Gairah Duda Perjaka

Gairah Duda Perjaka
Gramedia


__ADS_3

Tak lama mereka pun pergi ke ruang makan untuk makan bersama di rumah Daddy Ken untuk terakhir kalinya karena besok mereka sudah mulai pindah ke rumah Kakek Iram.


...*...


...*...


Keesokan harinya di rumah kediaman Ayah Brian, semua orang sedang berkumpul untuk sarapan. Tak lupa malam hari Jay memberikan kabar pada Lily bahwasanya hari ini Jay akan pindah ke rumah Kakek Iram.


Di sela makannya, Lily langsung memberikan kabar tersebut membuat semuanya terkejut dengan apa yang Lily katakan.


"Dad, Mom.. Semalam Jay nelpon Lily, katanya hari ini mereka semua akan pindah ke rumah Kakek Iram" ucap Lily sambil menyuapi nasi goreng ke mulutnya.


"Kok bisa? Memang ada masalah apa?" tanya Ayah Brian, penasaran.


"Jay bilang beberapa hari lalu Daddynya dapet kabar kalau perusahaannya bangkrut, terus orang kepercayaannya juga telah melakukan penggelapan uang perusahaan"


"Jadi Daddynya harus membayar semua gaji karyawan yang tertunda selama 3 bulan terakhir dengan menjual semua sisa aset termasuk rumah, mobil dan lain-lain"


Ketika Lily sedang menjelaskan membuat Lukas tersendak, buru-buru Bunda Hana menuangkan air serta memberikannya pada Lukas.


"Kenapa Key tidak cerita denganku?" ucap Lukas menatap Lily, sedangkan Liky hanya mengangkat kedua bahunya sekilas pertanda bahwa dia tidak tahu.


"Mungkin dia enggak mau membuatmu cemas, berbeda dengan Jay dia terlalu terbuka sama Lily. Kalau Key sepertinya masih sangat menutup diri darimu" sahut Sasya.


"Sudah-sudah jangan banyak berbicara, kalian selesaikan makannya lebih dulu baru kita ke rumah Kakek Iram buat minta penjelasan Tuan Ken. Siapa tahu kita bisa membantu mereka, kan!" ucap Bunda Hana.


"Tapi Sasya enggak bisa ikut ya, Mom. Soalnya nanti siangan Sasya ada janji sama Alex hehe.." Sasya cengengesan membuat Bunda Hana hanya bisa menggelengkan kepalanya.


Ayah Brian dan Lukas yang mendengar itu langsung menatap Sasya membuat tawa Sasya terhenti sambil berkata. "Ke-kenapa ka-kalian menatapku seperti itu?"


"Kakak mau kemana?" tanya Ayah Brian, cuek.


"Pokoknya Kakak enggak boleh pergi!" tegas Lukas.


"Isshh.. Apaan sih, kan Kakak cuman mau cari buku panduan di Gramedia, boleh ya? Please.." ucap Sasya, memohon.


"Udah gapapa, biarkan mereka pergi. Yang penting Sasya selalu memberikan kabar pada kita. Ingat anak-anak kita sudah besar, Mas"

__ADS_1


"Jika Lily boleh jalan sama Jay, maka Sasya dan Lukas pun boleh jalan dengan siapa saja asalkan mereka tahu batasannya"


"Begitu juga kamu, Lukas. Jangan terlalu mengekang Kakakmu, dia usianya sudah jauh lebih dewasa darimu. Jadi biarkan dia memilih jalannya sendiri",


"Kamu cukup menjaga Kakak dan juga Adikmu, tanpa harus ikut campur di dalam pilihan mereka selagi itu tidak membuat mereka terluka"


Bunda Hana mencoba menasehati kedua pria yang sangat posesif, Sasya melihat Mommynya pun tersenyum bahagia.


Meskipun Sasya bukan anak kandung mereka tetapi Sasya bisa merasakan bahwa kedua orang tuanya dari dulu tidak pernah membedakan sikapnya kepada ke-3 anaknya.


Sasya berdiri langsung berjalan memeluk Bunda Hana dan mencium pipinya sambil berkata. "Terima kasih, Bunda. Sasya sayang Bunda, i love you Bunda"


"I love you to Sayang, ya sudah makannya di terusin lagi. Terus kita siap-siap, gapapa kan Kakak di rumah sendirian?" ucap Bunda Hana sambil duduk di kursinya, Sasya pun sudah kembali di kursinya.


"Gapapa Bunda, palingan saat kalian berangkat enggak lama Sasya juga akan berangkat kok. Yang penting Bunda udah izinin, tapi Ayah dan Lukas bagaimana?" sahut Sasya, menatap Ayah Brian dan juga Lukas.


"Mas... Lukas..." panggil Bunda Hana membuat mereka mengangguk kecil, meskipun sedikit terpaksa.


Ya mau bagaimana lagi, jika pawang mereka sudah berkata pasti kedua singa jantan langsung tunduk tak berdaya karena mereka tahu Alex juga akhir-akhir ini sudah menunjukkan perubahannya.


Sasya bersorak bahagia sambil memeluk Lily yang berada di sampingnya, sampai-sampai Lily hampir saja tersedak. Untungnya Sasya langsung memberikan segelas air padanya.


Pada akhirnya mereka kembali meneruskan sarapannya, lalu setelah selesai semuanya bersiap-siap. Dimana Bunda Hana dan Sasya membereskan meja makan terlebih dahulu.


Saat udah beres, Bunda Hana segera bersiap-siap lantaran Lukas, Lily dan juga Ayah Brian sudah menunggu di ruangan tamu.


Mereka berempat pergi tanpa Sasya, sedangkan Sasya hanya bisa melambaikan tangannya sambil tersenyum.


Kemudian Sasya kembali masuk ke dalam rumah untuk bergantian bersiap-siap, apa lagi ini adalah hari kencan pertamanya.


Walaupun hanya sekedar membeli buku, tetapi setidaknya mereka bisa memiliki waktu berdua tanpa adanya hambatan dari Lukas maupun Ayah Brian.


...*...


...*...


Selang 1 jam, Sasya sudah bersiap karena sebentar lagi Alex akan sampai di depan gerbang. Sasya tidak mau membuang waktu jadi dia memutuskan untuk berjalan keluar gerbang sambil menunggu Alex.

__ADS_1


Tin.. Tin..


Alex membunyikan klakson mobilnya sambil berhenti di depan Sasya dan sedikit membuka kacanya.


"Loh kenapa kamu di luar? Kenapa bukan tunggu di dalam saja, lagian cuacanya sedikit panas, nanti kamu gosong gimana?" ucap Alex, mengerutkan keningnya dan membuka kaca mata hitam.


"Ssstt.. Kalau enggak mau aku gosong cepat bukan pintunya!" sahut Sasya, berjalan menutari depan mobil, lalu masuk duduk tepat di samping Alex.


"Aku belum pamit sama Bunda dan juga Tuan Brian, belum lagi adikmu Lukas. Kalau begini sama saja aku tidak gentle dong!" ujar Alex menoleh ke arah sampingnya.


"Tadi aku sudah izin kok, lagian di rumah tidak ada siapa-siapa. Mereka semua lagi pergi ke rumah Kakek Iram karena Jay dan Lily akan pindah ke sana bersama kedua orang tuanya" jelas Sasya menoleh ke arah Alex.


"Kok bisa? Memangnya ada apa dengan rumah mereka? Apa lagi di renov?" tanya Alex spontan.


Sasya menceritakan sama persis dengan apa yang Lily ceritakan ketika sedang sarapan, Alex yang mendengar penjelasan Sasya hanya bisa mengangguk kecil.


Meskipun Alex tidak mengenal mereka tetapi Ace sedikit tahu, bahkan bisa melihat bahwa kedua adik Lily seperti memiliki kedekatan khusus melebihi seorang sahabat atau pun teman.


Alex terdiam tanpa melajukan mobilnya membuat Sasya semakin kesal. Sedari tadi mereka sudah menghabiskan waktu hampir 15 menit lamanya cuman untuk mengobrol di depan rumah Sasya.


Padahal mereka bisa mengobrol dalam keadaan mobil berjalan, bukan terdiam layaknya mobil kehabisan benskn.


Alex yang menyadari semua itu hanya bisa terkekeh kecil melihat wajah Sasya begitu menggemaskan saat sedang kesal padanya.


Rasanya ingin sekali Alex segera memeluk Sasya serta mencubit hidungnya, tetapi Alex urungkan niatannya itu sebelum status mereka resmi menjadi suami-istri.


Alex sangat yakin bahwa sebentar lagi impiannya untuk menikahi Sasya akan segera terkabul, terlepas perlakuan Ayah Brian dan juga Lukas yang mulai bisa menerima kehadiran Alex di tengah-tengah keluarga mereka.


Kemudian Alex melajukan mobilnya meninggalkan rumah Sasya menuju salah satu toko buku terbesar di New York serta akan mampir ke Mall atau pun tempat yang akan bisa membuat mereka bersantai sejenak menghabiskan waktu berdua untuk saling lebih mendalami karakter satu sama lain.


Apa lagi semenjak Alex berubah dia belum memiliki waktu berdua bersama gadis kecil yang telah berhasil membuatnya jatuh cinta.


Sepanjang perjalanan tak henti-hentinya Alex menggoda Sasya membuatnya kembali tersenyum, terlihat jelas wajah mereka benar-benar sangat bahagia.


Harapan terbesar mereka sebentar lagi akan tercapai, meskipun Alex dan Sasya akan memiliki ke sibukan masing-masing tetapi mereka telah berjanji akan tetap mengutamakan keluarga dari pada pekerjaan.


Ya memang berat menjadi seorang dokter seperti Sasya yang harus membagi waktunya untuk keluarga, keselamatan pasien dan juga pekerjaannya. Cuman Sasya harus bisa belajar supaya bisa menyesuaikan semuanya.

__ADS_1


Bahkan banyak contoh di luar sana yang berprofesi seorang dokter sukses bisa mempunyai keluarga yang bahagia. Mau tidak mau Sasya harus terus belajar bagaimana menjadi seorang istri sekaligus Ibu terbaik buat keluarga kecilnya yang akan datang nantinya.


__ADS_2