
Di sepanjang perjalanan Alex hanya bisa tersenyum bahagia ketika dia sudah berhasil menemui dambaan hatinya yang sudah lama tidak berjumpa, ya walaupun hanya sebentar tetapi itu sudah bisa mengobati rasa rindunya selama ini di dalam hatinya.
...*...
...*...
Pagi hari yang sangat cerah, terdapat seorang gadis cantik sedang duduk di kursi taman rumahnya sambil memberi makan ikan. Tak henti-hentinya dia selalu tersenyum menatap layar ponselnya ketika seseorang mengirimkan pesan yang begitu romantis.
Namun ketika wanita itu sedang tersenyum, tiba-tiba seseorang pun mengirimkan pesan berikutnya yang mampu membuatnya langsung berdiri dalam keadaan terkejut.
[Sya.. Aku sudah berada di depan gerbang rumahmu, bisakah kamu keluar untuk menemuiku. Soalnya beberapa bodyguard menjaga ketat agar aku tidak masuk ke dalam tanpa seizin Tuan rumah]
[*Kamu tenang saja, aku sudah menyiapkan mental untuk bertemu dengan kedua orang tuamu. Kamu hanya perlu berada di sampingku dan mendukungku itu jauh lebih baik]
[Jadi, cepatlah ke sini aku sudah tidak sabar ingin bertemu keluargamu*. Lagi pula di sini panas, Sya. Jadi ayolah, jangan sampai calon suamimu gosong di luar. Aku tunggu di depan ya Honey, assalammualikum..]
Sasya langsung menatap ke arah pintu gerbang yang masih ketutup, dia segera bergegas berlari mendekati gerbang. Kemudian Sasya menuruh bodyguardnya untuk membukakan pintu gerbang agar dia bisa bertemu dengan Alex.
Sedangkan Alex berdiri di samping mobilnya dengan mode cool. Wajah tampan dan juga dewasa hampir membuat para tetangga Sasya jatuh pingsan ketika melihat makhluk ciptaan Tuhan terlihat begitu sempurna.
Wah.. Itukah jodoh anaknya Jeng Hana, astaga tampan banget. Meskipun terlihat dewasa tetapi, sepertinya mereka sangat cocok ya hihi...
Ya, benar. Semoga saja mereka segera melangsungkan pernikahan agar Jeng Hana bisa menimang cucu seperti kita ya Jeng.
Sasya menatap senyum ke arah tetangganya dan mendekati Ace. Sasya menatap wajahnya dengan tatapan panik, dia sangat takut jika Alex akan kembali terkena marah oleh Ayahnya dan juga Adiknya yang saat ini mereka semua berada di dalam rumah.
"Assalam-...."
"Waalaikumslaam, kamu ngapain sih nekat banget datang ke sini! Udah pulang aja ya, nanti kita tunggu waktu yang tepat buat ngobrol sama mereka. Aku enggak mau masalah tambah panjang, cobalah mengerti Alex!"
__ADS_1
"Saat ini Ayah dan Lukas berada di rumah, jika kita mau membicara soal hubungan lebih baik satu persatu dulu tidak bisa langsung sekaligus begini. Ayah dan Lukas itu adatnya keras Alex, aku tidak mau kamu kenapa-kenapa. Jadi please, pulang ya..."
Sasya merengek memohon kepada Alex agar tidak menemui keluarganya hari ini, karena jujur saja Sasya belum siap dengan kemarahan Ayahnya.
Namun, Alex hanya tersenyum menatap wajah Sasya yang terlihat benar-benar gelisah. Belum lagi Sasya seperti mendorong-dorong tubuh Alex agar segera masuk ke dalam mobilnya.
"Heii.. Sasya, dengarkan aku dulu. Mau sampai kapan kita begini hem, apa kamu tidak lihat semakin hari umurku semakin bertambah tua. Jadi aku tidak bisa menahannya lagi. Yang ada pernikahan kita bagaikan seorang Kakek yang menikahi cucunya sendiri, kamu mau?" ucap Alex.
"Bodo amat, aku tidak peduli! Yang menikah itu aku, jadi ngapain dengerin omongan netizen! Sudahlah ayo masuk, dan pulanglah. Kita bicarakan besok di rumah sakit! Cepat Alex cepat! Ishhh.."
Sasya terus mendorong tubuh kekar Alex penuh rasa kesal, tetapi dibalik itu semua membuat Alex malah semakin jatuh cinta pada Sasya.
Ya walaupun Sasya kesal dengannya, marah atau sebagainya. Cuman itu hanya terlihat dari luarnya saja, jika hatinya dia begitu mencintai Alex sampai detik ini.
"Oke, oke.. Aku pul-..."
"Loh, Nak Alex? Kalian kenapa ada di luar? Ayo masuk.."
Dengan cepat Alex langsung mendekati wanita itu yang tak lain adalah Bunda Hana. Dia tersenyum sambil bersalaman dengan Alex tanpa menyentuhnya.
Alex langsung meminta kepada Bunda Hana agar memberikan seplastik sampah yang ada di tangannya, tanpa basa-basi lagi Alex langsung kembali berjalan membuang sampah tersebut.
"Ya ampun Bunda ini ngagetin aja, lagian Bunda ngapain sih nyuruh dia masuk. Di dalam itu ada Ayah dan Lukas Bunda. Apa Bunda lupa? Bagaimana jika mereka kembali memukul Alex?" cecar Sasya di depan Bunda Hana yang tersenyum.
"Sssttt.. Sudahlah, percaya sama Bunda. Kalau memang Alex datang ke sini dengan niat baik, insyaAllah hasilnya akan baik. Lagian Bunda juga perlahan udah berbicara dengan Ayah, agar tidak lagi menanam dendam di dalam hatinya"
"Cuman jika Lukas, lebih baik kita sabar saja pelan-pelan ngasih tahunya. Kamu tahu kan watak adikmu itu sangat keras jadi tidak bisa kalau kita berbicara lebih keras darinya, pahamkan maksud Bunda?"
Bunda Hana mengelus pelan pipi Sasya agar membuatnya lebih tenang, Alex yang baru saja membuang sampah pun tersenyum tak lupa mengucapkan kata terima kasih karena Bunda Hana sudah bersedia menerimanya dan memaafkan apa yang sudah terjadi.
__ADS_1
Bunda Hana langsung membawa mereka untuk masuk ke dalam, tak lupa salah satu bodyguard meminta kunci mobil Alex agar bisa membawa mobilnya masuk ke dalam gerbang.
Mereka berjalan dengan perlahan munuju ruang keluarga, dimana Bunda Hana jalan lebih dulu dan Sasya malah melirik tajam ke arah Alex yang selalu tersenyum kecil menatapnya.
"Udah buang sampahnya Bun? Ohya.. Bunda liat Sa-..."
"Assalammualaikum, Tuan Brian. Maaf jika kedatangan saya mengganggumu"
Ayah Brian yang tadinya bertanya soal Sasya, kini malah dikejutkan dengan kedatangan Alex yang sudah berdiri di depanya. Alex salim kepada Ayah Brian yang masih duduk terdiam membeku.
"Ayo, Nak Alex. Duduk dulu, Bunda buatkan minum sebentar ya. Dan Ayah, ingat Bunda tidak mau mendengar keributan lagi. Kita bisa bicarakan semuanya baik-baik padanya, tanpa adanya main fisik!"
Bunda Hana menatap ke arah Ayah Brian yang cuman bisa mengangguk kecil, bukan berarti Ayah Brian takut kepada Bunda Hana.
Hanya saja dia sudah berjanji tidak akan memiliki dendam di dalam hatinya, serta sedang belajar mengikhlasan semuanya agar tidak sampai menghancurkan kehidupan Sasya untuk ke-2 kalinya.
Alex kemudian duduk dengan perlahan di depan Ayah Brian, sedangkan Sasya duduk di samping Ayah Brian sambil merangkul lengannya untuk berjaga-jaga.
Ayah Brian menatap wajah Sasya yang sedikit berkaca-kaca menatapnya sambil menggelengkan kepalanya.
Ayah Brian memang sudah tahu perasaan Sasya kepada Alex seperti apa dari Bunda Suci. Cuman Ayah Brian berpura-pura tidak mengetahuinya karena dia mau melihat sebesar apa cinta Alex pada anaknya.
"Maaf Nak, Alex. Bunda cuman ada sirup jeruk, soalnya lupa belum belanja hihi.. Niatnya hari ini mau belanja cuman sudah ada tamu jadi maaf ya"
Bunda Hana membawakan minuman buat mereka semua beserta camilan. Lalu dia duduk di samping Ayah Brian sehingga Ayah Brian berada di tengah-tengah ke-2 wanita cantik
"Ahya.. Bunda tidak apa-apa, ini sudah lebih dari cukup. Sebelumnya Alex mau minta maaf jika kehadiran Alex ke sini membuat kalian terkejut, tapi-..."
"Ngapain kau ada di sini! Cepat pergi!" titah seorang pria yang baru saja turun dari atas kamarnya, lalu berjalan mendekati mereka.
__ADS_1
Semua menoleh ke arah tangga, dimana muka pria itu terlihat sangat datar. Tetapi Alex tetap tersenyum menatapnya berharap bahwa bisa sedikit menurunkan egonya. Siapa lagi jika bukan Lukas, adik kembar Sasya yang memang tidak menyukai kehadiran Alex sejak dulu.