
“Mereka sedang ada di sawah, baru saja Arya berangkat menyusul Abah dan mbakyune” jawab Umi.
“Memangnya Arya tidak sekolah? Lalu Hana juga tidak bekerja, mi?” tanya Brian dengan nada penasaran.
“Arya lagi libur mas Brian, katanya lagi ada rapat penting jadi sekolah di liburkan. Sedangkan Hana sudah sebulan ini belum dapat pekerjaan lagi” jawab Umi.
“Memangnya Hana kerja apa mi, kalau boleh Brian tahu?” ucap Brian.
“Hana hanya lulusan SMK mas Brian, jadi tidak bisa mencari pekerjaan yang layak. Jadi dia selalu mencari pekerjaan yang sesuai dengan keahliannya” jawab Umi sambil menjelaskan pada Brian.
“Semenjak Hana SMP dia sudah menjadi wanita yang sangat mandiri, bahkan sekolahnya saja dia tidak pernah minta di biayai mas. Hana selalu berusaha untuk membayar sekolahnya sendiri. Hasil kerja kerasnya pun dia tabung supaya bisa membeli hewan ternak untuk Abahnya dan motor untuk Arya”
Umi mencoba untuk menjelaskan semuanya dengan rasa bangga kepada putrinya yang sangat menyayangi keluarganya.
“Menarik sih, tapi sayang hati ini sudah buat Sandra seorang” ucap Brian di dalam hati.
Brian dan Umi yang sedang asyik berbincang itu tiba-tiba saja di kagetkan dengan suara.
“Assalammualikum” ucap Abah, Hana dan Arya.
"Waalaikumsalam" jawab Umi dan Brian.
“Eh ada mas Brian toh di rumah, maaf ya sudah menunggu lama” ucap Abah memasuki rumah.
Kemudian Umi bersalaman kepada Abah serta diikuti oleh Brian.
“Waw.. mas Brian mobilnya bagus banget loh, seperti mobil crazy rich yang apa sih namanya ya Arya lupa, hm.. edition-edition gitu deh hehe..” ucap Arya dengan cengengesan.
“Limited edition” ucap Brian dengan nada dingin.
“Hoya, hehe.. itu maksudnya yang hanya bisa ke hitung jari kan ya mas?” tanya Arya dengan muka penasaran.
“Mobil itu hanya ada 3 di dunia, Aku yang mempunyai ke 3 nya. Awalnya hanya punya 2 untuk ganti-ganti jika bosan, tetapi karena aku orangnya cepat bosan jadi aku beli saja kemarin” jawab Brian yang malah mendapati pelototan mata dari Arya.
“Arya, matamu mau Umi colok pakai garpu” celetuk Umi.
“Hehe.. maaf mi, habisnya mas Brian beli mobil kaya beli permen saja” ucap Arya dengan rasa kagum.
“Dia sebenarnya membeli mobil atau gorengan sih, kok gampang banget menghamburkan uangnya. Memangnya tidak takut jika habis kan pasti jatuh miskin nanti nangis” ucap Hana di dalam hati.
“Kalau kamu mau, bikin SIM A. Jika sudah jadi, lalu pergi ke rumahku dan ambil saja mobil yang tidak pernah aku pakai” ucap Brian dengan sangat gampang.
Semua yang ada di sana menjadi melongo menatap Brian tak percaya.
Sampai Arya terjatuh dalam keadaan duduk di bawah menyender tembok sambil memegangi dadanya.
__ADS_1
“Astagfirullah, semalam Arya mimpi apa? Kok bisa ketiban duren begini” ucap Arya yang sedang terkejut.
“Yak.. memangnya kamu gay ketiban duren, mentang-mentang saya duda keren main tiban-tiban saja” saut Brian dengan nada sedikit kesal.
“Haha.. maksud Arya tidak seperti itu mas Brian. Tetapi maksudnya ketiban duren itu seperti pepatah dengan arti kejatuhan rezeki tak terduga” ucap Umi dengan tawanya.
“Dia ini siapa sih? Kok sampai mengasih-ngasih mobil ke Arya. Apa jangan-jangan dia komplotan begal? Atau perampok? Astagfirullah jangan sampai deh” ucap Hana di dalam hati.
“Sudah-sudah.. mari kita makan siang dulu nanti di terusi lagi ngobrolnya” ajak Abah sambil berjalan ke ruang belakang.
“Ayo mas Brian, monggo ..” ajak Umi sambil berjalan mengikuti Abah.
Mereka semua berjalan menuju ruang belakang.
Namun sampai di sana tiba-tiba saja Hana hampir terpeleset.
“Aaa...” teriak Hana
Hap..
Dengan sigap Brian menangkap Hana dengan keadaan saling menatap satu sama lain.
Deg.. deg.. deg..
Suara jantung mereka yang bekerja dengan sangat cepat.
Hana dan Brian masih terus menatap satu sama lain, seolah-olah mereka menutup kupingnya rapat-rapat.
Abah yang baru keluar dari kamar mandi terkejut dan langsung berlari memisahkan Hana dan Brian.
Tapi entah kenapa kini keduanya malah jadi oleng, dan terjatuh ke bawah dengan keadaan Hana berada di atas Brian.
“Ya ampun.. jantungku kenapa ini, apa jangan-jangan aku kena serangan jantung” ucap Hana di dalam hati.
“Waw.. sangat romantis sekali pemandangan ini” saut Arya yang langsung memotret keadaan Hana dan Brian.
Cekrek..
Abah yang niatnya ingin memisahkan malah membuat mereka semakin dekat.
Sampai akhirnya Abah mengambil gelas yang di isi oleh air, kemudian menyiram keduanya.
“Hm.. bagaimana segar bukan?” tanya Abah sambil menyiram segelas air.
“Ya ampun abah, basah tahu baju Hana” rengek Hana sambil berdiri.
__ADS_1
“Habisnya sudah Abah pisahkan, malah kamu nyosor mas Brian” saut Abah dengan nada malas.
“Ma-maaf bah, Hana salah” ucap Hana sambil menunduk.
“Tidak, ini salah Brian bah. Brian yang tidak sengaja refleks menangkap Hana yang ingin terjatuh” ucap Brian dengan rasa bersalah.
“Sudah, itu hanya musibah. Ayo kita makan dulu Abah sudah lapar dan ingin kembali lagi ke sawah” ucap Abah yang langsung duduk di meja makan.
Kemudian semuanya duduk di meja makan dengan disuguhkan hidangkan yang begitu nikmat.
Menu hari ini adalah sayur asam, sambal, ikan asin, tempe, tahu, kerupuk, dan bakwan jagung.
Umi menyendokkan nasi ke dalam piring Abah beserta lauknya, kemudian bergantian dengan Brian yang di ambilkan oleh Umi.
Sedangkan Hana dan Arya sedang menunggu giliran.
Kini semua makanan sudah berada di piringnya masing-masing.
Brian mulai menyendokkan nasi ke dalam mulutnya serta mengunyahnya secara perlahan.
Namun, dalam hitungan detik seketika mulut Brian berhenti.
Nahlohh.. kenapa yaa?? 😂
...ΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩ...
Hai para leaders 🤗
Perkenalkan ini adalah karya novel ke-2 aku loh 🤩
Semoga kalian menyukainya ya 🤝
Dukung othor terus dengan cara berikut :
Like 👍
Komen 📨
Favorite ❤️
Rate 🌟
Dan tidak lupa selipkan hadiahnya ya 😍🙏
Bunga, kopi atau sebagainya pun tak apa kok, malah lebih bagus lagi pundi-pundi receh yang berterbangan di karyaku ini hihi 😆😜
__ADS_1
Terimakasih 🙏🙏
Papay 🤗🤗