Gairah Duda Perjaka

Gairah Duda Perjaka
Singkong Bakar


__ADS_3

"Ckk!! mana sih ini belut, kok dari tadi enggak dapet terus" Brian bergerutu di dalam hatinya dengan rasa kesalnya.


Arya yang sudah selesai dengan urusan mengadu pada mbak kesayangannya, kini kembali berjalan mendekati Brian yang masih setia menunggu hasil tangkapannya.


"Mas Brian yang baik, jadikan membelikan Arya laptop hehe.." Arya berjalan mendekati Brian dengan perasaan bahagia.


"Ya, tapi nanti ya saat aku kembali ke sini baru aku bawakan dari jakarta yang lebih bagus untuk kamu" ucap Brian sambil menatap mata Arya.


"Oke mas.., Arya tunggu loh jangan lupa hehe.." Arya yang begitu senang kini membuat ia selalu tertawa.


Brian yang melihat raut wajah Arya seketika membuat moodnya yang hilang kini kembali seperti semula.


"Entah kenapa, jika aku melihat Arya seperti ini membuat hatiku menjadi sangat senang. Bahkan aku merasa seperti sedang membahagiakan adikku sendiri" celoteh Brian di dalam hatinya.


Blubuk..


Blubuk..


Blubuk..


Suara air dari dalam lubang yang menandakan bahwa umpan Brian sudah berhasil menangkap mangsanya.


"Yes, akhirnya umpanku berhasil juga" Brian merasa sangat senang layaknya seorang anak kecil yang baru mendapatkan mainan barunya.


Arya menyemangati Brian serta sesekali membantunya, agar Brian tidak kembali menyungsep seperti tangkapan pertamanya yang berakhir dengan sia-sia.


Hampir 5 menit mereka berdua mengulur dan menarik bersama-sama, namun tidak tahu kenapa kali ini si belut melakukan perlawanan yang cukup kuat membuat keduanya kelelahan.


Arya dan Brian bahkan beberapa kali terpeleset di lumpur yang sangat licin membuat mereka merasa kesulitan.


Sampai akhirnya sang belut menyerah dan pasrah jika hari ini adalah hari terakhir berada di dunia.


Dengan sigap Brian dan Arya menariknya dan mengangkatnya tinggi-tinggi.


Hana yang dari tadi berdiam dan duduk manis di saung Abah seketika di buat heran dengan aksi mereka berdua yang tidak ada habis-habisnya jatuh bangun.


"Wah.. mas Brian, belutmu besar sekali" Arya yang melihat belut hasil tangkapan Brian merasa kagum, bahkan hasil tangkapan Arya yang kedua saja kalah besarnya dari tangkapan Brian saat ini.


Tidak sia-sia Brian menunggu lama-lama dengan sedikit kesal, pada akhirnya hasilnya membuat dia puas.


Dan tanpa sengaja Brian langsung memeluk Arya sambil memegang tangkapannya.


"Haha.. Arya aku berhasil" Brian berbicara dengan nada yang sangat bahagia.


"Hehe.. akhirnya ya mas, penantianmu tidak sia-sia. Bahkan belut Arya kalah besar dari punya mas Brian" Arya melepaskan pelukan Brian secara perlahan.


"Hehe.. ya dong, kan belutku memang besar. Beda sama belutmu yang masih kecil melehoy" Brian mengucap tanpa sadar dan membuat Arya menjadi paham kemana arah ucapan Brian.

__ADS_1


"Yakk.. kaya mas Brian melihat belut Arya saja, coba Arya mau lihat belut mas Brian beneran besar panjang enggak?" tanya Arya dengan nada kesal.


"Enak saja, belutku ini masih di segel loh ya kalau aku memperlihatkan kepadamu. Bisa-bisa kamu minta tuker lagi, Oh.. no!!" saut Brian dengan nada sombongnya dan berjalan kearah Hana untuk memperlihatkan belutnya sambil diikuti oleh Arya.


"Bagaimana caranya belut mas Brian masih di segel? bukannya dia sudah menikah? dan katanya memiliki anak. Wah.. jangan-jangan mas Brian hanya mengaku-ngaku saja, biyar aku merasa iri dengan belutnya" celoteh Arya di dalam hati.


Langkah demi langkah mereka lewati sampai akhirnya mereka sampai di saung Abah.


Brian selalu mengangkat tinggi-tinggi belut hasil tangkapannya sesekali memamerkannya pada Hana.


Hana yang melihat belut hasil tangkapan Brian merasa sangat terkejut dan berkata "Masyaallah, mas Brian belutmu besar sekali bahkan gagah loh. Tidak seperti belut Arya yang kecil"


Brian yang mendengar pujian dari Hana kini semakin merasa besar kepada dengan kesombongannya.


"Tentu dong.., belutku memang gagah bahkan besar dan panjang. Hanya saja jika ia tertidur terlihat sangat menggemaskan, tetapi jika sudah bangun dia akan terlihat sangat perkasa" Brian mengucapkannya dengan mengartikan belut yang sesungguhnya.


Arya yang mendengarkan celotehan Brian kepada Hana kini membuat ia menahan tawanya sekuat mungkin.


"Belut tertidur? sejak kapan belut bisa tidur dan bangun? Hana baru tahu jika ada belut seperti itu" tanya Hana pada hatinya.


Brian kemudian menaruh hasil tangkapannya ke dalam ember kecil bersama dengan kedua belut Arya.


Arya yang tidak sengaja melihat kebawah kini di kagetkan dengan reseleting celana Brian yang sudah terbuka.


"Mas Brian, belutmu awas lepass!!" teriak Arya yang membuat keduanya terlonjak kaget.


Arya menepuk jidatnya sendiri, lalu berkata "Mas.., belutmu loh belutmu.." Arya mencoba mengode Brian dengan menakankan kata-katanya.


Brian yang bingung dengan ucapan Arya, malah membuat ia mengangkat alisnya sebelah dan berkata "Belut apa sih Arya, itu lihat belutku baik-baik saja kok"


Arya yang sudah tidak mengerti dengan Brian kini menjadi semakin kesal, padahal tadi Brian sangat konek dengan belutnya. Tetapi kenapa sekarang menjadi sangat lemot.


"Belut apaan sih dek, ngomong yang jelas dong bikin penasaran saja" ucap Hana yang menatap Arya dengan wajah bingungnya.


"Itu loh mas, itu.." Arya mencoba mengode Brian dengan matanya yang menatap benda pusaka Brian yang hampir saja keluar dari tempatnya.


Brian dan Hana mengikuti pandangan arah mata Arya, dan seketika mata Hana berhenti pada benda pusaka Brian dengan keadaan reseleting yang sudah terbuka.


"Jadi maksud Arya, belut mas Brian itu ternyata singkong bakar?" ucap Hana sambil menatap celana Brian dengan tidak sadar atas ucapannya.


Dan 5 detik kemudian Brian langsung paham dan menutupi pusakanya dengan kedua tangannya lalu berkata "Yakk.. belutku sudah tidak suci lagi" teriak Brian dengan langsung membalikan tubuhnya dan membetulkan reseletingnya.


"Bhaha.. makannya sudah diberikan kode dari tadi malah enggak peka, akhirnya mbak Hana juga ikutan lihat kan" tawa Arya seketika pecah melihat tingkah Brian.


"Yak.. astagfirullah, kenapa aku malah melihatnya sih" ucap Hana dengan menutup mukanya menggunakan kedua tangannya dan malah membuat Arya semakin tertawa dengan memegangi perutnya.


"Ya ampun Hana, kenapa kamu sudah lebih dulu melihat singkong bakar mas Brian. Bagaiman jika singkong itu terngiang-ngilang di kepalaku? hua.. hiks.. Umi, Abah.., Hana sudah tidak suci lagi" rengek Hana di dalam hatinya yang masih setia menutup matanya.

__ADS_1


"Astaga, Joni!! kenapa kamu menampakkan diri sih,.. sudah tahu belum waktunya kamu keluar, ini malah sudah mendahului majikanmu" Brian mengoceh pada dirinya sendir di dalam hati dengan perasaan kesal sambil membetulkan reseletingnya.


Kini Brian kembali membalikan tubuhnya dengan menunjukkan muka tanpa ekspresi dan berkata "Sudah sore, ayo pulang!!" Brian kemudian berjalan lebih dulu meninggalkan Arya dan Hana.


Arya dan Hana yang melihat Brian lebih dulu seketika membereskan semuanya kemudian menyusul Brian.


Arya menenteng ember kecil yang terdapat 3 belut hasil tangkapan mereka.


Sedangkan Hana berjalan di belakang Arya dengan perasaan bingung "Mas Brian memang susah ditebak, banyak misteri yang belum terpecahkan. Terkadang baik, dingin, ramah, bahkan ngambek seperti anak kecil" ucap Hana di dalam hati sambil melihat Brian yang sudah sedikit menjauh.


Brian hari ini benar-benar di buat bingung dengan dirinya sendiri yang mau saja menginjakkan kaki di tanah merah seperti ini.


Bahkan sempat-sempatnya sampai memancing belut dengan Arya tanpa rasa jijik.


Padahal saat pertama kali Brian melihat tumpukan tanah merah yang sangat lembek ia merasa sangat menjijikan dan harus berdebat lebih dulu kepada Hana dan Arya sampai akhirnya Brian mau nginjakkan kakinya.


Arya dan Hana sudah bisa menyeimbangi langkah kaki Brian dan sesekali melirik Brian yang menatap lurus kedapan dengan muka datarnya.


Arya mencoba untuk membujuk Brian untuk mengembalikan moodnya yang tadi hancur karena belut Brian yang ingin kelur dari tempatnya.


Andai mereka berdua tahu, jika Brian hanya berpura-pura untuk mengambek agar bisa menutupi rasa malunya karena si Joni.


...ΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩ...


Hai para leaders 🤗


Perkenalkan ini adalah karya novel ke-2 aku loh 🤩


Semoga kalian menyukainya ya 🤝


Dukung othor terus dengan cara berikut :


Like 👍


Komen 📨


Favorite ❤️


Rate 🌟


Dan tidak lupa selipkan hadiahnya ya 😍🙏


Bunga, kopi atau sebagainya pun tak apa kok, malah lebih bagus lagi pundi-pundi receh yang berterbangan di karyaku ini hihi 😆😜


Terimakasih 🙏🙏


Papay 🤗🤗

__ADS_1


__ADS_2