Gairah Duda Perjaka

Gairah Duda Perjaka
Kisah Mereka yang Sebenarnya


__ADS_3

“Ma-maksudnya? Bagaimana kau tahu kalau mereka menikah tidak di dasari oleh cinta. Usiamu yang masih kecil itu belum paham apa itu artinya cinta. Bahkan di usiamu yang saat ini pun kamu belum mengerti tentang cinta. Jadi, jangan membuatku semakin kesal karena kisahmu yang bohong itu” tegas Bisma sambil menatap Qisya.


“Aku memang tidak tahu apa itu cinta, Tuan. Tapi, aku sangat tahu jika kedua orang tuaku menikah karena dasar perjodohan di masa kecil dan campur tangan dariku yang sangat menginginkan Bunda Hana sebagai Bundaku sendiri. Tuan tidak akan tahu bagaimana rasanya di tinggal kedua orang tuaku di saat aku baru saja lahir, aku hidup dengan keluarga angkatku yang mana mereka betul-betul sangat menyayangiku. Apa lagi Ayah Brian, dia adalah pahlawan yang telah menolongku. Selama aku umur 4 atau 5 tahun, aku dan Ayah hidup hanya berdua tanpa adanya sosok Ibu”


“Ayah tidak pernah ingin mencarikan aku Bunda karena ia sangat mencintai mendingan istrinya. Namun, aku pun tidak kenal siapa istri Ayah. Aku hanya tahu nama dan fotonya saja. Tapi, sayangnya aku sudah lupa dengan wajahnya itu”


“Dan yang jelas Ayah dan Bunda bukanlah sebuah pasangan yang saling mencintai, tapi ereka bersatu karena diriku. Saat perjodohan itu terjadi, aku tidak mengerti apa pun dan yang aku tahu hanyalah aku mau Bunda Hana menjadi Bundaku seutuhnya. Aku sangat ingin merasakan bagaimana rasanya kasih sayang seorang Ibu, namun mereka berdua menolak itu semua. Sehingga aku sangat kecewa dengan keegoisan mereka yang tidak mengerti perasanku pada saat itu, aku kabur dengan lari sekuat tenagaku sambil menangis. Tanpa aku ketahui, ada sebuah motor yang melaju sangat kencang lalu aku tertabrak. Aku tidak ingat apa pun, tapi di saat aku menutup mata. Aku mendengar suara teriakan serta tangisan Ayah dan Bunda, setelah itu aku tidak tahu apa-apa lagi”


“Kemudian, aku berada di suatu tempat yang sangat indah. Yang lebih mengejutkan lagi, aku bertemu dengan seorang ibu-ibu yang mengaku bahwa ia adalah ibu kandungku. Tapi, aku tidak bisa melihat wajah itu karena tertutup oleh cahaya putih. Di situ Ibu itu menceritakan bagaimana kebaikan Ayah dan Ibu itu menyuruhku untuk kembali bersama mereka. Ibu bilang kalau aku kembali pulang maka Ayah dan Bunda akan segera menikah, tapi jika aku tetap di tempat itu maka Ayah dan Bunda akan sangat-sangat merasa kehilangan serta menyesal seumur hidup mereka. Sehingga aku berpikir untuk kembali dengan mengikuti sebuah pintu yang terdapat cahaya. Di situlah saat aku membuka mataku, aku telah melihat Ayah dan Bunda dengan keadaan yang sangat menyedihkan”


“Akibat penyesalan mereka yang selalu mementingkan ego mereka, telah membuat mereka hampir saja kehilanganku. Mereka berdua selalu meminta maaf dan memelukku untuk meluapkan rasa penyesalan mereka. Di situlah Ayah dan Bunda berjanji akan segera menikah di saat aku sudah sembuh. Lalu, apakah Tuan tahu, aku sudah tertidur selama berbulan-bulan yang mana selama itu mereka terus-menerus menyalahkan diri mereka sendiri atas kejadian yang menimpaku”


“Dan singkah cerita, di saat aku sudah sembuh lalu mereka melangsungkan pernikahan dengan sangat mewah. Aku benar-benar sangat bahagia karena bisa memiliki Bunda dan bisa merasakan seperti apa itu kasih sayang seorang Ibu. Ketika itu aku merasa sangat iri saat melihat anak seusiaku selalu di temani oleh Ibu mereka, sedangkan Aku hanya dengan Oma jika Ayah sibuk bekerja”


“Hingga, di sinilah awal kisah mereka di mulai. Ayah selalu bersikap dingin, cuek dan juga sangat kasar kepada Bunda. Tapi, karena Bunda tidak mau mengecewakanku ia berusaha sabar menghadapi Ayah. Lama kelamaan Ayah meminta maaf kepada Bunda atas semua sikapnya yang sangat kasar tepat di saat Ayah mengetahui kalau Bunda sedang mengandung Baby twins. Namun sayangnya, pada saat itu Bunda mengalami koma karena ia menyelamatkanku dari kecelakaan yang kami sekeluarga alami”


“Hampir 7 bulan Bunda koma, dan di saat Bunda terbangun Ayah langsung meminta maaf dan mengutarakan perasaannya kepada Bunda yang membuat mereka selalu hidup bersama dengan keromantisan mereka. Tidak lagi ada sifat dingin, cuek dan kasar dari Ayah untuk Bunda. Tapi, yang ada hanya sifat manja Ayah yang selalu membuat Bunda terkadang pusing saat menghadapinya”


“Jadi, itulah kisah mereka yang sebenarnya terjadi, dan apa yang di ucapkan Tante Cika itu adalah suatu kebohongan yang sangat licik”


Qisya menjelaskan semuanya sambil menatap lurus ke arah depan dengan air mata yang terus menerus menetes tanpa henti. Sedangkan Bisma dan Pinjai, mereka sangat terkejut dengan kisah yang telah Qisya ceritakan. Itu berbanding terbalik dengan apa yang Cika katakan bahwasanya Hana adalah selingkuhan dari Brian. Tapi, kenyataannya Brian dan Hana bersatu karena mereka sangat menyayangi Qisya.


“Ja-jadi, a-apa yang di katakan wanita itu adalah kebohongan?” tanya Bisma dengan mata yang sangat memerah menahan semua emosinya dengan mengepalkan kedua tangannya serta rahangnya mulai mengeras.


“Tuan, apakah kita telah salah dalam mempercayainya?” tanya Pinjai dengan wajah penuh kejutan.


“Suruh anak buah kepercayaanmu untuk memantau semua gerak-gerik dia tanpa terlewat sedikit pun. Untuk lebih lanjutnya nanti akan aku kasih tahu” ucap Bisma dengan aura mencekam.

__ADS_1


“Lalu, apakah kau tahu cerita tentang kisah Ayahmu dengan Kakakku? Ma-maksudnya, istri Ayahmu yang sudah meninggal” tanya Bisma.


“Tidak, aku hanya tahu istri Ayah meninggal karena ada kejadian yang sangat menyeramkan yaitu perampokan. Dan Ayah bilang istrinya terbunuh saat ingin menyelamatkan Ayah, tapi untuk kisah detailnya aku tidak tahu” jawab Qisya dengan cuek.


“Menyelamatkan Ayahmu? Bagaimana bisa? Sedangkan aku tahu dari wanita itu ceritanya tidak seperti itu” saut Bisma sambil berdiri dan melempar apa pun yang ada di dekatnya.


Prangg !...


Prangg !...


Prangg !...


“Aaaaaaaa... Ayah, Bunda hiks... Tolong Qisya” teriak Qisya sambil menutup kedua telinganya serta menunduk dan menutup kedua matanya.


Terlihat sangat jelas akibat emosi Bisma yang tidak bisa di bendung, kini membuat Qisya sangat-sangat ketakutan. Pinjai yang melihatnya segera mencoba untuk menenangkan Bisma yang seperti orang ke setan saat mengamuk.


“Tuan, sudah cukup!” tegas Pinjai sambil mencoba menahan Bisma.


“Lepaskan, Pinjai. Lepaskan arrghhhh... Sia*lan! Bed*debah! Berani-beraninya wanita itu membohongiku... Lihat saja aku akan membuat perhitungan padanya. Dia tidak tahu siapa diriku sebenarnya haha... Aku ini adalah Bisma Alexsander selaku ketua maf...” ucap Bisma terpotong saat Pinjai menariknya dengan sangat keras menjauhi ruangan tersebut.


“Apa-apaan ini, hah! Berani sekali kau menyeretku seperti ini? Sudah bosan hidupkah?? Jawab!! Jika, iya maka aku akan dengan senang hati langsung membawamu menuju surga” tegas Bisma dengan aura kejamnya yang membuat Pinjai menundukkan kepalanya dengan hormat.


Tapi, di dalam hatinya Pinjai benar-benar sangat takut jika Bisma sudah berbicara seperti ini.


“Ma-maaf Tuan, saya harus melakukannya karena di sana ada gadis itu. Saya tidak mau gadis itu semakin merasa ketakutan dengan Tuan, apa Tuan lupa jika ia belum tahu siapa diri Tuan yang sebenarnya. Jika Tuan memberitahunya saat ini, aka momen ini akan semakin membuat gadis itu membenci Tuan dan tidak akan pernah mau kembali menatap wajah Tuan. Apa Tuan sudah siap? Saya, tahu akhir-akhir ini Tuan seperti sudah nyaman dengannya. Jadi, saya harap Tuan tidak akan melakukan kesalahan yang nanti akan membuat Tuan menyesalinya seumur hidup”


Bisma terdiam saat mendengar ucapan Pinjai yang memang ada benarnya. Jika ia tidak mau semakin membuat Qisya merasa kecewa dengannya, maka ia harus menjaga ketat rahasia tentang dirinya agar tidak menambahkan bubuk kebencian di dalam diri Qisya tentang Bisma.

__ADS_1


“Ya, kau memang benar. Terima kasih sudah mengingatkanku tentang ini, dan maaf jika aku sudah berkata kasar padamu. Lalu, aku harus bagaimana? Pasti saat ini dia sangat ketakutan saat melihatku marah seperti tadi” ucap Bisma dengan emosi yang sudah mulai mereda.


Pinjai seketika mengangkat wajahnya untuk menatap Bisma dengan perasaan terkejut, bingung, dan tidak percaya.


“Ma-maaf? Be-benarkan Tuan mengatakan itu padaku? Astaga, jika benar maka ini adalah kata maaf pertama yang Tuan ucapkan selama aku bekerja dengannya”


“Nona, tanpa kau sadari kau telah benar-benar membuat Tuan sedikit mengalami perubahan. Bahkan saat mendengar nasihatku dia langsung setuju tanpa adanya perdebatan seperti biasanya. Semoga saja kau tidak membencinya, Nona. Aku sangat berharap jika kalian selalu bersama dan itu akan membuat Tuan berubah secara perlahan” Pinjai berbicara di dalam hatinya sambil melamun yang membuat Bisma memanggilnya beberapa kali.


Namun, Pinjai tetap tidak menanggapinya. Akhirnya Bisma yang kembali kesal kini langsung meninggalkan Pinjai seorang diri. Bisma berjalan mendekati Qisya yang masih sangat ketakutan hingga membuat Qisya menangis sesenggukan sambil tubuhnya bergetar hebat.


“Astaga, Qisya!!” teriak Bisma setelah melihat Qisya kejang-kejang saat Qisya tidak bisa mengendalikan rasa takutnya.


...ΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩ...


Cukup sampai di sini dulu bab untuk hari ini semuanya... 😁😁😁


Menurut kalian, trauma apa yang saat ini dimiliki oleh Qisya 😗😗😗


Apa yang membuat Qisya memiliki trauma tersebut... 🤔🤔🤔


Jika kalian penasaran, maka tunggulah bab selanjutnya 😆😆😆


Terus ikuti kisah mereka semua di sini ya pembaca setiaku... ☺️☺️☺️


Jaga diri kalian dan sampai jumpa di bab selanjutnya... 🤗🤗🤗


Terima kasih dan sayang kalian banyak-banyak semuanya... 🙏🏻🥰❤️

__ADS_1


Papaaayyy~~~ 👋🏻👋🏻👋🏻


__ADS_2