanya berkunjung ke rumah sakit untuk menengok kondisi Hana. Lalu, Brian yang setiap detiknya selalu menunggu Hana sampai-sampai Brian mempunyai lemari baju sendiri di ruangan Hana.


Bahkan Brian tidak memasuki kantor semenjak kejadian itu, ia hanya mengerjakan semua tugasnya melalui laptopnya dan mengirimkannya menggunakan email.


Tak hanya itu, Hana juga di mandikan atau dibersihkan oleh Brian sendiri dan menolak semua suster yang mau membantunya untuk memandikan sang istri.


Dengan telaten Brian menjaga Hana dan anak yang ada di dalam kandungan Hana. Brian selalu mencoba mengajak keduanya untuk berkomunikasi tanpa henti. Brian tidak ada bosan-bosannya mengoceh sambil sesekali ia meneteskan air matanya.


Semua kejadian itu membuat Brian menjadi sangat taat untuk beribadah serta tidak lupa untuk selalu memanjatkan doa-doa agar Hana serta bayinya selalu dalam lindungan sang Maha Pencipta.


Hari sudah semakin malam saatnya Brian beristirahat di sofa tempat tidur yang telah Brian beli saat Hana baru saja memasuki ruang tersebut.


...*...


...*...


...*...


...*...

__ADS_1


4 bulan lebih telah berlalu lagi...


Penampilan Brian sangat berubah, kini wajah tampannya sudah mulai hampir dihiasi oleh bulu-bulu halus serta wajahnya yang begitu kusam tak terurus.


Bahkan tubuh Brian yang tadinya kekar kini menjadi menyusut tidak lagi ada yang namanya roti sobek serta kegagahan dalam diri Brian. Hanya ada perut rata dan berat badan yang semakin menurun.


Brian berusaha belajar semampunya, bahkan ia selalu menonton Youtube melalui laptopnya untuk mengetahui bagaimana caranya memakai hijab agar Hana selalu terlihat cantik meski pun tanpa polesan bedak sedikit pun.


Sang dokter dan suster yang setiap hari mengontrol dan mengecek keadaan Hana kini semakin merasa bahagia dengan perilaku Brian terhadap sang istri. Ya, walaupun Brian semakin dingin tetapi terhadap Hana Brian malah semakin hangat.


Sampai seketika di pagi hari kini Brian sudah selesai dengan mandinya dan kembali menemani Hana di sampingnya sambil menggenggam tangannya serta menciumi wajah cantik Hana yang sangat pucat.


“Assalamualaikum... Istriku yang cantik. Selamat pagi sayang”


“Bagaimana kabarmu di sana, hum...? Apa kamu tidak bosan main-main di sana? Apa kamu tidak mau melihat perutmu yang semakin buncit ini?”


“Bahkan anak kita sudah mau memasuki usia kandungan 7 bulan loh, dan hanya dengan hitungan bulan lagi ia sudah lahir dan berada di tengah-tengah keluarga kecil kita. Ayolah bangun sayang, kamu sudah terlalu lama tidur. Bahkan badanmu semakin kurus loh, aku tidak mau sampai badan istriku kurus, aku hanya mau badan istriku gemuk biar terlihat sangat cubby hehe...”


“Hoya... sayang, kamu tahu tidak ada kabar baik loh dan ada juga kabar buruk. Huft... menyebalkan” ucap Brian sambil memasang muka kesalnya yang begitu terlihat lucu.


...ΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩ...


Halo semuanya... Kembali lagi dengan Author kesayangan kalian... 😁😁😁


Karena ada suata problem jadi Author tidak bisa aktif NT... 😗😗😗


Author minta maaf karena tidak membalas komentar kalian... ☹️😟😟


Saat ini Author membagi waktu agar bisa selalu up setiap hari... 🥺🥺🥺


Semua ini demi kalian pembacaku yang setia mendukung Author... 🥰🥰🥰


Terima kasih untuk dukungan kalian selama ini semuanya... 🙏🏻🙏🏻🙏🏻


Author sangat-sangat berterima kasih dari lubuk hati Author... 🙇🏻‍♀️🙇🏻‍♀️🙇🏻‍♀️


Jaga diri kalian dan sampai jumpa lagi para pembaca setiaku... 🤗🤗🤗

__ADS_1


Papaaayyy ~~~ 👋🏻👋🏻👋🏻👋🏻👋🏻


__ADS_2