
Saat ini Ash benar-benar terlihat seperti orang yang baru saja merasakan jatuh cinta dan juga dia mulai terpesona akan kecantikan dan kemanisan dari seorang suster Anna. Hanya saja Ash menangkis semuanya dan juga kembali fokus pada tujuannya yaitu untuk mendapatkan hati Sasya.
“Bi-bisa kan ka-kalau ngomong itu tidak usah pake segala senyum kaya gitu. Aku tidak suka melihatnya, paham!” ujar Ash yang membuat suster Anna seketika dia mengerutkan alis karena tidak mengerti maksud dari ucapan Ash.
“Loh... memangnya kalau senyum tidak di bolehkan gitu? Bukannya senyum itu bagus ya, kan bisa awet muda...” suster Anna menatap Ash yang tatapan penuh keanehannya saat ia melihat wajah Ash memerah.
“Ya ya ya... terserah kau saja lah...” Ash segera berjalan terlebih dulu dari suster Anna yang kini hanya mengikutinya dari belakang.
Entah kenapa Ash merasa kalau saat ini jantungnya berdetak tidak karuan hingga dia harus berusaha untuk menetralkan rasa yang tidak pernah ia rasakan sama sekali. Bahkan saat Ash jatuh hati pada Sasya pun rasanya tidak sampai seperti ini, makanya Ash tidak tahu apa yang ia rasakan saat ini.
Apakah itu cinta ataukah itu hanya rasa kagumnya saja? Karena ia baru pertama kali melihat wanita dengan 2 lesung pipi yang terkesan sangatlah manis. Sampai ketika Ash dan suster Anna pun sudah sampai di kantin rumah sakit yang hampir mirip dengan restoran kecil. Lalu mereka pergi ke meja yang paling pojok dan duduk secara bersamaan. Ash lalu menatap suster Anna yang membuatnya kembali bingung.
“Kenapa dokter Ash menatapku seperti itu?” ucap Suster Anna yang membuat Ash menjadi salah tingkah karena Ash selalu fokus pada dua lesung pipi Suster Anna yang selalu membuat mata Ash ingin menatapnya.
“E-enggak... sudahlah, kau mau makan apa?” tanya Ash yang mencoba untuk mengalihkan tatapannya ke daftar menu yang sudah ada di atas meja.
“Hem... apa ya... Dokter Ash sendiri mau makan apa?” suster Anna malah balik bertanya yang membuat Ash semakin kesal.
“Bisa tidak sih jika kita sedang berdua, panggil aku Ash saja tidak usah segala pake embel-embel apa pun di depannya, paham?” suster Anna menganggukkan kepalanya pertanda jika ia mengerti apa yang di ucapkan oleh Ash tanpa ia mau membantahnya.
“Ya sudah, Ash mau makan apa?” ujar suster Anna yang malah membuat Ash menoleh ke arahnya.
Entah mengapa tapi saat suster Anna memanggil namanya, malah membuat Ash seperti merasa adanya perbedaan antara cara Sasya memanggilnya dan cara suster Anna memanggilnya. Ash terdiam seribu bahasa tanpa mengedip sedikit pun, yang membuat suster Anna melambaikan tangannya di depan wajah Ash sehingga membuatnya tersadar dan langsung mengalihkan wajah merahnya.
“Ekhem... kamu pesan aja makanannya, aku mau ke toilet dulu sebentar...” ujar Ash yang berdiri dari kursinya dan dia segera pergi meninggalkan suster Anna.
...*...
...*...
__ADS_1
Ash yang saat ini sudah berada di dalam kamar mandi itu pun menatap wajahnya yang sudah memerah di depan cermin besar di kamar mandi itu.
“Ash!!! Kenapa wajahmu malah terlihat bagaikan seorang badut, hahh!! Astaga Ash... Ash, baru kali ini wajahmu terlihat sangat jelek hanya karena suster baru itu. Sedangkan saat bersama Sasya saja kamu tidak sampai seperti ini kan... tapi kenapa aku selalu saja terbayang akan senyumnya itu? Arrrgghhh... tidak, tidak, tidakk!!!”
Ash langsung membasahi wajahnya itu beberapa kali agar membuatnya kembali normal. Sampai ketika tak butuh waktu lama wajah Ash sudah kembali segar tidak seperti tadi yang terlihat sangat kacau. Ash lalu merapikan tatanan gaya rambutnya dan juga mengelap wajahnya manggungkan tisu.
Setelah selesai, Ash bergegas kembali ke meja mereka di kantin yang ternyata kini sudah terisi penuh oleh makanan. Ash berdiri mematung melihat mejanya penuh akan beraneka ragam makanan yang mana malah membuat mata Ash serasa ingin copot dari tempatnya.
“Loh... do- eehh... maksudku Ash, kamu sudah kembali dari toilet? Kenapa lama sekali? Apa kamu tadi habis buang air besar? Apa toiletnya penuh? Atau mu-...” ucapan suster Anna pun terhenti saat ia mendengar ucapannya Ash sambil dia menatap Suster Anna dengan tatapan menyeramkan.
“Apa kamu sudah gila, hah! Kenapa juga kamu memesan makanan sebanyak ini sih... dan satu lagi, siapa yang akan mau menghabiskan semuanya?”
Ash berbicara dengan nada yang sedikit meninggi, dan dia hampir membentak suster Anna jika ia tidak mengeremnya. Entah kenapa saat Ash ingin memarahi Suster Anna seperti memilih kata-kata yang ingin ia ucapkan pada suster Anna.
“Ya maaf, Ash... kan aku juga tidak tahu makanan apa yang kamu suka, jadi aku pesan semua makanan rekomendasi di sini, karena siapa tahu kamu suka kan hehe...” suster Anna kembali tersenyum yang membuat Ash pun langsung duduk serta mengalihkan pandangannya.
“Ya ya ya... terserah kau saja, lalu siapa yang akan menghabiskan semua ini...” tanya Ash tanpa mau menoleh ke arah suster Anna.
“Tenang aja Ash... aku sanggup kok buat menghabiskan semuanya, jadi kamu itu tidak perlu khawatir ya. Aku juga sudah memprediksi semua ini, kamu tinggal makan aja apa yang kamu suka dan biar sisanya aku yang menghabiskannya... bagaimana? deal?” titah suster Anna.
Ash tidak menggubrisnya dan langsung memakan apa yang menurutnya terlihat enak tanpa mengucapkan satu kata pun atau menatap suster Anna yang kini lagi makan bersama dengan sangat lahap. Sesekali Ash mencuri pandang di sela makannya tanpa membuat suster Anna mencurigainya.
“Astaga... ini orang kecil-kecil, imut-imut tapi makannya banyak banget deh... apa perutnya punya kapasitas yang melebihi perut manusia pada umumnya? Kalau gitu bagaimana nasib suaminya nanti? Apakah dia akan kuat menghadapi istri yang di luar kelihatannya kecil, ternyata di dalamnya mempunyai gentong yang cukup besar untuk menampung semua makanan yang masuk ke dalam perutnya”
“Tetapi kalau di lihat-lihat terus-menerus malah menjadi gemoy loh... belum lagi cara makannya seperti bayi besar yang baru bisa makan sendiri. Huaa... kenapa rasanya jadi ingin sekali mencubit pipi gemasnya itu yang terdapat dua lubang bersarang di sana argh...”
“Yaaak... apa-apaan sih, Ash!!! Sudahlah jangan dilihatin terus... lebih baik fokus makan habis itu langsung deh kembali bekerja. Masih banyak juga pasien yang harus kau tangani, dan bukannya malah enak-enakkan di sini...”
Ash berbicara di dalam hatinya sambil kembali makan dengan sangat berisik karena salah tingkah saat memandangi cara makannya suster Anna yang begitu rakus tapi juga menggemaskan dalam pandangannya Ash. Suster Anna yang melihat pandangan Ash menjadi sedikit terganggu dan, dia menatap Ash penuh tanda tanya.
__ADS_1
“Apakah cara makanmu terbiasa seperti itu...?” ucap suster Anna yang membuat Ash langsung menatap wajahnya.
“Memangnya kenapa? Tidak bolehkah aku makan seperti ini...” sahut Ash yang kembali mengadu alat makan miliknya sampai membuat semua orang di sana pun menatap ke arah meja mereka.
“Astaga Ash, berisik sekali sih kamu itu. Lihat tuh, semua orang menatap ke arah kita karena suara makanmu itu sangat mengganggu di telinga orang yang lagi menikmati makanannya” ucapan suster Anna mampu membuat Ash langsung menatap ke semua orang yang melihat ke arahnya dan kembali fokus menatap suster Anna.
“Ckk... iya iya... aku akan makan dengan tenang, puuaaasss!!!” jawab Ash dengan nada sewot dan juga kesal.
Bahkan Ash benar-benar membuktikan jika dirinya makan tanpa menimbulkan suara berisik seperti tadi, yang malah membuat suster Anna pun tersenyum menggelengkan kepalanya. Namun saat Ash kembali menatap ke arahnya suster Anna dengan tatapan kesal, kini malah di buat terkejut.
Suster Anna sedang mengambil tisu dan dia mengelap sisa-sisa makanan yang menempel di bibir Ash hingga membuat Ash pun hanya diam mematung dengan keadaan sendok serta garpunya terjatuh dari genggamannya. Belum lagi mata Ash yang membola dengan sangat lebar seperti ingin keluar dari tempatnya.
...ΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩ...
Hel... to the Lo... Hello guys... 😄😄😄
Kembali lagi dengan Author kalian yang banyak kekurangan ini... ☺️☺️😊
Kalian tahu gak Author baru bikin Group Chat loh dan masih sepi nih 🥳🥳🥳
Jika kalian ingin join ke Group langsung saja ke beranda Author ya... 😎😎😎
Nama Group Chatnya itu adalah "Kang Salto Barbar" kayak Author 🤣🤣🤣
Silahkan join aja guys, gak akan di apa-apain kok tenang aja ya... 🤭🤭🤭
Jaga diri kalian dan sampai jumpa di bab selanjutnya semuanya... 🤗🤗🤗
Papaaayyy~~~ 👋🏻👋🏻👋🏻👋🏻👋🏻
__ADS_1