Gairah Duda Perjaka

Gairah Duda Perjaka
Pulang ke Rumah


__ADS_3

Siang hari di saat Baby twins sedang tidur nyenyak di keranjang bayi, tak lama keluarga Hana pun datang. Abah dan Umi hanya datang berdua yang telah di jemput oleh sopir pribadi dari Nyonya Syifa.


“Assalamualaikum...” ucap Abah dan Umi bersamaan sambil memasuki kamar Hana.


“Waalaikumsalam...” jawab semuanya sambil menatap kedatangan Abah dan Umi.


Nyonya Syifa, Umi serta Abah dan Tuan Ferry pun berpelukan saling mengucapkan selamat atas kelahiran cucu mereka. Kemudian Abah memeluk Brian sambil mengucapkan kepadanya karena sudah benar-benar menjadi Ayah seutuhnya.


Umi juga tak lupa mengucapkan Brian serta memeluk Hana sambil mengucapkan selamat atas kelahiran putra dan putri mereka yang begitu lucu.


Serta tak lupa juga Abah dan Umi mengucapkan selamat kepada Qisya yang sudah menjadi seorang Kakak lalu langsung memeluk dan mencium Qisya secara bergantian.


Sehingga, saat ini Abah dan Umi yang sudah tidak sabar langsung menggendong cucu-cucunya yang masih tertidur dengan perasaan bahagia sampai akhirnya meneteskan air mata.


“Selamat datang cucu-cucuku... Semoga kalian bisa menjadi anak baik, penurut, berbakti serta menjadi anak yang sholeh dan sholehah amin yarab...” ucap Umi sambil mencium Baby Lily.


“Masyaallah mereka sangat tampan dan cantik ya, hoya... Apa mereka sudah di beri nama?” tanya Abah sambil menatap Bria dan Hana.


“Sudah, Bah. Nama mereka Lukas Hendrik Pratama dan Lily Permata Brianna” jawab Brian sambil tersenyum dan memegang tangan Hana.


Hana pun tersenyum sambil menggenggam tangan Brian dengan wajah yang sangat bahagia.


“Mbah Kung, Mbah Uti dimana Om Alya?” tanya Qisya saat tidak melihat kedatangan Arya.


“Oh ya, Mbah Kung lupa hehe... Om Alya belum bisa ikut dulu, katanya ada pekerjaan yang penting. Nanti kalau libur Om Alya mau ke sini sendiri sambil melihat ponakan-ponakannya” ucap Abah sambil menatap Qisya.


“Yah... Lama dong Mbah Kung, Qisya kangen sama Om Alya tahu. Apa besok kalau Bunda sudah pulang kita ke lumah Mbah Kung yuk Ayah Bunda” ucap Qisya sambil penuh harapan.


“Bunda belum bisa pergi sayang, kan Bunda masih sakit. Nanti kalau Baby Lukas sama Baby Lily sudah berumur 5 bulan atau satu tahun baru kita main ke rumah Mbah Kung ya” ucap Brian yang langsung membuat wajah Qisya sedih.


“Yah... Masih lama dong Ayah” ucap Qisya penuh kesedihan.

__ADS_1


“Kakak dengarkan Bunda ya, Bunda kan baru saja melahirnya jadi jahitan Bunda belum kering sayang. Apa lagi Baby Lukas dan Baby Lily kan masih sangat kecil jadi rawan untuk di bawa perjalanan jauh. Nanti kalau mereka sudah lebih besar baru kita main ke rumah Mbak Kung ya, terserah Qisya mau menginap berapa hari iya kan Ayah” tanya Hana kepada Brian.


“Ya dong, kan Kakak sudah besar jadi tidak boleh egois dengan adiknya ya. Nanti kalau sudah waktunya kita ke rumah Abah mau nginap sepuas Kakak pun boleh oke” jawab Brian sambil menatap Qisya yang duduk di sofa.


“Ya sudah deh, Kakak nulut apa kata Ayah dan Bunda. Tapi janji ya nanti Kakak boleh nginap sampai Kakak puas balu pulang lagi” ucap Qisya.


Brian dan Hana pun tersenyum sambil menganggukkan kepalanya.


“Yey... Terima kasih Ayah Bunda, Kakak sayang kalian banyak-banyak” saut Qisya sambil tersenyum dengan perasaan yang begitu happy.


Kini akhirnya orang tua Hana dan Brian serta Qisya pun bermain bersama Baby twins dengan wajah yang sangat bahagia.


Sedangkan Brian dan Hana hanya bisa melihatnya sambil tersenyum dengan keadaan Hana yang bersandar di bahu Brian sambil saling menggenggam tangan satu sama lain. Tak lupa Brian mencium kening Hana.


Beberapa hari kemudian Hana dan Baby twins sudah di perbolehkan untuk pulang ke rumah oleh sang dokter.


...*...


...*...


...*...


Brian dan Hana baru saja sampai langsung menuju ruang keluarga untuk beristirahat. Sedangkan Abah sama Umi pun sudah kembali ke desanya.


Mereka berdua sudah mengucapkan salam ketika masuk rumah tadi. Namun, tak ada jawaban dari orang rumah.


Mereka menjadi bingung dan bertanya-tanya kemana orang tua Brian. Kenapa tidak ada di rumah apakah ada urusan penting sehingga hanya ada penjaga rumah saja.


Kini Hana dan Brian pun duduk sambil melihat ke stoler bayi penuh kebahagiaan. Di sana terdapat Baby twins yang sangat lucu sedang tertidur dengan nyaman.


Namun, Tiba-tiba saja saat mereka sedang menatap Baby twins, Brian melirik ke arah depan dan melihat seorang wanita paruh baya yang sedang berjalan untuk mendekati mereka.

__ADS_1


“Siapa kamu?” tanya Brian sambil berdiri dengan nada yang penuh mengintimidasi.


Hana pun terkejut saat mendapati Brian yang seperti sedang marah. Hana hanya bisa mendongak menatap Brian dan mata Hana teralih saat melihat seorang wanita paruh baya.


“Pe-permisi, Tuan dan Nyonya. Ma-maaf jika sa-saya mengagetkan kalian di sini. Se-sebenarnya sa-saya hanya ingin menawarkan mi-minuman saja” jawab wanita paruh baya itu sambil menunduk penuh dengan ketakutan.


“Mau apa kamu di rumahku, hah! Dan kenapa kau bisa masuk ke sini? Jawab!! Lalu, kenapa kamu malah menawarkan kami minum? Sedangkan ini rumah kami! Jawab, jangan diam saja. Apa anda bisu?” ucap Brian dengan suara yang sangat lantang bahkan sampai bergema di seluruh ruangan.


“Hiks... Ma-maaf Tuan, Nyonya. Sa-saya di si-sini hanya ingin bekerja u-untuk pengobatan anak saya yang sedang sakit. Sa-saya juga baru saja be-bekerja di sini sebagai pembantu” ucap wanita paruh baya itu dengan meneteskan air matanya sambil tubuhnya bergetar.


“Astaghfirullah, Mas Brian. Sudah cukup ya kamu memarahi ibu ini. Kamu tidak lihat dia di sini baru saja bekerja jadi pantas saja dia belum mengenali kita. Lagian Mas Brian kenapa sih pulang-pulang marah-marah seperti ini. Dia orang tua loh, tidak seharusnya kamu memarahi bahkan sampai membentaknya seperti itu” ucap Hana yang langsung berdiri merangkul wanita paruh baya itu sambil menenangkannya.


“Ta-tapi sayang, kalau dia penyusup di rumah ini bagaimana? Lagian Mamah dan Papah pada kenapa sih, masalah sebesar ini tidak memberitahuku lebih dulu. Dia orang luar sayang, bisa saja dia orang suruhan untuk memata-matai keluarga kita. Lagian kalau Mamah dan Papah butuh pembantu kita bisa mencarinya di yayasan itu jauh lebih baik dan lebih pasti” ucap Brian yang masih penuh emosi.


Wanita paruh baya pun hanya bisa menangis sesenggukan karena niatnya bekerja di sini hanya untuk mencari uang agar bisa mengobati sang anak yang sedang sakit keras. Namun, ia malah dituduh seolah-olah ia adalah orang jahat yang masuk ke dalam keluarga Brian.


“Sabar Mas, kita bisa bicarakan baik-baik. Aku tahu kamu khawatir sama keluarga kita tapi ingat kita tidak boleh sembarangan untuk menuduh seseorang apa lagi sampai memfitnahnya itu dosa besar Mas” ucap Hana yang berusaha meyakinkan Brian.


“Hiks... Sudah Nyonya, ti-tidak apa-apa jika Tuan tidak mempercayai saya. Saya bisa bekerja di tempat lain saja. Permisi” ucap wanita paruh baya itu sambil menghapus air matanya dan ingin berlari, namun Hana menahannya dan memeluk wanita itu.


Kini, pecahlah air mata wanita paruh baya itu dengan sangat menyayat hati Hana. Hana yang bisa merasakan kesedihan teramat dalam dari wanita paruh baya itu pun ikut menangis.


...ΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩ...


Hello semua pembaca setia kesayanganku... 😊😊😊


Semoga kalian sehat selalu dan terus bahagia semua... 😇😇😇


Terima kasih atas semua dukungan kalian selama ini... 🙏🏻🙏🏻🙏🏻


Mohon terus dukung Author yang masih banyak kekurangan ini 🥺🥺🥺

__ADS_1


Jaga diri kalian dan sampai jumpa lagi semuanya... 🤗🤗🤗


Papaaayyy~~~ 👋🏻👋🏻👋🏻👋🏻👋🏻


__ADS_2