Gairah Duda Perjaka

Gairah Duda Perjaka
Ketakutan Dimalam Pertama


__ADS_3

Syasa hanya bisa memejamkan kedua matanya ketika wajah Alex mendekatinya, hembusan napas mereka saling terasa satu sama lain. Tetapi saat bibir mereka hampir saja tersentuh, tiba-tiba Alex malah menggelitiki Syasa dan membuat Syasa tertawa lepas.


Namun tanpa disangka ketika mereka sedang asyik bercanda berlari kesana-kesini, kaki Alex tersandung lalu terjatuh ke atas ranjang sambil menarik tangan Syasa. Pada akhirnya Syasa terjatuh tepat diatas tubuh Alex.


Kedua mata mereka menatap satu sama lain penuh dengan cinta, perlahan tangan Alex mulai membelai lembut pipi Syasa sambil berkata. "Terima kasih, Sayang. Kamu sudah mau bertahan demi aku, dan terima kasih juga karena kamu telah menerimaku terlepas dari semua kekuaranganku ini.


"Terima kasih juga untukmu, Mas. Kamu sudah mau berjuang demi cinta kita, meskipun aku tahu perjuanganmu tidak mudah, tapi aku bangga punya suami sepertimu. Ternyata, jatuh cinta pada orang yang tepat itu indah ya." Syasa tersenyum menatap Alex.


"Aku juga bangga punya istri yang pintar, cantik dan juga baik hati. Apa lagi, istriku ini seorang dokter jadi ketika aku sakit, aku tidak perlu mengeluarkan banyak uang untuk berobat, bukan?" ucap Alex sambil mencubit hidung Syasa.


"Yak! Enak saja, meskipun aku yang merawatmu tetapi kamu harus tetap membayarku setiap bulannya, paham!" sahut Syasa berhasil membuat Alex terkekeh.


"Ma-mas, a-apa kamu ti-tidak ma-mau mengambil hakmu malam ini?"


Perkataan Syasa mampu membuat Alex menghentikan tawanya, matanya menatap manik mata Syasa yang terlihat begitu serius, rasa tegang didalam hati Alex mulai muncul.

__ADS_1


Namun, Alex masih bingung apa yang harus dia katakan lantaran kisah yang pernah dia baca selalu menghantuinya. Syasa dapat melihat aura ketegangan yang saat ini melanda Alex, akhirnya Syasa kembali melontarkan pertanyaan yang lagi dan lagi berhasil membuat Alex terdiam.


"Ada apa, Mas? Apa kamu malu karena jarak umur diantara kita terpaut sangat jauh? Atau kamu memiliki ketakutan yang sama denganku tentang malam pertama?"


Syasa mencecar Alex dengan semua pertanyaan, sampai seketika Alex mengeluarkan kata-katanya yang mampu membuat Syasa terdiam penuh kekaguman.


"Bu-bukan begitu Syaa, a-aku takut jika malam pertama kita ini akan membuatmu meraskan rasa sakit yang sangat luar biasa. Apa lagi dimalam yang spesial ini, banyak wanita yang baru saja membuka segelnya mengeluh jika mereka seperti meraskan kelumpuhan yang bersifat sementara,"


"Maka dari itu aku belum siap untuk melakukannya, aku belum siap jika harus melihatmu seperti itu akibat ulahku."


Syasa benar-benar kagum, sangat kagum melihat betapa sayangnya Alex padanya sampai-sampai Alex lebih memikirkan keadaannya dari pada hasratnya yang dari tadi berusaha dia tahan.


Namun ketika Alex kembali menceritakan apa yang dia baca dari kisah itu, tiba-tiba bibir Syasa menyambar bibirnya, kedua matanya pun membola besar. Alex tidak menyangka bahwa Syasa bisa seagresif ini, tetapi Alex senang saat kembali merasakan betapa manisnya bibir Sasya yang dahulu dia rasakan.


Sebenarnya Syasa malu melakukan semuanya lebih dulu, cuman itu tidak masalah dan juga tidak penting baginya, yang terpenting saat ini bagaimana caranya Syasa bisa mengalihkan rasa takut didalm hati suaminya tentang malam pertama.

__ADS_1


Ya, meskipun Syasa tidak lihai dalam permainan ranjang, dia tetap berusaha. Alex terkekeh didalam hatinya ketika melihat istrinya yang tidak pandai bermain lidah membuat Alex sedikit demi sedikit mulai memberikan pengarahan bagaimana cara bermain dengan benar.


5 menit telah berlalu, Syasa mulai sedikit kehilangan napasnya. Dia memukul-mukul kecil dada Alex agar memberikan isyarat bahwa dirinya sudah tidak kuat lagi. Alex paham, lalu segera melepaskan pautan bibirnya sambil tersenyum.


Dimana Alex sedikit terkejut dengan perubahan posisi mereka yang entah bagaimana caranya mereka bisa bertukar posisi. Alex diatas dan Syasa berada dibawahnya. Tangan Alex kembali mengusap bibir Syasa yang terdapat bekas air liurnya.


"Syaa, a-apa a-aku bo---"


"Lakukan apa yang terbaik untuk kita, Mas. Aku ikhlas memuaskanmu hari ini, aku tahu pasti rasanya akan sakit. Cuman kembali lagi, jika kamu melakukannya dengan baik, benar dan kehati-hatian maka aku tidak akan berteriak seperti apa yang ada dibayanganmu,"


"Kamu tahukan aku ini seorang dokter, jadi insyaallah aku akan tahu langkah apa yang akan aku ambil setelah semuanya sudah terjadi."


Penjelasan Sasya sedikit membuat Alex merasa lega. Alex tersenyum kecil mencium kening Syasa, lalu perlahan kembali menyerbu bibir Syasa lebih ganas dari yang mereka lakukan beberapa menit yang lalu.


Tangan Alex pun mulai berani menari-nari diarea sensitif milik istrinya. Syasa hanya bisa menyeimbangi pergerakan tangan Alex yang sudah berhasil menyentuh balon kembar miliknya.

__ADS_1


__ADS_2