Gairah Duda Perjaka

Gairah Duda Perjaka
Dasar Om-om Mesum


__ADS_3

Setelah Sasya mulai mengingat semuanya, seketika ia malah melototkan matanya menatap tajam ke arah Alex.


“Kaaauuuuu...” geram Sasya sambil berjalan ke arah bangkar Alex yang membuatnya sedikit merinding dan entah kenapa baru kali ini Alex merasa takut dengan tatapan Sasya.


“Wh-whaaattt...?” sahut Alex dengan gugup.


“Kau sudah mengambilnya dariku, jadi ayo cepat kembalikan padaku!” tegas Sasya sambil menatap Alex yang saat ini sedang dalam wajah yang bingung.


“Wh-what do you mean? A-apa yang su-sudah saya ambil darimu?” tanya Alex dengan wajah polosnya.


“Jangan pura-pura tidak tahu deh, kau sudah mengambilnya dariku maka cepat kembalikan padaku. Jangan sampai aku merebutnya dengan paksa” sahut Sasya dengan wajah marahnya.


Alex yang benar-benar tidak paham apa yang Sasya katakan membuat dirinya sedikit kesal, “Apaan sih, memang apa yang sudah saya ambil darimu? Sedangkan saya dari tadi diam di sini”


Sasya mendekatkan wajahnya ke wajah Alex, kemudian hanya dengan hitungan detik ia memajukan keningnya agar bisa menempel di bibir Alex.


Cuuupp !...


Alex terkejut saat melihat tingkah Sasya yang selalu membuat jantungnya tidak sehat.


“Akhirnya dia kembali juga hihi...” gumam Sasya sambil tersenyum menepuk keningnya sendiri.


“Ka-kauu...” ucap Alex dengan wajah yang sudah memerah.


“What!? Aku cuma mengambil punyaku kok, lagian siapa suruh kau merebutnya begitu saja. Jadi ya aku ambil secara paksalah, enak saja main ambil punya orang” ketus Sasya yang membuat Alex seketika melongo tak percaya.


“Di-dia ke-kenapa sifatnya sama seperti Qi-Qisya? Polos tapi ngeselin sih...” ucap Alex di dalam hatinya.


Lalu tak lama Alex kembali mengeluarkan suaranya, “Saya tidak mengambilnya darimu, tapi kau sendiri yang memberikannya pada saya secara gratis. Jika kau merebutkan ciuman di keningmu, lantas saya juga mau mengambil pelukan yang telah kau renggut dariku”


Sasya benar-benar panik dan juga tidak tahu harus jawab apa lagi, ia baru sadari jika kejadian itu memang karena dirinya yang kurang hati-hati dan bukan karena Alex dengan sengaja menciumnya.


“Hehehe... So-sorry Sir, sa-saya kan ti-tidak sengaja loh...” Sasya cengengesan sambil menggaruk kepalanya yang tidak gatal, sudah bisa di pastikan jika dirinya benar-benar salah tingkah karena malu terhadap Alex.


“Cepat kembalikan atau saya akan merenggutnya dengan paksa, tapi jangan salahkan saya jika nanti saya minta yang lebih” jawab Alex tanpa rasa malu.


“Wh-whaatt???? You... Pe-pervert uncle hump... pekik Sasya dengan kesal sambil melototkan matanya.


“Satuu...” ucap Alex yang membuat Sasya kalang kabut, ia menggerutuki kesalahannya sendiri karena telah memulai permainan yang malah menjebaknya sendiri.


“Huuaaa... Bunda, Ayah bagaimana ini? Lagian juga ngapain sih pakai diambil Sasya, Sasya... Sekarang jadi kena batunya sendiri kan...” rengek Sasya di dalam hatinya.


Entah kenapa di usia Sasya yang terbilang dewasa ini, ternyata ia masih mempunyai sisi kepolosan yang terkadang membuat pikirannya loading terlalu lama. Tapi untungnya Sasya tidak seperti Lily yang benar-benar kelewatan polos.


“Duaaaa...” ucap Alex yang membuyarkan lamunan Sasya, lalu ia menatap Alex dengan perasaan campur aduk.


“O-okeee okee... Aku akan kembalikan pelukan itu, tapi dengan syarat. Om harus menutup mata selama saya peluk, bisa kan?” ucap Sasya yang membuat Alex mengerutkan keningnya.


“Menutup mata? Tadi saja kau langsung nyosor kek soang, sekarang kenapa saat saya ingin memintanya kembali harus menggunakan syarat? Dasar aneh” ucap Alex.


“Ya sudah jika tidak mau di kembalikan, tidak apa-apa saya ikhlas kok...” ucap Sasya dengan cuek.

__ADS_1


“Ciihh! Oke... saya akan menutup mata, tapi dengan satu syarat...” ucap Alex di sertai senyuman licik yang membuat Sasya sedikit merinding.


“Loh kok jadi ikut-ikutan sih...” sahut Sasya dengan kesal.


“Biar impas dong kamu punya satu syarat maka saya juga satu syarat, bagaimana?” tawar Alex sambil menaikkan alisnya di sertai senyuman penuh arti.


“Apa syaratnya? Ingat ya Om, jangan macam-macam” ancam Sasya dengan tatapan intimidasi.


“Om am om am om aja, memangnya saya Om-mu apa” jawab Alex dengan kesal.


“Baiklah, Yang Mulia” tekan Sasya dengan wajah malasnya membuat Alex menjadi sedikit gemas.


Namun entah kenapa hati Alex terasa sangat hangat saat Sasya berada di sampingnya. Seakan-akan kerinduan yang ia pendam selama ini untuk seorang gadis kecil itu kini telah tersalurkan.


“Syaratnya simpel kok kau hanya perlu memelukku selama 5 menit, bagaimana? Mudah bukan?” ucap Alex yang membuat Sasya terlonjak kaget.


“Li-lima menit?” seru Sasya dengan wajah paniknya.


“Heemm...” jawab Alex hanya menggunakan deheman sehingga membuat Sasya terdiam memikirkan sesuatu.


“Baiklah, jika itu syaratnya aku mampu kok. Bahkan 10 menit pun aku sanggup” jawab Sasya dengan percaya diri sambil tersenyum miring ke arah Alex.


“Oke kalau begitu 10 menit, deal!!” ucap Alex dengan tersenyum kecil.


“Dasar Om-om mesum, bisa-bisanya dia mengubah perjanjian awal saat aku menambahkan waktunya. Tapi kita lihat saja nanti haha...” sahut Sasya di dalam hatinya sambil menatap Alex dengan penuh kelicikan.


Bagi Sasya, jika Alex bisa licik kenapa dia tidak. Bukankah ini sebuah permainan yang seru? Sudah Pasti, karena mungkin kejadian ini tidak akan pernah Alex lupakan.


“Ya sudah, Tuan tutup matanya sekarang sambil hitung 1-10 jangan terlalu cepat” ucap Sasya.


“Enggak usah banyak tanya, tinggal ngikutin aja apa susahnya sih...” jawab Sasya dengan kesal.


Lalu Alex mengikuti perintah Sasya, hingga ia menghitungnya seperti sedang melakukan permainan petak umpet.


“Satuuu...” ucap Alex sambil memejamkan matanya, namun Sasya malah terkekeh tanpa suara.


Kemudian Sasya berjalan perlahan keluar dari ruangan rawatnya Alex tanpa membunyikan suara apa pun agar tidak membuat Alex curiga. Sasya keluar dari ruang rawat Alex bersamaan dengan Joko yang baru saja sampai.


“Kenapa dia keluar dengan mengedap-ngedap seperti itu?” tanya Joko pada Pinjai sambil menatap Sasya.


“Entahlah, aku juga tidak. Lebih baik kita deketin aja, aku curiga dia sedang merencanakan sesuatu. Apa lagi dia adalah dokter magang jadi dia belum ada pengalaman apa pun dalam mengurus pasien” ucap Pinjai lalu jalan dan menghadang Sasya bersama Joko.


“Ekhem...” deheman Joko membuat Sasya terkejut bukan main, bahkan wajahnya pun terlihat sangat memerah.


“Eh... hehe... Tu-Tuan, kok kalian tampan-tampan sih. Aku jadi kagum deh hehe...” Sasya cengengesan membuat Pinjai dan Joko saling melirik satu sama lain karena melihat sikap Sasya yang begitu aneh.


“Ngapain kamu keluar seperti itu? Jangan-jangan kau sedang merencanakan hal buruk pada Tuan kami?” sahut Pinjai dengan tatapan tajam.


“Hehe... E-enggak kok, oh iya... Bi-bisa bantu aku Tuan?” ucap Sasya sambil menatap Joko.


“M-me...?” tanya Joko sambil menunjuk dirinya sendiri dan sekilas menatap Pinjai.

__ADS_1


“Iya, ayolah bantu aku Tuan pleaseeee... Demi Tuan kalian loh, masa enggak mau sih...” Sasya melipat kedua tangannya dengan wajah penuh permohonan.


Joko mengerutkan wajahnya menatap Pinjai, sedangkan Pinjai hanya bisa mengangkat kedua bahunya dengan pertanda ia tidak tahu apa-apa.


“Ayolah Tuan, kali ini saja ya...” ucap Sasya sambil menyengir kuda menatap Joko dengan mata berbinar.


“Baiklah, apa yang bisa aku bantu untuk Tuanku?” tanya Joko dengan bingung.


“Sini deh Tuan, menunduk sedikit. Aku akan bisikan sesuatu kepada Tuan” ucap Sasya sambil tangannya mengarahkan untuk Joko membungkukan tubuhnya yang lebih tinggi dari Sasya.


Joko hanya menuruti apa yang Sasya bilang, lalu Sasya langsung membisikkan sesuatu kepada Joko yang membuat ia sedikit terkejut dan melototkan matanya. Dengan rayuan maut Sasya, akhirnya Joko pasrah dan mengikuti semua arahan dari Sasya.


Entah kenapa Joko seperti tidak bisa menolak permintaan Sasya. Padahal ia sendiri saja tidak mengenal Sasya, namun kenapa ia tidak bisa bersikap sedingin biasanya? Bahkan Pinjai pun tak berkata apa-apa ia hanya bisa melihat aksi keduanya yang sedang berbisik.


...*...


“Sembilannn...” ucap Alex yang masih dengan keadaan awal yaitu memejamkan matanya sambil berhitung sampai 10.


Tidak lama kemudian ada seseorang yang memeluk Alex begitu erat sehingga membuatnya sedikit terkejut bukan main.


“Bagaimana Tuan, aku menepati janjiku kan? Jadi peluklah sepuasmu sampai 10 menit” ucap Sasya tepat di telinga Alex.


Tanpa di sadari Alex tersenyum begitu bahagia, entah mengapa pelukan ini bisa membuatnya terlihat lebih berwarna dari biasanya. Bahkan Alex mengelus pelan punggung Sasya.


“Oh ya, Tuan. Apakah kau pernah berpelukan seperti ini?” tanya Sasya saat melihat wajah Alex begitu senang.


“Ti-tidak, ba-baru kali ini aku merasakan pelukan begitu hangat” jawab Alex tanpa sadar membuat Sasya terkekeh kecil tanpa bersuara.


Sebenarnya Sasya ingin sekali tertawa dengan lepas, namun ia harus menahannya selama 10 menit.


“Astaga, baru kali ini ada batang meluk batang hump...” gumam seseorang di dalam hati kecilnya sambil memeluk Alex serta wajahnya pun terlihat sangat kesal.


“Apa pelukannya sangat nyaman, Tuan?” ucap Sasya sambil menahan tawanya.


“Ya, benar-benar sangat nyaman” jawab Alex sambil memeluk serta memejamkan matanya.


“Nyaman si nyaman, tapi enggak begini juga caranya dong... Ya kali batang ketemu batang. Bagaimana jika semua orang tahu kalau King Mafia Golden Fangs sudah tidak menyukai lawan jenis coba...” sahut seseorang di dalam hatinya yang tidak lain dan tidak bukan adalah Joko.


Sedangkan Sasya, ia mengabadikan kisah romantis 2 sejoli ini menggunakan ponselnya. Sasya selalu mencoba untuk menahan rasa geli dan tawa yang seakan-akan menggelitiki tubuhnya.


...ΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩ...


Sampai sini dulu ya cerita hari ini semuanya... 😁😁😁


Mohon dukung Author yang masih banyak kekurangan ini 😗😗😗


Jangan lupa jaga diri kalian dan sampai jumpa lagi... 🤗🤗🤗


Terima kasih juga untuk yang sudah mendukung Author 🙏🏻🙏🏻🙏🏻


Dukungan kalian sangat berarti besar untuk Author selama ini 🥰🥰🥰

__ADS_1


Sayang kalian semuanya... ❤️❤️❤️


Papaaayyy~~~ 👋🏻👋🏻👋🏻👋🏻👋🏻


__ADS_2